Pemirsa, Iran kembali menyodorkan 14 poin proposal perdamaian untuk akhiri perang dengan Amerika Serikat. Namun, sepertinya Trump memberikan sinyal kembali menolak syarat tersebut meski belum secara formil diumumkan. Untuk membaset sudah bergabung bersama saya Dina Prapto Raharja, pengamat HI dari BINUS University. Mbak Dina, sejauh mana 14 poin Dhamma ini mencerminkan niat tulus atau sebaliknya hanya berupa strategi diplomasi agar mengulur waktu sampai akhirnya perang tiba? Kalau dari pihak Iran saya melihat
memang tekanan untuk ee diplomasi itu lebih besar ya. Karena bagaimanapun juga Iran butuh memitigasi atau mengurangi tekanan ekonomi yang juga membebani ee ekonomi mereka lah. Karena pada dasarnya ee bagaimanapun juga mereka juga kena imbas ya dari mereka enggak bisa mempergunakan Selat Hormus dan ee Iran punya beberapa progres memang dari segi konektivitas mereka sudah mulai membuka perjanjian kerja sama dengan Pakistan, dengan Cina. untuk kemudian ee apa namanya melewati jalur-jalur alternatif
yang tidak harus lewat laut untuk ee menjalankan perekonomiannya, tapi tetap masih butuh waktu untuk penyesuaian itu. Jadi kalau saya melihatnya dari sisi Iran sebenarnya itu satu hal yang cukup genuine untuk ee memecah kebuntuhan dengan Amerika Serikat. Cuma memang satu hal yang jadi catatan adalah bahwa Iran nih berani sekali mengajukan 14 poin ini. Kalau dicermati 14 poin itu sebenarnya ee melawan apa yang disampaikan oleh Amerika Serikat di 15 poin. Kata kuncinya itu di ee 45 hari yang diminta oleh ee Trump, 45 hari
gencatan senjata baru kemudian Iran ee dismantle atau lepas itu program nuklir. Baru selebihnya diskusi. Nah, dari pihak Iran justru sebaliknya dia minta waktu maksimal hanya 30 hari dan sesudah itu tidak boleh lagi ada kekerasan terhadap Iran. Urusan nuklir paling belakang. Ya, di situ keberanian Iran ee yang beda dengan ee respon pertama mereka 10 poin ya waktu di ee tahap yang pertama. Kalau sudah jelas ini bertentangan dan jauh sekali dari harapan Amerika Serikat, potensinya bagaimana untuk agar
damai bisa dicapai, Mbak Dina? Yang menarik di sini adalah bahwa Pakistan itu dibiarkan untuk punya jalur ee landed tadi, jalur lewat ee darat untuk ee Iran mulai melakukan ekspor atau paling enggak membuka perjanjian dengan Iran untuk mulai melakukan ekspor lewat jalur alternatif. Kemudian kemarin kan juga kita lihat ada kapal Iran yang ternyata bisa ya lolos sampai ee ke Selat Malaka. sekarang sudah masuk di Asia Pasifik sampai ke utara ke arah China itu untuk mengantar ee minyak. Jadi lolos juga dia dari blokade Amerika
Serikat. Jadi yang menarik di sini adalah jangan-jangan ada satu deal gitu ya yang terjadi tanpa dipublikasikan ke media massa antara Pakistan dengan Amerika Serikat atau ee satu yang belum kelihatan ini adalah Saudi. Menurut saya Saudi itu ekonominya juga ee sangat buruk ya. Dan sejak kemarin Uni Emirat Arab dapat deal ee baru dari Amerika Serikat dan dipersenjatai oleh Israel untuk berhadap-hadapan dengan ee Iran langsung. Jadi nanti kayaknya Amerika Serikat akan mundur ee di beberapa sudut lalu si Israel lah yang akan maju
menggempur Iran dari dekat itu yang dijadikan adalah proximity itu. Nah, yang belum kelihatan itu adalah posisi Saudi ini apa. Kemudian dapat deal apa juga sih Saudi dari Amerika Serikat. Jadi saya enggak bisa membayangkan Trump itu kalaupun mundur, kalaupun dia tidak terlibat langsung, itu tidak ada ee transaksi gitu ya transaksional dengan negara-negara di kawasan itu. Saya kira hatinya Trump masih tetap untuk menghabisi Iran. Cukup keras pernyataan Mbak Dina, hatinya Trump masih tetap untuk menghabisi Iran. Tapi kalau saya bacakan
sejumlah poin, pencabutan sanksi tidak lagi ada blokade AS di Hormus kemudian kompensasi perang. Poin kunci mana yang memungkinkan Mbak Dina yang visibel akan diterima oleh Amerika Serikat? Menurut saya satu poinnya adalah me me apa namanya? Membuat si peranannya itu bergeser kepada Israel dan ee dengan poinnya di sini adalah mengaktivasi ya. Jadi mau dia mau mau apa ya istilahnya ya melawan apa yang diminta oleh Ir kan minta agar seluruh intinya demilitarisasi di Teluk. Jadi seluruh ee pangkalan militer Amerika Serikat itu
dicabut. Nah Amerika Serikat alih-alih mencabut dia mempersenjatai em apa namanya? Pangkalan-pangkalan militer itu ee dan memberikan akses kepada Israel. Nah ini sebenarnya mimpi buruk untuk ee Iran. Jadi kalaupun dia mundur Amerika, dia pakai ya eh klausul dia mundur dari pangkalan tapi gantian Israel yang menempati di sana itu justru lebih berbahaya. Dan kemarin ada beberapa data awal yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat sudah mulai mengirim 6.500 ton amunisi kepada Israel dan memang ee lanjut mereka
mempersenjatai dengan ee baik itu senjata maupun ekonomi ya kepada atau uang kepada ee Israel. Jadi ee perang menurut saya masih bisa jadi lebih buruk dan ee intensif walaupun ada jalur-jalur baru yang terbuka, kita belum tahu jenis ee sanksi apa misalnya yang akan Amerika Serikat terapkan pada negara yang menerima penjualan dari Iran misalnya atau bentuk ee negosiasi apa yang dia cari sebenarnya Amerika Serikat cari dari China misalnya yang menjadi pembeli produk dari ee Iran misalnya. Lalu kalau memang eskalasinya akan
meningkat, kita sekarang bisa mengandalkan siapa yang akan menjadi moderator? Mbak Dina mediator maksud saya menjadi mediator. Saat ini belum kelihatan lagi ya siapa yang ee bisa diandalkan. Satu-satunya yang masih ee dianggap relatif terpercaya statement terakhir dari Trump adalah bahwa Trump tahu kok tentang jalur darat yang dibuat oleh Pakistan dengan Iran. dan eh Trump mengatakan great respect for Pakistan baik itu ke field Marshall maupun prime ministernya gitu kan perdana menterinya. Jadi em masih bersayap ya
kalimat-kalimatnya. kita saya kira Amerika Serikat jangan pernah lupa. Dia juga punya audiens di dalam negeri. Dan dengan kemarin drama di tanggal 1 Mei, 2 Mei itu eh Trump memilih untuk ee mengelak mengatakan bahwa ini perang dan ee menyebut ini sebagai operasi militer. Ini menunjukkan bahwa dia sedang berpikir ee caranya bagaimana untuk tetap bisa continue melanjutkan misi di ee against Iran ini. tapi dengan ee tidak menciptakan satu ee apa ya satu masalahlah di dalam negerinya untuk ee mungkin para pendukung dia.
Mbak Dina, kalau tadi skenarionya AS mundur, Zionisnya maju, berarti potensi perang meluas dengan keterlibatan Iran ini apakah bakal tidak terbendung? Mbak Dina bisa jadi begitu. Kalau saya melihat ekonomi yang buruk di ee Teluk ee Saudi dikabarkan harus menghentikan produksi minyak di ee sejumlah kilang minyak besar mereka. Artinya situasi ee apa? krisis ekonomi itu akan meluas. jelas Uni Emirat Arab sudah mengalami, Saudi mengalami, saya kira Bahrain, Qatar itu hanya tinggal waktu aja karena mereka
ekonominya juga lebih kecil dan ee mengubah apa mematikan satu ee kilang minyak itu bukan berarti kemudian bisa langsung tiba-tiba dinyalakan juga dalam waktu dekat. Artinya krisis ini tidak ee jangka pendek. Buat negara yang jauh seperti kita. Dampak yang paling langsung adalah harga energi. Tadi sudah saya ceritakan bahwa kalaupun Iran berhasil menambah suplly e dunia ya untuk minyak itu lewat jalur darat ee faktanya harganya kan beda dengan kalau jalurnya jauh lebih cepat lewat Hormus. Demikian pula
negara-negara yang tadi sudah shut down ee kilang minyaknya seperti Uni Emirat Arab dan Saudi yang notabene itu kontribusinya termasuk ee sepertiga dari ee produksi dunia ya di total kalau di OPEC misalnya itu artinya kita masih akan menelan dampak yang sangat buruk di ee harga minyak dan juga ee konektivitas ya karena hormus berarti kan masih tetap enggak disetujui oleh Amerika Serikat untuk dibuka sebagaimana yang dikehendaki. oleh Iran gitu. Recognition dari Amerika Serikat atas pengelolaan Iran di Selat Hormus itu belum di terima
gitu. Jadi ee itu efek buruknya. Jadi kalau Israel itu ee makin menjadi-jadi dengan serangan yang sifatnya militeristik, bisa dibayangkan dampak kemanusiaannya tentu akan lebih buruk. bukan hanya dari yang langsung kena senjata, tapi juga kemiskinan, kemudian kelaparan, bahkan kalau fasilitas infrastruktur seperti pusat desalinasi misalnya itu kena, itu benar-benar human disaster. Secara awam yang saya bayangkan yang dimaksud oleh Mbak Dinani adalah ketika Israel, Zionis, dan juga Iran mereka saling berhadapan satu sama lain, perang
terbuka terjadi tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Seperti itukah, Mbak Adina skemanya? Amerika Serikat mendanai Israel. Oke. Jadi Israel yang maju hadir lagi tanpa kehadiran secara militer ya, Mbak ya. Tapi yang maju sepenuhnya adalah pasukan dari Zionis. Betul.

Komentar