Beranda / Berita Terpopuler / “Kendaraan Nyamuk” Iran Kini Menjadi Terancam di Selat Hormuz

“Kendaraan Nyamuk” Iran Kini Menjadi Terancam di Selat Hormuz

Di tengah puing-puing kapal perang Iran yang karap akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di pelabuhan-pelabuhan militer sepanjang pantai Teluk Persia, muncul kekuatan lain yang lebih mematikan. Kekuatan itu disebut sebagai armada nyamuk, jantung dari kekuatan angkatan laut yang dikerahkan oleh corps Garda Revolusi Islam Iran atau IRG. Kapal-kapal dari armada nyamuk Teheran telah menjadi ancaman utama yang menghambat pelayaran melalui selat horos. Rudal hingga drone dilaporkan bisa diluncurkan angkatan laut Air GC dari

armada kapal ini. Lalu seperti apa kekuatan armada nyamuk Air JC? Meles, armada nyamuk merupakan kapal-kapal kecil, cepat, dan lincang yang dirancang untuk mengganggu pelayaran. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, armada nyamuk menjadi jantung kekuatan angkatan laut Air GC yang terpisah dari angkatan laut reguler Teher. Keberadaan armada nyamuk kini menjadi ancaman utama yang melupukkan jalur strategis di Selat Horpus. Iran telah berjanji untuk tetap menutup Selat Hormus seiring negosiasi lanjutan

yang belum pasti. Menjaga agar selat tetap tertutup akan menjadi tugas angkatan laut Air Cizi. Seorang ahli Iran dan profesor ilmu politik di Universitas Tenese di Catanuga, Said Golkar mengatakan angkatan laut Air JC lebih mirip pasukan gerilia di laut. Menurut Said, angkatan laut Iran berfokus pada peperangan asimetris, terutama di Teluk Persia dan Selat Hormus. Armada ini tidak mengandalkan kapal perang besar dan pertempuran laut klasik, melainkan bergantung pada serangan cepat dan mundur. Sejumlah analis menyebut ukuran

kapal-kapal armada nyamuk seringkiali terlalu kecil untuk bisa dipantau melalui citra satelit. Armada ini biasanya ditempatkan di dalam dermaga tersembunyi berupa gua-gua yang digali di garis pantai berbatu sehingga siap dikerahkan dalam hitungan menit. Kekuatan destruktif armada nyamuk menjadi momok bagi kapal-kapal komersial yang melintasi teluk dan selat hormus. Mantan Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat, Gary Rowhead mengatakan armada 1 ini merupakan kekuatan yang mengganggu dan tidak pernah diketahui

apa yang mereka lakukan dan apa niat mereka. Kapal-kapal armada nyamuk memiliki tugas yang tidak bisa dilakukan oleh angkatan reguler. Teheran awalnya menggunakan perahu rekreasi yang dilengkapi dengan granat berpelucu roket atau senapan mesin. Selama bertahun-tahun, Iran telah membangun berbagai perahu kecil yang dirancang khusus serta kapal selam mini dan drone laut. Para ahli mengatakan Teheran mengeklaim beberapa perahu mereka bisa mencapai kecepatan lebih dari 100 not atau 11 mil perjam. Untuk menghadapi potensi serbuhan

Airlangga: AS Tidak Akan Ada Hubungan Kasus Soal di Timur Tengah

kapal-kapal kecil, kapal perang Afrika Serikat memiliki meriam kaliber tinggi dan persenjataan lainnya. Namun kapal-kapal komersial tidak memiliki cara untuk menangkis serangan semacam itu. Seorang ahli Iran di American Enterprise Institute, Nicholas Carl mengatakan, Iran belum pernah menguji serangan berkelompok menggunakan perahu kecil dalam pertempuran. Sejak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberlakukan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran, bahkan kapal perang

Amerika Serikat yang paling kuat juga menghindari patroli di sekitar jalur pelayaran krusial tersebut. Para ahli menilai ruang untuk bermanuver sangat terbatas dan hampir tidak ada waktu peringatan untuk menangkis serangan drone atau rudal dari dekat. Kapal perang Amerika Serikat yang menegakkan blokade kemungkinan akan tetap berada di luar selat di Teluk Oman bahkan lebih jauh di laut Arab. Dari lokasi itu mereka bisa memantau lalu lintas pelayaran sehingga air GC akan jauh lebih sulit untuk menyerah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *