Siapa sih yang mengira klub ini bisa nongol di final Europa League? Hampir enggak ada, Bro. Bahkan kayaknya fans mereka sendiri [musik] sampai syok melihat tim kesayangan bisa melaju sejauh ini. Tapi sepak bola adalah olahraga yang tidak mudah [musik] untuk ditebak dan Freburg membuktikan itu. Namanya tidak seterkenal rival-rivalnya di Bundesliga. [musik] Namun tak dinyana Freburg bisa tampil di final Eropa. Bayern Munchen aja enggak [musik] bisa begitu dengan skuad yang super mewah. Dalam beberapa hari ke depan mereka akan
melakoni [musik] final Europa League melawan Aston Villa. Hari bersejarah yang rasanya belum tentu akan terulang lagi dalam beberapa tahun ke depan. Sebelum menuju pertandingan, [musik] rasanya menarik untuk mengulas sisi unik dari klub yang logonya mirip dinosaurus Jurassic [musik] Park itu. Lantas apa yang menjadi keunikan dari Freburg? [musik] Benarkah mereka adalah klub yang dibiayai secara patungan dari fans? [musik] Mau kalian cari sampai ke ujung dunia pun rasanya tak ada satuun media olahraga yang menjagokan Freburg sebagai
finalis Europa League. Apalah Freburg jika dibandingkan dengan peserta lainnya macam AS Roma, FC Porto atau Olympic Long. Bahkan dibandingkan dengan sesama tim Jerman yang main VFB Stuttgart, Freburg [musik] enggak ada apa-apanya. Tapi karena tidak diunggulkan itulah Freburg justru tampil nothing tulus. Tampil pertama kali di Europa League dengan format baru. Mereka mempertontonkan kualitas dengan beberapa kali membuat tim ternama kesulitan. Freburg menumbangkan FC Utreh dan Oji Sinis serta menahan bolonya.
Mengumpulkan 17 poin dari 8 laga. Freburg lolos otomatis ke-16 [musik] besar di posisi ketujuh. Setelah memasuki babak gugur, Freburg boleh dikatakan hoki karena tidak bersinggungan dengan lawan yang berat. Di fase 16 besar mereka comeback atas geng dan menang agregat 5-2. Nah, sesuai dengan bagan, Freburg bisa saja bertemu Olimpik Long. Tapi tak dinyana, raksasa Prancis itu malah keok di tangan Celta Vigo dengan Agrega 3-1. Bertemu Celta yang secara kualitas di bawah mereka di perempat final, Freburg tanpa kesulitan
membungkam mereka dengan agrega telak 6-1. Hoki masih berlanjut karena di semifinal mereka bisa saja ketemu Real Betis. Musim lalu Real Betis adalah finalis Conference League dan masih diperkuat pemain jago dari negeri [musik] Samba. Siapa lagi kalau bukan Antoni. Namun di luar Nurul, Braga mengandaskan perlawanan Los Ferdi Blancos dan menjadi musuh Freburg di empat besar. Memang betul di lag pertama Freburg harus mengakui keunggulan tim yang bukan dari Bandung itu. Untungnya stok hoki mereka masih [musik] tersisa
sehingga membalikkan keadaan jadi 4-3 di kandang sendiri. Jika melihat peta kekuatan Freburg saat ini, banyak orang mungkin akan terheran-heran dan bertanya, “Kok bisa mereka menembus final dengan skuad seperti ini? Hampir tidak ada bintang besar yang menghiasi daftar pemain mereka. Nama-nama yang paling sering muncul di media pun cukup terbatas. Hanya Noah Atuubolu, kiper muda 23 tahun yang digadang-gadang sebagai calon penjaga gawang masa depan timnas [musik] Jerman. Kemudian Matias Ginter bek veteran yang pernah membela
klub besar [musik] seperti Borussia Dortmund dan Borussia Monseng Gladbah serta Maximilian Philip penyerang lubang yang juga sempat berkarir di Borussia Dortmund. Namun di balik minimnya sorotan media, Freiburg memiliki barisan pemain underrated [musik] yang kontribusinya amat berharga musim ini. Sebut saja Igor Matanovic, bomber baru asal Kroasia yang dibeli dari entra Frankfurt dengan harga 6,7 [musik] jutao. Sejauh ini pemuda 23 tahun itu tampil tajam dengan torehan 12 gol di semua kompetisi. Selain itu ada Yuito
Suzuki penyerang lincah asal Jepang yang didatangkan dari Bron B. dan memberikan dimensi baru dalam penyerangan tim. Keduanya menjadi bukti kecerdasan Freburg dalam berburu bakat potensial yang tidak terdeteksi radar klub raksasa. Satu nama yang tak boleh dilupakan tentu saja sang maestro [musik] Vincenzo Grivo. Sayap kiri, veteran ini telah menjadi roh permainan tim sejak pertama kali bergabung pada tahun 2015. [musik] loyalitas dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Selengkapnya tentang sang pemain, kamu bisa menonton video
starting 11 story sebelumnya. Saat ini Grifo resmi menyandang status sebagai top skor sepanjang masa klub dengan koleksi 108 gol. Meski tampil tanpa label tim bertabur bintang, kolektivitas Freburg justru menjadi kekuatan mematikan yang membawa mereka hingga ke partai [musik] puncak. Skuad Freburg memang tidak mengkilap, tapi di tangan Julian [musik] Custer, tim ini menjadi kuda hitam yang diperhitungkan. Pelatih muda berusia 40 tahun ini mampu menyulap tim yang kurang diperhitungkan menjadi kesatuan yang kompak dan kompetitif.
[musik] Rahasia utamanya terletak pada kedekatannya dengan identitas klub. Skuster adalah sosok yang benar-benar memahami kultur tim ini luar dalam. Sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia ke pelatihan, [musik] ia merupakan mantan pemain yang membela Freburg sejak 2008 hingga 2018. Selama satu dekade tersebut, ia bahkan turut berjasa mempersembahkan dua gelar juara Bundesliga 2 bagi [musik] publik stadion Europa Park. Setelah memutuskan untuk gantung sepatu, Skuster tidak langsung menghilang dari sepak bola. Ia menimba
ilmu menjadi asisten dari [musik] Christian Strage, pelatih senior legendaris yang telah lama menjadi ikcon Freburg. Ketika Strage memutuskan untuk mundur pada akhir musim 2023-2024, Skuster dipercaya naik jabatan menjadi pelatih [musik] utama. Hasilnya terhitung mengagumkan. Sejak mengambil alih posisi [musik] kepemimpinan, ia berhasil mengangkat performa Freiburg yang sebelumnya sempat terombang-ambing kembali bersaing di 10 besar Bundesliga. Bukti kehebatannya terlihat musim lalu di mana Freburg
sukses finish di posisi [musik] kelima klasemen dan berhak mengamankan tiket otomatis ke Europa League. Tren positif tersebut terus berlanjut hingga musim ini di [musik] mana Skuster tidak hanya berhasil membawa tim melangkah ke partai final yang pertama, tetapi juga menjaga stabilitas [musik] performa di Bundesliga. Frebur kini berpeluang besar untuk kembali berkompetisi di panggung Eropa [musik] musim depan, tepatnya di ajang Conference League. Meskipun namanya sedang diperbincangkan, belum banyak
yang mengetahui sejarah berdirinya Freburg. Klub ini berdiri pada 30 Mei 1904 yang mana terbentuk dari hasil penggabungan beberapa klub lokal. Berbasis di Kota Freburg, negara bagian Beden Wenberg letak geografisnya tergolong unik karena berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan Prancis dan [musik] Swiss. Perjalanan mereka sebagai sebuah klub tidaklah mudah. Setelah melewati berbagai perubahan nama hingga kekacauan selama Perang Dunia 2, klub ini akhirnya dibentuk kembali dengan nama Sport Club Freiburg pada
tahun 1952 sebagai awal era baru bagi mereka. Sejak era Bundesliga dimulai, Freburg membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni [musik] sekitar 30 tahun untuk pertama kalinya mencicipi kasta tertinggi pada musim [musik] 199394. Sosok yang paling berjasa membawa tim ini promosi adalah Volker Vinke, seorang pelatih legendaris di kancah sepak bola Jerman. Di bawah asuhan Ve, inilah Freburg pernah membuat kejutan [musik] besar. Pada musim 199495, mereka hampir saja mencetak sejarah dengan menjadi juara liga. Freburg
bersaing ketat di papan atas, namun [musik] sayangnya harus puas finish di posisi ketiga. Hanya terpa poin saja dari sang juara Borussia Dortmund. Setelah melewati masa keemasan di akhir era 90-an tersebut, perjalanan Freiburg mulai mengalami pasang surut [musik] yang cukup drastis. Terutama setelah kepergian Finke, mereka lebih banyak dikenal sebagai tim yoyo yang sering bergonta-ganti kasta antara Liga utama dan Liga kedua. Memasuki era 2000-an, Freburg tercatat tiga kali mengalami siklus naik turun atau terdegradasi dari
Bundesliga ke Bundesliga 2. [musik] Sepanjang 122 tahun berdiri, Freiburg pernah menjadi rumah bagi beberapa pemain yang di kemudian hari menjadi nama tersohor. Kalian masih ingat sama Papis Demba Chise enggak? Kalau yang rajin nonton Premier League pasti [musik] enggak asing sama pemain asal Senegal ini. Memang betul nama Chise melambung saat dirinya berseragam Newcastle United, tapi [musik] ia meniti awal karir bersama Freburg. Bergabung pada 2010, Cise pernah mencatatkan rekor sebagai pemain Afrika tertajam di
Bundesliga dengan 22 gol pada 2010-11. Jumlah tersebut menempatkannya di peringkat kedua top skor musim itu setelah [musik] Mario Gomez. Kemudian ada Ritsudowan, winger kanan eksplosif [musik] timnas Jerman yang pernah merumput di sini dari 2022 sampai 2025. Sebelum merapat, Doan lebih dulu bergabung dengan PSV dan meraih titel KNVB Bak Becker. Sekalipun tak memberikan piala di Freburg, pemain 27 tahun tersebut tetap berhasil mencuri hati para penggemar. Dan yang tak boleh kelewatan kalau ngomongin mantan pemain
Freburg wajib ada nama Hoakimlo. Betul. Pria yang di kemudian hari jadi pelatih Jerman saat juara dunia 2014 itu [musik] adalah legenda hidup Freburg. Lebih dari sekedar legenda, Low adalah top skor ketiga sepanjang masa klub dengan 83 gol. [musik] Saking cintanya sama klub ini, L sampai berlinang air mata saat menonton Freburg mencapai final Europa League. Bayern Munchen atau Borussia Dortmund boleh punya akademi yang dikenal dan jadi kebanggaan Jerman. [musik] Tapi jangan salah, Akademi Freiburg juga tak kalah menghasilkan
pemain-pemain potensial. Bahkan alumni mereka ada yang sampai [musik] diburu oleh klub-klub besar Eropa. Football yang sering nonton starting [musik] 11 News pasti ngerti kalau Nikos Clutterback bolak-balik masuk berita rumor transfer itu. Karena doi yang sekarang membela Borussia Dortmund memang lagi dikejar-kejar para raksasa seperti Real Madrid dan Liverpool. Scutterback jelas tidak bisa seperti sekarang ini jika tanpa didikan dari Akademi Freburg. Masuk pada 2017, Clutterback ditempah menjadi bek tengah
yang tangguh, disiplin, hingga bisa mencetak gol. Selain scutterback, ada beberapa jebolan akademi Freiburg lain yang punya nama di sepak bola Eropa, sebut saja Oliver Bowman dan Kevin Shade. Ada sisi unik yang dimiliki oleh Akademi Freburg dan jadi ciri khas mereka bersumber dari pandit Football. Sejak berdiri pada 2001, Akademi Freiburg tidak hanya mengajarkan teknik [musik] sepak bola, tapi juga menjadi sekolah tambahan. Para murid akan mendapat mata pelajaran formal yang mendukung kegiatan akademik mereka.
Sistem ini berlaku karena klub punya data kalau 80% alumni Akademi Freburg tidak menjadi [musik] pemain profesional. Mereka melanjutkan kegiatan akademik dengan masuk ke perguruan tinggi. Untuk itu, mata pelajaran formal diberikan sebagai bekal masa depan jika murid akademi nantinya tidak menjadi pemain profesional. Oh ya, kalian bingung enggak kenapa judul video ini klub kere yang menolak kaya? Judul itu bukan clickbait kok. Sebab memang begitulah adanya yang terjadi pada Freburg. Jadi gini, mereka
merupakan klub yang terbentuk [musik] sebagai EV. atau trener fer [musik] apa tuh maksudnya min? Penjelasan mudahnya itu merupakan asosiasi atau perkumpulan sukarela yang diakui secara resmi di badan hukum Jerman. Perkumpulan ini umumnya bertujuan bukan mencari keuntungan komersial [musik] dan didirikan oleh minimal tujuh anggota. Di Jerman, istilah ini sering muncul pada klub olahraga, komunitas hobi, atau organisasi nirlaba. Jadi garis besarnya Freburg adalah klub yang 100% [musik] kepemilikannya dipegang
oleh member. Mirip-mirip sama sistem Sokios di Barcelona gitu deh. Per Oktober 2025, Freburg memiliki sekitar 79.000 member yang memegang kendali penuh atas arah kebijakan klub. [musik] Dalam model EV, setiap member Freburg memiliki hak suara dalam rapat umum tahunan. Mereka berhak memilih siapa saja orang yang kompeten menjadi pejabat [musik] klub, salah satunya Presiden Club. Status Freburg sebagai EV membuatnya unik dibanding kebanyakan klub Jerman [musik] lainnya. Freburg adalah salah satu klub model selain
Shalke Nulvie, [musik] Mans 05 dan Union Berlin. Dikutip Dzevele, di Jerman ada regulasi 50+1 [musik] di mana member diwajibkan punya mayoritas hak suara yaitu setidaknya 50% saham plus satu suara. [musik] Itu artinya investor eksternal hanya diperbolehkan memiliki saham maksimal [musik] 49%. Contohnya ada banyak dari Bayern Munchen, Borussia Dortmund sampai Werder Bremon. Nah, Freburg termasuk klub yang tidak 100% melaksanakan regulasi itu. Di satu sisi mereka mendukung 50 plus 1 karena klub Jerman harus tetap menjadi
milik supporter. Bukan sekedar alat bisnis investor. Tapi di sisi lain, Freburg tidak ingin saham mereka dimiliki investor sepeser pun. [musik] Bagi mereka komersialisasi berlebih dapat mengikis nilai-nilai tradisional klub. Karena 100% dikuasai oleh member sumber pemasukan Freburg murni berasal dari iuran per tahun. Nominal iuran ini dibuat tetap terjangkau. [musik] Member di bawah usia 24 tahun hanya membayar 20 euro per tahun. Sementara dewasa atau 25 tahun ke atas membayar 40 euro per tahun. Bayangin saja ketika tim
[musik] lain di Bundesliga mulai menerima investor asing dan menjadi kaya raya, Freburg tetap [musik] setia sebagai EV karena hanya mengandalkan duit iuran, pendapatan mereka terbilang kecil. Musim lalu pendapatan Freiburg hanya 162,8 jutao. Ini menjadi salah satu yang terkecil di Eropa bahkan tim-tim papan atas di Bundesliga lainnya. lantaran pendapatannya kecil, Freburg harus efisien dalam pengeluaran. Mereka tidak pernah memaksakan membeli pemain mahal. Alih-alih mereka justru lebih memilih mengembangkan pemain muda dan akademik.
Tayal mengutip Fotmob pengeluaran mereka untuk transfer dalam tiga musim terakhir rata-rata di bawah 40 juta euro. Menariknya lagi, Freburg adalah tim yang anti utang bank alias [musik] Zero Bank Lee abilities. Final Europa League melawan Astonville akan digelar di Istanbul pada [musik] 21 Mei waktu Indonesia. Tapi tahukah kamu kalau ini merupakan prestasi terbaik Freburg sepanjang sejarah di [musik] kompetisi Eropa? Sejak terlahir Freiburg pertama kali masuk kompetisi Eropa pada UEFA Cup 199596. [musik]
Tapi baru juga babak pertama mereka sudah takluk dari Slavia Praha. [musik] Jauh sebelum bisa ke final, prestasi tertinggi Freiburg di Eropa adalah dua kali beruntun masuk 16 besar Europa League. Edisi 2022-2023 mereka bertekuk lutut dari Juventus. Sedangkan di musim berikutnya dijinakan West [musik] Ham. Dengan statistik begitu tak salah kalau fans Freburg merayakan keberhasilan [musik] ke final dengan pesta meriah sehari semalam. Aston Villa memang lawan yang di atas kertas lebih berpengalaman dan
berkualitas dibanding Freburg. Apalagi mereka dilatih oleh pawangnya Europa League alias [musik] Unai Emery. Meski begitu, ada secerca harapan bagi Freburg untuk menjadi tim Jerman berikutnya yang menjuarai Europa League sejak [musik] entra Frankfurt musim 2022-2023. So, mungkinkah Freburg dicatat sebagai juara baru Europa League?
Komentar