Nilai tukar rupiah melemah hingga ke level terendah sepanjang sejarah. Pada tanggal 12 Mei 2026, rupiah untuk pertama kalinya menembus level psikologis 17.500 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan rupiah tersebut tidak lepas dari [musik] tekanan eksternal yang kembali meningkat. Pelaku pasar keuangan kembali khawatir dengan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum kunjung mereda [musik] seiring adanya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meragukan keberlanjutan kejatan
senjata dengan Iran dan menolak tawaran damai terbaru dari Teheran. Selain itu, laporan yang menyebut Trump akan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas kemungkinan dimulainya kembali operasi militer di Iran juga [musik] menambah kekhawatiran pasar. Berlanjutnya konflik Timur Tengah memicu kenaikan harga komoditas energi [musik] khususnya minyak yang didistribusikan melalui Selat Hormus, jalur vital untuk perdagangan minyak dunia yang ditutup oleh Iran sebagai respons atas serangan
Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut. Kenaikan harga energi pada akhirnya akan memicu kenaikan inflasi di berbagai negara dan mempengaruhi kondisi perekonomian. Fenomena itu pun membuat investor khawatir dan cenderung memburu dolar Amerika Serikat [musik] sebagai aset safe heaven. Dan langkah itu pun memicu penguatan dolar Amerika serta memukul mata uang negara lainnya termasuk mata uang negara-negara di Asia tak terkecuali rupiah. Pada 12 Mei 2026, rupiah menjadi mata uang terlemah kedua di ASEAN setelah
Peso [musik] Filipina. Rupiah yang melemah memicu kekhawatiran terkait dampaknya bagi perekonomian. Barang-barang impor atau produk dengan bahan baku impor akan semakin mahal dan [musik] pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan inflasi. Posisi cadangan devisa Indonesia pun berpeluang terus tergerus jika pelemahan rupiah terus terjadi. Dan faktanya cadangan devisa Indonesia memang terus turun sejak awal tahun 2026 ini. Pada akhir Desember 2025, cadangan Devisa RI berada di level 156,5 miliar dollar Amerika Serikat. Namun di
akhir April 2026 cadangan devisa Indonesia tercatat hanya 146,2 miliar dolar Amerika. Ini berarti cadangan devisa telah tergerus sekitar 10,3 miliar dolar Amerika hanya dalam 4 bulan pertama di tahun ini. Menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah yang tak kunjung redah, Gubernur Bank Indonesia Periwargio mengungkapkan [musik] bahwa rupiah terbilang undervalued atau tidak sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia yang dinilai masih baik. Perekonomian Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal pertama 2026 dan angka
tersebut merupakan angka pertumbuhan yang tertinggi di antara negara-negara G20. [musik] Di sisi lain, angka inflasi Indonesia masih tetap terjaga di kisaran target bank sentral yaitu 2,5 plus- 1% tepatnya di 2,4% secara tahunan pada bulan April 2026. Ditambah lagi neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus untuk bulan ke-71 secara beruntun sejak Mei 2020. Tadi dibahas dan mendapatkan aran dari Bapak [musik] Presiden mengenai nilai tukar berkaitan dengan dua hal penting mengenai nilai tukar. Bahwa yang pertama
nilai [musik] tukar sekarang itu under value. Under value. Dan ke depan kita yakini akan stabil [musik] dan menguat. Kenapa under value tadi disampaikan oleh Pak Menko bergon fundamental [musik] kita itu kuat, pertumbuhan sangat tinggi 5,61%, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan divisa [musik] juga kuat. Nah, inilah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah [musik] itu akan stabil dan cenderung menguat. Nah, kenapa dalam jangka pendek ini ada tekanan-tekanan nilai tukar? Sebabnya
ada dua, yaitu ada faktor global [musik] dan kemudian pada faktor-faktor musiman. Faktor globalnya apa? Yang menyebabkan [musik] tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini adalah satu harga minyak yang tinggi, dua suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, YIL SBN eh bukan SBN, YIL US Treasuri, 10 tahun sekarang adalah 4,47%. Demikian juga dolar yang menguat dan Pak Menko tadi mengatakan terjadinya pelarian modal dari [musik] emerging market termasuk Indonesia. Nah, memang dalam secara musiman April, Mei, Juni
memang permintaan terhadap dolarnya tinggi. Ada untuk pembayaran [musik] repatriasi dividen, ada pembayaran utang dan juga untuk jemaah haji. Tapi rupiah adalah [musik] under value dan ke depan akan stabil dan cenderung menguat. Kondisi fundamental ekonomi Indonesia juga disebut masih kuat oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa. Menurut Purbaya, ketahanan energi dan pondasi ekonomi Indonesia tergolong masih kuat meski Indonesia berstatus net importir bahan bakar minyak yang memicu kekhawatiran soal ketahanan energi dan
kesehatan anggaran belanja pemerintah Indonesia di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah. Orang juga banyak bilang Indonesia goyah, maka rupiahnya lemah-lemah dan lain. Kalau rupiah tanya B ya nanti ya jam saya pernah menjawab. Tapi kalau kita lihat dari ketan energi kita itu amat kuat. Itu nomor dua tuh. Kalau sebelah kanan tuh perbandingan energi terhadap krisis energi global. Ya, kalau ada krisis global kita nomor dua paling kuat dibanding negara-negara lain. Bahkan dari Amerika, dari Cina, dasar Australia
dan lain-lain. Ini keluaran dari mana? Dari siapa? World bukan ya? JP Morgan. ADB juga melakukan hal yang sama, studi yang sama. Cuma mereka enggak bisa publish karena kalau [musik] mereka publish nanti negara-negara yang di bawah goncang katanya. Jadi mereka yang di bawah enggak minta, jangan dipublish. Tapi official ABDB bilang sama saya, kita di atas ini di top dua juga. Jadi di tengah ee krisis energi dan ee krisis global ini kita pondasinya amat kuat. Sebelumnya saat rupiah menembus level 17.400-an
per dolar Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto telah mengumpulkan para menteri [musik] ekonomi hingga Gubernur Bank Indonesia untuk mengambil langkah strategis demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Gubernur Bank Indonesia menyebutkan ada [musik] tujuh langkah strategis yang dilakukan dalam pengendalian rupiah, termasuk di dalamnya pengetatan jumlah pembelian dolar Amerika Serikat, peningkatan pengawasan ee kepada bank-bank dan korporasi [musik] yang terutama kami lihat bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian
dolarnya tinggi. kami kirim ee pengawas ke sana koordinasi dengan Bu Fredika e Widyasari dari ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga. [musik] Terima kasih Pak Menko ya. Yang tadi ee pembatasan [musik] ee pembatasan pembelian dolar yang sudah kami turunkan dari Rp100.000 menjadi Rp50.000 kami persiapkan kami akan turunkan lagi menjadi 25.000 R sehingga pembelian dolar ee sampai dengan atau di atas 25.000 itu harus pakai and selain itu, pemerintah pun turut mengeluarkan sejumlah strategi untuk
turut menjaga rupiah, yaitu dengan merevisi aturan kewajiban menyimpan devisa hasil ekspor sumber daya alam di dalam negeri serta merencanakan penerbitan surat utang berdenominasi mata uang yuan atau pandab. Penggunaan yuan sebagai alternatif mata uang pembiayaan dinilai membantu mengurangi dominasi dolar dalam struktur [musik] utang dan hal ini dapat membantu menjaga stabilitas rupiah saat terjadi perubahan besar terkait nilai tukar secara global. Terkait dengan regulasi devisa hasil ekspor sumber daya alam. Jadi revisi
perubahan terhadap PP36 sudah difinalisasikan dan akan diberlakukan per 1 Juni 2026. Jadi [musik] ya perubahan bahwa apa ee DH SDA wajib [musik] masuk ke Imbara dan dikonversi ke rupiah maksimum 50% dan [musik] juga ee terkait dengan ee sektor ekstraktif atau oil and gas itu berlaku [musik] seperti yang sekarang yaitu yang ee berlaku 3 bulan. Yang kedua, untuk memperkuat [musik] ee nilai tukar, kami juga akan menerbikan bon dalam ee apa? Panda bon di Cina dengan bunga yang lebih rendah sehingga [musik] kita tidak
tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Pran juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda enggak usah takut. Terima kasih. Kementerian Keuangan juga berencana mengaktifkan dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund dalam waktu dekat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan [musik] domestik, terutama pada pasar surat utang negara di tengah
dinamika gejolak pasar obligasi. Dana tersebut nantinya akan dipakai untuk membeli SBN atau surat utang yang dilepas asing. Dan dengan lebih terjaganya kinerja surat utang Indonesia, pada akhirnya dana asing diharapkan tidak akan mudah keluar dari pasar keuangan Indonesia. Dan pada akhirnya hal ini akan turut membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Jadi pada dasarnya saya hanya ingin lihat aja supaya bondnya marketnya relatif stabil. Jangan gampang digoyang oleh investor asing. Itu aja. Nanti kerjanya juga pasti
koordinasi [musik] dengan bank sentral. Tapi dananya ada kalau pan betulan kan desain lamanya itu ada beberapa lembaga yang terlibat antara lain keuangan dan seluruh SMV yang di bawah keuangan itu bisa ikut ee membantu ketika kita melakukan stabilisasi [musik] harga bon itu. Jadi bukan salah saja dan kalau lihat volumenya yang ee keluar selama ini kelihatannya enggak besar-besar amat. Harus kasih dana kita cukup. Jenisnya cuma itu, menjaga ee harga buan kita supaya [musik] stabil, supaya tidak menimbulkan kegaduhan di pasar modal
kita. Di tengah kondisi dunia yang penuh gejolak geopolitik dan mempengaruhi arah perekonomian berbagai negara. Pelemahan nilai tukar memang merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Namun, berbagai langkah strategis yang inovatif perlu terus dilakukan untuk menjaga gerak rupiah agar tidak semakin melemah dan memukul perekonomian masyarakat luas. Tim redaksi CNBC [musik] Indonesia.

Komentar