Bisnis
Home / Bisnis / Isu Pinjaman Rp40 Triliun Terjawab! Bank Mandiri Ungkap Ketahanan Kas Jhonlin dan Agunan Saham JARR-PGUN

Isu Pinjaman Rp40 Triliun Terjawab! Bank Mandiri Ungkap Ketahanan Kas Jhonlin dan Agunan Saham JARR-PGUN

(Foto: Arsip Bank Mandiri)
(Foto: Arsip Bank Mandiri)

JAKARTA, INDONESIA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menegaskan bahwa PT Jhonlin Baratama memiliki kapasitas arus kas yang kuat untuk memenuhi kewajiban pelunasan fasilitas kredit senilai total Rp40 triliun. Penilaian kelayakan pembiayaan tersebut didasarkan pada analisis repayment capacity operasional bisnis batu bara debitur beserta grup usahanya yang dinilai solid dan masih berjalan secara produktif.

Pihak perbankan juga memberikan klarifikasi mengenai penempatan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang difungsikan sebagai jaminan pelengkap dalam perjanjian fasilitas pinjaman tersebut.

Analisis Arus Kas Utama dan Penarikan Fasilitas Kredit

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak perbankan memaparkan struktur pembiayaan serta sumber pembayaran utama dari debitur.

  • Penggunaan Plafon Kredit: Dari total plafon pinjaman Rp40 triliun yang disediakan, senilai Rp17 triliun telah ditarik oleh PT Jhonlin Baratama untuk mendukung kebutuhan belanja modal (capital expenditure) serta pembiayaan operasional penunjang di industri batu bara.

  • Sumber Pelunasan Utama (First Way Out): Kemampuan pembayaran kembali diukur murni berdasarkan arus kas operasional usaha batu bara yang berjalan dan pembagian dividen anak perusahaan, tanpa bergantung pada jaminan aset.

  • Uji Sensitivitas dan Ketahanan Sektor: Analisis kelaikan kredit telah memperhitungkan berbagai skenario penurunan harga komoditas batu bara serta volume produksi guna memastikan tingkat ketahanan pengembalian pinjaman.

  • Pernyataan Resmi Pihak Perbankan: Sekretaris Perusahaan memaparkan hasil evaluasi risiko kredit debitur secara komprehensif.

    “Bank menilai bahwa Debitur memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban. Sumber utama pelunasan berasal dari operasional perusahaan dan grup usaha batu bara yang sudah berjalan,” tegas Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista.

Mekanisme Agunan Saham JARR-PGUN dan Perlindungan Rasio Coverage

Guna memperkuat pengamanan pembiayaan, perseroan menerapkan manajemen risiko berlapis terkait keberadaan agunan saham emiten JARR dan PGUN.

Pangkas Jalur Impor BBM! Bahlil Bangun Storage Minyak Raksasa di Dalam Negeri Atas Arahan Prabowo

1. Posisi Saham Sebagai Agunan Tambahan (Second Way Out)

Saham JARR dan PGUN hanya diposisikan sebagai sumber pelunasan sekunder (second way out) yang dinilai secara konservatif mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan kebijakan risiko internal perbankan.

Rupiah Terus Anjlok Dihantam Dolar AS dan Harga Minyak! Apakah Ekonomi Indonesia dalam Bahaya?

2. Pertahanan Rasio Collateral Coverage 150 Persen

Perhitungan nilai penjaminan dilakukan dengan mengkalkulasi harga terendah harian (intraday) saham JARR dan PGUN dalam satu bulan terakhir. Dengan metode penilaian tersebut, total rasio kecukupan agunan (Collateral Coverage Ratio) dilaporkan tetap berada pada level aman sebesar 150 persen.

“Untuk mengantisipasi potensi penurunan nilai jaminan, perjanjian kredit telah dilengkapi klausul penambahan agunan (top-up) atau penurunan baki debet outstanding di luar angsuran pokok terjadwal guna menjaga batas toleransi risiko perseroan,” rilis laporan penjelasan tertulis kepada bursa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *