Dunia
Beranda / Dunia / Trump Jeda Serangan ke Iran Sesduah Diperingatkan Negara Teluk Tentang Haji

Trump Jeda Serangan ke Iran Sesduah Diperingatkan Negara Teluk Tentang Haji

Ketegangan Amerika Serikat dan Iran nyaris kembali meledak. Donald Trump disebut sudah menyiapkan serangan baru ke Iran. Namun mendadak ditunda setelah mendapat peringatan keras dari negara-negara teluk. Alasannya mengejutkan. Perang dikhawatirkan membuat ibadah haji berubah jadi krisis besar di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunda rencana serangan terhadap Iran setelah mendapat tekanan dari para sekutu dekatnya di kawasan Teluk. Menurut laporan Middle East, keputusan

itu diambil setelah negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab memperingatkan dampak besar yang bisa terjadi jika perang pecah saat musim ibadah haji berlangsung. Dua pejabat senior Teluk menyebut, “Tram diberi peringatan bahwa serangan ke Iran selama periode haji dapat memicu krisis besar di Timur Tengah. Ratusan ribu jemaah dari berbagai negara dikhawatirkan bisa terlantar jika konflik meluas dan jalur penerbangan terganggu. Tak hanya itu, serangan saat mendekati Idul Adha juga dinilai akan semakin

merusak citra Amerika Serikat di mata dunia muslim. Seorang pejabat senior AS bahkan membenarkan bahwa diskusi tersebut memang terjadi di internal pemerintahan Trump. Menurut laporan itu, para pejabat AS sendiri ikut memperingatkan bahwa melanjutkan perang bersama Israel di tengah musim haji bisa menjadi bumerang politik bagi Trump. Ibadah haji tahun ini dijadwalkan dimulai pada 24 Mei dan berlangsung selama 6 hari. Saat ini ratusan ribu jemaah sudah berada di Arab Saudi untuk mempersiapkan ibadah.

Karena itu, konflik milit besar dinilai dapat memicu tantangan logistik yang sangat serius bagi Arab Saudi dan negara-negara transit di kawasan teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Apalagi jutaan jemaah haji dari Asia Selatan dan Asia Timur juga bergantung pada jalur penerbangan kawasan tersebut. Meski serangan ditunda, para pejabat yang mengetahui komunikasi internal ini memperkirakan perang belum benar-benar berakhir. Mereka justru memprediksi konflik akan kembali memanas setelah musim haji

selesai. Laporan itu juga menyebut Amerika Serikat pernah menggunakan strategi sinyal palsu untuk membuat Iran merasa aman sebelum melancarkan serangan mendadak. Sebelumnya pada akhir Februari lalu, AS menyerang Iran setelah sempat terlihat ada kemajuan dalam negosiasi di Genewa. Awal pekan ini, Trump sendiri mengakui bahwa dirinya diminta para pemimpin teluk untuk menunda operasi militer terhadap Iran. Trump menyebut emir Qatar Syekh Tamim bin Hammad Altani, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman

Kini DSI Resmi Memperhatikan Ekspor Indonesia, Janjikan Devisa Negara Lonjakan Yang Sangat Tinggi

dan Presiden Uni Emirat Arab Muhammad bin Zay meminta agar serangan ditunda demi memberi peluang tercapainya kesepakatan damai. Namun, situasi di kawasan masih sangat tegang. Saat perang pecah setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu, Iran langsung membalas dengan menyerang pangkalan dan kepentingan Amerika di negara-negara teluk. Teheran bahkan memperingatkan bahwa jika infrastruktur energi dan sipil Iran kembali diserang, maka negara-negara teluk juga bisa menjadi target balasan berikutnya.

Karena itu, Arab Saudi, Qatar, dan Oman kini terus berupaya keras mencegah eskalasi lebih jauh di kawasan Timur Tengah. Kini dunia menanti. Apakah penundaan ini benar-benar membuka jalan menuju perdamaian atau hanya jeda sementara sebelum perang besar kembali meledak setelah musim haji berakhir? Keputusan bisnis terbaik datang dari data, bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. Download aplikasi kontan sekarang di App Store atau Play Store.

 

Komentar

  1. Bopak berkata:

    Sesudah bapuk bukan ssdh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *