Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Kini Jakarta Pasti Siap Memilah Sampah-Sampah Yang Bau?

Kini Jakarta Pasti Siap Memilah Sampah-Sampah Yang Bau?

Bantar Gebang dinobatkan sebagai penghasil gas metana terbesar kedua di dunia. Gerakan pilah sampah yang sedang digalakkan diharapkan bisa mengurangi beban di TPST Bantar Gebang. Pertanyaannya, apakah warganya sudah siap? [musik] Masalah sampah di Jakarta tidak kunjung tuntas. Apalagi dengan pembatasan pembuangan sampah di TPST Bantar Gebang ini menyebabkan sejumlah TPS di DKI Jakarta seperti di kiri saya ini sampahnya menumpuk bahkan hingga meluber ke jalan. Ya, pemandangan yang terbilang lazim di

sudut Jakarta. Meski armada truk rutin mengangkut, [musik] sampah di kawasan Bendungan Healer ini seolah tak ada habisnya. Kita rutin pengangkutan tiap hari. Kemarin satu truk besar, sekarang juga satu truk besar. Tapi kenyataannya masih banyak warga yang lalu-lalang buang ke TPS RW 7 Ben Hill ini. Demi menekan beban sampah yang tak kunjung usai, kini warga Jakarta diminta beralih dengan memilah dan memilih sampah. Sudah siapkah warga? Terkait pila sampah sudah dilakukan. Yang kami ketahui di sini untuk pilah

sampah dari tukang gerobak sampah sendiri ada delapan ya. Mereka sudah melakukan pemilan sampah dan ada tiga e ya tiga warga mandiri melakukan pemilan sampah. sudah ada. Cuman karena besarnya ee sampah domestik ini kami memang agak kewalahan ya. Peratu Agustus nanti hanya sampah residu atau sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi yang boleh masuk tempat pembuangan sampah terpadu Bantar Gebang. Fakta terbaru TPST Bantar Gebang menjadi penyumbang emisi metana tertinggi kedua di dunia dengan produksi mencapai 6,3

ton perjam. hanya kalah dengan TPA Campo Demayo, Argentina dengan emisi metana 7,6 ton perjam. Ibu kota Jakarta kini tengah berpacu dengan waktu. Akankah gerakan pila sampah dari rumah yang tengah digalakkan efektif untuk menyelamatkan Jakarta? Tentunya keberhasilan program ini bukan hanya tanggung jawab dari pempr maupun dinas terkait, tapi mengubah kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah. dari Jakarta, Michel Lawinda dan Kemal Prasetyo melaporkan.

 

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *