Sains
Home / Sains / Ambisi Antariksa: Roket H3 Siap Meluncur, Jepang Targetkan Jadi Negara Pertama Pengambil Sampel Phobos Bulan Mars

Ambisi Antariksa: Roket H3 Siap Meluncur, Jepang Targetkan Jadi Negara Pertama Pengambil Sampel Phobos Bulan Mars

Foto: Roket H3 Siap Meluncur, Jepang Bidik Sampel dari Bulan Mars Sebuah roket H3 yang membawa misi Martian Moons Exploration (MMX) milik Jepang telah dipindahkan ke landasan peluncuran di pulau Tanegashima, wilayah barat daya Jepang, pada Senin (19/10). Foto: Tom Bateman/REUTERS
Foto: Roket H3 Siap Meluncur, Jepang Bidik Sampel dari Bulan Mars Sebuah roket H3 yang membawa misi Martian Moons Exploration (MMX) milik Jepang telah dipindahkan ke landasan peluncuran di pulau Tanegashima, wilayah barat daya Jepang, pada Senin (19/10). Foto: Tom Bateman/REUTERS

TANEGASHIMA — Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) semakin dekat dengan sejarah baru dalam eksplorasi tata surya. Peluncuran roket H3 utama yang mengangkut wahana antariksa misi Martian Moons Exploration (MMX) telah dipindahkan ke landasan peluncuran di Pusat Antariksa Tanegashima, Prefektur Kagoshima.

Laporan kumparanNEWS mencatat bahwa melalui misi bernilai tinggi ini, Jepang berambisi mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di dunia yang berhasil mengumpulkan sampel batuan dari Phobos—salah satu dari dua bulan milik planet Mars—dan membawanya kembali ke Bumi.

Detail Misi MMX dan Estimasi Waktu Penjelajahan

1. Durasi Misi 5 Tahun dan Pendaratan Kapsul di Australia

Sesuai rancangan JAXA, Misi MMX diproyeksikan berlangsung selama kurang lebih lima tahun. Setelah melintasi ruang angkasa dan mendarat di permukaan Phobos untuk mengumpulkan sampel material, kapsul pembawa sampel dijadwalkan kembali dan mendarat di wilayah Australia pada tahun 2031.

2. Kolaborasi Internasional dan Robot Penjelajah ‘Idefix’

Misi luar angkasa ini juga mengusung kolaborasi antarlembaga antariksa dunia. Wahana MMX membawa robot penjelajah (rover) bernama Idefix, yang dirancang bersama oleh Pusat Kedirgantaraan Jerman (DLR) dan Badan Antariksa Prancis (CNES) untuk melakukan analisis permukaan secara in-situ.

“Misi MMX tidak hanya membuktikan keandalan roket H3 dalam misi luar angkasa jarak jauh, tetapi juga membuka tabir sejarah asal-usul terbentuknya bulan Mars serta evolusi planet merah tersebut,” terang ulasan sains antariksa JAXA.

Signifikansi Peluncuran Roket H3 Bagi Industri Kedirgantaraan Jepang

Suksesnya peluncuran roket H3 menjadi kunci utama masa depan program eksplorasi luar angkasa komersial dan ilmiah Jepang:

Sains & Keanekaragaman Hayati: Fenomena Evolusi Cepat, Warna Bulu Burung Hantu Serak Jawa di Swiss Berubah Menjadi Kemerahan dalam 30 Tahun

  • Penerus Roket H-IIA: Roket H3 dirancang sebagai peluncur generasi baru yang lebih efisien dan murah biaya untuk bersaing di pasar peluncuran satelit komersial global.

  • Penguatan Transmisi Data Antarplanet: Membuktikan kemampuan navigasi serta komunikasi jarak jauh wahana antariksa Asia dalam misi pengembalian sampel (sample-return mission).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *