Dan untuk mijangkan bagaimana situasi terkini perang yang berlangsung di Timur Tengah, sudah bergabung bersama kami Air Langga Pribadi Kusman, Kepala Pasca Sarjana Politik UNER. Selamat pagi, Pak Erlangga. Selamat pagi, Mas. Baik, Pak Erlangga. Ini tampaknya sudah ada kemajuan yang cukup baik dalam proses negosiasi kecatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ini salah satunya dengan pembukaan Selat Hormus untuk kapal-kapal komersial. Nah, Anda melihatnya danilainya ini apakah ini merupakan ee kemenangan secara politik
bagi Amerika Serikat atau justru ini adalah tekanan dari Iran kepada Amerika Serikat untuk agar Amerika Serikat ini bisa segera mencapai kesepakatan dengan Iran? Ya, kalau kita lihat tadi misalnya berpijak pada ucapan Donald Trump, sebetulnya kalau dikatakan perang ini akan berakhir, ini sebuah kemenangan bagi Amerika Serikat, sebetulnya ucapan dari Presiden Donald Trump sendiri baseless. Jadi tidak ada dasarnya, tidak ada faktanya. Karena kita lihat bahwa ee sampai sekarang masih belum ada ee perjanjian perdamaian. Perjanjian
perdamaian itu harus berdasarkan pada genjatan senjata. dan genjatan senjata juga secara faktual juga belum terjadi gitu. Artinya ee ucapan-ucapan dari Donald Trump itu sebetulnya lebih ee sebagai suara udara yang menyatakan bahwa kondisi baik-baik saja meskipun kenyataannya tidak demikian. Jadi kalau kita lihat dari perjalanan ee selama beberapa hari ini 40 hari perang sampai sekarang itu kelihatannya secara faktual clear Amerika sebetulnya dalam kondisi terdesak kalau tidak bisa dikatakan kalah.
Mengapa demikian? Karena kalau kita lihat tujuan-tujuan dari perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat misalnya pertama adalah rejim cheng. Rejimchin yang dimulai dengan pembunuhan e Ayatullah Ali Hamenei dan itu ternyata gagal. Kedua, kemudian terkait dengan ee bukan saja pembatasan tapi penghentian pengayaan uranium ee Iran dan ternyata gagal. Ketiga juga terkait dengan misalnya ee persoalan ee penghancuran atau sama sekali kemudian Iran tidak memiliki pertahanan yang kuat. Tapi pada kenyataannya sekarang Iran sendiri masih
memiliki ee misil, masih memiliki rudal, masih memiliki drone yang produksinya begitu besar gitu kan. Dan itu ternyata kan menunjukkan kegagalan. Dan keempat itu terkait dengan bagaimana pemutusan mata rantai exis of resistance antara Iran, Yaman, dan Libanon terkait dengan ee Hizbullah dan ee pasukan di Yaman. dan ternyata sampai sekarang masih solid. Bahkan serangan terhadap Libanon sendiri dianggap Iran sebagai bagian dari serangan terhadap dirinya. Dan dalam konteks ini artinya empat tujuan
dari Amerika Serikat yang disusun pada awal perang itu fail semua, gagal semua dan sekarang sebetulnya kenyataan faktualnya yang megang kendali di Selat Hormus adalah Iran, gitu. Nah, dalam konteks ini bisa menjelaskan kenapa dalam gencatan senjata yang menjadi proposal perundingan Iran itu masuk pada tawaran maksimum. H. Jadi tawaran-tawaran maksimumnya 10 tawaran-tawaran maksimum misalnya kemudian terkait dengan menghapuskan embargo ekonomi. Terus kemudian terkait dengan ee tidak akan ada lagi perang dan
tidak akan ada lagi serangan, tidak menghantam ee rekan-rekan atau aliansi dari Iran baik di ee Libanon gitu, Palestina, Gaza dan lain sebagainya. Dan semua itu adalah tawaran maksimum yang harus kemudian diterima oleh Donald Trump apabila ingin terjadi ee perdamaian. Dan sebetulnya ini adalah suatu sinyal simbol bahwa Iran sedang mengatakan Anda bukan dalam posisi pemenang di sini. H Anda harus ikut, Anda harus tunduk terhadap proposal-proposal dari kami. Karena sudah sedemikian lama yang melakukan tindakan-tindakan serangan,
ketidakadilan di Gaza dan melakukan proses-proses ee agresi itu adalah Amerika Serikat. Nah, di sinilah Donald Trump ini sedang mengalami tekanan dan dia sedang menghadapi dilema yang sangat besar. di satu sisi dia memprediksi ini adalah perang yang ee yang cepat pada awalnya dan ternyata tidak gitu. Dan Iran ternyata siap dengan korban ee sebesar apapun untuk melakukan peperangan panjang. Di sisi yang lain, Amerika Serikat tidak bisa mengendalikan Israel. Justru ketika proses perundingan terjadi,
Israel kemudian menyerang Libanon. Dan sampai sekarang faktualnya Israel tetap melakukan serangan terhadap Libanon. Meskipun Donald Trump mengungguh di tweetnya terkait bahwa Israel sudah ee terjadi kencatan-kenjata dengan Libanon, tapi faktualnya enggak, gitu. Nah, di sinilah dilema-dilema besar. Trump itu dengan terpaksa harus menyelesaikan keterlibatan Amerika Serikat dalam perang. Tapi di yang lain, Trump juga mendapatkan tekanan baik dari domestik, dari warganya maupun dari aliansialiansinya.
Bahkan NATO sendiri, negara-negara Eropa sudah mundur dari Amerika. Nah, di sinilah problem utama yang harus diantisipasi, yang harus dijawab oleh Donald Trump. Baik, Pak Erlangga. Tapi ada juga yang beranggapan dari pihak Amerika Serikat ini bahwa pembukaan Selat Hormus ini telah menunjukkan bahwa Iran saat ini dalam posisi yang sulit secara ekonomi akibat dampak perang. Bagaimana pendapat Anda? Iya, kalau misalnya dampak perang ekonomi memang Iran sendiri dalam kondisi terdesak dan prosesnya sudah
lama. Sudah lebih dari 40 tahun ee Iran mengalami embargo ekonomi, begitu kan. Tapi kalau kita lihat bahwa Iran sendiri ee tidak menutup ee Selat Hurmus pada yang bukan lawan-lawan negara-negara rival dia atau yang terlibat dalam penyerangan. Keterbukaan Selat Hurmus itu terkait dengan kapal Cina yang masuk ke dalam Selat Hurmus yang merupakan mitra dari ee Iran gitu. bukan karena ee munculnya kapal Amerika di dekat Selat Hurmus dan demikian dengan demikian kemudian Iran takut dan dengan membuka membuka ee Selat
Hurmus gitu. Nah, ini harus dibedakan gitu. Pertama bahwa Iran tidak menutup Selat Hurmus pada seluruh dunia. Iran hanya memberi pelajaran gitu pada Amerika Serikat e dan Israel serta para pendukungnya gitu. Dan di sini juga harus kita lihat bahwa ini sebetulnya dalam kondisi perang gitu. Iran memberikan pelajaran kepada Amerika Serikat. Selama ini Amerika Serikat dengan seenaknya melakukan emborgo embargo dan tekanan ekonomi yang membuat sulitnya ekonomi dari rakyat Irak. Nah, poin saya sebetulnya kalau memang
hendak membangun perdamaian yang permanen, maka yang harus dilakukan oleh para pihak-pihak yang bertikai kembalikan pada posisi keadilan. Keadilan dalam hubungan dunia internasional. Baik. dalam eh word order dalam artian kalau kita lihat poin-poin dari Iran itu kan pelajaran moralnya bahwa jangan ada lagi serangan-serangan yang keji terhadap warga Palestina di Gaza gitu. Baik. Jangan ada lagi kemudian tekanan-tekanan dari luar terutama Amerika Serikat untuk menjadi hegemen tunggal terhadap Timur
Tengah gitu. Baik. Dan hal-hal tersebutlah maka pilihan-pilihan yang harus diambil oleh Amerika Serikat dan juga Israel adalah menyelesaikan tindakan-tindakan yang sewenang-wenang di wilayah Timur Tengah. Baik, Pak Erlangga. Anda tadi berbicara mengenai Gaza Palestina. Nah, ini dalam ee 10 kesepakatan yang diminta oleh Iran kepada Amerika Serikatikat ini ada Lebanon dan Hizbullah. Nah, ini yang menjadi pertanyaan kenapa Gaza Palestina ini tidak dimasukkan oleh Iran dalam 10 kesepakatan tersebut, Pak Erlangga?
Iya. Kalau sebetulnya kan ee salah satu perang Iran ee terhadap Israel itu kan on behalf of h Gaza sebetulnya kan. Nah, on behalf of Gaza itu adalah pertama mendisiplinkan Amerika Serikat itu jangan lagi terlibat dalam urusan-urusan Timur Tengah. H karena kalau kita lihat serangan ee Israel di Gaza sejak 2023 sampai sekarang itu secara jelas, secara clear diucapkan sendiri oleh Donald Trump bahwa Amerika melakukan suplly terhadap persenjataan dalam serangan tersebut gitu. Artinya posisi Gaza itu sebetulnya bisa
diselesaikan apabila tidak ada campur tangan dari eksternal yang membuat kondisi tidak lebih baik gitu. Dan selanjutnya juga bahwa ee Israel sendiri gitu juga tidak melakukan tindakan sewenang-wenang dan melanjutkan okupasi yang dilakukannya di wilayah Palestina dan Gaza gitu. He. Nah, itu adalah dengan sendirinya pasti apabila Amerika Serikat tidak dalam tanda kutip cawe-cawe atau memberikan support kepada ee Israel, maka kemudian wilayah Gaza bisa dikondisikan menjadi lebih baik bagi perdamaian di wilayah
Timur Tengah, gitu. Nah, kenapa kemudian ee terkait dengan Libanon dimasukkan gitu? Karena dalam konteks ini bahwa pertarungan peperangan yang berlangsung itu antara Iran dan aliansinya Theis of Resistance gitu kan melawan Amerika Serikat dan Israel. Artinya tanda genjatan senjata ini dalam ee konteks ini adalah proses genjatan senjata itu bisa dijalankan ketika tidak ada lagi serangan-serangan ee persenjataan ee pengeboman segala macam di wilayah-wilayah yang tengah terjadi konflik saat ini. Itu kira-kira
Mas. Baik. Lalu, Pak Erlangga ini berarti dengan kata lain sebenarnya Iran juga memiliki agenda besar di Timur Tengah melalui proksi-proksinya begitu. Selain ada Hizbullah di ee Hizbullah dan juga ada Huti Yaman dan juga ada Hamas di ee Palestina. Apakah hal ini bisa dikonfirmasi, Pak Erlangga? Ya, jelas pasti ada suatu agenda besar. Satu agenda besarnya itu kalau menurut saya adalah menyelesaikan menghentikan penindasan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah Timur Tengah gitu.
Baik. Kenapa kemudian saya bilang seperti itu? Karena jelas misalnya terkait dengan tekanan politik di Palestina gitu kan. Itu bahwa ee Amerika Serikat gitu dan Israel minta perlucutan senjata gitu dan juga kepada Hizbullah kan gitu kan. Bagaimana mungkin akan tercipta suatu tatanan yang lebih adil di Timur Tengah? H dalam satu sisi ee pihak-pihak yang sedang bertahan itu dilucuti senjatanya. Sementara pihak-pihak yang dominan itu tetap melakukan represi, tetap melakukan okupasi dan penindasan gitu. Ini kan
sebetulnya adalah tekanan politik untuk takluk, bukan perdamaian, gitu kan. Nah, itulah yang ee menjadi garis besar dari mengapa kemudian perlawanan terhadap Iran dilakukan gitu. Baik, Pak Erlangga. Nanti kita akan kembali lanjutkan mengenai perbincangan mengenai dampak perang yang berlangsung di Timur Tengah saat ini.
Komentar