Mungkin pemirsa juga masih ingat perlintasan sebidang di Ampera Bekasi yang sempat ini menjadi titik awal. Mulai dari kecelakaan kereta tepatnya di stasiun Bekasi Timur pada beberapa waktu lalu kini sudah dipasangi palang pintu otomatis. Ini adalah palang pintu otomatis yang terpasang di perlintasan sepidang Ampera yang lokasinya tidak jauh dari stasiun Bekasi Timur. Setelah dipasang palang otomatis ini sempat diuji coba pada Selasa lalu. Penerapan sistem otomatis ini dilakukan guna meningkatkan
keselamatan pengguna jalan saat melintas di perlintasan sebidang kereta api. Saat ini palang pintu otomatis belum difungsikan menunggu pos jaga perlintasan selesai dibangun dan masih menggunakan palang pintu sementara dengan penjagaan petugas biskup Satpol PP dan warga sekitar. Sebelumnya perlintasan sebidang Ampera menjadi sorotan lantaran tidak berpalang pintu. Perlintasan ini bahkan menjadi titik awal kecelakaan antara KRL dengan Taksi Listrik Hijau yang mengakibatkan kecelakaan tragis stasiun Bekasi Timur
dengan merenggut 16 korban jiwa. Dan sudah ada di lokasi rekan kami Rindi Salsabila untuk melaporkan bagaimana situasi terkini di sana. Apakah palang pintu otomatis ini sudah mulai diberlakukan atau kapan akan mulai diberlakukan? Ya, silakan laporan Anda, Rindi. Ya, selamat pagi Ratih Mala dan juga pemirsa. Ada hal baru di perlintasan perlintasan sebidang dekat stasiun Bekasi Timur tepatnya di Jalan Ampera, Jawa Barat. Saya akan menunjukkannya kepada Anda Ratih dan juga pemirsa. Di belakang saya ini adalah palang pintu
otomatis yang baru saja dipasang oleh PTKAI Persero pada 12 Mei 2026 yang lalu. Ini seperti yang tamper kacaanda ya, ini masih baru terpasang, masih dikasih garis begitu ya. Namun ini masih belum beroperasi. Kalau dapat saya ceritakan ini untuk palang pintunya tidak hanya palang tapi juga ada sirene di atas sana yang mana untuk sirine ini nantinya akan berbunyi ketika 500 m lagi kereta akan mendekat. Nah, untuk palang kereta ini belum dioperasikan karena masih menunggu proses pembangunan pos penjagaan yang sedang ditunjukkan oleh
juru kamera kami Firdaus. Berdasarkan informasi yang kami terima Ratih Mala dan juga pemirsa bahwa untuk pembangunan proses penjagaan ini baru berlangsung selama 1 pekan dan ditargetkan akan rampung dalam kurun waktu 2 pekan hingga 1 bulan ke depan. Sampai saat ini masih belum ada informasi resmi dari pihak PTKi ataupun dari stasiun Bekasi kapan palang ini akan beroperasi. Namun jika kita mengacu pada palang ini baru akan beroperasi ketika pos penjagaannya sudah selesai, artinya ini baru akan beroperasi sekitar akhir Mei atau pada
awal Juni ke depan. Nah, kalau dapat kami ceritakan untuk situasinya Ratih Mala dan juga pemirsa ini memang menjadi titik ee arus lalu lintas begitu ya bagi warga karena memang untuk jalan ini mengarahkan warga dari Jalan Ampera menuju ke ee daerah Duren Jaya dan juga daerah Duren Jaya ke arah Ampera. Nah, seperti yang temel kaca Anda, Ratih Mala dan juga pemirsa, saat ini ada sejumlah petugas yang terdiri atas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, lalu juga ada dari Babinsa dan juga ada dari warga sukarelawan yang membantu proses
penjagaan dari ee jalur sebidang ini dengan palang manual. Nah, eh Latih Mala dan juga pemirsa ee saya juga akan mengajak Anda nih untuk berbincang secara langsung dengan salah satu petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Bapak, izin sebelumnya agar lebih aman mungkin kita bisa bisa bergeser ke sana ya, Pak ya. Nah, sebelumnya saya ingin menceritakan dulu nih Ratih Mala dan juga pemirsa bahwa sebelum dipasangnya ee palang otomatis ini ee sebelumnya ini masih ee dipasang oleh palang bambu. Lalu setelah dari tragedi stasiun Bekasi
Timur baru dipasang oleh ee palang manual dan sekarang akan dipasang palang otomatis. Bapak Safarudin selamat pagi ya. Selamat pagi. Izin waktunya bagaimana kabarnya hari ini, Pak? Untuk hari ini alhamdulillah baik-baik aja, semangat terus dalam bertugas. Oke, Pak Safarudin izin ee mungkin boleh tolong dijelaskan sedikit, Pak, terkait pemasangan dari palang otomatis di Jalan Ampera ini, Pak. Ya. Baik. E untuk hari ini palang otomatis sudah dibuat, namun belum bisa difungsikan dikarenakan kan untuk
bahan-bahannya mesinnya juga belum terlalu lengkap. Bangunannya juga baru dibuat. Sementara hitungan harinya kurang paham juga saya, cuma terhitung cuma terhitung kalau enggak salah dua atau 3 minggu ke depan ya. Untuk sementara masih menggunakan palang manual, kita dibantu stakeholder dari TNI, Satpol PP maupun dari elemen masyarakat yang difungsikan oleh PTKAI dari melalui Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Pak, tadi kan disebutkan ya kalau ini ee yang menjaga palang pintunya ada dari masyarakat, ada dari Disub, lalu juga
ada dari Babinsa. Kalau boleh tahu ini untuk petugas yang dikerahkan ada berapa orang dan mereka bertugas selama berapa lama, Pak sampai akhirnya diuplus? Kalau untuk kita personil Dinas Perhubungan kita ada 10 personil bergantian jam kerjanya dari 0500 sampai 2200 waktu Indonesia Barat. Cuma sistem kami untuk Dinas Perhubungan anggota di kita persiapkan saling bergantian bergabung dengan TNI dari Babinsa maupun dari Satpol PP. Jam kerjanya menurut saya juga hampir sama juga. Setiap 2 jam kita bergantian.
Setiap 2 jam kita bergantian ya. Karena untuk supaya ada tertib lalu lintasnya bagi pengguna, pengguna kendaraan roda du maupun roda 4 supaya lebih tertib biar menjaga keselamatannya aman dan nyaman sampai di tujuan. Baik, Pak. Ee sebelum dipasangnya palang otomatis ini sebenarnya itu sudah ada keluhan dari masyarakat kah? karena tidak ada yang terpasang palang pintu. Lalu kalau dari pengamatan dihub sendiri untuk angka kecelakaan di perlintasan sebidang Ampera ini sebetulnya bagaimana, Pak? Ya, baik. Memang cukup rawan juga sih
ya. Cukup rawan juga. Makanya kita dari pemerintah kota maupun dari provinsi ee apa yang intinya pada kereta perlintasan sebidang ini memang untuk lebih nyaman, lebih disiplin dan keamanan untukan roda 2 maupun roda 4. untuk yang manual kita tetap kendalikan ber petugas Pak ee terakhir mungkin selain ee perlintasan sebidang Ampera ini apakah dari Dis Hop dan juga KI ini ada berencana untuk memasang palang otomatis lainnya Pak di sekitar stasiun Bekasi. Kalau iya di mana, Pak, rencananya Pak? Ya, kalau yang saya tahu di
apa lintasan perak juga di bola. Heeh. Cuma fokus di kita masih baru yang kita tahu nih baru yang di amper aja yang palang otomatis. Kalau yang di bolak kapal ya kemungkinan dalam tahap pembangunan juga gitu ya. Untuk sementara masih kita kendalikan manual berikut jajaran-jajaran yang lain. Demikian. Baik, Pak Safarudin. Terima kasih banyak atas waktu dan kesempatannya, Pak. Selamat beraktivitas kembali dan semoga untuk perlintasan sebidang Ampera ini bisa ee selamat begitu ya ee ketika dilintasi oleh warga. Selamat pagi,
Bapak. Selamat pagi pagi ya. Eh, Ratih Malad juga pemirsa. Kalau boleh saya ceritakan di Indonesia berdasarkan catatan PTKi Persero ini ada 300, maaf maksud kami 3.88 perlintasan sebidang di Indonesia berdasarkan catatan triwulan 1. Dan di antara 3.88 perlintasan sebidang itu ada ee 417 yang dijaga secara ee sukarela oleh warga. Salah satunya adalah di perlintas di Salsabella. Ya, selama palang manual ini ditutup dan selama rencana palang otomatis ini akan dioperasikan memang kami melihat kalau untuk pengendara ini
sudah semakin tertib dan mereka pun juga tidak ada yang berupaya untuk ee menerobos dari palang pintu. Sementara demikian laporan dari kami. bal ke studio

Komentar