Bisnis
Beranda / Bisnis / Rupiah Tembus 17.600+, Ahli Mengingatkan Sangat Pentingnya Sinergi Fiskal dan Moneter

Rupiah Tembus 17.600+, Ahli Mengingatkan Sangat Pentingnya Sinergi Fiskal dan Moneter

Ada ada yang bilang sampai bilang gini, “Ini jangan sampai rupiah 17.845 merdeka dong kita, Pak.” Katanya gitu. Ada juga yang Pak seperti yang Mbak Wahyu sama Kakama bilang, “Pertemu ekonomi 5,61% Pak. Kok bisa sih rupiahnya segini gitu kan. Nah, kalau Mbak Wahyuat bilangnya ee Mbak Wahyu melihatnya gimana?” Karena kan Pak bilang kita jangan lihat dari pergerakannya, tapi saya tuh fokus ke stabilitasnya. Mbak Wi melihatnya seperti apa? Ee gini, Bank Indonesia itu kan otoritas

moneter. Jadi memang menjaga nilai tukar ya rupiah dalam hal ini itu memang ada di ranahnya Bank Indonesia. Tapi satu hal bahwa nilai tukar rupiah bukan berarti kemudian pergerakan nilai tukar rupiah itu satu-satunya ada di pundaknya Bank Indonesia karena banyak hal yang mempengaruhi. Salah satunya misalnya dengan kondisi fiskal. Jadi ee kita sih lihat beberapa waktu terakhir sudah integrasi integrasi sinergi antara otoritas ee yang masuk juga dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia itu

kan ee mereka setiap setiap saat juga bertemu untuk ee bauran kebijakannya nanti akan seperti apa. Tapi itu dia pasar itu salah satunya juga melihat kalau tadi kita lihat misalnya fundamental sudah oke tetapi kemudian ada kekhawatiran dari pasar soal kondisi fiskal Indonesia. He. Jadi kemudian perlu kebijakan juga nih di sisi fiskalnya seperti apa. Jadi kalau misal ditanya rupiah gimana? Ah bukan wilayah saya. baiknya sih enggak begitu karena memang banyak faktor yang ada di situ. Nah, satu hal kalau bicara

soal RDP yang di Komisi 11 DPR kemarin hari Senin, ada satu hal yang ee membuat kita Oh, ternyata begitu yang disampaikan bahwa Bank Indonesia itu fokusnya adalah menjaga stabilitas ee utamanya rentangnya tuh dalam 20 hari. Iya. Ada dalam tanda kutip toleransi bahwa pergerakan itu sampai 5,4 ya. 5,4 apa 5,7% 5,7. Itu berarti masih dianggap koridornya adalah koridor aman, stabil stabil. Masalahnya kalau kita hitungannya seperti itu dan kita tarik ke year to date dari awal tahun misalnya ya. Kalau

kita seperti itu gimana? Misalnya 20 hari pertama di bulan Januari rupiahnya ee terdepresiasi 4,5%. Oke, kategorinya berarti masih dianggap itu aman. Tapi setelah itu 20 hari berikutnya 4,5 lagi. Setelah itu misalnya 20 hari berikutnya ada 3% itu kalau dihitung kan jadi jadi banyak gitu. Data per 18 Mei berarti ini per hari Senin siang karena kebetulan hari Senin siang kemarin em saya coba lihat satu-satu perbandingan di Asia Tenggara. Oke. Mata uangnya Indonesia per tanggal 18 ya ini ee 18 siang waktu Indonesia Barat

Lengkapnya Jejak Luke Mahony: Mengapa Prabowo Restui WNA Jadi Bos PT DSI, Mengurus Ekspor SDA Satu Pintu Saja

itu Indonesia 17.671. He itu rupiah melemah 5,65% year to date. He. Yang pelemahannya lebih dalam dari kita adalah rupe India. Pelemahannya 6,57% year to date. Sekarang kita lihat Asia Tenggara. Asia Tenggara Peso Filipina 4,6% koreksi. Kemudian eh B Thailand itu koreksinya 3,58%. Lebih luas lagi di eh di Asia itu Korea U itu minus e 3,89%, yen, Jepang -1,39%. Vietnam itu juga koreksi dolar Vietnam tapi hanya minus 0,2%. Ringgit Malaysia menguat 2,15% year to date. Dolar Singapura menguat 0,46% year to

date. Wow. Dolar Singapura. Dolar Singapura ini per 18 Mei siang ya. Ee saya belum breakdown lagi update-nya per hari ini karena ini angka ketika rupiah 17.600, Selasa pagi, Selasa siang itu sudah 17.700. Jadi terus ee lemah ya turun ya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *