Nah, berdasarkan analisis data logger. Jadi, kereta itu juga ada blackbox-nya, Pak. Ee kami bisa men-download ee dari blackbox-nya kereta api lokomotif KA4B Argo Bromo Angkrek pada tanggal 27 April 202. pengeraian terhadap laju kaa dilakukan secara ber Pak Kepala KNKT saya rasa teman-teman di sini pun disuruh memahami ini juga puyeng Pak puyeng Pak ya benar enggak kawan-kawan pertanyaan kami ringkas saja Pak ini sistem ini terintegrasi gak hasil ee investigasi dari KNKT kalau tadi kan kita lihat dari titik ini ke titik ini.
Ini yang bertanggung jawab terhadap pensinyalan ini. Padahal kereta ini di satu jalur, Pak. Maka semua ini harusnya satu jalur ini begitu ada obstacle sinyal itu harus merah di semua kereta di jalur yang sama harusnya itu loh. Nah, pertanyaan kami Pak yang Bapak dapatkan ini sistem ini sudah terintegrasi semua belum ini? Sudahlah dari meja ke meja lah. Istilah Bapak tadi kan pakai meja tadi. Iya. Iya kan dari dari lapak ke lapak gitulah kurang lebih. Kami lanjutkan sistem pusdalnya di Manggarai, Pak. Mungkin biar biar bisa
nyambung Pakan Bapak. Silakan yang ini kita lewatin saja Pak. memang terlalu apa ee teknis. Tapi sebetulnya Mas Inis, saya ingin menceritakan Mas Sinis itu sudah mulai ngerem di 1,3 km sebelum lokasi tabrakan, Pak. Nah, dia tahunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali ee jalur antara Manggarai sampai Cikampek. Nanti kami kami sampaikan di komunikasinya kenapa hal seperti ini nanti di komunikasi akan lebih jelas, Pak. Lanjut. Berdasarkan hasil wawancara KA Argo Promanggrek, taktis pengeramen dilakukan secara
mempertimbangkan keselamatan terhadap rangkaian kereta yang dioperasikannya kami. Nah, langsung ke berikutnya sebentar, Pak. Ini 1,3 kilo sudah ngerem. Sudah. Ini kereta ini benar-benar aman. Butuh berapa kilo, Pak? pengerim baru aman berhenti. Kalau kembali ke grafik tadi. [berdehem] Nah, kalau dia melakukan pengereman secara maksimal itu kira-kira kurang lebih antara 900 sampai 1000 m, Pak. 1000 m ya. Ini kan 1,3 tadi, Pak. Tapi karena dia tahunya di komunikasi di dari pusat kendali ada temperan di JPL ee 85.
Kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak ee semboyan 35 banyak-banyak klakson, Pak. Jadi Mas Ines tidak melakukan peranan maksimum karena informasi yang diterima dari PK Timur dikit-dikit dan sambil bunyikan klakson. Baik, sekarang gini, Pak, ya. Ini menarik ini. 1,3 kilo sudah ngerem. Sudah, tapi disuruh ngerem dikit-dikit. Iya. Oke. Padahal kalau dia ngerem benar 900 sampai 1 kilo sudah bisa berhenti. Masih ada spis m harusnya, Pak. Nah, sudahlah, Pak. Ini mungkin teman-teman sekalian ini saya men forum
yang terhormat ini kan harus kita baca detail ini penjelasan dari beliau. Kita simpulkan saja, Pak. Ee Bapak bisa enggak jawab pertanyaan saya? Kesimpulan saya bahwa kejadian ini sistem jalan gak menurut kesimpulan Bapak dapat sistem yang ada pengendali ini jalan gak? Berfungsi gak? Itu aja dulu kesimpulan yang Bapak dapat. Coba kami. Nah, Bapak ragu lagi jawabnya. Yang yang ini, Pak untuk komunikasinya dulu, Pak. Nanti Bapak bisa pahami. Iya. Gak Pak gak saya tidak ingin mahami apa yang Bapak jelaskan begitu panjang
gitu loh Pak. Enggak tapi iya kan. Iya. Saya kepengin Bapak simpulkan saja sistem jalan gak? Kalau sistemnya jalan, Pak. Eh, di sana ada kereta tabrak loh. Lu rem pelan-pelan ya. Rem pelan-pelan ya. Rem pelan-pelan nih. Rem pelan-pelan bagaimana? Masa SOP-nya lu rem pelan-pelan ya. SOP-nya masa begitu sinyal gitu loh, Pak. Siap, Pak. Nah, yang saya mau tanya sistem itu sinyal, Pak. Kalau di sana kan jelas. Kalau sinyal merah tetap tetap enggak boleh gerak. Enggak boleh gerak. Sinyal gerak merah tidak boleh gerak.
Ya sudahlah kita simpulkan sinyal hijau. Kan tadi Bapak sudah simpulkan sinyal tidak merah tapi hijau. Iya tadi sudah kita dapat di depan. Oke. Lewat sinyal hijau. Salah nih. Sinyal lu enggak beres. Sekarang dapat informasi di depan ada tabrakan di posisi 1000 300 m. Disuruh rem pelan-pelan. Nah, itu yang saya maksud kemarin, Pak. Ee Pak Menteri Perhubungan gini loh, Pak. Kalau ada istilah pilot itu ada pilot itu bisa mendarat dalam kondisi cuaca gelap, Pak. Dia pakai phyopilot, tapi dia juga bisa mendarat
pakai visual, Pak. Pakai mata. Iya, kan? Iya. Nah, ini ketika tidak kelihatan harusnya kan dia pakai mata visual. Iya. Visual pun visual bisa pakai mata, bisa pakai telinga, Pak. Dikasih tahu di depan ada tabrakan ngerem. Ngerem dong lu berhenti atau apa? Seperti apa tabrakannya? Kalau gua jalan seperti ini, ini enggak kok perintahnya enggak ada seperti itu. Tapi sudahlah cukup, Pak. Sampai di situ saja. Itu sudah masuk ke ranah sebelah itu. Ranahnya Mario ya. Pak Mario. Nah, sebenarnya Pak, kita ingin
kesimpulan saja sebetulnya di sini sistem jalan atau tidak berfungsi atau tidak ya kan. Ini kan yang dikejar ni nanti Pak kan masyarakat pengin tahu nih ini human error atau mal fungsi sistem yang ada di keretanya. Dua hal itu saja, Pak, yang pengin diketahui. Nah, kalau Bapak jelasin secara detail seperti ini, biarlah itu nanti bahan dari KNKT kepada kalau itu berfungsi untuk penegak hukum, monggo silakan. Tapi di forum yang terhormat ini kami pengin tahu, Pak. Ada dua hal yang kami pahami soal ini.
Pertama ini human error bukan adausi dari human eror, Pak. Iya, ada human error bukan. Yang kedua ini ee error sistem bukan. Kan gitu. Kalau error sistem kita gak bisa salahkan orang, Pak. Kan gitu. Nah, ini sudah pasti sistemnya error. Kalau dia hijau pula sudah dikasih tahu. Udahlah hijau dikasih tahu pula dia. Ini sebenarnya bukan hijau merah. Lu berhenti di sana ada tabrakan di posisi 1300 m. Siap. Sebetulnya Bapak enggak usah panjang-panjang karena kami tidak ingin masuk ke investigasinya Pak KNKT. Itu kan nanti bahan digunakan
oleh Menteri Perhubungan pengambil kebijakan untuk memperbaiki sistem yang ada di kereta api. Hasil pemeriksaan Bapak ini berguna bagi Kementerian Perhubungan, berguna bagi PT K sebagai operator. Nanti biarlah di sana Bapak sampaikan. Semua kami pengin dua hal itu saja, Pak. Iya. Kalau sistemnya tidak jalan misalnya, kami akan kejar lagi ini sistem yang dipasang ini terintegrasi apa tidak. Tadi saya sudah katakan ini tidak terintegrasi, Pak. Dari sini dia hanya bertanggung jawab dari titik ini ke titik sana.
Siap. Dengan kecepatan sekian ratus km/h, dengan berat sekian ton. Logika kita, Pak ya. Siap, Pak. Kok dipetak-petak gitu loh sistemnya.

Komentar