Media Amerika Serikat CBS News melaporkan dua kapal perang angkatan laut AS berhasil lolos dari ancaman Iran dan melintasi Selat Hormus menuju Teluk Persia. Kedua kapal tersebut adalah USS Truckston dan USS Mason yang didukung helikopter Apace serta pesawat lain. Kapal ini berlayar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormus pada Minggu, 3 Mei 2026. Kemudian sehari setelahnya pada Senin 4 Mei 2026, Trump meluncurkan operasi militer bernama Project Freedom. Operasi
ini bertujuan mengawal ratusan kapal tanker minyak dan kapal lain yang telah terjebak berbulan-bulan di Teluk Persia yang berdampak pada kenaikan harga minyak global. Melansir The Guardian diperkirakan lebih dari 850 kapal masih tertahan sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Sejak serangan itu, pihak Iran melakukan blokade terhadap pelayaran asing yang melintasi Selat Hormus. Namun langkah ini dibalas oleh Presiden AS dengan memblokade kapal-kapal yang masuk ataupun keluar dari pelabuhan
Iran. Beberapa jam setelah projek freedom dimulai, Kepala Komando Pusat AS atau Sencom, Laksamana Brad Cooper menyatakan pasukan AS telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat rudal jelajah dan drone. Ia juga mengingatkan agar pasukan Iran menjauhi aset militer AS di wilayah tersebut. Menanggapi hal itu, Iran segera membantah laporan tersebut dan menolak klank yang menyebut kapal-kapal berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormus. Sementara itu, pada Senin, 4 Mei 2026, perusahaan pengiriman kontainer Max
menyebut kapaline Spirx berbendera AS telah keluar dari Teluk melalui Selat Hormus. Menurut laporan, ketegangan antara Iran dan AS di jalur vital ini semakin meningkat dan berisiko. Tram menilai, Iran hanya melepaskan tembakan yang tidak mengenai sasaran, namun serangan tersebut disebut menyebabkan kerusakan pada kapal Korea Selatan. Melalui unggahan di media sosial miliknya, Trump mengatakan selain insiden tersebut, belum ada kerusakan lain yang terjadi di Selat Hormus. Dalam wawancara pada Senin, 4 Mei 2026,
Trump juga mengancam akan menghancurkan Iran jika Teheran menyerang kapal-kapal AS yang menjalankan Project Freedom. Ia juga menyatakan bahwa AS memiliki senjata dan amunisi dengan kualitas lebih unggul untuk mendukung operasi tersebut.

Komentar