Olahraga
Beranda / Olahraga / Skuadnya Membuat MERINDING! Tim Favorit Juara Piala Internasional 2026

Skuadnya Membuat MERINDING! Tim Favorit Juara Piala Internasional 2026

Dulu saat masih kecil ya, kira-kira mungkin seusia jam etes waktu Piala Dunia mau mulai, kita akan berdebat soal siapa yang akan menjuara. Ada yang mengunggulkan Italia, ada yang menjagokan Brazil, ada yang seperti Tok Dalang menjadi peminat nomor satu England. Mangan nih peminat nomor satu England. Ada juga yang random seperti Uncle Ahtong yang mendukung Afrika Selatan. Afrika Selatan mesti menangnya. Masa-masa itu telah lewat. Tapi karena ini menjelang Piala Dunia, Starting Eleven akan mengajak kalian membicarakan

Piala Dunia dan tim mana yang diperhitungkan bakal menjuarainya. Berikut tim-tim yang menjadi favorit juara di Piala Dunia 2026. Kira-kira ada jagoan kalian juga enggak, ya? Terkejut mendengar nama Jepang di daftar ini? Seharusnya sih enggak ya. Selama beberapa edisi Jepang masuk ke daftar kuda hitam. Padahal Samurai Biru layak naik level sebagai tim yang dijagokan juara. Itulah kenapa bahkan federasi mereka JFA belum lama ini menargetkan gelar Piala Dunia. Jepang memang tidak dilatih oleh pelatih asing. Namun justru

karena itu Jepang layak diunggulkan. Selama gelaran Piala Dunia ada sebuah mitos yang seakan nyata bahwa tim yang menjuarai Piala Dunia selalu dilatih oleh pelatih lokal. Soal ini pernah dibahas starting 11 sebelumnya. Well, apakah kali ini saatnya Haji Memorialsu membawa negaranya juara? Jepang juara Piala Dunia bukanlah narasi yang mengada-ngada. Mereka punya skuad yang mumpuni. Nyari semua pemain merumput di Eropa. Hanya ada tiga yang bermain di liga lokal. Mereka adalah Keisuke, Osako, Tomoki, Hayakawa, dan Yuto

Nagatomo. Khusus yang terakhir, sekalipun saat ini merumput di FC Tokyo, tapi dia sosok legendaris yang semua orang tahu bahwa Uto pernah berseragam internasionale. Dengan skuad yang hampir seluruhnya merumput di Eropa, Jepang akan paham gaya bermain tim-tim Eropa ini. Modal bagus karena Eropa adalah benua dengan wakil terbanyak di Piala Dunia kali ini. Sad elit ini akan diramu oleh taktik yang juga elit dari Hajime Moriasu. Setelah dicap kaku, Moriasu beradaptasi dengan memperkenalkan taktik baru, yakni 3421.

Taktik ini bikin Jepang lebih berani lihat bagaimana mereka ngalahin Inggris asuhan Thomas Tuhal. Jepang tak diperkuat Kaurumitoma kali ini, tapi masih punya sejumlah pemain yang tak kalah eksplosif. Masih ada Take Fusa Kubo yang pergerakannya licin. Ada pula pemain sayap State Ramses Keto Nakamura. Namanya tak setenar Mitoma tapi Kaito andalan ReS di League 14 gol yang dicetak Rams musim ini berasal darinya. Kaito punya atribut komplit. Menyerang dia oke, menciptakan peluang dia mantap. dan bertahan dia jago. Itu belum

Emery Sesudah memenangkan gelaran Liga Europa kelimanya usai Aston Villa mengalahkan Freiburg di Akhir!

termasuk Ayas Ueda yang jadi top skor era divisi musim ini. Bagaimana Jepang bisa enggak nih juara? Kita beralih ke tim yang saat narasi ini ditulis baru saja mengumumkan skuad terbarunya. Ya, Brazil. Dari 26 pemain yang akan dibawa Carlo Ancelotti ke Amerika, ada nama Neymar di sana. Pemain 34 tahun itu sempat diragukan bakal dipanggil, tapi ternyata Carleto memilihnya ketimbang Ja Pedro. Tampaknya ini waktu yang tepat bagi pemain Barca ini membawa negaranya juara. Seleku dianggap salah satu kandidat kuat juara.

Ada banyak faktor kenapa klaim itu muncul, tapi cuma satu yang mungkin punya pengaruh besar keberadaan Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia ini sosok yang lekat pada trofi. Hampir semua tim yang dilatihnya mendapatkan trofi. Kuncinya memang tim itu besar dan Brazil jelas tim besar. Ancelotti akan bekerja dengan pemain yang dari orok punya talenta macam Vini, Matius Kya, Casemiro, Neymar hingga Rapael Dias Beloli. Dan itu kesukaannya. Don Carlo kalau melatih tim yang penuh talenta akan enak. Apalagi dia tipe manajer yang

mengedepankan manajemen dan kebebasan daripada taktik dan sistem. Sekalipun bukan berarti Ancelotti tak punya sistem permainan, Brazil mungkin akan didukung sama mitos yang satu ini. Bahwa dalam dua edisi terakhir, juara Piala Dunia berasal dari grup C. Perkiraan probabilitas Brazil buah juara sendiri antara 6 sampai 11%. Tapi Brazil perlu mawas diri karena mereka tidak dilatih orang lokal. Yang nulis narasi ini akan dipecat kalau enggak memasukkan Prancis sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026. Gila,

skuad sebagus itu masa enggak masuk calon juara. Bayangin lu punya Osmane Dembélé, Michael Olise, Desire Dowe, Ryan Cherky, Warren Zer Emerry hingga Marcus Turam dalam satu tim di Deong akan pusing tuh nyusun starting 11. Tapi kalau menurut Mimin sih De Shong enggak usah pusing kan sudah jelas siapa yang bakal jadi trio di lini depan. Dembele, Olise, dan Dowe bisa jadi trio mematikan Prancis di lini depan. Dembele sebagai false n akan membuka ruang buat Dowe yang akselerasi dari kiri. Sedangkan Mr.

Non non chalan akan menusuk dari sisi kanan atau melakukan cut inside seperti di Bayern. Kombinasi lini tengah juga menawan. Deong tak lupa membawa Ngolo Kante sebagai jimat. Kante cukup semenit 2 menit saja dimainkan. Biarkan tugas utama lini tengah dipikul pemain macam Rabio Choameni dan Zerk Emery. Nah, di belakang juga ternyata tak kalah mewah tapi mimin mau noti satu pemain. Dialah Maxen Lecroy tampil apik bersama Crystal Palace. Lecroy akan menambah dimensi permainan. Dengan kedalaman semewah ini,

Semua Negara Raksasa DATANG UNTUK BIKIN GEMPAR! Inilah 4 Debutan Piala Internasional 2026

tak ayal bila Prancis memiliki peluang juara 12,78% menurut Opta. Tapi persentase peluang juaranya Prancis masih kalah dari Spanyol. Opta memprediksi peluang Spanyol juara adalah 16,08% dan ini termasuk paling tinggi. La Furia Roha punya modal juara Euro 2024 lalu. Dari segi skuad pun Spanyol sama lengkapnya dengan Prancis. Dari lini depan hingga belakang semuanya lagi naik daun. Mereka punya dua sayap energik, Lamin Yamal dan Nico Williams di lini depan. Meskipun Yamal dikabarkan cedera ringan, tapi ia diharapkan bisa dibawa

ke Amerika. Menurut Bein Sports, Luis Dela Fuente baru akan mengumumkan skuadnya 25 Mei mendatang. Selain lini depan, Spanyol punya gelandang-gelandang menawan. Salah satunya peraih Balon Door Rodri. Di samping Rodri ada dua gelandang yang sedang on fire di klubnya, Martin Zubim Mendy dan Fabian Ruis. Menariknya, Spanyol era Fuente sangat berbeda dengan Spanyol era sebelumnya. Tidak ada lagi umpan yang bertele-tele. Justru Lavuri Roha bermain lebih vertikal dan cepat. Andalan mereka adalah umpan-umpan diagonal yang

mengarah ke Yamal maupun Williams. Sementara penyerang macam Oyar Zabal akan mengincar tiang dekat dan gelandang seperti Fabian Ruis akan naik hingga kotak penalti lawan. Strategi ini sukses membawa Spanyol juara Euro 2 tahun lalu. Bisa jadi hal yang sama akan diulangi Fuente di Piala Dunia. Jadi siap melihat permainan Spanyol yang lebih cepat dan mungkin kurang indah di Piala Dunia nanti? Sebagai juara bertahan, Argentina tentu masuk kandidat juara edisi ini. Albi Celeste sedang dalam momentum apik.

Selain juara bertahan, mereka juga ke Piala Dunia sebagai juara Kopa Amerika 2024 lalu. Ditambah mereka lolos ke Piala Dunia berstatus juara di kualifikasi zona Konmiball. Itu artinya pasukan Leonorel Scaloni sedang dalam momentum apik. Sang pelatih berhasil membawa perubahan besar di tim. Bayangkan sejak Skaloni datang pada 2018 lalu, Argentina baru menelan sembilan kekalahan. Lebih banyak kekalahan Liverpool musim ini daripada Argentina. Scaloni tidak hanya membangun sebuah tim dengan Lionel Messi sebagai pusatnya,

tapi juga tim yang tangguh dan terlatih dengan baik. Meskipun terkadang menang dengan cara yang kurang elegan, Albis Celeste dianugerahi talenta yang sedang dalam performa apik musim ini. Salah satunya Julian Alvarez. Pemain 26 tahun ini setidaknya mencetak 49 gol dalam dua musim bersama Atletico Madrid. Argentina juga punya striker tajam lainnya dalam diri Lautaro Martinez yang baru mengantarkan Inter meraih double winner domestik. Namun untuk back to back juara adalah tantangan berat buat mereka.

Menelpon Semua Veteran Demi Der Panzer Kembali Semangat! Skuad Legal Jerman Piala Internasional 2026

Sejak Brazil juara dua kali beruntun pada edisi 1958 dan 1962, belum ada lagi tim yang bisa melakukannya. Mungkinkah tahun ini adalah tahunnya Argentina untuk menyamai rekor tersebut? Berikutnya, Jerman. ESPN menaruh Derpanzer sebagai tim kuat ketujuh di Piala Dunia 2026. Jerman dinilai masih menjadi salah satu tim terbaik yang bisa memenangkan ajang ini. Menurut ESPN alasannya karena Jerman dilatih Juliane Gelsman. Kelatih muda ini bukan sosok kaku. Ia dikenal dengan fluiditas taktik yang proven dengan sepak bola modern.

Formasinya cenderung berubah-ubah. Negelsman bisa memakai 433, 4231, atau 4141. Bahkan ia juga bisa menggunakan formasi tiga bek seperti saat melawan Irlandia Utara di babak kualifikasi. Secara hasil juga bolehlah di MCF tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir. Bagus, harus diakui iya. Tapi kalau boleh jujur, mimin ragu Jerman bisa melaju jauh di Piala Dunia nanti. Pertama, karena faktor Negelsman. Betul bahwa ia salah satu pelatih muda progresif saat ini. Namun pengalamannya di kompetisi akbar lintas negara masih

seumur jagung. Edisi 2026 nanti adalah untuk pertama kalinya Negelsman memimpin sebuah tim Piala Dunia dan boleh dibilang ini turnamen akbar kedua setelah Euro. Belum lagi di kompetisi besar terakhir itu Jerman terhenti di perempat final oleh Spanyol. Lihat pengalaman turnamen besar pertamanya saja sudah buruk. Ini berbeda dengan Hoakim Low. Low pertama kali memimpin Jerman di Piala Eropa 2008. Tahu apa yang dilakukan Low? Pelatih yang punya fetis aneh ini membawa Jerman hingga ke final. Lihat, bedakan sama Negelsman.

Memang sih buruknya prestasi Jerman di Euro 2024 tidak sepenuhnya salah pelatih. Namun justru itulah masalah berikutnya. Jerman memang menelurkan pemain-pemain baru, tapi apakah mereka sanggup menjadi tulang punggung tim? Rasanya mengantarkan pemain macam Nick Waltemede dan Kai Hards ke penampilan terbaiknya akan jadi pekerjaan sulit buat Negelsman. Belum lagi pemuda macam Florian Fz. Penampilan FS tidak terlalu memukau di Liverpool meskipun sebenarnya tidak jelek-jelek amat ya adalah efeknya dikit. Pertanyaannya apakah Negelsman

bisa mengembalikan performa terbaik Mas Wiwit? Satu grup dengan Kurasau, Ecuador dan Pantai Gading Jerman. mungkin bisa juara grup, tapi ujian sesungguhnya ada di fase gugur. Sekali lagi, mampu enggak? Jika Jerman ditaruh di peringkat 7uh, Inggris ditaruh di peringkat 4 oleh ESPN. Kebetulan dari segi ranking, Inggris juga berada di peringkat 4 FIFA per 1 April 2026. Terlihat masuk akal menyebut Inggris sebagai kandidat juara. Saat ini tiga singa punya banyak pemain berbakat dan sedang dalam penampilan

terbaik mereka. Kita sebut misalnya Deckllen Rise yang menjadi mesin lini tengah Arsenal. Lalu ada Morgan Rogers yang legit di Aston Villa. Belum lagi Bukayosaka, Tilfoden, dan Jud Bellingham. Mereka juga masih memiliki Harry Ken yang kalau sudah urusan mencetak gol tak mengenal istilah libur. Sampai narasi ini ditulis, Inggris belum mengumumkan skuadnya. Tapi kita bisa melihat gambaran bagaimana tim ini akan dilatih Thomas Tuhel. Ya, Inggris memilih Tuhel sebagai pelatih. Pria kelahiran Chrombatch ini ditunjuk untuk

mengoptimalkan tim yang bertabur bintang. Pengalaman Tuhel dalam turnamen sepak bola sistem gugur dengan tekanan tinggi. Ia pernah menjuarai Liga Champions menjadi alasan kenapa FA menunjuknya. Ujian pertama sukses. Tuh membuktikan kelayakannya dengan membawa Inggris ke Piala Dunia. dengan memenangkan seluruh pertandingan di babak kualifikasi. Tapi Tuel masih punya PR dan ini cukup rumit. Selama dilatihnya, Inggris memang selalu menang, tapi tidak ketika menghadapi negara non Eropa. Inggris kalah dari

Senegal, imbang dari Uruguay, dan terakhir kalah dari Jepang. Masalahnya Inggris tidak hanya bertemu Kroasia di fase grup, tapi juga akan bertemu Ghana dan Panama. Inggrisnya tuh pernah kalah dari wakil Afrika dan sialnya juga belum pernah ketemu wakil konkekeval yang kedua, Kroasia pernah mengalahkan mereka di semifinal 2018. Menurut banyak media, Inggris kandidat juara. Tapi ingat, ini Inggris, Bung. Terakhir Portugal. Yang benci Cristiano Ronaldo pasti akan sewet mendengar Portugal masuk daftar ini. Tapi biarin,

pembenci tetaplah pembenci. Sejujurnya ketimbang Inggris dan Jerman, mimin lebih menjagokan Portugal. Kenapa? Alasannya jelas karena skuad yang mumpuni dan prestasi terkini. Boleh dibilang skuad Portugal sekarang adalah generasi emas. Mereka punya pemain yang sedang dalam pick performance. Salah satunya Bruno Fernandez. Gelandang King MU. ini baru saja menyamai rekor Ongri dan De Bruina sebagai pemain dengan asis terbanyak di Liga Inggris dalam semusim. Bahkan mungkin saat kamu nonton video ini, Bruno sudah melampaui rekor itu.

Selain Bruno, ada fitinya. Gelandang yang dikenal punya kecerdasan taktis, kemampuan mengatur tempo dan akurasi umpan yang rancak bana. Selain Vitinya, rekannya di PSG, Jai. Belum lagi Nuno Mendez di sektor bek sayap dan Ruben Dias di backk tengah. Di depan tak usah khawatir, selain Abang Ronaldo, Portugal punya Rafael Leao. Jangan lupakan juga Bernardo Silva, andalan Pep Guardiola di Manchester City. Portugal juga punya identitas taktik yang kuat di tangan Roberto Martinez. Pelatih asal Spanyol ini

membawa Selo Dasinas menjauh dari pragmatisme kaku. Dengan menerapkan skema 352 yang fleksibel, para pemain diberi kebebasan dalam posisi. Martinez juga memanfaatkan kemampuan inverted atau bergerak ke tengah dari back sayap macam Ja Cancelo atau Nuno Mendez sehingga menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah. Lalu pemain tengah macam Bruno Bernardo dan Vitinya dipakai untuk mendikte permainan. Lewat strategi ini, Portugal dibawanya juara UEFA Nation League 2025. Kita akan lihat apakah strategi yang sama efektif di

Piala Dunia. Martina sendiri juga sedang mengejar rekor pribadi. Sejauh ini paling jauh ia hanya bisa membawa Belgia juara 3 di edisi 2018. Mungkinkah tercapai? Kita lihat nanti. Nah, itulah tadi tim-tim yang difavoritkan bakal menjuarai Piala Dunia 2026. Ada tim jagoanmu Football Lovers, atau kamu punya tim lain yang juga layak dijagokan? Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *