Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Persiapan Gratisnya AS, Bikin Amarah Iran

Persiapan Gratisnya AS, Bikin Amarah Iran

Ya, pemirsa, kita akan segera mendiskusikan ya ee situasi terkini di ee Selat Hormus ataupun juga di kawasan Timur Tengah dengan dua narasumber. Satu di antaranya hadir di studio pada pagi hari ini ada Mas Pizaro Gazali Idrus, analis. Selamat pagi. Asalamualaikum. Selamat pagi. Waalaikumsalam. Dan melalui sambungan Zoom saat ini berada di Armenia ada Mbak Aisyah Kusuma Somantri, senior analis Indo Pacific Strategic Intelligence. Selamat pagi waktu tanah air, Mbak Aisyah. Selamat pagi, Mas dan Mbak.

Selamat pagi, Mas, Mbak. Terima kasih istirahatnya. Kami minta gangguannya sejenak ya, karena ini ada hal baru yang kemudian bisa menjadi perhatian. Saya mau ke Mas Pizaro terlebih dahulu. Mas Pizaro, Amerika Serikat membingkai projek kebebasan atau eh freedom ini. Project freedom ini sebagai ee mungkin dikatakan untuk ee kebebasan navigasi. Tapi faktanya ini pengerahan militer yang cukup masif di wilayah sensitif malah ini apa maksudnya sebenarnya? Iya kalau kita lihat Trump tampaknya ingin mempanaskan mengeskalasikan

situasi terbaru di SAT Hormus. Karena kalau kitaat sekarang kan deadlock terbukti blokade seperti kita sudah banyak predikisi ya blokade Hormus kepada Iran itu tidak akan pernah benar-benar mencekik Iran. Ya, terbuktikan sudah dilakukan beberapa pekan ini. Hampir kita lihat Iran itu tidak benar-benar terdampak walaupun memang ada masalah ekonomi di intra Iran gitu. Dan ini yang kemudian akhirnya Donald Trump mencoba melakukan manuver baru untuk melakukan provokasi. Kenapa saya katakan provokasi? Menurut saya

sekarang Trump ini butuh alasan yang sangat kuat untuk kemudian memulai perang. Selama ini kan dia tidak memiliki argumentasi yang kuat di depan kongres atau publik Amerika Serikat untuk memulai perang baru dengan Iran. Oke. Nah, dengan kemudian dia mengatakan ingin melakukan dalam tanda kutip evakuasi paksa kapal-kapal yang ada di Sator Hormus ini sebenarnya pancingan kepada Amerika Serikat untuk kemudian memulai perang baru dari dengan Iran. Karena pasti Irang akan melakukan serangan kepada Amerika Serikat dan kemudian ini

serangan ini nanti akan dijual oleh Donald Trump kepada publik Amerika Serikat, kepada kongres bahwa kita sudah diserang, bahwa kita kemudian sudah ee mengalami serangan di terhadap kapal-kapal militer kita dan kemudian nanti ini coba didorong kepada kongres untuk kemudian mengetok Palu bahwa perang itu kemudian disakan untuk Tapi apakah ee peserta kongres itu bisa tertipu dengan tipu muslihat seorang Trump ini begitu. Iya. Karena kalau kita lihat gini, secara umum komposisi kan secara umum kita lihat ya kritikan-kritikan terhadap

Pembunuhan Warga Negara Asing Polisi Tangkap Eksekutor Pembunuhan di Bekasi

Donald Trump hanya lahir pada orang-orang Partai Demokrat. Tetapi yang majoritas Partai Republik kalau kita lihat itu masih mendukung Trump. Bahkan misalkan e Linse Graham itu malah mengkritik war Power Resolution yang dibilang itu membatasi hak presiden untuk melakukan peperangan seperti itu. Itu ada saib-sabib seperti itu di di Partai Republik. Ini kan membuktikan bahwa konservatisme perang itu masih kuat di DNA-nya tokoh-tokoh partai republik itu. Jadi mungkin kalau kita yang sangat anti perang, kita yang

kik kepada Trump, mungkin ini tidak masuk. Tetapi ee Trump seperti ingin memiliki mendapatkan ee mendapatkan ketegasan dari kongres bahwa mere bahwa Trump itu bisa kemudian melakukan peperangan dengan dalali ini. Karena ini kalau kita dalam presiden ee di Amerika Serikat itu pernah terjadi ketika perang Vietnam. Dulu misalkan Presiden Lyon Johnson yang itu melakukan provokasi di laut Vietnam Utara. kemudian diserang oleh pasukan Vietnam, oleh kapal-kapal Vietnam yang walaupun serangan itu dibatable, apakah serangan itu

benar-benar signifikan dan skala besar tapi toh ini dijual sama Johnson kepada kongres bahwa kapal-kapal kita di Vietnam Utara yang sedang melakukan patroli sudah diserang oleh Vietnam dan Kongres waktu itu kan ketuk palu. Ketuk palu ya gitu ya. Anda boleh kemudian melakukan e serangan itu Tonkin Golf Resolution dikeluarkan tahun 4 yang itu nanti akan menjadi dasar Frank Vietnam. Johnson kemudian memakai dalih ini dan dalil ini kemudian untuk mengirim ratusan ribu pasukan kepada ke Vietnam untuk

melakukan perang kepada Vietnam seperti itu. Jadi ini sudah pernah ada presidennya dan bukan tidak mungkin ini juga ingin dipakai walaupun konteksnya mungkin berbeda Vietnam dengan Iran, tetapi irisannya itu agak-agak mirip-mirip gitu lah ya kan. Trump ini kan pintar dia memprovokasi. Nah, saya saya kira seperti itu. Artinya di kongres inilah Trump e berharap sekali agar ada dana lanjutan. Ya betul kan sekarang deadlock nih setelah 60 hari perang lanjut atau tidak, negosiasi lanjut atau tidak, ini kan

agak deadlock gitu ya. Dan kemudian saya kira Trump itu butuh perang perang baru ya. Dia sudah ada kapal-kapal di situ. Jangan lupa Ralfi Personic pun juga sudah digeser ke Timur Tengah cuma punya delan biji itu Amerika Serikat gitu ya. Dan kalau ini sudah dikerahkan ini kan sebagai pesan kepada Amerika kepada Iran bahwa mereka siap melakukan eskalasi perang terbaru. Ini menciptakan konflik permanen dong di Teluk kalau seperti ini. Betul. Bahkan kalau K sekalian sekarang sudah menjadi konsep di kawasan Iran

Barcelona Edan! Lihat Ini Sekaligus Kalian Akan Tau Kalau Barca Diam-diam Menguasai Eropa

kemudian melakukan respon serangan kepada Uni Emirat Arab gitu ya. Kemudian ee Saudi juga kemudian sudah melakukan kritik dan terjadi ketegangan. Dan memang kalau menurut saya kalau begini terus memang dan kedua-duanya itu keras yang memang potensi untuk melakukan perang terbuka itu akan sangat luas akan potensinya itu akan sangat besar itu terjadi gitu. Tapi memang kan pernyataan beberapa petinggi militer Iran sendiri pun juga istilahnya sudah bersiap ya. Bahkan sudah ada juga ancaman-ancaman yang

dilancarkan atau yang dilontarkan. Saya bergeser ke Mbak Ais. Mbak Aisah ee sebagaimana data dari ee Mas Pizaro tadi bahwa yang terbaru itu adalah Iran menyerang salah satu falitas minyak bisa dikatakan seperti itu yang ada di Uni Emirat Arab. Apakah Iran ini tidak membaca strategi Trump yang memaksa Iran untuk melakukan sesuatu sehingga ada alasan oleh Trump di kongres itu agar perang ini bisa kemudian dilanjutkan dengan turunnya atau dikucurkannya lagi ee anggaran ee untuk ee militer Amerika Serikat.

Ya, saya kira Iran masih tetap dengan strateginya yang awal yaitu adalah waging war on global economy. Jadi, setiap kali Amerika Serikat ini melakukan sebuah serangan, ya Iran ini akan terus membalas dengan melakukan retaliasi ke negara-negara yang dianggap sebagai proxi Amerika Serikat. Dan itu kan sebenarnya membuat perekonomian semakin tercekik nantinya. Dan kita tahu sekarang harga minyak itu masih belum turun ke harga normal ya. meskipun kemarin kita tahu bahwa ya ada tanda kutip nih sis yang ditetapkan secara

sepihak oleh Amerika Serikat. Nah, saya di saya kira di sini Iran ini berusaha untuk kemudian ee ee ee menekan lebih jauh di ee dari Amerika Serikat ya sehingga sebenarnya tujuan akhir Iran yang tadinya hanya bertahan ya mempertahankan rezimullah itu kemudian bergeser menjadi menciptakan tekanan ekonomi yang sangat besar untuk Amerika Serikat sehingga at some point nanti Donald Trump ini bisa diimpe oleh kongres gitu. Nah, tetapi permasalahannya kita lihat kedua negara ini kan saat ini itu terjebak dalam yang

namanya adalah security eh sori eh security dilemma di dalam game theory. Jadi, dua-duanya ini sama-sama kemudian tidak mau stand down meskipun ya ada keinginan untuk bisa melakukan negosiasi. Permasalahan utamanya itu adalah pertama ini red line yang tidak ketemu di antara kedua negara. Lalu yang kedua ini adalah ya kepercayaan trust defisit yang masih ada dan kemudian lingering di dalam konflik ini. Nah menariknya kemudian kita lihat nih Amerika Serikat ini kan dari kemarin meminta untuk bisa melakukan ee

Parah Nih Jauh-jauh ke Budapest Malah Jadi Aib Inggris Duh Bos! Arsenal Jadi Badut Eropa

negosiasi dan dia melakukan coersif diplomacy untuk bisa terus menekan Iran ke meja perundingan. Sementara Iran jelas tensnya bahwa dia tidak akan melakukan perundingan dengan tetap adanya tekanan dan ancaman dari Amerika Serikat. Nah, ini kan sesuatu yang sebenarnya enggak ketemu nih mismatch di antara Amerika Serikat dan Iran gitu. Nah, ketika itu terjadi maka kemudian trust defisitnya akan semakin besar dan kemudian kedua negara ini pada akhirnya memilih untuk menaiki tangga eskalasi ya dibandingkan untuk stand down turun ya

melakukan confidence building measure dan ya melakukan eh trust building di antara keduanya gitu. Jadi pilihannya adalah itu karena dua-duanya enggak mau sebenarnya nanti yang terjadi adalah salah satunya itu terus menaiki tangga ekskalasi sementara dia diam saja gitu ya. itu yang paling merugikan untuk mereka. Nah, saat ini yang kita lihat sebenarnya baik Amerika Serikat maupun Iran ini agak bingung untuk keluar dari ee apa namanya? Dari konflik ini gitu. Karena ketika mereka memutuskan untuk bisa mengurangi tensi ya sementara salah

satunya terus menaiki tensi maka nanti ya mereka akan mengalami kerugian di sini. Nah, saya rasa sebenarnya yang kita lihat di sini ya sekarang Amerika Serikat itu melakukan strategi-strategi yang membuat sebenarnya Iran ini eh to some extent ya mungkin semakin marah dia, semakin ee semakin keras gitu ya. Tetapi di sisi lain sebenarnya apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada Iran ya untuk bisa melepaskan tadi ee kapal-kapal yang disandra oleh Iran di Selat Hormus itu itu sebenarnya merupakan strategi yang

melukai Amerika Serikat sendiri secara tidak langsung secara ekonomi ya dan tekanan politik di dalam negeri. Oke, Mbak Aisyah. Kalau kita lihat e jika ya Amerika Serikat ini berhasil katakanlah mengamankan Selat Hormos, apakah itu berarti bahwa de facto militarisasi jalur dagang internasional ini dipegang oleh satu negara? Tapi nanti ya Bu Aisyah dijawab usai jedah. Gabung melalui sambungan Zoom. Ada Hisyam Sidqi, warga negara kita yang ada di Teheran Iran. Selamat pagi. Asalamualaikum, Mas Hisyam.

Waalaikumsalam. Selamat pagi, Mas. Ya, Mas Isam. Ee perkembangan terbaru apa, Mas Isam? Kalau kita di tanah air mengikuti juga ee pemberitaan ya, ini Iran kabarnya melancarkan serangan dengan rudal-rudalnya ke negara kawasan. salah satunya adalah UAE atau Uni Emirat Arab gitu yang menyasar fasilitas minyak di sana. Bagaimana informasi yang ada di sana mengenai hal ini? Baik. E yang pernah kita ketahui juga dapat informasinya yang telah kita ketahui bahwa baru-baru ini kemarin ini ee Iran sendiri menyerang terhadap pangkalan

atau pelabuhan di UEA di mana di situ sebelum menyerang ke sana ee ada situs atau mungkin ada ee kertas namanya Hanzele. yaitu atau program itu meretas ee pelabuhan di situ dan menemukan banyak ee ee apa menemukan banyak ee apa sesuatu yang mencurigakan dan di situ pelabuhan tersebut berkaitan dengan ee Amerika seperti itu. Lalu ketika informasinya telah didapat yang berupa ee jalur minyak pipa yang ada di ee apa pelabuhan tersebut, informasinya langsung disampaikan terhadap IRG atau ee keamanan di laut tersebut. Lalu Eidan

sendiri menyerang terhadap pelabuhan tersebut. Diinformasikan melalui Tehran News, di situ disebutkan empat rudal. Namun ee tiga rudalnya itu dijegat dan satu baru bisa sampai terhadap pelabuhan itu. Lalu dari pihak Amerika sendiri mengatakan bahwa itu ee menolak bahwa itu adalah ee pelanggaran genjet senjata. dari masyarakat sendiri ee perihal ee formus di sini sebenarnya dari masyarakat di sini saya pernah datang ke salah satu kerumunan mereka bahwa mereka tidak ingin adanya ee genjatan senjata jika genjatan senjata

itu hanya berlaku beberapa hari atau mungkin beberapa bulan. Tapi kalau seandainya genjatan senjata atau mungkin ee pemberhentian ee penembakan atau ee tembakan tersebut itu bisa selamanya dan permanen baru masyarakat sendiri setuju seperti itu. Oke. La sistem artinya masyarakat sendiri malah lebih berbilih untuk memegang teguh kedaulatan negaranya ya. Artinya lanjut saja perangnya asal tidak usah terjadi ee apa namanya Amerika yang kemudian mengambil kedaulatan Iran sendiri. Betul ya. Ee pada waktu itu memang saya

datang ke pawai atau aksi dari masyarakat tersebut di Medan inkilop di Tehran itu mereka bahkan menulis ee apa ya spanduklah seperti itu. Tidak ada genjatan senjata bagi musuh kalau seandainya itu hanya sementara. Terlebih kita ketahui bahwa Amerika di sini itu yang tidak konsistenlah seperti itu kan. Makanya pas waktu beberapa hari yang lalu, beberapa minggu yang lalu ee Iran sendiri mengajukan tiga tahap gitu kan. Yang pertama, jika seandainya di situ diyakini mampu, maksudnya tidak ee apa ee apa ya satu itu

diyakini, dipercayai, maka lanjut ke tahap selanjutnya seperti itu. Namun kalau seandainya itu tidak berlaku ya yang kita ketahui bahwa Amerika sendiri atau Trump sendiri itu tidak konsisten terhadap ucapannya seperti itu. Lalu ee dari masyarakat sendiri tidak yakin kalau seandainya itu hanya kejatan senjata sementara. Namun di satu sisi ini masyarakat tetap patuh terhadap pemerintahan terhadap republik Islam itu sendiri. Oleh karena itu, pemerintahan sendiri ingin mengadakan ee ingin mencapai genjatan senjata dan melakukan

negosiasi. Dan setelah itu kemungkinan juga ee ee masyarakat sendiri akan setuju terhadap pemerintahan itu sendiri jika terjadi genjatan senjata secara permanen. Baik, Mas Isam. Itu informasi dari Anda ya yang memang Anda rangkum dari beberapa sumber begitu di Teheran Iran. Saya e bergeser ke New York, Amerika Serikat bersama dengan rekan kami Yanri Subekti di sana. Kalau mendengar tadi pernyataan dari masyarakat Iran ya, Mas Yandri ya, sepertinya ini cukup serius kami menganggapnya karena dari

pemberitaan terbaru juga sebagaimana dari informasi kantor berita fans ya ini kabarnya ada kapal patroli angkatan laut Amerika Serikat yang menjadi sasaran serangan rudal Iran karena dianggap ini ee memasuki atau mengabaikan peringatan untuk menjauhi Selat Hormus. Ini nyata ini. E Iran menyerang kedaulatan Amerika Serikat berupa kapal perangnya. Apa sikap Amerika terkait dengan hal ini? Mungkin Mas Andri. Iya. Arifadil dan pemirsa TV One Serana selamat malam di Kota Onik. Hari ini hari Minggu pukul 9.00 malam.

Trump sebelumnya juga telah mengancam ke Iran apabila dalam project freedom ini khususnya yaitu projek ataupun operasi militer kemanusiaan Amerika Serikat untuk mengawal membebaskan kapal-kapal komersil maupun tanker yang terjebak di kawasan Selator Mus ini. dan eh Trump menyatakan bahwa apabila ada penyerangan ataupun eh pengeboman ataupun serangan terhadap kapal Amerika Serikat di kawasan tersebut atau dalam projject eh freedom tersebut, maka Iran akan dilenyapkan ee ataupun di ee istilahnya Iran akan dilenyapkan dari muka bumi.

ini adalah ancaman yang ee cukup keras dalam artian Amerika Serikat tak akan segan-segan untuk menghancurkan ataupun menggelar operasi militer ataupun mengebom seperti yang ee terjadi beberapa waktu yang lalu. Dan memang project freedom ini sangat berisiko sekali. Banyak pihak mengkhawatirkan bahkan di dalam Amerika Serikat sendiri pun mengkhawatirkan akan terjadinya konflik ataupun ee operasi militer atau peperangan terbuka kembali. Karena pasalnya di dalam projek eh freedom ini kapal Amerika Serikat akan mengawal ee

kapal-kapal yang terjebak diperkirakan ada sekitar 850 kapal dan ee dalam pengawalan tersebut melintas di kawasan yang menurut Iran adalah ee merupakan kawasan teritorial dan juga sangat berdekatan sekali ee dengan wilayah ee negaranya dan Iran menganggap bahwa dan mengklaim bahwa Amerika Serikat adalah sebagai ee pembajak atau tindakan akan pembajakan di mana ee mengabaikan kedaulatan Iran dan Iran pun juga akan mengancam apabila ee militer Amerika Serikat atau kapal Amerika Serikat tersebut memasuki kawasannya, maka Iran

pun juga tak akan segan-ganan melakukan ee tindakan militer. Dan tadi memang hari pertama ini ee menurut Amerika Serikat cukup berhasil karena sejumlah kapal kurang lebih ee ada tiga kapal yang ee kami dapat informasi yaitu kapal berbidara Amerika Serikat dan juga ee kapal tanker berafiliansi dengan Inggris ini berhasil dikawal melewati e melintas kawasan yang sangat dekat sekali dengan ee teritorial e Iran dan sejumlah kapal Iran pun melakukan ee patroli di dekat konvoi ataupun kapal Amerika Serikat. AT

tersebut ee sebagai tindakan ee provokasi dan dari informasi yang kami peroleh juga sempat terjadi ee penembakan insiden penembakan terhadap sejumlah kapal ee Iran dan juga ada adu tembak di antara ee kapal-kapal Iran dan juga dengan Amerika Serikat. Namun dari pihak Amerika Serikat tidak ada korban jiwa dan sebaliknya di Iran menurut informasi yang kami pun ada ee korban jiwa. Dan ini adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan sekali ee di mana nantinya akan ee timbul atau pecah kembali ee peperangan terbuka. Di

kongres pun juga ee operasi Project Freedom ini juga mendapat ee berbagi ee belah dari kongres. ada yang mendukung di mana ee yang mendukung yang terdiri ataupun ee dari kelompok republik ini memuji atau ee langkah ee yang diambil gedung putih ini sangat e cerdas menunjukkan bahwa Amerika Serikat ee sangat tegas tidak ingin ee diremehkan oleh Iran dan juga ingin ee kawasan tersebut bisa ee bebas kembali dari ee hambatan sehingga ee kapal-kapal ataupun aliran energi termasuk di antaranya adalah minyak dan gas ini bisa

lancar kembali dan juga ee kabarnya dari Partai Republik juga akan ee mendorong untuk ee menyetujui anggaran penambahan anggaran untuk ee militer Amerika Serikat. Namun di satu sisi di eh sejumlah petinggi Partai Demokrat mengecam akan apa yang dilakukan ataupun project Freedom ini karena ee ini adalah merupakan langkah provokasi dari Amerika Serikat sehingga dikhawatirkan akan timbul pecah ee peperangan kembali dan tentunya akan memerlukan biaya yang sangat besar dan juga ee sangat membahayakan bagi sekitar 15.000 ribu

pasukan Amerika Serikat yang di atau berada di kawasan dan juga yang langkah diambil ini tidak tanpa izin dari kongres dan juga demikian juga di Dewan Keamanan PBB ee Tiongkok maupun Rusia mengajukan ee keberatan dan juga mengecam akan tindakan tersebut dan juga nanti rencananya akan ditindaklanjuti ee beberapa hari ke depan di Dewan Keamanan PBB. kembali ke studia Arifadil dan baik terima kasih laporan dari New York Amerika Serikat yang ada disbukti sebelumnya juga ada Hisam Sidki warga negara Indonesia di Teheran Iran

selamat kembali bertugas hati-hati selalu, jaga selalu kesehatan terima kasih ya kita masih bersama dengan Mas Pizaro Ghazali Idrus dan juga Mbak Aisyah Kusuma e Sumantri. Tapi kita jeda dulu ya Mas. Kita lanjutkan diskusi kita, dialog kita. Mbak Aisyah usai jeda periora berikut. Tetaplah bersama kami. Kami ajak Anda pemirsa melanjutkan dialog dengan Mbak Aisyah dengan Mas Pizaro juga. Tapi saya mau ke Mbak Aisyah. Mbak Aisyah tadi pertanyaan yang sempat menggantung adalah kalau Amerika Serikat ini berhasil mengamankan Selat

Horbus, artinya apakah de facto militerisasi jalur dagang ee internasional oleh satu negara? Karena kita lihat dampaknya apalagi ke negara-negara Asia yang bergantung pada minyak dari negara-negara red look ya. Terima kasih. Nah, ini menarik sekali karena kalau kita lihat di sini memang sejak awal ya ini kan ada eh operasi economic fury yang dilakukan untuk bisa menekan perekonomian Iran dan memang Iran ini meskipun masih bisa bernafas sebenarnya di tengah ee blokade ini memang mengalami sebenarnya tekanan

ekonomi yang cukup signifikan. Misalnya saja sebenarnya ini ee blokadenya itu memakan lebih dari 40% dari total GDP dari Iran ya. Lalu kemudian kita lihat juga dari segi pertumbuhan ekonomi juga ee ee menghambat sekali Iran dalam membiayai ya ee ee apa namanya operasional di dalam negeri Iran serta kemudian pembiayaan perang ya. Jadi sebenarnya blokade ini cukup berdampak meskipun ya tadi Iran ini masih bisa bernafas dan sebenarnya Iran ya masih bisa memiliki kapasitas untuk bisa menerima punishment sebenarnya dari

dalam negerinya karena rezimnya ini ya ee memiliki resiliensi yang cukup kuat. Nah, tetapi di sisi lain ya kita lihat juga sebenarnya Amerika Serikat ini juga mengalami tekanan luar negeri dari negara-negara yang ada di level internasional khususnya kemudian negara-negara aliansinya yang sangat terdampak dengan naiknya harga-harga energi serta barang-barang kritikal yang dipakai untuk kebutuhan industri dan kebutuhan masyarakat sehari-hari gitu ya. Apabila kemudian Amerika Serikat berhasil nih misalnya melakukan ya eh eh

freedom freedom project ini ya kemungkinan besar mungkin ya Iran akan kehilangan leverage-nya dalam kemudian melakukan titik tekan gitu ya. Karena Iran ini sebenarnya karena dia tidak punya sebenarnya kemampuan untuk bisa menekan secara nuklir seperti Amerika Serikat ya yang kemarin sebenarnya menekan secara eksistential eh eh existential eh eh apa namanya threat kepada Iran mengenai ee nuklir gitu ya ancaman dari secara nuklir. Iran tidak punya hal tersebut dan kemudian Iran ini berusaha untuk ya menekan dengan ya

melakukan ee global menekan global ekonomi sehingga kemudian ya perekonomian dunia ini terdampak secara keseluruhan. Nah, tetapi pertanyaannya apakah memungkinkan Amerika melakukan hal ini gitu ya? Karena dari awal memang kita tahu, nah tadi sudah disebutkan oleh Mas Pizaro bahwa ya ee memang ini merupakan alasan sebenarnya bagi Amerika Serikat untuk bisa memulai perang lagi. Karena selama blokade ini berlangsung pun sebenarnya masih ada kapal-kapal tanker Iran yang dibiarkan untuk kemudian bisa lewat. Selama perang ini

juga hanya beberapa kapal Iran termasuk di antaranya adalah ee kapal Tosca ya yang kemarin tertahan oleh Amerika Serikat dan krwya sudah dievakuasi ke Pakistan gitu. Nah, kita lihat di sini sebenarnya ada eh pendapat yang mengatakan bahwa Amerika itu ada di sana untuk bisa sebenarnya rearming dan kemudian melakukan peperangan yang lebih besar. Yang menarikkan itu ya ini merupakan sesuatu yang sebenarnya jadi kontraproduktif untuk Amerika Serikat. Sementara mereka ya ee berusaha untuk keluar dan mendapatkan exit tr. Tetapi

di sisi lain sebenarnya Amerika Serikat ini tidak mau sebenarnya mengakhiri peperangannya tanpa bisa mendapatkan ya tujuan strategisnya. Nah, technicality terkait apakah kemudian perangnya dimungkinkan untuk bisa eh apa namanya? dimenangkan oleh Amerika Serikat. Ini kan sebenarnya menarik karena Amerika Serikat jelas ya di Selat Hormus ini sulit untuk bisa beroperasi gitu. Pertama kita lihat bahwa Amerika Serikat di sini mengandalkan sebenarnya kapal destroyer ya ee termasuk misalnya USS e Tripoli, USS Bataan dan kemudian USS

boxer yang terparkir di sebenarnya mulut Selat Hormus ya. Dia tidak bisa mendekat karena adanya coastal defense system yang ada di Iran. Serta kemudian di sini kita juga lihat ada Pulau Kasim yang menjaga sebenarnya kawasan Selat Hormus tersebut dengan e apa namanya? Misil-misil anti kapal gitu. Sehingga kemudian sebenarnya ini agak sulit bagi Amerika Serikat untuk bisa masuk ke sana dan mendekat. Nah, pertanyaannya di sana juga ada eh land eh seor se mines ya naval mins yang ditanamkan oleh Iran ya

di kawasan ee tersebut yang sampai saat ini sebenarnya kita tidak bisa mengidentifikasi secara jelas posisinya di mana. Ditambah Iran ini memiliki kurang lebih 5.000 sampai 8.000 Ibu ee Ranjau. Jadi saya rasa sebenarnya mungkin ini bisa menghilangkan leverage Iran. Tetapi pertanyaannya apakah memungkinkan Amerika Serikat melakukan ini atau tidak? Oke, dari situ Mbak Isya saya geser ke Mas Pizaro. Artinya bilamana memang ada upaya-upaya Iran untuk juga melakukan semacam kayak negosiasi ya. Kabarnya kan

di Selat Hormus ini akan ada rencana-rencana atau plan-plan yang ditawarkan kan begitu ibaratnya. Nah, Anda membaca hal ini seperti apa, Mas? Iya. Eh persoalannya akan sangat sulit ya berbagai macam negosiasi yang ditawarkan oleh Amerika Serikat ya e untuk untuk apa untuk menet Statmus ya sekarang makan gini menurut saya walaupun namanya gec senjata itu masih perang loh menurut saya lah. Contoh misalkan kalau kita pakai hukum humaniter internasional manual sanremo itu blokade dengan tujuan menghabisi

ekonomi sebuah negara dan kemudian membuat lapar situ. Itu bisa dikatakan agresi loh. Jadi kalau tadi dikatakan apa mas gitar senjata? gis senjata yang seperti apa menusnya ini masih terjadi peperangan makanya kan eskalasi itu akan sangat mudah sekali tersulut kayak gitu ya dan tampaknya memang walaupun adanya genc senjata dan upaya ekalsi perang Iran pun juga membaca ini sedang dimainkan oleh Amerika Serikat kayak gitu makanya kan Iran itu tidak kita lihat tidak menyerang secara langsung kapal-kapal

tankernya kapal ee induk Amerika Serikat kapal-kapalnya dia lebih menyerang ke Uniat Arab menurut saya Iran juga pandai membaca ini kalau dia melakukan serangan kepada Amerika Serikat ini kemudian bisa dijadikan justifikasiudah I oleh Donal Trump. Oh, kita diserang, oh kita diinasi. Yang memulai duluan itu Iran, bukan kami loh. Kayak gitu. Makanya kan Iran itu menggeser serangannya lebih kepada Uni Emirat Arab. Yang diserang pun juga fasilitas energi. Menurut saya ada dua pesan di sini. Pertama dia tadi untuk menghindari

untuk kontak langsung kepada Amerika Serikat agar tidak dijadikan jebakan Trump untuk dijual ke dunia internasional. Kedua, ini untuk memutus jalur alternatif ya e apa ee suplly energi ke negara lain kayak gitu kan. Kalau bahasa Iran yang mana saat ini sudah mulai menjadi jalur alternatif ya. Iya gitu kan. Gini, kalau kir kalau gue enggak bisa jualan minyak gue, lu juga enggak bisa jualan dong, gitu. Makanya yang diserangkan e Fujira itu fasilitas energinya ee Uni Emiterat yang itu juga jalur alternatif kan dari Abu Dhabi itu

dari Abu Dhabi nanti mentok ke situ bisa nembusnya ke Laut Oman gitu. Itu memang memang tidak sebesar surat Hormus. Hormus kan 20 juta barel ya. Ini mungkin hanya 5% atau 8% tetapi kan itu kan simbol itu simbol jalur alternatif. Jadi bahasanya ini jalur trol saya tutup, jalur alternatif pun juga saya tutup kayak gitu. Yang memang kelihatannya kejam. Tapi ini kan bentuk retaliasi. Seakan-akan Iran pengin mengembalikan hanya bisa lewat sinilah gitu. Betul. Hanya lewat sini kayak gitu ya. Dan tidak ada jalur lain hanya melewat

sini. Kemudian itu juga pesan kepada Iran, kepada dunia internal ini belum baik belum belum normal loh situasi ini loh. Belum baik-baik saja kan. Seakan-kan sudah selesai perang ini hanya gencan senjata itu diperpanjang seolah-olah orang lupa padahal Iran itu diblokade sama Amerika Serikat dia enggak bisa jualan. Nah, ini juga pesan apa apa tawaran Iran terkait dengan upaya untuk membuka blokade Amerika Serikat ini apa begitu. Iya, Iran itu kan meminta pertama kan kemarin sudah ngisi 14 poin. Ada tiga

fase ya. Yang pertama itu kalau kita lihat fokusnya menghentikan segera peperangan ini dan membuka Selat Hormus baru kita nanti bisa masuk ke negosiasi-negosiasi yang lainnya. Itu yang ditawarkan oleh Iran. Tapi kan Trump mengatakan it is unaceptable. Ini tidak bisa diterima karena problematika Amerika itu win-win solution pun dianggap kalah sama Trump. Oke. Titik kompromi pun dianggap kalah oleh Trump gitu. Makanya dia tidak mau. Dia pengin menang betul-betul 100% itu dikuasai oleh solid. Menang solid lah gitu.

Saya juga mau ke Mbak Aisyah lagi, Mbak Aisyah. Tapi apakah kemudian Project Freedom ini malah berpotensi memicu blok baru? Misalnya Iran kemudian mendekat ke Cina dan juga Rusia. Kemudian ee mungkin bisa dikatakan mempercepat fragmentasi ee geopolitik ya. Bagaimana Mbak Aisyah? Ya, ee kalau kita lihat di awal memang sebenarnya ee China dan Rusia ini termasuk salah satu negara yang kemudian digadang-gadang oleh Iran untuk dijadikan garantor ya. Karena Iran ini ingin melakukan beberapa hal. Yang

pertama ini adalah ya melepas blokade di Selat Hormus. Jadi melepas kemudian ee semua eskalasi yang terjadi di sana. Karena tadi betul ya yang namanya blokade meskipun dikatakan sebagai friendly blokade itu tidak ada sebenarnya namanya friendly blokade itu tetap dianggap sebagai act of war gitu ya. apalagi dengan tujuan tadi kemiskinan ekonomi lalu kemudian ee menghambat kelaparan dan lain-lain ya yang pertama itu. Lalu yang kedua adalah menghentikan perangnya dalam jangka waktu yang lama yaitu di mana kemudian

Iran minimal meminta sebenarnya UN untuk memberikan ya resolusi yang mengikat Amerika Serikat untuk bisa ya ee menjamin bahwa Amerika Serikat tidak akan memulai perang lagi di masa depan. Nah, yang ketiga ini kita lihat sebenarnya Iran ini akan berusaha untuk menaruh sebenarnya masalah program nuklir ini ke belakang gitu. Kenapa? Karena Iran merasa bahwa ini merupakan strategic goals yang pada akhirnya dipilih oleh Amerika Serikat setelah strategic goals yang berubah-rubah di awal-awal itu ya. Nah, ketika kita

melihat hal ini maka Amerika Serikat ya setelah kemudian kehilangan blokadenya lalu kemudian kehilangan tadi ya ee ee peperangannya itu sebenarnya akan ya secara dramatis sebenarnya mengurangi daya tawar Amerika Serikat untuk bisa menekan Iran untuk mengurangi program nuklirnya. Ya, meskipun kita tahu bahwa kemarin Iran sendiri mengatakan bahwa dia akan ee menunda program nuklirnya selama ee ee 5 tahun gitu dan Amerika Serikat meminta 20 tahun. Nah, saya rasa di sini China di balik meja ya meskipun

terlihat sebenarnya selama ini China dan Rusia itu mendukung Iran ya, keduanya sebenarnya menekan Iran untuk bisa melakukan perundingan dengan Amerika Serikat gitu ya. Nah, tetapi permasalahannya adalah Iran ini kan sebenarnya tengah berhadapan dengan existential crisis untuk mereka. sejauh apa sebenarnya Iran bisa ditekan oleh kedua negara ini meskipun ya pada akhirnya kita lihat sebenarnya Iran ini juga ee membutuhkan gitu ya leverage yang tinggi gitu di dalam peperangan ini. Jadi pada akhirnya kita lihat

sebenarnya siapa yang kemudian bisa ya bertahan lebih lama di dalam peperangan ini dan bagaimana kemudian ee kedua negara ini juga e sebenarnya gitu ya menekan Iran secara diplomasi di belakang meja. Tapi kan semua pihak ini merasa defensif ya. Lantas siapa sebenarnya yang lagi offensif? ya. Eh, jelas Amerika Serikat. Jelas Amerika Serikat. Karena kalau kita lihat di sini dari awal peperangan ini di tanggal 28 Februari kemarin ya dan sampai hari ini gitu ya yang kemudian agak sulit untuk turun dari tangga

ekkalasi itu adalah Amerika Serikat. Karena kita tahu bahwa untuk bisa melakukan negosiasi lagi-lagi yang namanya confidence building measure itu harus terjadi gitu ya. Tetapi kemudian ya ketika keduanya tetap melakukan e menaiki tangga ekkalasi ini sulit untuk dicapai. tidak ada CBM yang diinginkan, tidak ada trust building yang diinginkan. Ya, oleh karena itu ya Amerika Serikat ini mulai melakukan kemudian blokade. Itu saja sudah dianggap sebagai act of war. Lalu kemudian ya Amerika Serikat ee menyerang

kemudian kapal Iran ya dan terakhir ini mendeklarasikan kemudian eh eh freedom project gitu ya. Itu kan sebenarnya sebuah tangga eskalasi yang ingin dinaiki untuk bisa mendapatkan leverage lebih. Nah, tadi saya kira di sini Amerika Serikat ini sebenarnya agak kebingungan apa yang ingin dicapai nih di sini gitu. Karena tadi untuk kemudian bisa mendapatkan ya salah satu strategic objektifnya ini sulit sekali sebenarnya oleh Amerika Serikat karena dia tahu sebenarnya saat ini AS ini tidak punya leverage yang kuat untuk bisa ya

berunding. Oleh karena itu yang ingin ditingkatkan terus-menerus adalah ekalasi dari konfliknya sehingga AS at the fairyilist ya ini punya sesuatu untuk dibawa ke meja perundingan dengan mengatakan bahwa look kamu sudah terdesak tolong ya sudah ee selesaikan saja ini program nuklir sesuai dengan apa yang kami minta gitu ya. meskipun pada akhirnya Iran sendiri merasa bahwa dia bisa menekan lebih lanjut gitu. Jadi ini sulit sekali untuk kemudian di ee apa namanya? Diresolusikan gitu ya selama kedua negara ini masih ya

berusaha untuk bisa menaiki tangga ekkalasi dan masih berusaha untuk mendapatkan leverage yang lebih tinggi satu sama lain. Karena pada akhirnya ya kalau kita lihat ini perangnya tidak akan selesai hanya dengan kemudian operasi-operasi yang kemudian penekanan tetapi harus ada komunikasi sebenarnya di antara kedua belah pihak. 12. Oke, singkat saja mungkin Mas Pizzaro. Artinya kalau sikap Iran mengatakan bola saat ini sudah ada di Amerika Serikat. Jadi jangan tanyakan lagi soal perundingan, negosiasi, proposal. Anda

yang menentukan saat ini. Itu benar ya berarti ya. Iya memang itu yang terjadi sekarang gitu ya. Dan ini proposal sudah diberikan oleh Iran. Tinggal Trump memilih apakah ke diplomasi ataau ingin ke perang. Dan saya kira Iran siap dua-duanya kayak gitu. Wah. Baikosiasi maupun perang. Bahkan Iran menusnya sekarang memancing Amerika untuk masuk kepada Selat Hormus untuk melakukan eskalasi. Ingat dia sudah menyiapkan armada nyamuk, kapal-kapal kecil yang bas itu siap sakitlah ya. Mereka masuk ke kapal-kapal induk

militer Amerika Serikat dan konfrontasi di situ. Makanya kan sampai sekarang Trump itu kan walaupun mengatakan ingin melakukan projek freedom itu enggak diimplementasikan sama dia. I hari pertama itu tenang-tenang aja dan kapal-kapal yang mau dievakuasi pun juga mikir dua kali kayak gitu kan. Seharusnya kan kalau Trump ngomong gitu, dia sudah komunikasi, “Oh, ada nih kapal-kapal yang mau kita evakuasi.” Tapi sampai sekarang kapal itu enggak mau. Pertama jalurnya tidak aman kemudian berhasil

enggak divakuasi. Kan gini, walaupun Amerika mengatakan kami sudah metakan nih ranjang-ranja laut, emang Iran tuh enggak bisa nambah ranjau laut baru gitu. Dia punya armada 1000 kapal-kapal dan bisa bangun kan rancau-ranjau baru itu. Kemudian ketika kapal Amerika Serikat melikit melintas itu atau yang divokasi itu kemudian bisa terkena serangan dari Iran seperti itu. Dan jangan lupa kapal itu kan lambat jalannya kayak sepeda gitu ya. Saya enggak, saya enggak tahu bagaimana cara kemudian melakukan evakuasi karena itu

bisa disusul dan bahkan bisa dieksekusi oleh Iran di tengah jalan. Oke. Dengan segala kepiawaiannya lah begitu ya ibaratnya. Baik, kita tunggu ya arahnya atau endingnya seperti apa meskipun ending ini masih sangat jauh. Beberapa narasumber kita pagi ini mengatakan ini serba tidak ada kepastiannya ya yang terjadi di wilayah e Iran dan sekitarnya. Terima kasih Mas Pizaro Gazalus. Terima kasih Mbak Aisyah Kusuma Sumantri atas waktunya pagi ini Mbak. Selamat melanjutkan istirahatnya Mbak. Terima kasih, Mas.

Kita juga jedah terlebih dahulu ya. Ya, kita harus menyudahi kebersamaan kita pagi ini di apa kabar Indonesia pagi pemirsa? Kita tentunya masih akan terus mendalami, mendiskusikan dan juga meng-update lagi bagaimana situasi perang antara Iran dan Amerika Serikat di program kami esok hari ya. Akhir kata saya Arif Fadil dan saya Anatelita pamiti. Terima kasih pemirsa. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *