sehingga pada siang hari ini kita dapat berkumpul di Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk melaksanakan acara penyerahan dana administratif sebesar 10,2 triliun dan diserahkannya lahan kawasan sebesar R.373.000 hektar. Saudara-saudara sekalian, sekali lagi ada suatu kehormatan bagi saya dan juga suatu kebahagiaan untuk hadir dalam acara ini. Saya kira ini sudah acara yang kesekian kali. Sudah keberapa kali ini? Keempat kali ya. Keempat kali ee dengan total penyerahan berapa? 40 triliun kurang lebih ya.
Saya senang kalau diundang terus acara begini. Tiap undangan lihat secara fisik 10 triliun. Saya juga dapat bisikan bulan depan akan ada penyerahan 11 triliun katanya. I. Dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih 39 triliun uang-uang yang tidak jelas. para koruptor atau para kriminal itu mungkin ee entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal ee uangnya ketinggalan di rekening rekening enggak jelas ya kan. Mungkin dia banyak istri muda atau piharaan-piaraan. Jadi istri-istrinya, ahli warisnya
enggak tahu bahwa dia punya uang di bank-bank tersebut. Sudah sekian tahun tidak diurus. Ya, saya katakan kalau sudah sekian tahun tidak diurus dan sudah 1 tahun kita umumkan umumkan, umumkan enggak ada yang datang, ya sudah pindahin untuk rakyat ya. Jadi tahun depan kurang bulan depan ini bukan tahun depan bulan depan kurang lebih akan ada 49 triliun dan ee saya harus katakan bahwa sekali lagi saya atas nama negara dan bangsa, atas nama pemerintah, atas nama sama seluruh rakyat Indonesia. Saya
menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota satuan tugas penertiban kawasan hutan. Saya kira, Saudara-saudara, acara-acara seperti ini jangan kita anggap hanya seremoni atau show, tapi pandangan saya, keyakinan saya, bangsa Indonesia, rakyat Indonesia sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti. Sudah terlalu lama saya merasakan ya. Sudah terlalu lama karena saya sendiri juga sudah cukup lama jadi orang Indonesia. Saya merasakan rakyat kita ini agak bosan kalau dengar sambutan-sambutan, wejangan-wejangan.
Itu yang pengalaman saya. Jadi rakyat kita harus lihat ini loh uang hari ini 10 triliun. Saya baru keliling berapa daerah terpencil dapat laporan dari Menteri Kesehatan. Pak, kita punya 10.000 Puskesmas sejak zamannya Pak Harto 30 tahun. Puskasmas tersebut belum pernah diperbaiki. R.000. Saya bilang, “Kau butuh uang berapa untuk perbaiki 10.000? Kira-kira satu Puskesmas 2 miliar. Jadi kita butuh kurang lebih 20 triliun. Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas
10 triliun. Kalau bulan depan benar yang masuk 10 triliun lagi dari Satgas plus 39 triliun dari PPATK berarti 49 triliun. Berarti semua Puskesmas dengan mudah kita perbaiki. Sekolah-sekolah yang belum diperbaiki bisa segera kita perbaiki. Di APBN tahun lalu kita sudah perbaiki 17.000 sekolah. Tahun ini sedang kita perbaiki 70.000 sekolah. Tahun depan kita akan perbaiki 100.000, tahun depan lagi Rp100.000 Ibu dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita
perbaiki semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut. Jadi, Saudara-saudara sekali lagi pekerjaan yang Saudara-saudara laksanakan dilaksanakan oleh Satgas PKH, Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BPKP, PPATK semuanya ini. Sekarang kita buktikan kepada rakyat bahwa kita bertekad untuk mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara di mana pun itu berada. bumi dan air dan semua kekayaan alam yang terkandung
di dalamnya itu. Itu perintah Undang-Undang Dasar 1945 harus dikuasai negara. Ini bukan gagasannya Prabowo Subianto. Ini bukan sesuatu yang kita karang. Ini adalah perintah pendiri-pendiri bangsa Indonesia. Dan marilah kita sebagai generasi penerus, marilah kita hai anak-anak muda, marilah kita jujur kepada orang tua-orang tua kita. Marilah kita paham dan mengerti dari mana kita berasal.

Komentar