Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Purbaya Membicarakan Tentang Praktik Sangat Licik di Ekspor Batu Bara-CPO, Negara Hampa!

Purbaya Membicarakan Tentang Praktik Sangat Licik di Ekspor Batu Bara-CPO, Negara Hampa!

Pak Purbaya, kita masuk sudah ke hal yang serius sekarang ya. Bapak Presiden pada pidato kemarin pengantar RAPBN menyampaikan tentang satu langkah baru yaitu pembentukan suatu badan atau BUMN khusus untuk mengatur ekspor komoditas tertentu. Sebenarnya apa tujuannya? apa benefitnya ya baik untuk pemerintah ee dunia usaha dan masyarakat. Ini betul-betul pertanyaan serius nih. Emang LPS minta seperti itu pertanyaannya? Enggak. [tertawa] Dan gini, jadi langkah itu keluar ketika Bapak Presiden mendapatkan informasi

bahwa ada banyak under invoicing. Artinya kita atau para pengusaha ngirim barang ke luar negeri, entah batu bara entah CPO, harganya dimainin lebih rendah dibanding harga yang dijual di luar atau kadang-kadang volumenya diturunkan. Jadi mereka boleh dibilang sebagian ee diselendupkanlah. Jadi habis itu beliau nanya ke saya juga tuh, “Coba kamu pelajarin.” Jadi saya periksa 10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia. Saya ambil, saya random pengapalannya ke luar negeri seperti apa. Rupanya

biasanya mereka ekspor dari Jakarta ke Amerika. Tapi enggak langsung mereka lewat ke pedagang perantara di Singapura. Jadi saya periksa pedagang perantaranya perusahaan dia juga. Harganya kita tr harga dari sini ke Singapura itu setengah dari harga dari Singapura ke Amerika. Jadi kalau saya sebagai menteri keuangan saya rugi. Pajak ekspor yang saya peroleh hanya separuhnya. Pajak pendapatan juga separuhnya. Devisa juga lebih sedikit. Devisa lebih sedikit dan diparkir di luar negeri. Tadinya saya pikir ya udah

Pak kita hajar aja kita tegakkan apa pengawasan di lapangan, Bea Cukai dan lain-lain. Bea cukai juga gampang bocor. Jadi Pak Presiden mikir sebaiknya ya udah kita beresin aja sekalian. Kita buat satu lembaga atau badan pengekspor namanya DSI. sekolah danara sumber daya apa Indonesia di mana semua pengekspor nanti hanya bisa lewat situ. Jadi yang jual hanya di itu ke pasar-pasar dunia. Dengan approach seperti itu yang tadi under enforcing segala macam sudah hilang. untuk saya, saya untung income saya bisa naik dua kali lipat

mungkin lebih karena dari income tax, dari pajak ee pengas dan lain-lain, dari ekspor ttung. Dan yang paling penting adalah barang kita tidak diselundupkan ke luar negeri. Jadi nanti untungnya juga dipakai untuk membangun ekonomi kita. Jadi dengan itu saya harapkan kes apa uang saya lebih banyak dan uangnya bisa dipakai untuk membantu program-program pemerintah termasuk pendidikan maupun program-program pembangunan daerah. Jadi langkah Bapak Presiden saya pikir yang amat taktis dan strategis, Pak.

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

Ya. Jadi ini ee adik-adik mahasiswa dan pelajar perlu memahami bahwa langkah ini sebenarnya untuk menghindari yang namanya tadi under invoicing dan transfer pricing ya. Ada dua under invoicing dan transfering yang mengakibatkan ya itu turunnya pendapatan negara dan turunnya devisa yang diterima oleh bangsa Indonesia. Ya, jadi ini pemahaman dan pengetahuan yang perlu dipahami oleh kita semua ya. Nah, jadi tentu nanti untuk jangka panjang ini akan menghasilkan suatu yang lebih baik. Gimana caranya menjaga governance-nya

nanti? Gini, Pak. Saya ulangi, saya jelaskan sedikit, Pak, ya. Kalau sebelum-sebelumnya perusahaan-perusahaan itu bisa melakukan hal itu karena mereka enggak kita enggak bisa deteksi deteksi data di Amerika seperti apa. Saya kembangkan di Bea Cukai itu saya panggil LNSW, lembaga National Single Window. Saya suruh mereka pakai teknologi termodern dari AI untuk pengenalis semuanya dan kita bisa dapat tuh dengan data tentu di sana seperti apa. Jadi sekarang pengusaha-pengusaha itu tidak bisa berbohong lagi. Batubara juga bisa

kita deteksi di India seperti apa, di sini seperti apa. Jadi kita bereskan sekalian pengawasannya. Kawasannya gampang, Pak. Kita awasin aja pegawai DSI-nya. Kalau dia tiba-tiba jadi kaya, kita pecat gitu aja, Pak. Berarti dia terima duit kan. udah satu pintu di sana sudah jelas, di sini sudah jelas. Kalau ada sesuatu pasti di perusahaan-perusahaan itu. Jadi nanti mungkin dari keuangan dan lembaga-lembaga negara lain akan menaruh perwakilan di DSI itu supaya jalannya sesuai dengan yang didesain.

Oke. Nah, yang kedua Pak Berbaya kemarin Presiden juga menandatangani peraturan pemerintah terkait dengan DHE ya. Harusnya kan dulu diumumkan itu 1 Januari sudah harus dilaksanakan. Sekarang sudah kurang lebih hampir 6 bulan tertunda. Kenapa ya tertundanya? Saya duga banyak pelaku bisnis yang melobi sampai ke istana. [tertawa] Jadi bukan presiden ya. Sekeling-sekelingnya ada yang memperlambat. harusnya Januari kan mundur ke Maret, mundur ke April, sekarang Juni. Itu keputusan yang berani dan ee saya

pikir amat baik buat kita kan, Pak. Sebelumnya kan dhe itu defisannya ditaruh di bank-bank apa aja di Indonesia asal dirupiahkan ya. Tapi ternyata masuk ke kita lihat kan defisit kita enggak naik. Seolah-olah kebijakan itu enggak tidak berfungsi sama sekali. Setelah dianalisa kesimpulan Bapak Presiden adalah banyak uang itu masuk ke sini ditulukkan ke rupiah disalurkan ke bank kecil dengan cepat. Segera setelah itu bank-bank itu mengirim ke luar negeri ke Singapura sehingga dolar kita di sini habis. Jadi

Guru SMPN 111 Jakarta Senang dikunjungi Presiden Prabowo: “Anjay Mantap bangga!”

walaupun ekspor kita selalu surplus dolarnya lebih banyak tapi enggak ada dampaknya ke anggaran ke cadangan dewasa kita. Jadi dengan cara menarik ke bankbank negara, bank-bank ee Himbara kan pengawasannya lebih gampang nanti. Jadi kalau bank Himbaranya main-main ya kita pecat direksinya, Pak. Jadi kita harapkan dampak dari devisa hasil ekspor itu ke devisa akan semakin signifikan yang akan memperkuat nilai tukar juga. Jadi teman-teman enggak usah takut tuh yang ribut-ribut nilai tukar akan jeblok

seperti 998. Nanti Juni akan ada suplly dolar yang signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat sampai berapa, Pak Menteri? [tertawa] Kalau BI ditanya itu BI enggak boleh ngomong. Kalau saya suka-suka. Jadi berapa kira-kira akan menguatnya saya ini supaya para pemain palas sudah bisa ngambil posisi ini? Kalau saya bilang pemain palas cepat-cepat juallah. Kita akan dorong rupiah ke arah Rp15.000. Wah, [tepuk tangan][bersorak] kata Pak Presiden, kalau Purbaya masih senyum, ekonomi aman. Nih senyum terus

nih. [tertawa] Enggak, Pak. Ya, kita juga membantu nilai tukar dari sisi pemerintah. Saya masuk ke pasar obligasi supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi. Artinya asing tidak terpaksa harus keluar dari Indonesia karena rugi. Ini sudah berdampak. Jadi walaupun rupiah melemah, yield obligasi, bunga obligasi cenderung menguat eh turun dalam satu minggu terakhir. Karena kita investasi, kita beli obligasi di pasar sekunder. Kalau kita lihat dampaknya harus signifikan juga. asing ee investor asing sudah masuk ke pasar sekunder kita

sudah masuk juga ke pasar primer. Jadi mungkin sekarang sudah hampir 2 triliun lebih masuk situ. Nah kan sekarang tren y obligasi atau government bond negara lain Amerika itu trennya kan menaik sangat signifikan. Nah, tapi kalau lihat obligasi Indonesia itu turun atau menguat, apa enggak takut nanti akan ada eksodus ya asing itu untuk ee membeli ee obligasi-obligasi di luar? Enggak. Walaupun kita cenderung menurun, gap antara yield kita sama yield Amerika masih sekitar 1% lebih kalau enggak salah. Berapa? 1% 2% 1% lebih kalau

enggak salah. Jadi masih ada ruang untuk menurunkan sedikit yang menurunkan lagi gap-nya itu. Jadi enggak apa-apa ini semakin kecil semakin kecil enggak apa-apa. Kalau bisa sama. Kenapa? Karena ekonomi kita bagus sekali sekarang dan ke depan akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Jadi enggak apa-apalah kita dianggap sama kuatnya dengan Amerika. Jadi itu, Pak. Yang penting ketika pertumbuhan ekonomi kuat dan manajemen ee finansialnya bagus, orang semakin percaya ke kita dan mereka akan semakin

Iran Kasih Persiapan Petaka, 5 “Kehancuran Semua” Hantui Amerik Serikat Jika Perang Ronde Kedua Nih Bos

berani berinvestasi di pasar obligasi kita. Apalagi kan sekarang rupiah melemah. Kalau mereka masuk sekarang bisa dua untungnya. Ada capital gain karena ee karena harganya naik atau yield-nya turun. Yang kedua, penguatan nilai tukar. Jadi saya ulangi ulangi lagi ke teman-teman kalau punya dolar jual dolarnya sekarang. Ya, yang punya dolar jual sekarang ya. Jaminan dari Menteri Keuangan. Kalau dolarnya rupiahnya melemah, tagih keselisihnya sama Menteri Keuangan nanti. Ah, saya punya senjata tambahan lagi.

Saya minggu ini jual obligasi asing ee global bond ya, sebagian dolar, sebagian ee euro dan ternyata minat mereka maksi amat tinggi. kita jual mungkin sekitar 3,4 miliar dolar ee Amerika. Artinya 2 miliar dollar dalam ee dolar bond 1,25 itu euro. Jadi kita dolar sekitar 3,4. Kalau itu masuk ke sini minggu depan itu kan tambahan suplai dolar ke ekonomi kita. Jadi saya tekankan lagi rupiah akan menguat. [tepuk tangan] Jadi, Kementerian Keuangan mengeluarkan namanya Global Bond. Global Bond itu adalah surat utang pemerintah Indonesia

di mata uang US DO dan Eropa. Berarti nanti uangnya masuk gitu. Global bond-nya berapa tahun, Pak Menteri? Ada lima ada 10 tahun bervariasi. ya 5 apa 10 ya 5 10 5 tahun 10 tahun tapi gini yang penting adalah ketika orang-orang di Indonesia sih ribut katanya kita mau krisis ternyata asing masih percaya ke kita yield-nya tuh enggak naik artinya mereka menilai ekonomi kita memang betul-betul kuat karena menteri keuangannya purbaya Pak [tertawa] ee Pak Menteri. Nah, sekarang ini ada hal yang dirasakan oleh masyarakat yang

agak berbeda dengan apa yang disampaikan oleh ee lembaga statistik ya. Contoh ya, pertumbuhan ekonomi sekarang itu dilaporkan 5,61%. Lalu inflasi juga rendah. Tadi sudah disampaikan ya. Lalu tingkat pengangguran terbuka turun. Lalu juga ee angka kemiskinan juga turun. Tapi yang dirasakan oleh masyarakat itu inflasi rendah tapi harga-harga naik. Ya, yang dirasakan masyarakat itu kok cari kerja lebih sulit, PHK masih terjadi. Apa sebenarnya yang terjadi? Terjadi semacam gap antara data statistik kita dengan apa yang dirasakan

oleh masyarakat kita? Terus terang, Pak C, saya juga bingung kenapa ada anggapan seperti itu. Setelah saya analisa lebih lanjut, ternyata itu kebanyakan adalah analisa ekonom TikTok. Ekonomi apa? Ekonom di TikTok. Jadi, Pak CT juga rupanya kena pengaruh ekonom TikTok. Jadi, Pak CT jangan kalau lihat TikTok jangan lihat. Oh, ekonomi TikTok. Ekonomi TikTok ya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *