Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, JK menyampaikan rencananya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi hijau dan mewujudkan swasembada energi nasional.
Jusuf Kalla tiba di kompleks Istana bersama putranya, Solihin Kalla, yang menjabat sebagai Presiden Direktur Kalla Grup. Mereka disambut oleh Sekretaris Kabinet, Tedi Indrawijaya, sebelum melakukan pertemuan selama satu jam dengan Presiden Prabowo. JK menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung peningkatan kapasitas energi nasional. Saat ini, mereka telah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 1500 MW dan berencana untuk menambah kapasitas sebesar 2000 MW lagi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).
Melalui Kalla Grup, JK menyiapkan investasi sekitar 60 hingga 70 triliun rupiah untuk mendukung proyek tersebut. Menurut JK, Presiden Prabowo telah menyetujui agar proyek ini segera direalisasikan sebagai bentuk dukungan terhadap target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah. JK menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi negara yang ditargetkan sebesar 6 hingga 8 persen membutuhkan dukungan energi yang sangat besar. Tanpa ketersediaan energi yang memadai, pembangunan nasional akan sulit dicapai. Oleh karena itu, pengembangan energi nasional, khususnya energi hijau, menjadi prioritas untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional ke depannya.

Komentar