NEW YORK — Demis Hassabis, pendiri Google DeepMind sekaligus penerima Hadiah Nobel Kimia, menyampaikan proyeksi terbaru mengenai garis waktu pencapaian Kecerdasan Buatan Umum (Artificial General Intelligence / AGI). Dalam profil eksklusif yang dirilis oleh The Wall Street Journal (WSJ), Hassabis mempercepat estimasi kehadiran AGI menjadi hanya dalam kurun dua hingga tiga tahun ke depan.
Proyeksi ini menandai akselerasi signifikan dari perkiraan sebelumnya yang ia sampaikan awal tahun, di mana ia memperkirakan AGI membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun. Hassabis menegaskan bahwa perkembangan pesat dalam arsitektur model AI dan riset sains terus mendekatkan teknologi ini ke titik krusial.
Tolok Ukur “Tes Einstein” dan Fokus pada Penemuan Obat Lewat Isomorphic Labs
1. Tolok Ukur Kognitif: “Tes Einstein”
Hassabis mendefinisikan AGI sebagai sistem komputer yang mampu menyamai seluruh rentang kualitatif kemampuan kognitif otak manusia. Guna menguji tingkat kecerdasan AGI secara obyektif, ia mengajukan indikator khusus yang disebut “Tes Einstein”:
-
Pengujian Teori Baru: Pengujian apakah sistem AI yang hanya dibekali literatur ilmu pengetahuan hingga tahun 1901 mampu memformulasikan secara mandiri makalah-makalah ilmiah revolusioner Albert Einstein dari tahun 1905 (Annus Mirabilis).
-
Eksplorasi Sains Mandiri: AGI tidak hanya berfungsi sebagai alat pencari informasi, melainkan mampu memicu terobosan sains baru yang belum pernah dirumuskan manusia.
2. Terobosan Medis Melalui Isomorphic Labs
Selain kepemimpinannya di ekosistem AI Google, Hassabis menaruh perhatian besar pada Isomorphic Labs, perusahaan rekayasa obat berbasis AI hasil pemisahan (spin-off) dari DeepMind. Perusahaan ini menargetkan untuk memulai pengujian obat pertama hasil rancangan kecerdasan buatan pada manusia menjelang akhir tahun ini, guna membuktikan manfaat langsung AI dalam dunia kesehatan global.
“Tujuan utama kami sejak awal adalah membangun AI untuk memahami ilmu pengetahuan, kemudian memanfaatkannya demi memecahkan masalah-masalah terbesar manusia,” ungkap Demis Hassabis kepada The Wall Street Journal.
Pandangan Mengenai Pengawasan Keamanan dan Regulasi AI Global
Di tengah optimisme pengembangan teknologi, Hassabis juga menyoroti pentingnya tata kelola dan tata tertib keselamatan AI (AI Safety):
-
Pentingnya Regulasi Tepat Sasaran: Ia memperingatkan bahwa regulasi yang dirancang secara keliru (wrong regulation) justru lebih berbahaya ketimbang tidak ada regulasi sama sekali, karena dapat menghambat inovasi sains tanpa menyelesaikan risiko teknis mendasar.
-
Dukungan Lembaga Pengawas Independen: Hassabis mengusulkan pembentukan badan pengawas industri yang didukung pemerintah untuk melakukan evaluasi teknis pada model-model AI garis depan (frontier models) sebelum dirilis ke publik.
Comment