Beranda / Dunia / Gambarnya Blokade AS di Selat Hormuz, Ketersediaan Serangan dan Titik Hajaran

Gambarnya Blokade AS di Selat Hormuz, Ketersediaan Serangan dan Titik Hajaran

Ketegangan di jalur nadi energi dunia Selat Hormus telah memasuki babak baru yang berbahaya. [musik] Amerika Serikat secara resmi telah memulai operasi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran. Bahkan armada besar yang tak pernah terlihat sejak invasi Irak tahun 2003 turut dikerahkan oleh Pentagon. Dengan lebih dari 15 kapal perang dan ratusan jet tempur, Washington mencoba memutus ekonomi Teheran. Lantas bagaimana strategi blokade ini bekerja? Mari kita bahas satu persatu. Menurut Wall Street Journal, blokada

Amerika Serikat di kawasan ini mengandalkan lebih dari 15 kapal perang dan ribuan personil termasuk unit elit marinir dan pasukan operasi khusus. Pertanyaannya adalah di mana tepatnya garis blokade ini ditarik? Banyak yang menyangka Washington akan menutup rapat selat Hormus di titik tersempitnya. Namun data satelit BBC Verify mengungkap strategi yang berbeda. Berbeda dengan dugaan banyak orang, AS tidak menempatkan kapal mereka tepat di bibir pantai Iran. Garis pertahanan utama AS justru berada di Teluk Oman

sekitar 200 km di Selat pantai Iran. Mengapa di sana? Karena militer AS menghindari risiko serangan rudal pesisir dan drone Iran jika harus berdiam di ruang sempit selat. Posisi ini pun sangat strategis. Kapal induk USS Abraham Lincoln bersama kapal-kapal perusak rudal bersiaga di tepi timur Teluk Oman menunggu di perairan terbuka Samudra Hindia. Strateginya jelas. AS membiarkan kapal tanker keluar dari pelabuhan Iran melewati Selat Hormus. Namun begitu mereka memasuki perairan terbuka menuju Samudra Hindia, [musik] di situlah

Armada AS melakukan pencegatan. Di lautan lepas ini, kapal tanker Iran tidak punya tempat bersembunyi dan berada jauh dari jangkauan bantuan logistik darat mereka. Dengan bantuan satelit dan intelijen komersial, AS memantau setiap pergerakan kapal yang keluar dari pelabuhan Iran. Kini pertanyaannya adalah bagaimana teknis di lapangan jika sebuah kapal menolak untuk berhenti? Wall Street Journal merinci aset-aset canggih yang digunakan untuk operasi ini. Pertama, dukungan dari udara. Jatempur F35B memberikan perlindungan

udara sementara kapal perusak rudal bersiaga menghalau ancaman [musik] drone. Sedangkan dalam tim penyerbu helikopter Seahawk digunakan untuk menerjunkan tim pemeriksa yang terdiri dari 12 personil bersenjata lengkap. Mereka akan turun menggunakan tali atau vestrop langsung ke geladak untuk menguasai ruang kemudi. Sementara [musik] itu dari armada pendukung selain helikopter ada perahu-perahu kecil cepat yang digunakan oleh marinir untuk mengepung lambung kapal tanker. Setelah dicegat, kapal-kapal yang

Iran Gangguan? Begini Nego Jalur Sentosa Ketika AS Blokade Selat Hormuz

melanggar aturan akan ditarik ke pelabuhan negara sekutu di Timur Tengah yang telah ditentukan sebagai area penampungan. Senkom menyatakan meski blokade ini sangat ketat, mereka tetap mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan seperti medis dan pangan. Namun semuanya wajib melalui prosedur pemeriksaan bersenjata ini. Babak terakhir dari blokade ini adalah perang informasi dan intelijen. Iran mencoba mengalihkan jalur pelayaran ke utara dengan alasan menghindari ranjau laut yang mereka pasang sendiri.

Namun dalam laporan Wall Street Journal menyebutkan pihak AS meragukan hal tersebut. Mereka menganggapnya sebagai taktik teh untuk menjauhkan kapal dari jangkauan blokade. Amerika Serikat bahkan menyatakan kesiapan untuk melakukan operasi pembersihan ranjau secara paksa. Di lain sisi, BBC menemukan fakta bahwa beberapa kapal tanker mulai menggunakan taktik spoofing, yaitu memalsukan data posisi GPS mereka untuk mengelabui radar. Namun dengan pengawasan satelit yang dilakukan oleh Sencom yang melibatkan

lebih dari 100 pesawat pengintai, upaya penyamaran ini menjadi sangat sulit. Data pelacakan kapal menunjukkan kapal-kapal yang mencoba bersembunyi akhirnya [musik] tetap terdeteksi. Mereka terpaksa mengubah arah kembali ke Iran setelah mendapat peringatan keras dari armada Amerika Serikat. Situasi di Selat Hormus kini semakin tak terkendali dan siap meledak kapan saja. Blokade besar-besaran ini telah menunjukkan betapa seriusnya AS dalam memutus urat nadi ekonomi Teheran secara fisik di laut. Namun, seberapa lamakah

Iran memaksa kapal-kapalnya berbalik arah? Akankah blokade Trump ini berhasil memaksa Teheran kembali lagi ke meja perundingan? Pantau perkembangan konflik Iran AS di kawasan Timur Tengah hanya di YouTube Kompas.com. [lonceng] Yeah.

 

Tinjauan Timteng: Selat Hormuz Kini Akan Berbahaya daripada Nuklir dan Lebih Menghanyutkan!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *