Alhamdulillah siang ini kita mendapatkan kesempatan kehormatan di tengah kesibukan beliau telah hadir bersama kita Menteri Keuangan Republik Indonesia Bapak Purbaya Yudi Sadewa ya ini Menteri Keuangan paling populer di Indonesia sekarang ya sudah ada di Jogja Financial festival. Kita tahu ini adik-adik semuanya harus mengetahui bahwa Pak Purbaya ini sebelum jadi Menteri Keuangan beliau adalah Kepala Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan yang tahun lalu menginisiasi namanya Financial Festival dulu namanya
LPS. Jadi, Pak Purbaya kan dulu sebelum ini jadi ketua LPS, sekarang jadi Menteri Keuangan. Enak mana ketua LPS sama Menteri Keuangan? Kalau enaknya sih enak jadi ketua LPS, Pak. Gaji gede, kerja agak santai, Pang. Kita ya. Kalau jadi Menteri Keuangan gaji turun sedikit, kerja lebih berat, Pak. Dalam dapat 8 bulan jadi Menteri Keuangan, berat badan saya sudah turun 10 kilo. Jadi kayaknya berat di sini. Enggak. Kenapa bisa turun 10 kilo tuh ke menapa? Ya kan banyak kerjaan, Pak. Oh gitu. Di samping itu nyesal kenapa saya jadi
Menteri Keuangan jadi banyak kerjaan. Harusnya kita santai di LPS. Jadi saya mesti minta ganti rugi ke Pak Khairul Tanjung nih. Oke, Pak Purbaya. kita masuk sudah ke hal yang serius sekarang ya. Bapak Presiden pada pidato kemarin pengantar RAPBN menyampaikan tentang satu langkah baru yaitu pembentukan suatu badan atau BUMN khusus untuk mengatur ekspor komoditas tertentu. Sebenarnya apa tujuannya? apa benefitnya ya, baik untuk pemerintah ee dunia usaha dan masyarakat. Ini betul-betul pertanyaan serius nih.
Emang LPS minta seperti itu pertanyaannya? Enggak. Dan gini, jadi langkah itu keluar ketika Bapak Presiden mendapatkan informasi bahwa ada banyak under invoicing. Artinya kita atau pengusaha ngirim barang ke luar negeri, entah batubara entah CPO, harganya dimainin lebih rendah dibanding harga yang dijual di luar atau kadang-kadang volumenya diturunkan. Jadi mereka boleh dibilang sebagian ee diselendupkanlah. Jadi habis itu beliau nanya ke saya juga tuh, “Coba kamu pelajarin.” Jadi saya periksa
10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia. Saya ambil, saya random pengapalannya ke luar negeri seperti apa. Rupanya terbiasanya mereka ekspor dari Jakarta ke Amerika. Tapi enggak langsung mereka lewat ke pedagang perantara di Singapura. Jadi saya periksa pedagang perantaranya perusahaan dia juga. Harganya kita trik harga dari sini ke Singapura itu setengah dari harga dari Singapura ke Amerika. Jadi kalau saya sebagai menteri keuangan saya rugi. Pajak ekspor yang saya peroleh hanya separuhnya. Pajak pendapatan juga separuhnya.
Devisa juga lebih sedikit. Devisa juga lebih sedikit dan diparkir di luar negeri. Tadinya saya pikir ya udah Pak kita hajar aja kita tegakkan apa pengawasan di lapangan, Bea cukai dan lain-lain. Bea cukai juga gampang bocor. Jadi Pak Presiden mikir sebaiknya ya udah kita beresin aja sekalian. Kita buat satu lembaga atau badan pengekspor namanya DSI. Kalau Danansara sumber daya apa Indonesia di mana semua pengekspor nanti hanya bisa lewat situ. Jadi yang jual hanya di itu ke pasar-pasar dunia. Dengan approach seperti itu
yang tadi under enforcing segala macam sudah hilang. untuk saya, saya untung income saya bisa naik dua kali lipat mungkin lebih karena dari income tax, dari pajak ee pengasihan dan lain-lain, dari ekspor tax juga saya untung. Dan yang paling penting adalah barang kita tidak diselendupkan ke luar negeri. Jadi nanti untungnya juga dipakai untuk membangun ekonomi kita. Jadi dengan itu saya harapkan kes apa uang saya lebih banyak dan uangnya bisa dipakai untuk membantu program-program pemerintah termasuk
pendidikan maupun program-program pembangunan daerah. Jadi langkah Bapak Presiden saya pikir yang amat taktis dan strategis, Pak. Ya. Jadi ini ee adik-adik mahasiswa dan pelajar perlu memahami bahwa langkah ini sebenarnya untuk menghindari yang namanya tadi under invoicing dan transfer pricing ya. Ada dua under invoicing dan transfering yang mengakibatkan ya itu turunnya pendapatan negara dan turunnya devisa yang diterima oleh bangsa Indonesia. Ya, jadi ini pemahaman dan pengetahuan yang perlu dipahami oleh
kita semua ya. Nah, jadi tentu nanti untuk jangka panjang ini akan menghasilkan suatu yang lebih baik. gimana caranya menjaga governance-nya seperti gini, Pak. Saya ulangi, saya jelaskan sedikit, Pak, ya. Kalau sebelum-sebelumnya perusahaan-perusahaan itu bisa melakukan hal itu karena mereka enggak kita enggak bisa deteksi deteksi data di Amerika seperti apa. Saya kembangkan di Bea Cukai itu saya panggil LNSW, lembaga nasional single window. Saya suruh mereka pakai teknologi termodern dari AI untuk pengenalis
semuanya dan kita bisa dapat tuh dengan data tentu di sana seperti apa. Jadi sekarang pengusaha-pengusaha itu tidak bisa berbohong lagi. Batubara juga bisa kita deteksi di India seperti apa, di sini seperti apa. Jadi kita bereskan sekalian pengawasannya. Kawasannya gampang, Pak. Kita awasin aja pegawai DSI-nya. Kalau dia tiba-tiba jadi kaya, kita pecat gitu aja, Pak. Berarti dia terima duit kan. udah satu pintu di sana sudah jelas, di sini sudah jelas. Kalau ada sesuatu pasti di perusahaan-perusahaan itu. Jadi
nanti mungkin dari keuangan dan lembaga-lembaga negara lain akan menaruh perwakilan di DS itu supaya jalannya sesuai dengan yang didesain. Oke. Nah, yang kedua Pak Berbaya kemarin Presiden juga menandatangani peraturan pemerintah terkait dengan DHE ya. Harusnya kan dulu diumumkan itu 1 Januari sudah harus dilaksanakan. Sekarang sudah kurang lebih hampir 6 bulan tertunda. Kenapa ya tertundanya? Saya duga banyak pelaku bisnis yang melobi sampai ke istana. Jadi bukan presiden ya. sekeliling-segelingnya ada yang
memperlambat harusnya Januari kan mundur ke Maret, mundur ke April, sekarang Juni. Itu keputusan yang berani dan ee saya pikir amat baik buat kita kan, Pak. Sebelumnya kan DHE itu defisennya ditaruh di bank-bank apa aja di Indonesia asal dirupiahkan ya. Tapi ternyata masuk ke kita lihat kan defisit kita enggak naik. Seolah-olah kebijakan itu enggak tidak berfungsi sama sekali. Setelah dianalisa kesimpulan Bapak Presiden adalah banyak uang itu masuk ke sini ditulukkan ke rupiah, disalurkan ke bank kecil dengan
cepat. Segera setelah itu bank-bank itu mengirim ke luar negeri ke Singapura sehingga dolar jadi ekspert kita dolarnya lebih banyak tapi enggak ada dampaknya ke anggaran ke cadangan bisa kita. Jadi dengan cara menarik ke bankbank negara, bank-bank ee Himbara kan pengawasannya lebih gampang nanti. Jadi kalau bank Himbaranya main-main ya kita pecat direksinya, Pak. Jadi kita harapkan dampak dari devisa hasil ekspor itu ke devisa akan semakin signifikan yang akan memperkuat nilai tukar juga. Jadi teman-teman enggak usah takut tuh
yang ribut-ribut nilai tukar akan jeblok seperti 998. Nanti Juni akan ada suplly dolar yang signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat sampai berapa, Pak Menteri? Kalau BI ditanya itu BI enggak boleh ngomong. Kalau saya suka-suka. Jadi berapa kira-kira akan menguatnya? Saya ini supaya para pemain palas sudah bisa ngambil posisi. Ini kalau saya bilang pemain palas cepat-cepat jualah. Kita akan dorong rupiah ke arah R15.000. Wah. Kata Pak Presiden, kalau Purbaya masih senyum ekonomi aman. Nih senyum terus
nih. Enggak, Pak. Kita juga membantu nilai tukar dari sisi pemerintah. Saya masuk ke pasar obligasi supaya yieldnya enggak naik terlalu tinggi. Artinya asing tidak terpaksa harus keluar dari Indonesia karena rugi. Ini sudah berdampak. Jadi walaupun rupiah melemah, yield obligasi, bunga obligasi cenderung menguat eh turun dalam satu minggu terakhir. Karena kita investasi, kita beli obligasi di pasar sekunder. Kalau kita lihat dampaknya har signifikan juga. asing ee investor asing sudah masuk ke pasar sekunder kita sudah
masuk juga ke pasar primer. Jadi mungkin sekarang sudah hampir 2 triliun lebih masuk situ. Nah kan sekarang tren y obligasi atau government bond negara lain Amerika itu trennya kan menaik sangat signifikan. Nah, tapi kalau lihat obligasi Indonesia itu turun atau menguat, apa enggak takut nanti akan ada eksodus ya asing itu untuk ee membeli ee obligasi-obligasi di luar? Enggak. Walaupun kita cenderung menurun, gap antara yield kita sama yield Amerika masih sekitar 1% lebih kalau enggak salah. Berapa? 1% 2% 1% lebih kalau
enggak salah. Jadi masih ada ruang untuk menurunkan sedikit yang menurunkan lagi gap-nya itu. Jadi enggak apa-apa ini semakin kecil semakin kecil enggak apa-apa. Kalau bisa sama. Kenapa? Karena ekonomi kita bagus sekali sekarang dan ke depan akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Jadi enggak apa-apalah kita dianggap sama kuatnya dengan Amerika. Jadi itu, Pak. Yang penting ketika pertumbuhan ekonomi kuat dan manajemen e finansialnya bagus, orang semakin percaya ke kita dan mereka akan semakin
berani berinvestasi di pasar obligasi kita. Apalagi kan sekarang rupiah melemah. Kalau mereka masuk sekarang bisa dua untungnya. Ada capital gain karena ee karena harganya naik atau yeldnya turun. Yang kedua, penguatan nilai tukar. Jadi saya ulangi ulangi lagi ke teman-teman kalau punya dolar jual dolarnya sekarang. Ya, yang punya dolar jual sekarang ya. Jaminan dari Menteri Keuangan. Kalau dolarnya rupiahnya melemah, tagih keselisihnya sama Menteri Keuangan nanti. Ah, saya punya senjata tambahan lagi.
Saya minggu ini jual obligasi asing ee global bond ya, sebagian dolar, sebagian ee euro. Dan ternyata minat mereka maksi amat tinggi. Kita jual mungkin tiga sekitar 3,4 miliar dolar ee Amerika. Artinya 2 miliar dolar dalam ee dolar bond 1,25 itu euro. Jadi kita dolar sekitar 3,4. Kalau itu masuk ke sini minggu depan itu kan tambahan suplai dolar ke ekonomi kita. Jadi saya tekankan lagi rupiah akan menguat. Jadi Kementerian Keuangan mengeluarkan namanya Global Bond. Global Bond itu adalah surat utang pemerintah Indonesia
di mata uang US Dollar dan Eropa. Berarti nanti uangnya masuk gitu. Global bond-nya berapa tahun, Pak Menteri? Ada lima, ada 10 tahun bervariasi ya. 5 apa 10 ya? 5 sampai 10. 5 tahun 10 tahun. Tapi gini yang penting adalah ketika orang-orang di Indonesia sih ribut katanya kita mau krisis ternyata asing masih percaya ke kita. Yield-nya tuh enggak naik. Artinya mereka menilai ekonomi kita memang betul-betul kuat karena menteri keuangannya purbaya, Pak. Oke. Eah, Pak Menteri. Nah, sekarang ini ada hal yang dirasakan oleh masyarakat
yang agak berbeda dengan apa yang disampaikan oleh ee lembaga statistik ya. Contoh ya, pertumbuhan ekonomi sekarang itu dilaporkan 5,61%. Lalu inflasi juga rendah. Tadi sudah disampaikan ya. Lalu tingkat pengangguran terbuka turun. Lalu juga ee angka kemiskinan juga turun. Tapi yang dirasakan oleh masyarakat itu inflasi rendah tapi harga-harga naik. Ya, yang dirasakan masyarakat itu kok cari kerja lebih sulit, PHK masih terjadi. Apa sebenarnya yang terjadi? terjadi semacam gap antara data statistik kita dengan apa yang dirasakan
oleh masyarakat kita. Terus terang, Pak C, saya juga bingung kenapa ada anggapan seperti itu. Setelah saya analisa lebih lanjut, ternyata itu kebanyakan adalah analisa ekonomi TikTok. Ekonomi apa? Ekonomi di TikTok. Jadi Pak CT juga rupanya kena pengaruh ekonom TikTok. Jadi Pak CT jangan kalau lihat TikTok jangan lihat Oh, ekonomi TikTok. Ekonomi di TikTok ya. Jadi kalau lihat TikTok jangan yang Pak, lihat yang saya aja. Tapi kita analisa lebih lanjut apa sih yang terjadi. Coba kalau bisa dilihat
halaman 5. Saya juga investigasi sebenarnya apa. Saya bukan tertutup terhadap ee kritik ya. Saya buka dan saya investigasi. Kita lihat sih apakah data-data PDB kita ngawur atau kita setelah rewalan pertama bagus, rian keduanya jelek. Coba kasih lihat halaman 5 itu. Kalau kita lihat enggak bisa kelar ya. Tolong slide-nya bisa dikeluarkan. Slide bisa dikasih lihat yang halaman 5. Penjualan mobil, penjualan motor, komis semen. Itu semuanya gambarnya. Oh, enggak keluar ya? Mana? Oh, ini. Sor. Oh, di sini.
Ini saya pikir hampir berdiri aja, Pak. Bisa. Saya pikir juga ekonomi kita memang berantakan. Artinya mungkin pemerintah ngibulin masyarakat. Coba kita lihat penjualan mobil yang halaman 6 tadi. Angka bulan April halaman 6. Saya tunjuk sedikit ya. Ini penjualan mobil dari minus di bulan Maret karena lebaran kali ya. April naiknya 55%, penjualan motor naiknya 28%. Itu artinya ekonomi sehat, daya beli masih kuat. Terus kalau kita lihat apaagi? Konsumsi semen. Dari segini di bulan April tumbuhnya 36,6%.
Penjualan listrik juga turun. April tumbuhnya kencang. Komsisi BM BBM ya masih naik. Komsi masyarakat ya walaupun turun sedikit trennya masih naik kencang. Artinya kelihatannya daya beli masyarakat enggak sejelek yang dikatakan oleh ekonom-ekonom di TikTok yang tiap hari Pak ST suka lihat. Lain kali lihat saya aja, Pak. Ya, ada yang bilang lagi, pertumbuhan ekonomi hanya dirive oleh belanja pemerintah. Sementara daya beli jeblok. Coba halaman sebelumnya yang ada itu. Ini data BPS memang kalau lihat dari laju pertumbuhan
ee pertumbuhan rumah tangga 5. Yang dibilang adalah ini pemerintah tumbuhnya 21.80% 80% year on year. Kenapa itu terjadi? Karena pemerintah memastikan, Pak Presiden memastikan bahwa semua belanja anggaran dibelanjakan merata sepanjang tahun. Jadi yang tadinya numpuk di akhir tahun dimajukan ke depan sehingga di awal tahun seperti ini tumbuhnya 21.8. Cuman kalau kata orang itu yang mendorong perekonomian utama sementara masyarakat enggak bisa belanja. Kita lihat sebetulnya kalau lihat kontribusi ekonomi apa belanja ke
ekonomi adalah kita kalikan pertumbuhan kali pangsanya. Jadi kita kalikan ini kali pangsa ini 5.9* ini 21 kali pangsanya cuma 6.7. Jadi belanja pemerintah hanya 6.7 kontribusinya ke perekonomian. Jadi walaupun dia kencang kalau kita kalikan seperti ini dari 5.61 2.9% itu dari konsumsi rumah tangga, 1.79 dari investasi 1.26 dari belanja pemerintah. Di sini kelihatan sekali bahwa belanja masyarakat kita masih kuat. Artinya sebetulnya secara keseluruhan masyarakat kita masih punyai daya beli yang cukup baik. Kalau kita bandingkan
tahun sebelumnya, tahun lalu pertumbuhannya kontribusi hanya 2.64. Triwulan keempat 2.68 sekarang 2.94. Jadi kita lihat kontribusinya meningkat terus. Jadi sebetulnya Pak saya juga agak bingung apa yang dinilai oleh masyarakat atau ekonom di TikTok itu. Mungkin mereka memang karena semangatnya negatif akhirnya kemakan dengan ucapan mereka sendiri. Dia percaya dan pengatan mereka negatif berarti negatif katanya. Padahal keadaan sebetulnya ini kalau saya kan selalu lihat data di lapangan seperti apa. Makanya saya pernah ke
Jogja Pak ya Pak Sultan ya. ke pasar di Jogja pasar apa? Beringarjo kita lihat di situ seperti apa sih? Ramai juga saya ke pasar Tanah Abang, ke pasar itu ramai juga, Pak. Yang ekonomi-ekonomi itu mungkin asyik di TikTok aja, Pak. Jadi saya tekankan lagi, Pak. CT lain kali jangan dengar mereka. Dengar aja saya. Ya, jadi kalau kita lihat ya, ternyata yang tumbuh tinggi itu adalah belanja pemerintah ya. tadi sampai 21% ya pertumbuhan ee belanja pemerintah ini kita tahu didukung oleh MBG, Koperasi
Merah Putih ee anggaran pertahanan dan lain sebagainya. Oh, bukan itu aja, Pak. Hah? Saya bilang ke kementerian-kementerian lain, belanjakan ee anggaran Anda di Turan pertama dengan baik. Kalau enggak turuan-teruan berikutnya anggarnya saya potong. Jadi mereka belanja dengan serius. Oke. Nah, Pak Purbaya, banyak orang khawatir dengan belanja pemerintah yang begitu tinggi, defisit itu akan lebih besar dari 3%. Nah, bisa dijelaskan. Sementara Anda selalu yakin dapat mengontrol defisit padahal belanja
pemerintahnya itu begitu besar. Ah, apa strategi dan bagaimana itu? bisa mengontrol defisit itu selalu berada di bawah 3%. Jadi yang banyak orang enggak ngerti adalah langkah pemerintah ngapain sih? Langkah Pak Prabowo tuh ngapain? Apa sibuk dengan BGN aja? Enggak. Pak Prabowo juga mengaktifkan private sektor, sektor swasta. Di mana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja menyalurkan uang yang diperbankan sehingga masuk ke
perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan private sektor juga. Jadi sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini kita akan jalankan terus ke depan. Coba kasih lihat gambar uang. Gambar uang tahun berapa? Ada gambar mani? Saya tunjukin apa yang kita lakukan. Jadi waktu saya pertama kali jadi Menteri Keuangan, saya melihat ada gangguan di perekonomian. Jadi dengan petunjuk Bapak Presiden dan dengan diskusi dengan beliau, saya minta
izin saya pindahkan, Pak 200 triliun uang pemerintah dari BI ke sistem perbankan. Itu strategi yang bagus dari Pak Presiden, Pak. Karena uangnya enggak habis, cuma dipindahin aja. Tapi perbankan menjadi punya uang. Dan dia saya diskusi dengan bank sentral juga coba batasin uang yang saya yang diserap oleh bank sentral. Jadi uangnya diperbankan dan dia terpaksa menyalurkan ke masyarakat. Kenapa? Kalau enggak dia harus bayar ke saya bunganya sekitar 3,8%. Rugi dia. Jadi dia harus menyalurkan kredit. Akibatnya private
sektor juga tumbuh. Ini saya tunjukin apa yang saya lakukan waktu saya itu datang ke pemerintahan. Uang eh jangan balik balikbalik. Mana tadi? Uh. Nah, ini uang pertumbuhannya hampir nol atau negatif. Kita dorong ke sana pertumbuhan uang double digit. Sekarang pun kita jaga double digit. Jadi, private sektor mendorong pertumbuhan ekonomi dengan teori yang saya jelaskan tadi. Sehingga kalau Anda bisa ke halaman 10, trian pertama anggaran kita dikritik karena halaman 10 defisitnya besar katanya. 0.9%
dari PDB. Tapi itu karena kita belanjanya kita tarik ke depan. T bulan kedua sudah mulai membaik. Bulan April aja data APBN kita membaik. Kalau Anda lihat sini coba bisa halaman 10 lambat banget ini. Ini yang perhatiin siapa ya? Yang operator keuangan nih dari keuangan apa dari LPS nih? Kalau dari keuangan nanti saya minta lama banget ini, Pak. Di bulan Maret kita defisit 0.93 kata pengamat itu kalau gitu berarti defisit kita tahun ini bisa 3,6 karena di mereka kali 4. Tapi di bulan April karena kita pajaknya bagus dan
lain-lain. Saya sudah reformasi perpajakan dan bea cukai, Pak. Walaupun kata presiden kemarin dirennya masih dicopot, ini sudah baik kita definisinya tinggal 0,64% dari PDB dan primary surplus keseimbangan primernya sudah positif juga. Artinya kita sudah berkelanjutan lagi, berkesinambungan lagi fiskalnya. Fiskal sudah amanlah. Jadi, tapi kan April orang bayar pajak semua, Pak. SPT tahunan kan di April diambil orang. Iya. SPT tahunan kan Maret terus diperbanyak ke April. Berarti ada pendapatan pajak yang
luar biasa di April enggak? Ini ini karena keberhasilan kortex juga. Kortx yang dikembangkan oleh Pak Anggito juga, Pak. Jadi waktu itu mantap tuh, Pak. Sekarang korteks itu rupanya kedainya otomatis. Setiap orang e bayar pajak di sebelah sana datanya masuk korteks. Jadi ketika laporan orang enggak usah ngisi lagi. Sudah otomatis masuk ke sana sehingga yang biasanya ngibul-ngibul bayar pajak enggak bisa ngebul lagi, Pak. Jadi bukan ditarik karena ada perbaikan di kortex dan emang ekonominya juga membaik. Jadi perbaikan
di pajak itu bukan saya nyolong uang orang, Pak. Tapi memang uang Bapak lebih banyak dari sebelumnya. Jadi bayarnya lebih banyak juga. Jadi saya untung. Tapi yang kita inginkan itu. Saya enggak akan merarikan ee tarif pajak atau ee rate-nya, tapi saya akan bikin ekonominya bagus sehingga semua orang banyak duit dan mereka bisa bayar pajak dengan gembira gitu kira-kira, Pak. Oke. Oh, satu lagi, Pak. Satu rahasia kenapa kita bisa apa prestasi apa yang luar biasa kemarin. Defisit enggak bertambah. Kita lihat
tahun lalu defisit enggak bertambah. Tapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari yang didesain. Tiban lalu 5.39, triwan pertama 5.6. Kenapa? Karena kita bisa memanage anggaran dengan lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi. Jadi, pertumbuhan kita di G20 itu nomor dua setelah India dengan defisit yang paling kecil. Jadi sepertinya kita jago banget, Pak I. Jadi, Pak Menteri kan sekarang berbicara tentang two dua engine ya, two engine of the strategy of the growth. Satu engine
pemerintah, satu engine dunia usaha. Nah, sekarang kita tahu dunia usaha kan banyak masalah yang dihadapi ya. masalah perizinan, masalah segala macamlah ya, tentang pungutan liar, tentang semua segala macam. Nah, gimana cara ngatasi supaya to engine strategy ini itu berjalan dengan baik? Sekarang Pak Menteri sudah berasa bahwa di pemerintah one engine government-nya sudah jalan. terbukti dari pertumbuhan yang 20% lebih tadi ya dari government engine, tapi dari swasta engine-nya gimana caranya supaya swasta engine ini bisa 20% juga
sehingga cita-cita Pak Prabowo 8% itu bisa terjadi tanpa ee apa swasta engine ini kan enggak mungkin itu bisa terlaksana. Jadi, Pak waktu tahun 2004 dulu, 2005 2004 lah kita kan dengar itu commanding height pertempuran antara ekonomi dipimpin oleh pemerintah dan swasta. Ternyata dari situ kita lihat 10 tahun zaman Pak SBY itu swasta kira-kira 10 tahun zaman Pak Jokowi pemerintah. Kita lihat mana yang bagus, mana yang jelek. Kalau pemerintah aja 5% kira-kira, kalau swasta aja kira-kira 6%. Sekarang saya
gabung dua-duanya supaya pertumunya bisa makin cepat. Jadi angka 8% itu tinggi memang cuman bukan bukan angka yang mustahil. Kalau sekarang saya sudah bisa mulai melihat gimana cara memperbaiki yang pertama memperbaikinya ya. Pertama saya pastikan swasta bisa tumbuh dengan kecukupan uang di sektor finansial. Setelparius enggak saya rubah apa-apa. itu dengan pemerintah yang lima, dengan yang en aja itu hampir pasti ekonomi kita bisa tumbuh di atas 6%. Nah, untuk menuju ke 8% atau 7/8% kita mesti
aktifkan lagi sektor swasta. Bukan seteris paribus keadaannya kita perbaiki lebih baik lagi dengan cara memperbaiki iklim investasi. Untuk itu pemerintah sudah buat apalah satgas ini ini ini. Tapi yang untuk saya penting adalah satgas di bottom ling di bawahnya itu. Di situ itu lintas kementerian hampir semua menteri menjadi anggota dan semua pelaku bisnis boleh melaporkan ke satgas itu dan kita bereskan. Setiap minggu kita adakan sidang untuk membereskannya itu. Itu banyak yang cover live Pak. Kecuali si NBC yang lain
sih live Pak. Kompas itu metro NBC belum, Pak. Dari situ masyarakat atau bisnismen bisa melihat betapa serius kita memperbaiki iklim investasi. Misalnya contoh yang besar adalah impex, Pak, yang di migas di Indonesia Timur itu sudah sekian tahun enggak jalan-jalan kan, Pak? Izin lingkungannya aja enggak keluar sudah bertahun-tahun, 4 tahun, 5 tahun. Begitu masuk ke Satgas selesai, Pak, dalam satu kali sidang. itu contoh yang besar itu membuat investasi 22 miliar dolar. Yang lain juga kita biarkan seperti itu, Pak. Jadi
itu dan saya juga lebih aktif nanti mengaktifkan lembaga penjamin ekspor Indonesia untuk perusahaan yang ekspor. Saya akan kasih perusahaan-perusahaan yang ekspor oriented bunga yang lebih rendah 5 sampai 6%. N nanti juga SMI ada di sini dirutnya. Saya minta juga untuk membantu pengusaha-pengusaha di sini. Misalnya untuk universitas-universitas, Pak itu kan biasanya bunganya tinggi dikasih ke SME dapat 6% kemarin. Saya turunkan lagi ke 5%. Jadi kita akan kasih akses ke pendanaan untuk perusahaan-perusahaan semaksimal
mungkin. Dari sisi saya, Pak. ya. Beberapa hari ini itu indeks tuh turun dengan sangat drastis. Nah, ya apakah indeks ini masih akan turun? Apakah punya peluang naik ke depannya, Pak Menteri? Peluang naiknya besar sekali karena ekonomi kita akan membaik terus. Dan kami, Pak, Pak Presiden melakukan reformasi ekonomi betul-betul serius, enggak main-main. Saya suruh ke sana sini untuk beresin semuanya. Yang lain juga bekerja sama. Yang jelas pondasi ekonomi akan membaik terus. Dan biasanya kalau ekonominya membaik, indeks akan
cenderung naik. Kalau saya lihat kan dari siklus bisnis kan ekonomi kan ada siklus bisnisnya Pak turun naik turun naik. Masa ekspansi itu sekitar 7 sampai 8 tahun. Kalau kita bodoh, Pak. Kalau pintar bisa 10 tahun. Dari titik terendah sampai tertinggi ekonomi kita itu IHSG bisa naik 4 sampai 5 kali, Pak. Kalau kemarin, let’s say terendahnya 7.000, kalau 4 kali 2.800. Nanti akhir siklus bisnis di tahun 2028, 2029 30. Jadi prospek meningkatnya amat baik. Kalau saya lihat technical analisis jangka pendek ini sebentar udah
sebentar lagi sudah bottom atau mungkin sudah bottom. Jadi teman-teman enggak usah takut ee investasi jangka panjang lihat fondasi ekonomi seperti apa. Selama saya Menteri Keuangannya, fondasi ekonomi akan membaik terus ke depan dan IHSG pasti akan naik secara bertahap. Jadi Anda enggak usah takut. Banyak masyarakat yang menganggap statement-statement Pak Menteri itu terlalu optimis ya dan ee apa namanya ee terlalu ya ee over optimis bahkan gitu. Nah, apa tanggapan Pak Menteri? Itu bukan over optimis, Pak. Itu
calculated move. Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya. Kira-kira emang akan ke sana. Kan kalau teori ekonomi saya sudah apa sudah lulus, Pak. Udah khatam kata Pak ST kan kalau di Ken semua teori ekonomi kita sudah khatam tinggal praktiknya aja. Jadi saya tinggal mempraktikkan semua ilmu-ilmu yang saya peroleh di sekolah maupun waktu di Ken di bawah pimpinan Pak CT. Jadi kalau saya sampai gagal ya apa saya yang salah juga lu ngajarinnya salah ilmunya. Jadi bukan over optimis Pak. Kalau kita
lihat kan orang bilang kita mau hancur tribulan keempat ketika tumbuhnya 5.39 mana yang komentar yang bilang mau hancur itu enggak ada terus bilang tribulan 1 akan hancur ketika 5.6 mereka bilang apa? Datanya palsu katanya. Nanti sekarang kalau tumbuh kencang juga saya lihat dari mobil segala macam arahnya ke atas tadi kan nanti mereka cari alasan yang lain. Tapi saya enggak peduli. Saya akan pastikan tetap ekonomi kita tumbuh dengan baik. Kita pastikan semua musim-musim ekonomi berjalan dengan baik
dengan pengetahuan yang kita punya maupun dari masukan dari Pak CT dan ilmu-ilmu yang saya dapatkan selama saya di Ken. Enggak mungkin gagal. Kalau gagal dia yang salah. Jadi, Saudara-saudara sekalian, saya memang mengenal Pak Purbaya ini sudah lebih dari 20 tahun ya. Kita dulu sama-sama itu membangun ekonomi Indonesia. Ya, mudah-mudahan kita tentu berdoa Pak Purba ini sukses, selamat. Ekonomi Indonesia pun itu cepat membaik krisis globalnya. Hah? Pak, Bapak kok kayak pesimis. Mudah-mudahan harusnya Pak
Purbaya pasti gitu loh. Saya ini kan sudah lengserabon. Jadi tugasnya itu mendoakan gitu ya mendoakan agar yang masih on board itu bisa sukses kan begitu. Jadi ee untuk saudara-saudara sekalian, teman-teman sekalian juga memahami bahwa Pak Purbaya ini sebenarnya tadinya tidak bisa datang ke acara Jogja Financial Festival ini karena ingin menunaikan ibadah haji. Tapi karena sesuatu hal akhirnya ditunda, alhamdulillah bisa ee hadir di tengah kita semua. Ya, tentu kita menghargai. Tapi iseng-iseng nanya,
“Kenapa enggak jadi haji, Pak?” Kenapa enggak jadi haji? Ya, belum saatnya, Pak. Belum dapat inilah. Bukan karena ada sesuatu. Enggak ada, Pak. Salah satunya anak saya enggak dapat visa dua-duanya. Jadi saya enggak tega ninggalin mereka, Pak. I artinya belum belum saatnya, Pak. Yeah.

Komentar