Bayern Jerman akhirnya resmi mengumumkan skuadnya [musik] untuk Piala Dunia 2026. Tapi ada yang aneh, sejumlah pemain muda tidak dibawa Julian Egelsman. Malahan banyak pemain veteran yang menghiasi [musik] daftar. Termasuk salah satunya adalah kiper guide yang sudah lama gantung [musik] sarung tangan. Saat negara-negara lain banyak mengerahkan bintang muda, Jerman malah sebaliknya. Negelsman lebih suka memanggil om-om senior untuk perhelatan Piala Dunia 2026 nanti. Lantas seperti apa penampakan skuad
Piala Dunia Jerman? Benarkah skuad ini dipilih demi menghapus aib masa lalu? Simak [musik] ulasan selengkapnya berikut. [musik] Akhirnya penantian panjang masyarakat Jerman selesai juga. Pada Mei 2026, timnas Jerman resmi mengumumkan skuad mereka untuk Piala Dunia 2026. Tapi seperti biasa, Jerman memang maunya beda sendiri. Bukannya bikin poster keren atau video [musik] cinematik penuh api-api, di FB malah memperkenalkan pemain lewat foto dan video masa [musik] kecil mereka. Ya, calon lawan mereka disuruh lihat
dulu muka bayi orang-orang yang nanti siap menghancurkan mimpi negaranya. Kans itu langsung menarik perhatian [musik] publik Eropa. Ada yang menganggapnya hangat dan emosional, tapi ada juga yang bilang bahwa Jerman [musik] sebenarnya sedang mencoba mengingatkan kembali jati diri mereka. Jujur, anggapan kedua adalah anggapan yang paling pas dengan kondisi Jerman. Pasalnya kita tahu seperti apa nasib Jerman di dua Piala dunia terakhir. Dermanser kelihatan seperti sebuah mesin tempur usur yang sudah lapuk di mak
usia. Jerman sepertinya berusaha mengembalikan identitas menakutkan dalam diri mereka. Secara performa, Jerman sebenarnya datang ke [musik] turnamen ini dengan kondisi cukup meyakinkan. Di sepanjang persiapan menuju [musik] Piala Dunia 2026, pasukan Julian Negelsman tampil jauh konsisten dan perapi-api untuk bisa lolos ke Piala Dunia. Jerman lolos sebagai juara grup A dengan catatan [musik] sekali kalah. Dari semua nama yang diumumkan, satu sosok yang paling mencuri perhatian tentu saja adalah Manuel Neyar.
Kiper berusia 40 tahun itu resmi batal pensiun dan kembali memperkuat timnas Jerman [musik] untuk Piala Dunia 2026. Bahkan lebih gila lagi, Negelsman langsung menunjuknya [musik] sebagai kiper utama Dar. Padahal sebelumnya Oliver Bauman mulai dipercaya [musik] sebagai penerus. Banyak fans juga merasa era Neuer sebenarnya sudah selesai. Sebuah powing di Jerman bahkan menunjukkan mayoritas suporter lebih memilih Ben sebagai [musik] starter. Namun Michaelsman tetap keras kepala. Ia percaya pengalaman Neuyor masih terlalu
mahal untuk dibuang. Alasan comeback ini juga cukup menarik. Menurut beberapa laporan pemain senior Jerman sendiri yang meminta Neuer kembali. Mereka merasa skuad muda Jerman masih kurang sosok [musik] pemimpin di ruang ganti. Ditambah lagi performa Neuer bersama payan musim ini dianggap masih [musik] sangat menawan terutama di Liga Champions. Sebelumnya banyak yang [musik] percaya kalau titah Neuer sebenarnya akan diturunkan pada Mark Andre Terstan [musik] tapi ternyata kiper yang kini memperkuat Girona itu malah cedera
parah. Walau kini sudah kembali bugar, Nagelsman masih ragu membawanya. Maka dipanggillah Neuer sekali lagi ke pantas Piala Dunia. Neyu sendiri sudah menyatakan diri pensiun pada 2024 lalu. Om-om veteran Poen ini sadar kalau eranya sudah habis. Ia memberikan kesempatan kepada kiper-kiper muda Jerman. Tapi 2 tahun setelah itu eh malah dipanggil lagi. Y apa boleh buat kalau begitu? Kalau kita mundur 2 tahun lalu, Jerman sebenarnya sudah pernah melakukan hal serupa. Waktu itu Nichelsman memanggil kembali Tony Cru yang sebetulnya sudah
memutuskan untuk gantung sepatu. Seperti Neyar kurus akhirnya menjawab panggilan Der Pancer. Gelandang Real Madrid itu menuntaskan misi terakhirnya sebelum benar-benar pensiun. Hasilnya memang sih Jerman [musik] gagal juara tapi kehadiran Cruz mampu memberi warna buat timnas Jerman Besutan Gelsman. Cruz menjadi motor penggerak serangan Daria [musik] laga. Jerman pun dibawa sampai ke babak perempat final. Nah, selangkah mereka terhenti [musik] tatkala persua Spanyol. Kini pola itu kembali. Di satu sisi
kembalinya bintang besar seperti Neyor memberi kesan nostalgia yang sangat kental. Kehadirannya juga membawa ketenangan buat [musik] setiap fans Jerman karena akhirnya ada abang-abangan yang bisa diandalkan di turnamen besar. Tapi ini justru membawa sinyal bahaya yang lebih besar. Coba pikir, kalau Jerman terus-terusan memanggil para veteran, artinya negara ini gagal melakukan [musik] regenerasi. Kemarin Cross harus dipanggil lagi untuk mengisi lini tengah yang tak bisa berjalan [musik] maksimal. Sekarang
giliran kiper. Pertanyaannya, Jerman ini mau sekedar nostalgia, butuh abang-abangan, atau sebetulnya regenerasi mereka gagal? [musik] Sinyal bahaya soal regenerasi itu makin [musik] kentara kalau kita melihat skuad Jerman secara keseluruhan. Memang ada sejumlah pemain muda macam Alexander Pavlovi, Malik Tiao, Maximilian Ber atau Florian Rid. Tapi skuad Jerman ini masih didominasi oleh muka-muka lama alias para veteran terdahulu. Dari posisi kiper yang paling muda saja adalah Alexander Nobel. Usianya sudah 29 tahun. Di sektor pack,
Nichelsman masih memakai Antonio Rudiger yang sebetulnya di Real Madrid performanya enggak bagus-bagus amat. Usianya juga sudah 33 tahun. Joshua Kimi 31 tahun juga masih terlihat di skuad. Maju ke gelandang, di sinilah muncul nama yang tak kalah mencengangkan. Leon Goreska kembali mendapat panggilan untuk mengisi sektor midfield Jerman. Padahal dibay saja Goreska sudah mulai banyak kehilangan menit bermain. Sebagai informasi Goreska ini sepantaran [musik] Kimy. Usianya sudah 31 tahun. Negelsman
malah tidak membawa Sergei Kenabri ke dalam skuadnya. Alih-alih ia membawa Leroy Sane yang musim ini cuma mencetak tujuh gol di Liga Turki. Semua keputusan ini rasanya mengejutkan karena ada beberapa nama yang sebetulnya layak. Misal Noah atau Bulu dari Fberg, Yan [musik] Bisek dari Inter atau Kevin Shada dari Branf. Demone Gelsman punya alasan yang cukup kuat terkait pemilihan pemainnya. Menurutnya, ini adalah komposisi yang paling pas secara pengalaman [musik] dan fleksibilitas taktik. Menurutnya, ada
beberapa pemain Jerman yang performanya menurun di akhir-akhir musim. Inilah yang membuat Negelsman akhirnya memilih muka-muka lama. [musik] Semua keputusan ini sebenarnya berakar dari [musik] satu ketakutan besar. Jerman tidak mau lagi menjadi aib Eropa. Bayangkan saja negara dengan empat trofi Piala Dunia [musik] justru gagal lolos fase grup dalam dua edisi beruntun. Itu bukan sekedar kegagalan, [musik] itu penghinaan bagi sejarah sepak bola Jerman sendiri. Kalian masih ingat [musik] kan apa yang
terjadi pada Jerman di dua edisi Piala Dunia terakhir? Kita mulai dari 2022 dulu deh. Waktu itu pasukan Ansiflik ketol-ketolnya melakukan [musik] protes karena Qatar melarang gerakan pelangi. Para pemain Jerman bahkan menyampaikan protes itu dengan gestur tutup mulut sebagai isyarat pembungkaman. Tapi apa hasilnya? Jerman malah tampil memalukan di fase grup. Bahkan di laga pertama Jerman sudah kena pongkeng sama abang-abangan kita bang Jepang. Ya, itu terjadi tepat saat pemain Jerman ngasih gestur tutup mulut. Niatnya sih protes
eh malah beneran dibungkam. Jelas, Bang anime. Mundur 4 tahun berikutnya, kita juga pasti masih ingat apa yang terjadi di Rusia. Waktu itu catatan Jerman bahkan lebih memalukan. Jerman finish sebagai juru kunci grup ya. juru kunci di laga terakhir mereka bahkan menyerah tanpa syarat 2-0 melawan Korea Selatan [musik] yang waktu itu masih dilatih coach kesayangan kita, Shintayong. Dua edisi lalu adalah aib. Maka dari itu kalau bisa memperbaiki aib masa lalu, maka sekarang adalah waktunya. Squad Jerman memang terlihat seperti
kumpulan pemain yang sudah usul. [musik] Tapi jangan salah, justru skuad usur inilah yang sudah kenyang pengalaman. Lagi pula yang begini lebih [musik] baik kan daripada harus gimik-gimik seperti 4 tahun lalu. Jadi itulah dia ulasan mengenai skuad [musik] timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Lalu menurut kalian apakah langkah ini akan jadi awal kebangkitan Jerman atau justru [musik] Jerman sudah mulai terlihat telat melakukan regenerasi? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya. Like videonya kalau kalian suka.
Subscribe [musik] channel Starting Leven Moment dan jangan lupa nyalakan notifikasinya supaya kalian enggak ketinggalan setiap [musik] update serta bahasan-bahasan menarik seputar sepak bola lainnya. Terima kasih dan sampai jumpa. [musik]

Komentar