Kita ke informasi yang pertama. Menteri Keuangan Purbaya, Yudi Sadewa tiba di kawasan Istana Negara pada Kamis siang ini untuk menemui Presiden Prabowo Subianto. Purbaya mulainya tidak mau membeberkan apa yang akan dibahas bersama kepala negara. Namun, ia mengaku sudah menyiapkan laporan berupa 10 perusahaan besar yang melakukan under invoicing atau pelaku manipulasi faktur perdagangan. Ia menunjukkan map yang disiapkan kepada wartawan sembari menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tes pengecekan terhadap tiga
pengapalan kepada 10 perusahaan secara acak. Perusahaan itu bergerak di bidang sektor industri kelapa sawit atau CPO crud palm oil dan dirinya menekankan deretan perusahaan itu kelihatan sekali melakukan manipulasi harga ekspor ke Amerika Serikat dengan signifikan. Purbaya menjelaskan bahwa harga ekspor yang tercatat lebih rendah dibandingkan harga yang dibayarkan pengimpor di Amerika Serikat. Misalnya harga yang ada di Indonesia diberikan seperempat atau sepertiga apa yang ada di Amerika Serikat. Kondisi ini menyebabkan negara
rugi banyak. Purbaya enggan menyebut 10 perusahaan itu. Namun, ia kembali menunjukkan bahwa salah satu perusahaan mencatatkan harga ekspor 2,6 juta Do Amerika Serikat. Sedangkan harga yang dibayarkan pengimpor di Amerika Serikat 4,2 juta dolar Amerika Serikat. Ini berarti terjadi perbedaan hingga 57%. Dalam kesempatan itu juga terpantau Prabowo memanggil Menteri Perindustrian Agus Gumi Wangkarta Sasmita serta Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala BKPM Rosan Roslani.

Komentar