Saudara di tasmen kapal perang dari armada Pasifik Rusia melakukan serangkaian latihan penembakan artileri langsung di Laut Cina Selatan. Rekaman yang dirilis pers Armada Pasifik Rusia pada Selasa waktu setempat menunjukkan Corvet Rusia Super dan Rky menembakkan artileri dan senapan mesin. Latihan juga melibatkan helikopter KA27 yang patroli di atas kawasan tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan bahwa latihan diakhiri dengan pelatihan kru prosedur pengendalian kerusakan. Detasmen Armada Pasifik berangkat dari
Vladivostok, Rusia pada 12 Februari untuk penempatan di kawasan Asia Pasifik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah dengan sikap sejumlah negara anggota pakta pertahanan Atlantik Utara NATO yang menolak terlibat dalam upaya Amerika Serikat memblokade Selat Hormus. Trump mengancam akan mengurangi iuran ke NATO. We paid trillions of dollars for NATO and they weren’t there for us. Remember what I said? NATO was not there. Now they want to come up there anymore. But NATO was not there. Sebelumnya Perdana Menteri Inggris
menegaskan apapun tekanannya Inggris tidak akan terseret perang dengan Iran. Inggris juga menolak terlibat dalam blokade Selat Hormus. Perdana Menteri Inggris menambahkan, sangat penting agar SLAT Hormus dibuka sesegera mungkin. Hose, economy. That is why we’ve been working with other countries at various levels and we’ll bring them together uh in a summit later this um week. And we the UK will be not block that announc. Sikap yang sama juga diambil Italia. Negara itu menolak keterlibatan militer
dalam memblokade SLAT Hormus dan lebih memilih pendekatan diplomatik internale situ continuare sulla mandare avanti negozi di fare og sforzo possibile per diciamo stabilizzare la situazione e riaprire lo stretto che per noi è fondamentale chiaramente non solo per i carburanti, ma anche per i fertilizzantro elemento Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut keputusan Trum memblokade SLAT Hormus sebagai tindakan berbahaya. Tiongkok menegaskan menjaga keamanan dan stabilitas kawasan serta
memastikan kelancaran lalu lintas di Selat Hormus adalah kepentingan bersama komunitas internasional. 情況下,美方加馬軍事部署採取定向封鎖行動,只會計劃矛盾加具局勢緊張,破壞本就脆弱的停火局面,並進一步衝擊海峽通行安全,這是危險和不負責任的行為。 中方認為只有實現全面停火指戰,才能從根本上為緩和海峽局勢創造條件, telah mengumumkan rute alternatif untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormus. Teheran beralasan resiko ranjau laut di zona utama jalur air vital tersebut masih sangat tinggi. Iran juga menyiapkan semua skenario termasuk perang dengan armada laut Amerika Serikat. Dua hari blokade maritim oleh Amerika
Serikat ke pelabuhan Iran. Dunia bergerak. Sejumlah negara menolak ikut dalam aksi Amerika dan mencari jalan lain untuk membuka Selat Hormus. Apakah tekanan negara-negara Eropa mampu meruntuhkan blokade Amerika Serikat di Selat Hormus? Kita bahas bersama Kepala Badan Intelijen dan Strategis TNI 2011213, Laksamana Muda TNI Purnawirawan Sulaiman Ponto, dan peneliti senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisyaah Kusuma Sumantri. Mbak Aisyah, selamat petang. Selamat datang, Mas. Baik, kita masih tunggu ya Pak Suleiman
untuk bergabung. Tapi saya ingin ke Mbak Aisyah terlebih dahulu bahwa setelah Amerika Serikat ini blokade pelabuhan Iran, negara-negara Eropa ini sepertinya berlawanan arah. Apakah dunia termasuk Rusia dan Tiongkok mampu menghentikan blokade Amerika? Mbak Aisya i eh memang blokade ini kan sebenarnya permasalahan kontrol ya. Karena setelah kemarin negosiasi yang gagal di antara Iran dan Amerika Serikat, salah satu sticking point yang ada di antara keduanya itu adalah permasalahanus. Kita lihat bahwa Iran ini kan bertujuan
untuk mendapatkan sebuah kontrol bersamaan dengan Oman di sana dengan menggunakan RNIB di dalamnya. Dan saya rasa ini merupakan sebuah pukulan terhadap ekonomi Amerika Serikat yang sekarang sudah terdesak ya. Ditambah lagi dengan kemudian keinginan Iran untuk menguasai Satus. Meskipun secara hukum internasional ini sebenarnya sesuatu yang dilarang tetapi sekali lagi ya jika kita kembali memahami bahwa ini adalah sebuah fictter space. Jadi siapa yang memenangkan peperangan secara apakah itu yang biasanya akan memiliki
kemampuan untuk bisa mengatur nanti norma-norma internasional. Maka kita akan melihat kemungkinan bahwa di masa depan ya ikan eh Iran akan bisa saja gitu ya memiliki kontrol yang penuh atas Hormus dan memperlakukan Selat Hormus sama dengan seperti terusan Swes atau terusan perama. Nah, lalu kita lihat di sini sebenarnya Amerika Serikat ini ee meminta sebenarnya bantuan dari negara-negara lain yang saya rasa sebenarnya responnya ini sebenarnya sudah bisa ditebak. I karena sejakangan e Amerika Serikat ini kan berusaha untuk
meminta koalisi dari negara-negara barat untuk membantu membali Selatus tetapi ditolak. Kemudian sekarang dengan melakukan blokade di Serat Hormus yang terjadi adalah sebenarnya ini strategi yang sifatnya counterintuif dengan apa yang harusnya dilakukan oleh Amerika Serikat. Ada alasan kenapa dulu di awal-awal peperangan Amerika Serikat sempat melakukan ee pembebasan sanksi dari minyak Rusia dan kemudian pembebasan sanksi dari minyak Iran gitu ya. Jawab adalah untuk bisa menstabilkan harga ekonomi dengan seperti iniakukan
Amerika maka kemudian ini akan menjadi memperparah kondisi ekonomi global dunia. Oke. Memperparah kondisi ekonomi global dunia. Saya ingin ke Pak Soloman Ponto bahwa Amerika menempatkan 13 kapal dari laut merah hingga laut Arab. Apa yang bisa dilakukan Amerika Serikat dengan kekuatan itu kepada Iran selain blokade saat ini, Pak Suleiman? Ya, hanya itu yang biasa dilakukan. Gak bisa lebih dari itu. Hanya memblokade. Itu gak ada lebih dari itu. Karena kan laut juga terbatas. Jadi dengan kapal-kapal itu saja yang dapat
dilakukan oleh Amerika. Tidak lebih dari itu. Tapi apakah ini juga akan meningkatkan eskalasi potensi mohon maaf perang di tengah genjatan senjata yang tengah terjadi Pak Sulaiman? Oh ya sangat bisa. Sangat bisa itu. Sangat bisa itu kalau tinggal apakah mereka menahan diri atau tidak. Kalau dia kumat gilanya semua serang-menyerang. Lalu juga Iran juga mengadakan salvo rudal, salvo peluru kendali. Wah itu tambah ramai itu nanti menang jadi arak jadi abu itu. Gitu. Oke. Tapi Anda melihat seberapa
besar potensi tersebut bisa terjadi dengan melihat dinamika yang terjadi saat ini, Pak Suleiman? Ya, sangat besar dengan sudah siap siap seperti itu. Tidak ada ee persetujuan untuk berhenti. Semua siap perang ya. Sangat besar. Tinggal siapa yang sekarang yang akan mendahului. Itu aja artinya. Apa yang kemudian diputuskan oleh Presiden Amerika Serikat untuk mengerahkan armada angkatan laut Amerika ke sisir selatan Iran? Ini bukan hanya sekedar gertakan saja. Iya, itu bukan gertak itu. Dia selama
ini kan kita belum pernah melihat kalau si Trump ini gertak apa yang dia sebut dia lakukan apapun hasilnya gitu. Oke. Tapi eskalasinya akan meluas, Pak. Karena kita tahu bahwa negara-negara Eropa juga nampaknya sudah mulai menolak sikap yang kemudian diambil oleh Amerika. Ya, pasti meluas. Pasti meluas. Tidak mungkin tidak meluas. Itu pasti meluaslah. Oke. Baik. He. Oke. Saya ingin ke Mbak Aisya bahwa tadi sudah dijelaskan ada kemungkinan eskalasinya ini meningkat. Apakah bisa jadi Rusia dan juga kemudian Tiongkok
juga terut terlibat dalam peristiwa ini ataupun dalam situasi ini? Tapi kita tahan dulu, Mbak Aisyah. Kita akan kembali usai jeda untuk membahas hal ini. Tetaplah di Kompasang. Kita lanjutkan dialog terkait dengan blokade Amerika Serikat di Selat Hormus. Saya ingin ke Mbak Aisyah. Mbak Aisyah, bahwa tadi disampaikan oleh Pak Suleiman ada kemungkinan eskalasi di Timur Tengah kembali meningkat dan bahkan melibatkan sejumlah negara. Apakah kemudian Tiongkok dan Rusia bisa saja terlibat dalam situasi yang kemudian terjadi di
sana? Ya, kita lihat di sini sebenarnya Tiongkok dan Rusia ini kan merupakan e dua dari ee aliansi terdekat yang dimiliki oleh Iran ya. Dan keduanya sebenarnya mendukung Iran dengan cara-cara yang tidak langsung. Ee mereka ini berusaha untuk kemudian menjaga jarak sebenarnya dari konflik tersebut gitu. Nah, kita lihat di sini sebenarnya sudah ada pernyataan dari baik itu Rusia dan China ya, bahwa mereka akan berkontribusi aktif di dalam perdamaian di kawasan Timur Tengah. Nah, tetapi sebenarnya di balik itu kita lihat
sebenarnya ini memiliki keuntungan yang bisa diperoleh dari peperangan berkepanjangan ya yang dilakukan di Iran. Terutama ketika perang ini bersifat perang atrisi. Ada keuntungan yang didapatkan oleh Rusia karena Amerika Serikat ini vakum di wilayah ee Eropa ya. sehingga dukungan ya terhadap Ukrainanya berkurang. Dan kemudian untuk China ya di sini juga ada vakum kekuatan di kawasan Indo Pasifik khususnya dengan penarikan sejumlah ya kekuatan ee militer Amerika Serikat di kawasan tersebut dan adanya penarikan t system
di ee Korea Selatan saat itu. Nah, tetapi permasalahannya dua negara ini tetap menginginkan bahwa perangnya terkontain di kawasan Iran dan Timur Tengah ya. Jadi tidak melebar ke kawasan lain. Nah, saya saya kira di sini Amerika Serikat ini dengan melakukan blokade iya ini akan melakukan eskalasi lebih besar dan konflik ini akan kemudian ee mengamplifikasi ya dampak-dampak ekonomi lalu kemudian dampak yang mungkin akan didapat. Tapi saya Rusia dan China belum ada niatan untuk kemudian bisa bergabung dan
mendukung Iran di kawasan ee Selat Hormus ya. Oke. Meskipun di sisi lain ee Rusia juga sudah merilis video latihan dalam tanda kutip perang di Laut Cina Selatan. Tidakkah ini menjadi simbol atau kode khusus untuk Amerika Serikat? Ya, ee kita ketahui bahwa sekarang kapal perang Rusia termasuk di antaranya Pacific Flit Corvett ya dan Frigates Marshall eh Saposhiknov itu sudah melakukan kemudian eh patroli aktif dan kemudian di sini ada latihan bersama yang kemudian berfokus kepada anti submari warfare di e kawasan Laut Cina
Selatan. I ini sebenarnya merupakan kerja sama yang sudah terjalin di antara Mos dan Beijing. Dan ini kita lihat sebenarnyahan bersama ini mungkin perlu kita pahami terpisah dari apa yang terjadi di kawasan eh Timur Tengah ya. More that I think itu justru merupakan sebuah sinyal yang kemudian menunjukkan bahwa eh China dan kemudian Rusia itu memperkuat presence-nya di kawasan Laut Cina Selatan dan di Indasific. Oke. Kalau ditanyakan siapa yang kemudian mampu meruntuhkan blokade Amerika Serikat di Selat Hormus yang
paling memungkinkan Mbak Aisyah. Iya. Kita lihat di sini. Saya rasa ini cukup menarik ya karena Amerika Serikat sendiri menurut saya yang paling bisa memungkinkan ya meruntuhkan blokade tersebut. Karena pertama begini, masalah blokade ini akan berdampak sangat besar di Amerika Serikat. Sekarang harga minyak itu di Amerika Serikat sudah mencapai sekitar 4 sampai 5 eh US Dollar per galon. Itu lebih sekitar 1,5 USD ya. Lalu kemudian harga LNG itu sudah mencapai sekitar ya 2 galon lebih mahal ya dibandingkan sori 2 dolar lebih mahal
dibandingkan dengan sebelumnya. Dan ini kan ada politik dalam negeri yang dihasilkan dari harga-harga barang yang semakin mahal. Yes. Blokade ini akan merugikan Iran sekitar 435 juta dolar per harinya atau sekitar 13 miliar US dolar dalam 1 bulan penuh. Tetapi kita lihat untuk Iran ini adalah perang perang-perang yang existential threade ya. ini akan mempengaruhi bertahannya bangsa mereka di dalam ee peperangan ini gitu. Keberlangsungan rezim mereka akan sangat bergantung dari peperangan ini. Nah, saya kira lain Amerika Serikat ini
jauh lebih merugi karena adanya tekanan domestik ya dan kemudian tekanan internasional. Baik. Saya ingin ke Pak Sulaiman Ponto bahwa tadi Anda menyebutkan eskalasi di Timur Tengah ini bisa saja meningkat. Kemudian pertanyaannya apakah memungkinkan Pak Suleiman ketika Tiongkok dan juga Rusia turut terlibat dalam situasi yang terjadi di Timur Tengah? Nah, Rusia sama Tiongkok tinggal dilihat apakah mereka dirugikan atau tidak. Yang pertama. Kedua, apakah mereka merasa harus membela Iran atau tidak? Kalau itu
tidak ada, ya dia pikir untuk apa dia masuk ke sana. Oke. Tapi menurut Anda, apakah Cina ataupun Tiongkok dan Rusia ini masih kemudian dalam tanda kutip menyuplai informasi-informasi intelijen untuk kemudian membantu Iran? Ya bisa. Itu kan kawan lama. Jadi kalau hanya menyuplai informasi, menyuplai mungkin juga senjata-senjata kecil dia suplly itu itu. Oke. Oke. Tapi secara hitung-hitungan armada ataupun em kemudian pasukan yang kemudian ditempatkan Amerika Serikat di Timur Tengah, apakah armada laut Amerika
Serikat ini cukup unggul untuk kemudian melawan rudal dan juga drone Iran? Saya tidak bisa kalau Iran melaksanakan salvo rudal ya hancur rontok semua tuh tuh kapal-kapal tuh. Kalau sekarang kan baru satu satu. Tapi itu kalau coba disalvo sekalian itu ah itu akan kerepotan juga tuh. Karena kapal juga setelah menembak kan berkurang ngisinya lama ngisinya. Sedangkan Iran di darat itu ada terus. Oke. Nah, dia dipancing suruh nembak nembak nembak nembak terus sampai habis baru nanti di salvo. Wah, celaka kan.
Oke. Baik. Saya ingin ke Mbak Aisya lagi, Mbak Aisya. Bahwa e blokade yang kemudian dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran ini tujuannya adalah dapat dikatakan untuk negosiasi ulang agar Iran mau kembali duduk bersama dengan Amerika Serikat. Apakah tujuan tersebut bisa tercapai dengan tindakan yang kemudian dilakukan oleh Amerika Serikat, Mbak Aisya? Ya, ee menariknya sebenarnya Iran ini kan sudah ada keinginan untuk bisa bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Meskipun di negosiasi pertama ini Iran
sebenarnya tahu bahwa negosiasinya akan gagal gitu ya. Jadi sebenarnya tidak ketika kita lihat sticking point-nya ini sangat ee eh berat ya untuk kedua belah pihak gitu. Nah, tetapi saya kira di sini apabila kemudian Amerika Serikat terus-menerus melakukan coersive diplomacy yang ada namanya adalah trust deficit ini semakin besar. Oke, karena di perundingan pertama kemarin kitahat bahwa perundingan ini kan dimulai secara tergesa-gesa ya. Pertama kita lihat SF baru dimulai sekitar 2 sampai 3 hari lalu kemudian keduanya
sudah diseret ke meja perundingan. Nah, dari situ kemudian pembicaraannya dimulai dengan masing-masing ini sama-sama tidak percaya antara satu sama lain. Sementara Radi Perundingan sebelumnya di tahun 2015 ataupun bahkan di tahun 2025 kemarin ada jeda cukup waktu ya untuk bisa menyusun strategi dan kemudian ee ee sama-sama gitu ya. mendiskusikan apa sih yang menjadi tuntutan gitu. Saya rasa di sini Amerika Serikat yang harus dilakukan dibandingkan dengan melakukan eh eh coersif eh diplomacy strategy seperti
ini adalah melakukan CBM atau confidence building measure maupun keras di antara kedua negara sebelum menarik kembali Iran ke meja perundingan. Oke. Baik tentu kita tunggu semoga ada solusi yang kemudian lahir di situasi Timur Tengah. Terima kasih Mbak Aisyah dan juga Pak Suleiman Ponto telah bergab
Komentar