Beranda / Berita Terpopuler / Parah Istri Mengucap Suami yang Sebenarnya Perempuan

Parah Istri Mengucap Suami yang Sebenarnya Perempuan

Saudara, nasib pilu menimpa seorang perempuan warga Polehan Kecamatan Belimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Pernikahan siri yang baru saja dilangsungkan pada 3 April lalu berujung pelaporan polisi setelah identitas asli suaminya terbongkar saat malam pertama. Sosok yang selama ini dikenalinya sebagai lelaki pujaan hatinya. ternyata seorang perempuan. Inilah momen bahagia Intan warga asal kota Malang, Jawa Timur di hari pernikahannya. Namun, kebahagiaan itu sekejap sirna berubah menjadi rasa kecewa. Intanta

menyangka usia pernikahan yang baru saja dijalani harus kandas. Lantaran pria yang menikahinya, Ervasino Reenaldi ternyata adalah seorang perempuan. dengan mas kawin dengan mas kawin uang uang Rp100.000 Rp100.000 rupiah dibayar dibayar. Awalnya korban berkenalan dengan pelaku pada awal Februari 2026 di sebuah cafe di kawasan Kota Batu. Hubungan mereka terjalin sangat singkat. Tepat pada hari Valentine 14 Februari. Keduanya resmi berpacaran. Selama masa perkenalan, Intan mengaku tidak menaruh curiga karena penampilan

fisik dan perilaku Rei sangat menyerupai laki-laki Turen. Intan mengaku sebelum menikah, pelaku memberikan janji manis kepadanya. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengaku berasal dari Jakarta dan menyebut orang tuanya merupakan anggota DPRD Makassar. Pelaku juga menjanjikan kemewahan berupa rumah, mobil hingga rencana pernikahan di hotel berbintang lima di Kota Malang. Pelaku bahkan berjanji mengajak Intan ke Thailand setelah menikah. Pernikahan yang semula direncanakan berlangsung pada 8 April dimajukan secara mendadak

oleh pelaku menjadi 3 April dengan alasan ada keluarga yang meninggal dunia. Pernikahan siri itu akhirnya digelar secara sederhana di rumah korban tanpa dihadiri satuun keluarga dari pihak mempelai pria. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Hubungan Rei akhirnya terungkap sesaat setelah resmi menjadi pasangan suami istri. Di malam pertama korban mendapati kejanggalan pada fisik pasangannya. Pelaku pun mencoba merayu korban dan berjanji akan melakukan operasi kelamin. Hati Intan

yang terluka pun membuatnya mengusir sang suami yang ternyata perempuan. Kenalnya itu saya sama dia di tempat kerja saya pada awal Februari 2026. Terus menjalin hubungan pacaran waktu Valentine tanggal 14 Februari. Akhirnya menjalani pernikahan enggak ada yang mencurigakan sama sekali karena badan postur tubuhnya juga seperti laki-laki, suara juga seperti laki-laki. Dia masih mencoba meyakinkan. Dia bilang, “Nanti aku bakal operasi jadi lagi.” Gitu. Merasa dirugikan, Intan pun melaporkan

Begini Dedi Mulyadi Lihat Yang Di Iringi Pejabat Purwakarta Ketika Antar Ni Hyang Membeli Ikan di Jatiluhur

kasusnya ke polisi. Laporan polisi tidak hanya berfokus pada penipuan identitas, tetapi juga dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan untuk melangsungkan pernikahan. Selain itu, Saudara, pihak keluarga mencium adanya indikasi tindak pidana lain yang lebih serius. Sebelum menikah, korban sempat didesak untuk segera membuat paspor dengan alasan akan diajak berobat atau berlibur ke luar negeri seperti Kamboja dan Thailand. Mau ke Pores sama teman-temanmu yang sekaliin mama sama kamu mau bunuh diri sampai mamamu pingsan dan di situ ada

belum ada panggilan. Tak terima dengan pelaporan Intan pada polisi, Ervasino Reinaldi alias Rei Malawat alias Yupiere, pelaku nikah sesama jenis membantah tuduhan yang ditujukan kepada dirinya. Dari versi Rei, sejak awal perkenalan, Intan sudah mengetahui dirinya adalah seorang perempuan. Tak hanya sampai di situ, Saudara. Bahkan menurut Rey, keluarga Intan juga sudah mengenal dirinya. Ee dari video yang berender sih ya kecewa pasti kesel ya. Apalagi beritanya enggak sesuai realita ya, enggak sesuai

kenyataan bahwasanya padahal dia dari awal sudah tahu identitas aku apa, keluarganya pun juga tahu identitasku dan segala macam. Bahkan ee dia pun juga sering main ke rumah. Teman-temannya pun tahu berita. Aku tahu video itu juga dari teman-temannya sampai teman-temannya emosi semua gitu loh. Jadi sebenarnya si Intan ini sudah tahu ya, sudah tahu dari awal banget pertama kali mau ngejob dia itu udah dikasih tahu sama maminya terus akhirnya berlanjut bahwasanya dia juga cerita kalau dia sudah trauma gitu loh. Makanya

sebelumnya juga sebelum sama aku juga ada lagi sebelum-sebelumnya gitu loh. Laporan Intan terkait penipuan identitas oleh suami yang menikahinya yang ternyata seorang perempuan kini dalam penyelidikan polisi. Paman Intan khawatir ada indikasi lain dalam pernikahan keponakannya seperti tindak pidana perdagangan orang atau TPPO karena Intan sempat mau diajak ke Kamboja atau Thailand. Polisi menegaskan masih menyelidiki kasus terutama soal penipuan identitas. Wanita Malang masih melakukan penyelidikan dengan

aduan yang dilaporkan oleh pelapor. Ee masih dilakukan penyelidikan untuk ditindak lanjuti ee terkait hal ikwalnya pemalsuan surat data penduduk. Kasus pernikahan sejenis yang menghebohkan publik bukan baru terjadi sekali ini, Saudara. Tahun 2024, publik digegerkan dengan pernikahan Naim Saban dengan perempuan pujaan hati Dela Laudin yang ternyata seorang laki-laki bernama asli Jurnal Lavini. Demi menikahi pria idamannya, Dela menyembunyikan identitas aslinya. Belakangan identitas asli Dela terungkap setelah foto lamanya saat SMP

Catatan AS-Iran: Kapal China Hajar Blokade AS di Hormuz, Korut Mengerahkan Rudal, Gabungan AS Kabur

tersebar di media sosial. Kasus itu pun dilaporkan sang suami ke Kementerian Agama Halmahera Selatan yang kemudian didalami polisi. Di tahun 2022, Saudara, ada juga kasus yang hampir serupa. Bedanya, kali ini perempuan bernama Eraani menyamar menjadi laki-laki bernama An Ahnaf Arrafif untuk menikahi perempuan yang disukainya. Tak sampai di situ, pelaku bahkan mengaku sebagai dokter dengan sederet gelar akademik yang disandang di belakang namanya. Pelaku akhirnya dijatuhi vonis 6 tahun penjara atas

tindak pidana tanpa hak menggunakan gelar akademik atau profesi sesuai dakwaan tunggal jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jambi. Dari beberapa contoh kasus, publik sebaiknya bisa mengambil pelajaran. Cinta kerap membutakan. Janji-janji manis sering menyilaukan. Tetapi waspada dan akal sehat harus tetap dikedepankan agar tidak tertipu saat menentukan pasangan yang akan mengikat janji seumur hidup. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *