Puluhan kapal tangkar minyak dan kapal kargo menumpuk di Selat Hormus pada Selasa tanggal 14 April tahun 2026. Penumpukan terjadi saat blokade Amerika Serikat AS yang menargetkan pelabuhan Iran memasuki hari kedua. Rekaman yang dirilis Viiori menampilkan kapal-kapal berhenti berlayar. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur air yang sempit ini. Adanya blokade tentu menimbulkan guncangan di seluruh pasar global. Presiden AS Donald Trump berdali tindakan yang ia lakukan merupakan respons atas pungutan tarif
tol di Selat Hormus. Iran disebut telah menetapkan biaya per kapal mencapai Rp33 miliar. Sementara itu, Komando Pusat ASC NTCOM memastikan bahwa blokade hanya berlaku bagi kapal yang memasuki dan meninggalkan pelabuhan Iran. Jika kapal Iran menghalangi aksi tersebut, maka akan langsung ditenggelamkan. Di sisi lain, para pejabat Iran tetap berpendapat bahwa Selat Hormus berada di bawah yurisdiksi maritim mereka. Artinya, lalu lintas kapal harus mendapat izin dari angkatan bersenjata Iran. Iran menambahkan bahwa kapal
nonmiliter dapat melintas asalkan mematuhi peraturan yang mereka dibuat. Puluhan kapal tangkar minyak dan kapal kargo menumpuk di Selat Hormus pada Selasa tanggal 14 April tahun 2026. Penumpukan terjadi saat blokade Amerika Serikat AS yang menargetkan pelabuhan Iran memasuki hari kedua. Rekaman yang dirilis Viiori menampilkan kapal-kapal berhenti berlayar. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur air yang sempit ini. Adanya blokade tentu menimbulkan guncangan di seluruh pasar global. Presiden AS Donald
Trump berdali tindakan yang ia lakukan merupakan respons atas pungutan tarif tol di Selat Hormus. Iran disebut telah menetapkan biaya per kapal mencapai Rp33 miliar. Sementara itu, Komando Pusat ASC NTCOM memastikan bahwa blokade hanya berlaku bagi kapal yang memasuki dan meninggalkan pelabuhan Iran. Jika kapal Iran menghalangi aksi tersebut, maka akan langsung ditenggelamkan. Di sisi lain, para pejabat Iran tetap berpendapat bahwa Selat Hormus berada di bawah yurisdiksi maritim mereka. Artinya, lalu lintas kapal harus
mendapat izin dari angkatan bersenjata Iran. Iran menambahkan bahwa kapal non militer dapat melintas asalkan mematuhi peraturan yang mereka dibuat. Puluhan kapal tangkar minyak dan kapal kargo menumpuk di Selat Hormus pada Selasa tanggal 14 April tahun 2026. Penumpukan terjadi saat blokade Amerika Serikat AS yang menargetkan pelabuhan Iran memasuki hari kedua. Rekaman yang dirilis Viiori menampilkan kapal-kapal berhenti berlayar. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur air yang sempit ini. Adanya
blokade tentu menimbulkan guncangan di seluruh pasar global. Presiden AS Donald Trump berdali tindakan yang ia lakukan merupakan respons atas pungutan tarif tol di Selat Hormus. Iran disebut telah menetapkan biaya per kapal mencapai Rp33 miliar. Sementara itu, Komando Pusat ASC NTCOM memastikan bahwa blokade hanya berlaku bagi kapal yang memasuki dan meninggalkan pelabuhan Iran. Jika kapal Iran menghalangi aksi tersebut, maka akan langsung ditenggelamkan. Di sisi lain, para pejabat Iran tetap berpendapat bahwa Selat Hormus berada di
bawah yurisdiksi maritim mereka. Artinya, lalu lintas kapal harus mendapat izin dari angkatan bersenjata Iran. Iran menambahkan bahwa kapal nonmiliter dapat melintas asalkan mematuhi peraturan yang mereka dibuat. Download Tribun X sekarang menghadirkan lokal menjadi Indonesia. Yeah.
Komentar