Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Tuntutan 18 Tahun Dibui, Nadiem Tidak Sesali Bergabung Dengan Pemerintahan

Tuntutan 18 Tahun Dibui, Nadiem Tidak Sesali Bergabung Dengan Pemerintahan

tidak ada hubungannya. Uang itu adalah kekayaan sah yang saya dapatkan menciptakan jutaan pekerjaan dengan saham Gojek. Itu adalah saham yang saya dapatkan di tahun 2015 dan semua pembuktiannya sudah ada. Tetapi tetap saja itu digunakan sebagai senjata hukum. Enggak tahu untuk menakuti saya, untuk menekan. Saya tidak mengerti apa sebenarnya alasan dari ini, tapi yang ini terus terang hari ini dengan efektif pidana 2 sori 18 + 9 berarti 27 ya 27 tahun pidana saya sudah tidak tahu lagi apa harapan bagi anak-anak muda di negara

ini. Apa harapan bagi generasi muda yang sedang melihat cara kita diperlakukan seperti ini? Dan apakah ini memberikan pembelajaran buat saya? Kalau saya melawan balik, kalau saya membuka kebenaran di dalam sidang, apakah inilah hukuman saya? Mungkin itu yang terjadi. Jadi saya harap sekali bahwa masyarakat terutama anak-anak muda, kita kawal kasus ini bersama. Kita berjuang untuk kebenaran. Jangan putus asa. Indonesia masih ada harapan. Saya berjuang di sini memang ada alasannya kenapa Tuhan memberikan musibah ini

kepada saya. Mungkin bukan musibah, itu yang saya sadari. Mungkin tanpa ini kasus kena ke saya, mungkin ketidakadilan selama ini terjadi mungkin tidak terbuka. Mungkin bagi teman-teman lain yang tidak punya nama saya, tidak punya suara saya, mungkin hal-hal ini terjadi terus dalam sistem keadilan kita dan tidak pernah terbuka. Jadi mungkin itulah Allah memilih saya untuk mengalami ini agar masyarakat mengetahui, agar generasi muda yaitu masa depan Indonesia mengetahui perjuangan kita masih panjang di sini.

Ya, silakan mungkin saya akan menanyakan ee kalau ada beberapa pertanyaan. Mas, ini kan tuntutan buat Mas ini kan tuntutan buat Mas Nadim kan sangat besar ya Mas. Ini Mas Nadim sebagai sebelum penguasahan ni sebelumnya pengusaha nih ada pernah tadi mendengar itu menyesal enggak sih Masuk pemerintahan dan berujungnya hal seperti ini, Mas? Saya akan ucapkan sekali lagi saya tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintahan untuk mencari uang itu bisa seumur hidup. untuk membantu generasi penerus bangsa

kita melaku menjadi lebih baik itu hanya kesempatan sekali dalam hidup. Jadi, saya tidak mungkin akan menolak jabatan atau amanah itu pada saat ditawarkan. Mau saya gagal pun resiko gagal, resiko masuk penjara pasti saya ambil karena masa depan Indonesia itu lebih penting dari segala resiko ini. Kedua, jelas saya kecewa, saya sakit hati, saya patah hati. Orang tuh cuman patah hati kalau dia cinta dengan negara. Bahwa negara bisa melakukan ini kepada saya setelah semua pengabdian saya. Ya, iya saya sakit hati. Tapi bukan berarti

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

saya tidak cinta negara ini. Justru sakit hati itu patah hati karena k saya cinta kepada negara ini. Jadi tidak saya tidak menyesal. Dan terus terang harapan saya dan harapan banyak sekali masyarakat kayaknya pada saat ini adalah tuntutan bebas. Tapi sebaliknya yang terjadi hukuman terberat dilemparkan ke saya terberat. Saya tidak punya kata-kata untuk menjelaskan kenapa Pakadim ini kalau menurut Pak Nadim tuntutan dari jaksa sudah sesuai dengan fakta persidangan atau melenceng jauh Pak? Menurut Mas,

saya mendengar itu tuntutan. Jadi mendengar tuntutan itu seperti daftar narasi yang bukan hanya di luar nalar, tidak ada sambungannya dengan kasus. Saya kasih analogi di dalam sidang misalnya ada mobil di dalam sidang itu mobilnya di bawah ada foto mobilnya ini mobil biru mobilnya ini harganya ini bukti transfernya segini 100 harganya dan lain-lain. Ini mobil biru dengan bukti bahwa harganya 100 mobilnya datang di di dalam tuntutan tidak mobilnya merah dan harganya 50 seperti itu. sesuatu yang sudah dibuktikan dengan

berbagai dokumentasi di dalam tuntutan balik lagi ke awal. Jadi buat apa sidang? Itu pertanyaan saya. Kalau setiap hal yang sudah dibuktikan dengan saksi, dengan dokumentasi sudah keluar, tetapi dituntutan balik saja kepada dakwaan awal sebelum proses persidangan, buat apa kita bersidang? Buat apa? Ya, kenapa mendingan langsung saja hukum? Paling tidak membuang semua waktu kita gitu. Kenapa? Apa gunanya sidang kalau fakta persidangan tidak dimasukkan ke dalam tuntutan bahkan kadang-kadang dalam keputusan?

Ini suatu hal yang saya sebagai orang awam bukan orang hukum tidak mengerti buat apa proses ini kalau semua sudah terang-berenderang dan masih saja kembali ke situ. Dan kenapa tidak ada konsekuensi bagi tuntut yang terus mengutarakan kebohongan berulang-ulang kali? Kok bisa saja gitu loh? dan terbuka di depan semua orang menyebut kebohongan itu. Itu angka R triliun4800 itu SPT 4 triliun itu diambil dari SPT saya di tahun 2022 saya melaporkan nilai IPO Gojek itu bukan uang yang saya terima, itu cuma nilai IPO. Dari situ

dia ambil oke sekarang harus dibayar balik. Apa logikanya? Sama dengan 809 itu tidak ada urusan sama saya. angka 809 sudah terbukti transfer antara dua perusahaan Gojek. Saya tidak terlibat, enggak ada hubungannya dengan Google, tidak ada hubungannya dengan Chromebook. Di dalam tuntutan itu ada berbagai hal yang menciptakan aura seolah-olah ada suatu mufakat jahat, konspirasi untuk menakuti orang Nadim ini jahat dan telah menciptakan suatu rencana besar. Tetapi kalau orang kita berpikir secara logika, setiap kali kita mendengar itu

Guru SMPN 111 Jakarta Senang dikunjungi Presiden Prabowo: “Anjay Mantap bangga!”

pasal-pasalan, tunggu dulu ini hubungannya apa ya sama Chromebook? Ini hubungannya apa ya dengan kemahalan harga laptop di pengadaan? Yaitu adalah kerugian negaranya. Itu yang enggak terjawab karena tidak ditemukan poin saya terakhir adalah karena tidak ditemukan PPATK transfer ke saya. Tidak ada. Tidak ditemukan aliran dana dari vendor ke saya. tidak ditemukan aliran dana dari Google ke saya, tidak ditemukan aliran dana dari PT AKAP ke saya, tidak ditemukan aliran dana dari PTG ke saya. karena gagal membuktikan semua aliran

dana ini yang harus diciptakan agar saya salah adalah suatu narasi yang kayaknya ini suatu mastermind atau suatu mufakat atau penyamaran ee fraud keuangan yang tidak ada hubungannya karena korupsi di awalnya itu tidak ada. Nah, itu mungkin dari saya. Saya malam ini akan menjalani operasi. Saya sedih. Saya kecewa. Keluarga saya sangat terpukul dengan Saya enggak tahu cara mendeskripsikannya. Saya enggak tahu nih perlakuan seperti apa ini seperti tapi saya harus menjalani operasi malam ini karena kalau tidak akan semakin parah

berapakai bagi saya. Saya hanya minta doa sama seluruh negara kita. Saya minta doa, mohon doa bagi saya juga bagi Ib dan sekeluarga dan juga mohon doa untuk semua tahanan-tahanan korupsi yang sebenarnya tidak salah. Saya berdiri di sini untuk mereka juga, bukan cuman saya. Jadi mohon doanya, terima kasih kepada para ojol, terima kasih kepada para guru-guru, terima kasih pada para alumni-alumni MBKM semua. Saya tidak merasa sendiri berdiri di sini karena ada kalian. Saya merasa saya bahu saya dipegang sama semua orang-orang yang

berada bagian dari perjuangan kita sebelum ini. Jadi, terima kasih saya berdiri di situ sendiri tapi saya tidak merasa sendiri. Jadi terima kasih atas dukungan negara ini. Saya harap anak-anak muda se-Indonesia tidak putus harapan. Saya harap masa depan negara kita lebih baik. Terima kasih. Terima kasih. Semangat lancar-lancar operasi ya, Mas. Pak, sehat selalu, Pak. Lanjut, Pak. Semangat, Pak. Semangat. Semangat, Pak. Semangat, Pak. Semangat ya, Mas. Dari media aja. Ya Allah, Mas B. Makasih banget.

Thankasih. Semoga cepat kuliah, Mas ya, Pak. Mas belum vonis, Pak. Aman, Pak. Aman, Pak. Belum vonis, Pak. Masih ada masih ada. Masih panjang, Pak. Masih panjang, Pak. Masih bisa. Jangan terlalu pakaih, Kak.

Iran Kasih Persiapan Petaka, 5 “Kehancuran Semua” Hantui Amerik Serikat Jika Perang Ronde Kedua Nih Bos

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *