Pemerintah memanggil para pengusaha tambang asal Cina ke Kementerian ESDM. Ada sekitar 30 perusahaan dan investor Minerba yang hadir pada pertemuan pada Selasa, 19 Mei itu. Mereka diminta memaparkan berbagai masalah yang mereka hadapi saat berbisnis di Indonesia. Menteri ESDM Mbahlila Hadalia menegaskan pemerintah sebenarnya ingin perusahaan-perusahaan Cina tetap beroperasi di Indonesia. Namun di sisi lain, negara juga ingin meningkatkan pemasukan dari sektor tambang. Sebelumnya para pengusaha Cina sudah
mengirimkan kekhawatirannya terkait perubahan kebijakan sektor pertambangan lewat surat terbuka kepada Presiden Prabowo. Beberapa keluhan di antaranya kenaikan royalti dan berbagai pungutan pajak tambang yang dinilai terlalu cepat dan terlalu besar. Investor juga mengaku terbebani pemeriksaan pajak serta denda bernilai jutaan dolar Amerika Serikat. Investor juga menyoroti rencana evaluasi fasilitas fiskal di kawasan ekonomi khusus. Menko Purbaya mengatakan pemerintah sudah mendengar seluruh keluhan dan akan mencoba mencari solusi
atas masalah yang dihadapi para investor Cina tersebut. Ini kan dengan pengusaha Cina barusan ya. Kami tangkap masalah-masalah yang mereka hadapi. Ada keluhan-keluhan mereka [musik] yang sudah kami dengarkan. Kalau bisa kami pecahkan, kami pecahkan,” ujar Purbaya. Berikut daftar keluhan pengusaha Cina. [musik] [musik] [musik]

Komentar