dengan saya ini. Saya baru cerita sekarang kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Bapak dan Ibu, saya abaikan. Hoa saya tidak mau kasih komentar. Tapi saya mau cerita kenyataan di tahun 2025 berarti 1 tahun lalu ada kegiatan ASEAN Defense Ministers Meeting Plus yang menghadirkan negara-negara global. Salah satunya adalah Amerika Serikat. [mendengus] Jadi saya hadir, saya tidak kenal Menteri Perang Amerika Serikat. Kenapa? Karena ya memang dia terlalu global, kita regional. Tetapi pada waktu itu dia minta
pertemuan bilateral dan empat mata dengan saya. Ini saya baru cerita sekarang kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian. karena ada relevansinya. Jadi pada saat ketemu saya bilateral, dia bilang, “Menteri Pertahanan Indonesia, kami dukung pembangunan kekuatan pertahanan di Indonesia.” Karena kami tahu bahwa itu tadi tempak defensif aktif keluar. Dia pelajari strategi defensif aktif. Dia pelajari itu. Anda tidak offensif. Anda hanya jaga, Anda punya halaman dan rakyat dan Anda siap kalau diserang siap untuk
mempertahankan diri. Saya dukung itu yang disampaikan tersurat eh tersirat pada waktu itu ke saya. Kemudian dia menyampaikan lagi, dia bilang begini, “Ini empat mata Pak Menhan. Boleh enggak? Ini saya anggap etis. Boleh enggak Amerika itu melintas wilayah Indonesia tahun 2025? Boleh enggak melintas wilayah Indonesia apabila kami ingin melintas untuk keperluan-keperluan tertentu yang mendesak. Akan tetapi kami akan ikuti peraturan yang Anda keluarkan. Itu diucapkan saya secara lisan kepada saya. Tadi saya jawab
Pak Menteri walaupun ada harapan tapi saya akan lapor kepada presiden saya karena dia adalah panglima tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia. Oh baik. Terus dia bilang lagi, “Pak Menhan, bisa enggak saya mengundang Menteri Pertahanan Indonesia ke Amerika Serikat tahun 2026?” Dia bilang ter secara langsung. Saya kaget juga itu. Saya bilang, “Terima kasih, Pak Menteri mengundang saya. Tapi saya mungkin tidak bisa pergi ke Amerika Serikat. Oh, kenapa Anda Menteri Pertahanan? Saya ini korban dari band Amerika
Serikat ke Amerika Serikat karena saya adalah prajurit pasukan khusus yang pernah bertugas di Timur. Jadi, seluruh prajurit special forces yang pernah bertugas ke Timor Timur itu diband dan sekarang sudah 27 tahun kami di band. Saya pernah waktu mendampingi kabinet Pak SBY diurus tahu-tahu diband tidak boleh atas nama pemerintah Amerika Serikat. Dia jawab tidak ada lagi band-ban semua special forces akan kita berikan kesempatan yang sama dengan yang lain. Itu baru tersurat eh baru tersirat dia cerita sama saya tahun 2025.
Terus dia bilang lagi, “Pakhan, [berdehem] boleh enggak minta tolong? Kami ini pernah ikut perang dunia kedua. Kami banyak korban di Morotin. Kami punya vital interest. Itu adalah sumber daya manusia. Ini yang dicari oleh rakyat. Boleh enggak kami datang mengambil jenazah? Kita pernah tahu. Tapi dia punya digitalnya dia punya. Saya bilang, “Saya enggak tahu [berdehem] tempatnya. Kami punya tapi pertanyaannya bisa enggak?” Oh, saya bilang jangankan bisa, dibantu pun bisa. Itu yang saya jawab. Nah, itu
berlangsung di 2025. Tapi dia bilang, “Nanti 2026 akan Anda lihat tahun 2026 bulan Februari dia mengirim special assistant. Special assistant. special assistantnya itu datang ketemu saya membawa surat dan membawa usulan bahwa kami ingin mengundang dan kami ingin ee membahas kemungkinan kita bisa melintas dari udara membahas bukan menentukan belum kemudian dibahaslah tim itu. Akhirnya bulan berapa saya Amerika ya? Bulan berapa saya ke Amerika? Bulan kemarin. Bulan ya. Bulan lalu saya ke Amerika Serikat.
Kemudian kami menandatangani letter of intent bukan komitmen. Dan letter of intent itu coba. Itu dia letter of intent itu yang pertama adalah menghormati integritas dan kedaulatan teritorial. Yang kedua diperlukan mekanisme dan standing operating procedures. Kalau kita setuju dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara ini sudah ada kita kalau latihan kalau dia ada luka kita kembalikan. Ini adalah letter of intent bukan letter [berdehem] of commitment. Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa
dengan Amerika Serikat dalam hal udara. Tidak. Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional. Dan dalam defense coration kita ada prinsip mutual benefit dan mutual respect. ini semua ada di dalam tiga itu hal. Nah, jadi Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, begitu pentingnya kami menjaga national interest di dalam berhubungan dengan negara global dan dia menghormati kita. Selain [musik]

Komentar