Strategi laut Iran dengan mengerahkan armada nyamuk miliknya menjadi ancaman baru bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Adapun armada yang dioperasikan Corps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC itu terdiri dari ratusan hingga ribuan kapal kecil berkecepatan tinggi yang mampu bergerak lincah dan sulit dideteksi. Dilansir dari middleiti.net pada Jumat, 15 Mei. Meski ukurannya kecil, kapal-kapal tersebut memiliki daya sangat berbahaya. Hal itu dikarenakan kapal dilengkapi senapan mesin roket, rodal jarak pendek hingga
drone tempur. Atas hal itu, taktik ini dikenal sebagai armada nyamuk karena menggunakan taktik swarm attack, yakni menyerang secara berkelompok untuk mengepung kapal musuh yang lebih besar. Dilaporkan aktivitas kapal cepat IRGC meningkat drastis di Selat Hormos. Para analis menilai Iran sengaja mengandalkan perang laut asimetrius. Mengingat tak hanya biayanya yang murah, namun juga sangat efektif untuk mengganggu kapal perang maupun jalur perdagangan internasional. Bahkan kapal itu disebut mudah bermanover di perairan sumpit
Teluk Persia. Kemudian bisa muncul secara tiba-tiba dari teluk kecil, bangker, bawah tanah hingga gua laut di pesisir Iran.

Komentar