dan harga komoditas dunia lainnya. Prospek pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 diperkirakan akan lebih rendah menjadi 3%. Sementara tekanan inflasi global meningkat menjadi sekitar 4,3%. Respon kebijakan moneter global juga menjadi lebih ketat. Bahkan sejumlah bank sentral mulai menaikkan kebijakan suku bunganya. Suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat, Fed Vanrid diberikan juga tidak akan turun hingga akhir tahun 2026. Bahkan juga terdapat kemungkinan akan naik pada 2027 dengan inflasi yang masih tinggi di Amerika
Serikat. Himbalah hasil atau YEL US Treisuri yang telah naik ke 4,66% untuk tenor 10 tahun dan 4,11% untuk tenor 2 tahun pada tanggal 19 Mei 2026 diperkirakan akan naik lebih tinggi didorong oleh defisit fiskal yang membesar. Di pasar keuangan global, memburuknya kondisi global tersebut mendorong berlanjutnya pelayanan modal keluar dari berbagai negara termasuk negara emerging market ke aset yang memberikan imbal hasil tinggi dan aman safe heaven aset khususnya obligasi Amerika Serikat. Perkembangan ini juga
mendorong kuatnya indeks dolar Amerika Serikat dan menimbulkan tekanan pelemahan baik terhadap mata uang negara maju DXY maupun mata uang negara berkembang ADXY. Terus memburutnya prospek perekonomian dan pasar keuangan global mengharuskan penguatan respon dan sinergi kebijakan ekonomi ee nasional khususnya kebijakan fiskal dan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Di dalam negeri, momentum peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus diper pertahankan.
Sebagaimana kita ketahui, pertumbuhan ekonomi ee meningkat dari 5,39% pada trulan 425 menjadi 5,61%. Pada tiulan 1226 ditopan oleh kuatnya permintaan domestik baik konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, maupun juga investasi. Ke depan pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap baik ditopang oleh optimalisasi belanja pemerintah yang bersinergi erat dengan bauran kebijakan bangun desa termasuk pelonggaran kebijakan makrodisel dan kebijakan sistem pembayaran untuk turut mendukung kegiatan ekonomi digital dan keuangan
inklusif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diperkirakan berada dalam kisaran 4,9 sampai 5,7%. Kinerja neraca pembayaran Indonesia perlu terus diperkuat di tengah memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global. Surplus neraca perdagangan barang turun dari 7,6 miliar dolar Amerika Serikat pada tiruan 4225 menjadi 5,5 miliar dolar Amerika Serikat pada triwulan 1226. Sementara itu, aliran modal pada triwulan 1226 tercatat net on outflow sebesar 0,8 miliar dolar Amerika Serikat. Perkembangan ini perlu direspon dengan
penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah dan bangun desa sehingga kinerja neraca pembayaran dapat terus mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional dan sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dalam menghadapi gejola global. Dari sisi Bank Indonesia, suku bunga sekuritas rupiah Bank Indonesia SRBI dinaikkan menjadi 6,21%, 6,31% dan 6,45% masing-masing untuk tenor 6, 9 dan 12 bulan pada tanggal 13 hingga tanggal 13 Mei 2026. Berbagai respon kebijakan yang ditempuh dapat mendorong kembali masuknya
investasi portofolio asing yang pada truran 2226 mencatat net inflow sebesar 5,5 miliar dolar Amerika Serikat. Data hingga 18 Mei 2026. terutama ditobang oleh aliran masuk modal asing ke SRPI dan SBN didorong oleh meningkatnya imbal hasil. Posisi cadangan di wisata Indonesia pada akhir April 2026 tetap terjaga sebesar 146,2 miliar dolar Amerika Serikat setara dengan pembiayaan 5, bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan dewisa ini berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan Bang Nisa memperkirakan defisit transaksi berjalan 2026 dalam kisaran defisit 1,3% sampai dengan 0,5% dari PDB. Karena karenanya penguatan sinergi kebijakan pemerintah dan bangsa perlu terus diperkuat untuk meningkatkan surplus neraca modal dan finansial guna menjaga ketahanan eksternal perekonomian nasional dan sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dalam menghadapi gejola global. Bangunesa terus memperkuat kebijakan stabilisasi
nilai tukar rupiah dengan berbagai instrumen untuk menghadapi memburuknya gejola global di tengah tingginya permintaan musiman valas domestik. Seperti dikemokan sebelumnya, gejolak global mengakibatkan pelarian modal keluar dari emerging market termasuk Indonesia dan kuatnya nilai tukar kuatnya dolar Amerika Serikat sehingga memberikan tekanan yang besar pada pelemar rupiah. Hampir semua negara termasuk nilai tukar rupiah. Di domestik permintaan valas pada triwulan 2226 meningkat cukup tinggi dipengaruhi oleh
faktor musiman antara lain untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bangun terus meningkatkan intensitas intervensi valuta asing baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri OPSORE maupun transaksi sport dan DNDF di Pasar Negeri. Ansor. Struktur suku bunga instrumen moneter juga diperkuat dengan kenaikan suku bunga SRBI seperti disebutkan sebelumnya untuk menarik aliran masuk investasi portofolio ASI. Bangsa juga memperkuat kebijakan transaksi valas melalui
penyesuaian trashul beli tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying peningkatan trhole jual dnd forward serta peningkatan threshold beli dan jual swap yang berlaku sejak April 2026. Selain itu, Bank Indonesia memperluas instrumen operasi monitor valuta asing dengan instrumen sport dan swap dalam valuta offsore Chinese Renimbi CNH terhadap rupiah dan perluasan transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal local currency transaction. Nilai tukar rupiah pada 19 Mei 2026 tercatat sebesar Rp17.700.
per dolar Amerika Serikat atau melemah 2,2% point to poin dibandingkan dengan level akhir 2026. Ke depan Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Inflasi indeks harga konsumen terjaga rendah dan ke depan perlu terus dikendalikan dari dampak memburuknya gejola global agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus- 1% pada tahun 2026 dan 2027. Seperti diketahui inflasi
IHK pada April 2026 tercatat sebesar 2,42% lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,48%. Seluruh komponen inflasi baik inflasi inti, volatile food maupun ader prices semua terkendali rendah. Ke depan melonjak tingginya harga minyak dan kenaikan harga komoditas lainnya akibat gejola global dapat berdampak pada kenaikan harga-harga dan tekanan inflasi di dalam negeri. Di samping kenaikan harga-harga impimport, imported inflation, tekanan inflasi dapat berasal dari kenaikan harga-harga yang diatur
pemerintah administer prices, termasuk kenaikan harga energi non subsidi. Karenanya di samping stabilisasi nilai tukar rupiah, Bangun Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter guna menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus- 1% pada 2026 dan 2027. Busa juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam tim pengendalian inflasi baik pusat maupun daerah melalui penguatan implementasi gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera GBIPS. Penguatan kebijakan moneter Bank Risa
terus ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, terkendalinya inflasi dalam sasaran dan memperkuat stabilitas perekonomian. Seperti dijelaskan di atas, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar offsor NDF maupun intervensi di pasar domestik baik spot DNDF serta pemberian SPN dari pasar sekunder. Didukung dengan penguatan kebijakan transaksi pasar valas dan perluasan instrumen operasi moneter valas. Kebijakan suku bunga BI ditempuh agar tetap konsisten dengan
upaya untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mencapai sasaran inflasi sebesar 2,5 plus- 1% pada 2026 dan 2027. Kebijakan ini didukung oleh penguatan strategi struktur suku bunga instrumen operasi moneter dengan kenaikan suku bunga SRBI seperti dikemukakan di atas sebagai bagian dari stabilisasi nilai tukar rupiah. Pemersa juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter promarket untuk mendorong peningkatan aliran masuk modal asing ke dalam negeri sehingga mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah. Posisi
instrumen moneter srbi pada 18 Mei 2026 tercatat sebesar R21,88 triliun dengan kepemilikan nonresiden yang meningkat menjadi Rp221,59 triliun atau 24,04% dari totaling sehingga turut mendukung upaya menjaga stabilisasi nilai tekar rupiah. untuk menjaga kecukupan likiditas di pasar uang dan perbankan dan sekaligus sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Bank Indonesia juga membeli SBN yang pada tahun 2026 data hingga 19 Mei 2026 mencatat Rp140,57 triliun termasuk pembelian di pasar sekunder
sebesar Rp73,28 triliun. Pemberian SPN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mempertahankan kredibilitas kebijakan moneter. Sejalan dengan kebijakan ekspansi likuiditas moneter yang ditempuh bangsa, jumlah uang beredar tumbuh lebih tinggi. Uang primer M0 pada April 2026 tumbuh sebesar 14,1% lebih tinggi dari 11,8% bulan sebelumnya. Demikian juga pertumbuhan uang beredar dalam arti luas
M2 pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,7% lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,7%. dari faktor yang mempengaruhi pertumbuhan uang beredar terutama karena ekspansi moneter, ekspansi ee fiskal pemerintah, maupun juga peningkatan penyaluran kredit. Ke depan pertumbuhan uang beredar akan terus dikelola sehingga tetap konsisten menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan banknesa dan pemerintah. Kebijakan makrusan longgar terus ditempuh melalui optimalisasi kebijakan
insentif likuiditas makrus KLN untuk mendorong peningkatan kredit pembiayaan perbankan ke sektor prioritas hingga Minggu pertama Mei 2026. insentif kebijakan liitas makrel yang disalurkan kepada bank-bank tercatat besar yaitu sebesar 42,4,7 triliun. Kebijakan insentif likuiditas makro tersebut disalurkan kepada bank-bank dan juga sektor-sektor yang mendukung program Asta cita pemerintah termasuk sektor pertanian, hilirisasi industri, sektor jasa, sektor UMKM, perumahan rakyat maupun juga koperasi inklusi dan
berkelanjutan. Ke depan bangsa akan terus memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroel. untuk terus mendorong kredit dan pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perlu terus diperkuat. Kredit perbankan pada April 2026 tumbuh sebesar 9,98% lebih tinggi dari 9,49% pada bulan Maret 2026. Ke depan Banga memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada tahun 2026 tetap terjaga pada kisaran 8 sampai 12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya
fasilitas pinjaman yang belum digunakan undisbes loan sebesar R2.551,4 R51,4 triliun atau R2,57% dari plafon kredit yang tersedia. Likiditas perbankan juga lebih dari cukup tercatat seperti rasio alat liquid yang sebesar 25,39% dari dana pihak ketiga. Efisiensi sebuah perbankan juga dapat ditingkatkan di mana pada April 2026 suku BA kredit tercatat sebesar 8,73% dan suku bunga deposit 1 bulan sebesar 4,16%. Ke depan bangun terus memperkuat implementasi kebijakan makrubel yang akomodatif dengan penguatan kebijakan
yang longgar pada berbagai kebijakan makrubisel dan juga bersinergi erat dengan pemerintah dan KSSK termasuk untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Ketahanan perbankan tetap kuat untuk memitigasi risiko dampak dari perang di Timur Tengah. Hal ini ditandai dengan likuiditas perbankan yang lebih dari cukup, kapasitas permodalan yang tinggi, maupun risiko kredit yang tetap rendah. Sebagaimana tercermin, kecukupan modal capital adequ ratio 25,09% rasio non performing loan yang rendah 2,14% bruto dan 0,83%
neto. Hasil stresas Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah dan tentu saja akan terus didukung dengan sinergi erat dalam KSSK bersama pemerintah bangsa, OJK, dan LPS. Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada April 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,1 5,1 miliar transaksi atau tumbuh 42,86%
pada April 2026. Demikian juga penggunaan Kris itu juga meningkat pesat yang tumbuh tinggi 108,43%. Transaksi retail melalui BIVAS juga meningkat pesat. Demikian juga transaksi wholesale melalui BITJS. Jumlah uang yang rupiah, uang kartta yang diedarkan juga dijaga cukup tumbuh 14,61%. Stabilitas sistem pembayaran juga tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri ee yang sehat. Seluruh infrastruktur sistem pembayaran Bank Indonesia terjaga aman dan handal. Demikian juga
konsolidasi industri juga terus ditingkatkan sejalan dengan penerapan peraturan Bank Indonesia PBI 10 ee nomor 10 tahun 2025 tentang pengaturan industri sistem pembayaran Indonesia. Bang Risa juga terus memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia termasuk yang terdepan. terluar dan terpencil berdasarkan assesment menyeluruh kondisi ekonomi global, kondisi ekonomi Indonesia dan juga berbagai risiko-risiko yang tadi ee telah kami sampaikan, rapat Dewan Gubernur Bangunesa
pada tanggal 19 dan 20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan piirit sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Suku bunga deposit fasility naik sebesar 50 basis poin menjadi 4,25% dan suku bunga landning facility naik sebesar 50 basis poin menjadi 6%. Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah preemtif untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran
2,5 plus- 1% yang ditetapkan pemerintah. Keputusan ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter pada 2026 pada stabilitas pro stability untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak global. Sementara itu kebijakan makroel dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung pertumbuhan prout. Kebijakan makroion longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektoril dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem
keuangan. Kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi digital dan keuangan inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran. Bauran kebijakan moneter, makrusal, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjatan tersebut juga didukung dengan langkah-langkah kebijakan sebagai berikut.
Pertama di bidang moneter, memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5 plus- 1% dengan satu meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah melalui terak transaksi non delivery forward di pasar luar negeri maupun transaksi sport dan domestik non delivery forward dnd di pasar domestik. Dua, meningkatkan struktur suku bunga instrumen monet promarket sejalan dengan kenaikan birit
untuk tetap menarik aliran masuk investasi portofolio asing ke aset keuangan domesik. Dan ketiga, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan memastikan pertumbuhan uang primer lebih dari 10% double digit sesuai dengan ekspansi moneter termasuk melalui transaksi pembelian surat berharga di pasar sekunder secara terukur. Kedua, di bidang kebijakan makrobriel, bangsa terus memperkuat pelonggaran kebijakan makrobisel untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas dan mendorong intermediasi perbankan
termasuk dari aspek pembiayaan financishing nonkredit maupun pendanaan funding non DPK dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan melalui satu pelonggaran kebijakan rasio intermediasi makrobis rem melalui perluasan cakupan dan penguatan kriteria surat berharga surat berharga syariah korporasi yang dimiliki dan diterbitkan oleh bank yang digunakan sebagai dasar perhitungan rem. Kebijakan ini berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 yang detailnya ada di dalam lampiran siaran PES ini. Dua, peningkatan kebijakan insentif
likuiditas makro dengan memberikan tambahan insentif paling tinggi sebesar 0,5% dari TBK untuk bank yang memenuhi nilai RIM sesuai dengan rentang yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Namun belum memanfaatkan insentif maksimum KLM sebesar 5,5% berlaku efektif 1 Agustus 2026. Detailnya ada di lampiran dua. Nomor tiga, penguatan sinergi lebih lanjut dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk semakin mendorong kredit pembiayaan lebih tinggi baik dari sisi penawaran perbankan maupun dari sisi permintaan dunia usaha melalui
program percepatan intermediasi Indonesia. Finisi nomor 4, publikasi asesmen transparansi suku bunga dasar kredit SBDK dengan pendalaman pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang menjadi cakupan KLM. Detail ada di lampiran ketiga. Ketiga, di bidang sistem pembayaran bangsa memperkuat implementasi langkah-langkah digitalisasi sistem pembayaran sesuai dengan bluebrain sistem pembayaran Indonesia BSPI 2030 untuk semakin memperluas kegiatan ekonomi digital dan keuangan inklusif melalui nomor satu perluasan program Q.
Indonesian Standard Cris Jelasah Indonesia tahun 2026 dengan target merchan sebanyak 47 juta pada tahun 2026 guna meningkatkan aktivitas ekonomi keuangan digital yang inklusif termasuk UMKM. Pelaksanaan krisis antar negara Indonesia Tiongkok sebagai upaya perluasan konektivitas pembayaran digital lintas negara setelah kesuksesan konektivitas Kris dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Nomor penyelenggaraan Pusat Inovasi Digital Indonesia PD DIA dan Hakaton melalui program
pelatihan tingkat lanjutan untuk semakin memperluas penciptaan kewirausahaan dan usaha digital inclusif, digital business entrepreneurship baik di bidang jasa keuangan, UMKM, maupun layanan umum sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. baru dan perluasan lapangan kerja. Kebijakan yang keempat adalah memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui implementasi penurunan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underline menjadi 25.000 000 US per pelaku per bulan yang mulai berlaku Juni 2026 guna mendukung stabilitas nilai
tukar rupiah dan pendalaman pasar keuangan domestik. Kebijakan kelima, mempercepat implementasi pendalaman pasar uang dan pasar valas sesuai dengan blueprint pendalaman pasar uang BPPU 2030 untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui nomor satu perluasan lebih lanjut transaksi dalam valuta offsore Chinese rem CNH terhadap rupiah dengan instrumen spot dan shop di pasar AR valas domestik sejalan dengan semakin meluasnya penggunaan mata uang lokal local currency transaction untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan
investasi. Nomor dua, perluasan keikutsertaan perbankan dalam transaksi offsor NDF jual valas terhadap rupiah di pasar luar negeri bagi dealer utama pasar uang dan pasar valas yang memenuhi persyaratan Bank Indonesia. Keenam, memperkuat pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar Amerika Serikat yang tinggi melalui koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan OJK. Kebijakan ketujuh, memperluas kerja sama internasional di area kebankentralan termasuk konektivitas sistem pembayaran
dan transaksi menggunakan mata uang lokal. serta memfasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait. Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik. sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite
Stabilitas Sistem Keuangan KSSK juga terus diperarat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asita pemerintah. Demikian pokok-pokok hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19 dan 20 Mei 2026 dalam siaran PR yang bertajuk BI rate naik 50 basis poin menjadi 5,25% memperkuat stabilitas mendorong pertumbuhan ekonomi. Demikian ee rekan-rekan media dan Pak Deni monggo silakan dipandu untuk sesi tanya jawabnya. Silakan Pak Deni. Baik, terima kasih Bapak Gubernur untuk
pemaparan hasil RDG pada siang hari ini. Selanjutnya kita akan memulai sesi tanya jawab. Sudah ada beberapa pertanyaan dari teman-teman media yang mohon izin kami bacakan. pertama terkait dengan arah kebijakan Bank Indonesia ini disampaikan oleh Agus Kompas, kemudian juga Grace Bloomberg dan juga Gea Reuters. Pertanyaannya adalah setelah menaikkan BI rate, bagaimana arah kebijakan Bank Indonesia ke depan? Kemudian nomor dua, bagaimana langkah lanjutan kebijikan moneter jika pelemahan nilai tukar ini masih
berlanjut? Selanjutnya yang terkait inflasi dari Magdalena RRI. Pertama, bagaimana dampak pelemahan rupiah pada imported inflation terutama untuk bahan baku industri dan bahan pangan yang masih impor. Kemudian yang kedua, bagaimana langkah Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi khususnya di tengah risiko elnino yang berpotensi mempengaruhi pasokan pangan di daerah. Selanjutnya terkait dengan pembatasan valas dari Arijal CNBC. Bagaimana dampak kebijakan penurunan trash hot valas tanpa underlying menjadi
50.000 dan nanti menjadi 25.000. Kemudian mengenai kredit ada pertanyaan dari selfie kontan. Bagaimana proyeksi kinerja perbankan sepanjang tahun 2026 setelah BI Red naik? Dalam kondisi suku bunga tinggi, sektor apa yang menurut Bank Indonesia masih memiliki potensi kuat mendorong pertumbuhan kredit hingga akhir tahun? Kemudian mengenai kris dari IRA Info Bank. Bagaimana update transaksi krisis baik dari dalam negeri maupun cross border hingga saat ini. Terakhir mengenai uang palsu dari Aris Voi.
Bagaimana langkah Bank Indonesia untuk mencegah dan memberantas maraknya uang palsu. Demikian Bapak Gubernur, Bapak, Ibu anggota dewan Gubernur untuk dapat direspon. kami persilakan, Pak. Terima kasih ee Pak Ramdani dan juga terima kasih rekan-rekan media yang ee telah menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat ee bagus eh baik dari Mas Gus Kompas, Grace, Blumberg, Ge Ruter, demikian juga Magd Magdalena RRI mohon maaf. Kemudian Arijal CNPC, eh Selfie Kontan, Ira Infobank, dan Aris Voice of Indonesia. Saya akan merangkum jawaban
eh secara pokok-pokoknya dari pertanyaan Mas Agus GR Ge arah kebijakan Bank Indonesia. Saya rangkum juga pertanyaan Makdalenya RRI untuk inflasi dan sebagian dari saya lebih kontan mengenai kredit. Nanti saya undang Bu Deputi Guber Senior dan rekan-rekan anggota dewan guber yang lain, Bu Aida, Bu Fili, Pak Ricky, dan Pak Thomas untuk menyampaikannya ee lebih detail ee berbagai pembahasan. Eh, ada empat hal yang ingin saya tekankan untuk menjawab pertanyaan dan sebagai dasar pertimbangan bagaimana dalam 2 hari ini betul-betul
dewan gubernur dengan seluruh pimpinan Bangisa membahas secara mendalam perkembangan terkini. Berbagai informasi untuk prospek perkiraan ke depan. berbagai risiko-risiko kita berdebat panjang termasuk bagaimana merumuskan kebijakan. Ingin kami tegaskan dalam perumusan respon kebijakan termasuk kenaikan birit kami betul-betul mempertimbangkan secara masak dan terukur dan betul-betul bagaimana kita mengutamakan stabilitas ketahanan eksternal di tengah gejola global. dengan tetap turut mendukung pertumbuhan
ekonomi bersinergi erat dengan pemerintah. Yang pertama adalah hubungan kenaikan suku bunga birit dan SRBI dengan stabilitas nilai tukar rupiah dan melandasi kenapa Bank Indonesia dengan keputusan kebijakan ini meyakini bahwa rupiah akan stabil dan akan menguat. Insyaallah nanti di bulan Juli Agustus itu akan menguat. Nah, tadi saya kami jelaskan kenapa rupiah itu melama. Dalam berbagai kesempatan saya sampaikan kenapa nilai tukar rupiah itu under value? Mestinya itu rupiah itu akan menguat dengan defisit transaksi
berjalan yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, dan berbagai indikator-indikator fundamental ekonomi kita. Saya sering mengatakan ada dua faktor utama kena yang memberikan tekanan pada pelemahan rupiah. Satu adalah gejolak global yang betul-betul sulit diprediksi. yang tadi saya jelaskan gejolak global dari rentetan kebijakan tarik hingga kemudian perang di Timur Tengah dengan harga minyak yang tinggi, pertumbuhan yang global yang menurun, inflasi global yang naik, arah suku bunga moneter di
berbagai negara yang cenderung ketat, termasuk fedfarid, suku bunga yil US reserue yang meningkat tinggi dan dolar yang menguat. itu faktor yang memberikan tekanan kepada pelemban nilai tukar di hampir seluruh dunia termasuk rupiah. Di samping ee tekanan global saya sampaikan bahwa secara musiman bulan-bulan April, Mei, dan Juni itu memang permintaan valas domestik itu tinggi. di bulan April tahun ini ada kebutuhan untuk ibadah haji umrah termasuk juga mularan ee untuk ee sebagian bunga maupun pokok
utang luar negeri. Berikut juga pada bulan Mei dan kemudian bulan Juni juga pembagian-pembagian ee dividen. Sehingga itu yang kemudian kondisi global yang mengakibatkan kapital outflow di tengah permintaan valas domestik hingga Juni memang itu masih tinggi. Dan karenanya kenapa Bank Indonesia telah memberikan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Saya sudah sering jelaskan intervensi falas bangun Indonesia itu intesnya kita tingkatkan tidak hanya di dalam negeri maupun juga around the
wsore non delivery forward memang itu eh menurunkan cadangan diwisa yang kami kumpulkan pada saat-saat inflow yang besar dan dengan tetap menjaga kecukupan cadangan devisa sehingga tentu saja kami intervensi dalam jumlah besar dan menurunkan cadangan divisa. Kami juga telah menaikkan suku bunga SRP yang tadi kami sampaikan dalam 2 bulan terakhir kami naikkan suku bunga SRDI dan karena itu ee berhasil mendorong eh portfolio inflow yang di turunan satu terjadi outflow yang besar dan kemudian di kita balikkan menjadi inflow dan
mendukung ptabilisasi nilai tukar rupiah itu. Sehingga kami meyakini dengan penguatan ini akan memperkuat kata-kata memperkuat sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan terus melakukan intervensi dengan kenaikan birit juga dengan perubahan struktur suku bunga SRBI. kami meyakini dan inflow akan tetap besar ee ke dalam negeri dan tentu saja akan mencukupi kebutuhan permintaan ee valas di bulan Juni yang masih ee cukup besar. Tapi dengan berkurangnya, dengan berkurangnya permintaan balas
dalam negeri di bulan Juni, kenapa kami meyakini ini akan stabil di bulan Juni dan akan cenderung menguat pada bulan Juli dan Agustus? Kalau kita melihat history itu memang ee ee rupiah itu ee mendapat tekanan April, Mei, Juni, tapi akan menguat di bulan Juli dan Agustus. Jadi untuk pertanyaan tadi Mas Agus Kompas, GR Bloomberg eh Gea router eh ini kami meyakini rupiah akan stabil dan cenderung menguat ke depan. Yang kedua, itu poin yang pertama. Poin yang kedua adalah tentu saja dampak gejolak global terhadap kenaikan
harga-harga di dalam negeri. Dari bulan per bulan kami memantau bagaimana kenaikan harga minyak, harga komoditas dunia terhadap harga-harga di dalam negeri termasuk harga-harga impor tadi yang ditanyakan oleh kawan-kawan baik dari Magdalena ee RRI maupun yang lain. Kenaikan harga minyak dunia dan harga komoditas ee dunia lainnya gimanapun juga akan berpengaruh terhadap harga-harga di dalam negeri. Karena Indonesia membutuhkan berbagai barang luar negeri, bahan impor, baik bahan baku maupun material dan itu akan
menaikkan harga-harga import di dalam negeri imported inflation. Demikian juga eh harga energi non subsidy akan berpengaruh kepada inflasi. Oleh karena itu, nomor dua, kenapa tadi kami sampaikan kenaikan ini tidak hanya memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, tapi untuk menjaga inflasi 202627 akan terkendali dari dalam kisaran sasaran 2,5 plus- 1% yang ditetapkan pemerintah. Kami membuat berbagai skenario dan yang realistis. Dan kami meyakini dengan kenaikan Bate 50 bis point itu mampu membawa perkiraan
inflasi ke depan khususnya inflasi inti akan berada ke dalam sasaran 2,5 plus- 1%. Tentu saja kami terus akan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mengendalikan inflasi. tadi ada pertanyaan bagaimana mengendalikan inflasi tidak hanya administer prices tapi juga inflasi dari harga pangan volatile food termasuk juga kami koordinasi dengan erat dengan pemerintah menteri pertanian maupun juga menteri perdagangan dan kementerian lembaga lain Pak Menko PR bagaimana memastikan dalam tim pengedan inflasi pusat dan daerah
termasuk juga Menteri Dalam Negeri melalui 46 kantor-kantor Bank Indonesia di seluruh Indonesia bagaimana memastikan harga-harga pangan volatil food maupun juga dampak rambatan dari global itu tetap terkendali. Itulah nomor dua, kenapa kenaikan bitirit 50 basis poin ini kami meyakini mampu membawa perkiraan inflasi 20 2627 akan berada tetap berada dalam sasaran 2,5 plus- 1% yang ditetapkan pemerintah. Nomor tiga, dalam mengukur takaran berapa BI rate naik, tentu saja kami mempertimbangkan pertumbuhan.
Bagaimana pertimbangan yang pertimbangan yang seimbang antara pengendalian inflasi sesuai sasaran dan juga dampak yang tentu saja tidak terlalu besar terhadap pertumbuhan ekonomi yang di dalam ee berbagai model maupun teori bagaimana kurva pilip antara inflation and itu tetap kami pertimbangkan. Kami meyakini dengan kenaikan bir 50 basis point ini, kami meyakini pertumbuhan ekonomi ee Indonesia pada tahun 2026 masih dalam berada rentang proyeksi Bank Indonesia 4,9 sampai 5,7%. Karena itu kenapa kami erat sekali
dengan ee kebijakan pemas khususnya kebijakan fiskal. Sebagaimana diketahui ee dalam setiap rapat Dewan Gubur, Pak Menteri Keuangan ee sesuai undang-undang juga mengirimkan wakilnya, Wakil Menteri ee Keuangan yang pada hari ini dihadiri oleh Pak Yuda Agung. Bagaimana sinergitas, kebijakan fiskal dan moneter sangat-sangat erat untuk menjaga stagis dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi nomor tiga kami tegaskan dalam mengukur BI 50 basis, kami juga menakar bahwa mampu mengendalikan inflasi dalam
sasaran dan juga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masih tetap berada dalam kisaran sasaran 4,9 sampai 5,7%. Nomor 4. Nomor 4. Nomor satu kami meyakini dengan PI rate 50 bis point dan instrumen ee monetary yang lain rupiah akan stabil dan cenderung menguat. Yang kedua, kami meyakini bahwa inflasi 2026 2027 akan tetap berada dalam sasaran. Nomor tiga, kami meyakini dengan berbagai kebijakan ini pertumbuhan ekonomi 2026 ee itu berada 49 sampai dengan 5,7%. Nomor 4 bahwa dengan kebijakan ini kami
akan memastikan bahwaitas di pasar uang dan perbankan lebih dari cukup. Itulah langkah-langkah yang kami pastikan juga untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi. itu kami memastikan dari likuiditas moneter ya kami kenapa ini membeli SBN dari pasar sekunder agar memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan lebih dari cukup bagi bank untuk menyalurkan kredit dan meminimalkan dampaknya terhadap kenaikan suku bunga baik deposito maupun di ee kredit. Oleh karena itu, kenapa kami meminta bank-bank juga meningkatkan efisiensi
supaya jangan menaikkan sukuang kredit? Efisiensi harus ditingkatkan supaya betul-betul mendorong ee kredit. Bangsa meyakinkan bahwa eh likuiditas lebih dari cukup, yaitu tentu saja seperti tadi sampaikan membeli SBN dari pasar sekunder sehingga likuiditas mengalir ke pasar uang dan perbankan yang tadi kami ee sampaikan bahwa ee Bank Indonesia juga telah ee membeli eh SBN eh year to tadi eh kami ee kami ee kami ee sampaikan ee ee dalam ee jumlah 140,57 triliun hingga 19 Mei dan tahun lalu adalah ee Rp330 triliun untuk liquidity.
Uang primer, uang preber juga kami jaga tinggi double digit M0 14,1. Jadi nomor empat ini adalah untuk memastikan likuiditas itu di perbankan dan pasar ruang lebih dari cukup. Jadi empat itu yang dapat kami ee tekankan bahwa dengan berbagai kebijakan-kebijikan ee yang kita lakukan, kami meyakini rupiah akan stabil dan cenderung menguat. inflasi terkendali dalam sasaran 2,5 plus- 1% pertumbuhan 4,9 sampai 5,7% kredit masih tumbuh 8 sampai dengan 12%. Ini yang kami ee terus ee ee lakukan. Sebelum saya
ee sampaikan kepada Bu Desestri eh kawan-kawan eh dapat kami tambahkan kepada kawan-kawan bagaimana Bank Indonesia turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Jangan diartikan bahwa kalau moneternya pro stability bangsa tidak mendorong pertumbuhan ekonomi. Enggak. Bangun tetap mendukung pertumbuhan ekonomi ya. Ada tadi empat juga ada empat langkah. Bank Indonesia mendukung mendorong pertumbuhan ekonomi bahkan saya sampaikan lima. satu yaitu menjaga kecukupan likuiditas yang tadi kami sampaikan likuidasi di pasar
ruang perbangan lebih dari ee cukup alat liquid per DPK ee ee tinggi lebih dari 25% uang M0 lebih dari double digit bahkan 14,1% Bangsa membeli SBN dari pasar sudaid dari cukup itu yang kami lakukan dari sisi moneter menjaga kecukupan liid. Itu adalah langkah pertama. Bank Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi likidari cukup bank kemudian juga tentu saja bisa berperan di dalam pertumbuhan kredit untuk ekonomi. Nomor dua yang kami lakukan ee adalah meningkatkan kebijakan insentif likuiditas makroel.
Tadi kami sudah ee sampaikan KLM ee jumlahnya ee besar yang tadi kami e sampaikan KLM itu sudah ee ee mencapai ee cukup ee tinggi bahwa KLM kita adalah R24,7 triliun ee itu data hingga Mei 2026 kami ee alokasikan kepada Bank BUMN 214 4,2 triliun. Kemudian juga bank swasta R171,1 triliun, BPD 30,6 triliun dan juga kepada sektor-sektor ee prioritas yang mendukung asal cita yang tadi kami sampaikan. Nomor dua adalah dari kebijakan makrisel longgar memberikan insentif likuiditas kepada bank-bank yang menyalurkan kredit dan menurunkan
suku bunga ee yang ee menjaga suku bunga kreditnya tetap rendah. Itu adalah nomor dua. Hari ini kami juga ee tingkatkan ee bagaimana kebijakan makroisal adalah terus mendorong ee pertumbuhan ee kredit tadi ya. Nomor tiga yaitu adalah pelonggaran yang kami lakukan dalam rasio intermediasi makrobiset. Sebagaimana kita ketahui bank-bank ee itu ee ada ketentuan rasio intermediasi makrus antara 84 sampai 94%. Nah, kami mendorong pemenuhan 84 sampai 94% ini adalah memperluas cakupannya. Dari sisi eh liabilities atau funding,
kami ee memperluas cakupannya tidak hanya dana pihak ketiga yang tradisional ya, rekening giro, tabungan, debiso, tapi juga penerbitan sekuritas surat berharga baik konvensional maupun syariah. dari sisi penyaluran dana tidak hanya kredit tapi juga pembelian ee bank-bank ee surat berharga konvensional dan syariah. ini sehingga peluas cakupannya sehingga daya dorong perbankan untuk mendorong pertumbuhan kredit itu diperluas dan karena pertumbuhan bahkan bank-bank yang kemudian dapat memenuhi perluasan
cakupan ini 8494% kami berikan tambahan insentif likuiditas yang tadi kami sebutkan itu adalah ya nomor Satu, likiditas moneter lebih dari cukup. Dua adalah kebijakan insentif likiditas, tiga, perluasan dari ee rasio intermediasi perbankan. Keempat adalah koordinasi kita dengan pemerintah OJK, KSSK, dunia usaha dan perbankan yang tadi ee kami ee jelaskan adalah melalui program percepatan intermediasi ee nasional yang kita sebut PINSI. kami ee bersinergi erat dengan pemerintah, perbankan, dunia usia untuk mengatasi
permasalahan baik dari sisi penawaran perbankan maupun permintaan dunia usaha untuk sektor-sektor. Tentu saja dari sektor ke sektor apa yang dilihat perbankan masalahnya apa yang dilihat oleh dunia. kami bersinergi untuk mengatasi itu dalam program PISI yang terus ini bisa mendorong kredit. Itulah yang keempat. Nomor lima adalah dari digitalisasi sistem pembayaran yang kawan-kawan sudah banyak tahu. Perluasan Kris tadialah eh kris untuk jelajah Nusantara. Demikian juga kerja sama TR antar negara dan juga
program untuk percepatan pembentukan atau usaha digital wirausaha yang kita sebut eh inclusive digital busnis enterprises atau yang disebut PD yang kawan-kawan ee telah mengikutinya dan sekarang 800 tim kami didik yang terdiri antara 3 sampai kami didik dari seluruh Indonesia tim yang mereka membawa proposal untuk bisnis ee digital yang kecil baik di bidang jasa keuangan, UMKM, layanan ee umum ee mereka sedang kami latih untuk teknologi digitalnya maupun bagaimana membentuk bisnisnya. Dalam 2,eng bulan
kami latih, kami berikan sertifikatnya. baru 2 bulan kemudian mereka kami akan ee ajak mereka untuk sandboxing dan mengundang para pakar maupun para calon investor penggunanya. Dan kemudian kita harapkan di akhir tahun setidaknya ada 80 bisnis digital yang sudah bisa berkembang dan setiap tahun ini kami lakukan. Itu adalah lima langkah bang Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi. Satu, likuiditas moneter lebih dari cukup. Dua, meningkatkan terus meningkatkan ee insentif likuiditas makro ke sektor-sektor prioritas. Dua,
perluasan pelonggaran rasio intermediasi perbankan dengan tambahan insentif. Keempat adalah program PISI dan kelima akselerasi digital untuk ekonomi keuangan digital inklusif sebagai sumber pertumbuhan baru ee ekonomi Indonesia dan penciptaan lapangan kerja. Barangkali itu yang ee dapat kami e jelaskan untuk berbagai pertanyaan ee tadi supaya ini semakin memperjelas bagaimana Bank Indonesia menjalankan mandatnya, menjaga CAS dan turut ber ee mendorong pertumbuhan ekonomi bersinergi erat dengan pemerintah KSSK dan para ee
pihak. kami undang Bu Destri untuk eh menjelaskan berbagai pertanyaan maupun tambahan e rincian yang tadi dari kawan-kawan. Terima kasih. Monggo Bu Sri. Baik Pak Gubernur. Terima kasih, Pak Gub. Terima kasih teman-teman untuk pertanyaannya. Saya rasa tadi apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur sudah sangat lengkap sekali ee ee dan juga baik itu pertanyaan terkait dengan nilai tukar ataupun juga dengan kredit. Saya mungkin hanya menambahkan sedikit saja. Yang pertama terkait dengan nilai tukar, Teman-teman. Sekarang ini kita
menghadapi situasi memang di luar itu ee kondisi yang dinamakan adalah higher for longer. Jadi, eh hampir semua instrumen keuangan termasuk nilai tukar DXY naik dan juga yang langsung kita bisa lihat adalah dari yield dari eh bondnya Amerika atau USD bonds. Kita ambil yang 10 tahun itu sejak di awal eh Middle East crisis kemarin, perang Middle East. itu naiknya sudah 70 basis poin yaitu dari 3,9 menjadi 4,6%. Jadi artinya ini yang memang ee meningkat karena eh risk premium sekarang secara global juga meningkat.
Jadi tidak heran CDS kita juga naik walaupun sudah turun dari level tertingginya di level 105, 106, sekarang sudah berada di level 94. Nah, artinya apa? Bahwa kita memang harus melakukan adjustment. Selain yang tadi sudah diterangkan oleh Pak Gubernur ee terkait dari aspek domestik dan juga global, saya hanya menambahkan tadi bahwa kita memang secara global menghadapi situasi semacam itu. Sehingga apa yang kita lakukan dengan menaikkan BI rate sebesar 50 basis poin tentu adalah juga membuat instrumen keuangan ee ee yang kita
miliki untuk yang portfolio itu ee menjadi ee lebih menarik lagi. jadi menarik karena dia bisa mendatangkan return yang tidak kalah dengan kalau ditempatkan di instrumen keuangan di negara lain. Jadi itu salah satu tujuannya. Sehingga tadi juga sampaikan Pak Gubernur kenapa sejak bulan April Mei itu ee memang sudah inflow masuk sangat deras di SRBI yang kemudian juga disusul oleh SBN sehingga in total di SRB sendiri sudah mencapai 105 triliun. Nah, ini yang akan terus tentunya kita pertahankan nanti ke depan. ee dan tadi
juga dampak ke apa namanya ke aspek lainnya domestik, inflasi dan sebagainya. Tadi Pak Gup sudah menyampaikan ee itu yang poin pertama saya ingin tambahkan. Yang poin kedua adalah tadi sedikit juga menambahkan untuk kredit termasuk tadi Pak Gup sudah menerangkan terkait dengan kebijakan kita untuk KLM, kemudian penguatan rim. Sebenarnya ee di samping tentunya kita juga ingin mendorong kredit, kita juga ingin mendorong kreativitas dari bank sebenarnya. Bagaimana untuk ee bank itu bisa lebih kreatif dalam artian mencari
sumber pendanaan. Makanya kemudian kita perkenalkan ada channel baru bagaimana kita mengkaitkan financing yang dilakukan oleh bank dengan fundingnya. Jadi nantinya tentunya untuk bank yang mereka bisa mendapatkan juga funding di luar DPK yang biasa ee majority adalah berdasar dari DPK, kita akan memberikan insentif dalam bentuk pengurangan ee apa GWM seperti yang KLM yang lainnya. Termasuk juga untuk financing tentunya juga kita ingin memberikan kepada bank-bank yang bisa melakukan financing tidak hanya langsung dalam bentuk kredit
tapi juga dalam bentuk ee surat berharga lainnya. Nah, ini yang ee kita tentunya ingin mendorong bank-bank juga lebih kreatif. Dan tadi ada pertanyaan yang menarik, kira-kira sektor mana yang masih mempunyai ruang ee apa untuk bisa ee tumbuh dan juga untuk diberikan kredit? Kami juga melakukan asesment. Jadi, kita melihat dari berbagai sektor kita melihat eh kredit gap ya. Credit gap itu adalah ee apa ee selisih antara kredit yang diberikan kepada sektor tersebut dibandingkan dengan potensi yang dimiliki oleh sektor tersebut. Jadi
potensi ee dari sisi pertumbuhan dan seterusnya. Nah, kami melihat di sini di beberapa sektor seperti misalnya pertanian itu kreditnya masih relatif rendah, tapi dia mempunyai potensi yang besar. Seperti kita lihat juga di pertanian di PDB itu kan pertumbuhan di sektor pertanian juga ee sangat sangat ee apa cukup impresif lah ya sehingga artinya dia masih punya ruang sebenarnya untuk mendapatkan ee kucuran kredit dari bank-bank. Kemudian juga ada perdagangan. Perdagangan kalau kita lihat konsumsi masyarakat ini kan baik
di dalam PDB kita kemarin dengan pertumbuhan di atas 5%. Nah, tapi ee kredit yang diberikan di sektor perdagangan ini masih relatif rendah yaitu baru 3,9%. Nah, jadi kita melihat beberapa sektor-sektor yang mempunyai kredit gap negatif. Artinya realisasi kredit yang diberikan dia terhadap potensinya dia itu lebih rendah sehingga negatif. Nah, ini yang tentu kita ingin mendorong bank-bank itu bisa menyalurkan kepada sektor-sektor tersebut. Apalagi sektor tersebut mempunyai dampak multiplier terhadap perekonomian dan juga
penciptaan lapangan kerja yang sangat besar. Mungkin itu Pak Gubernur tambahan dari saya Pak Gub. Terima kasih. Terima kasih Bu Destris. Kami undang ee Bu Aida. Monggo Bu Aida. Makasih, Pak Gup. Makasih semua teman pertanyaannya. Ee saya hanya menambahkan sedikit tadi pertanyaan terkait dengan dampak kelemahan rupiah pada imported invasion terutama untuk bahan baku industri, bahan pangan yang masih impor, serta ke inflasi. Ee teman-teman mungkin kalau kita bicara tentang imported invasion ada dua hal yang perlu kita
perhatikan. Yang pertama tentunya imported invasion itu kalau hitungan-hitungannya disebut dengan exchange rate pass through ya. Tetapi karena kita sudah melakukan proses pendalaman pasar uang, kemudian juga transaksi hedging yang tersedia dan terlebih lagi tentang komitmen kebijakan BI dalam menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah, maka angka dari exchange rate Pastro ini dari pengamatan kami semakin lama semakin kecil. Dalam kesempatan ini mungkin yang perlu kita perhatikan adalah yang kedua yaitu kenaikan harga
komoditas seperti tadi sudah disampaikan oleh Pak Gubernur penutupan selat hormus, kemudian durasi dampak perang termasuk juga ee ee ee ketidaklancaran dari lantai pasokan ini sudah mengakibatkan kenaikan dari harga-harga komoditas. harga minyak. Sebagai contoh brand pada awal minggu ini secara year to date itu sudah mencapai 93 US dar per barel dan ini semakin lama semakin tinggi dari pengamatan kami setiap bulan melakukan rapat dewan gubernur. Tidak saja harga minyak, tetapi juga LNG sebagai contoh em adalah yang diproduksi
oleh Qatar. 18% produk global ini juga mengalami peningkatan termasuk harga-harga lain untuk yang substitusi seperti Cold, CPO, nikel dan lain-lain. Nah, teman-teman tentunya menimbulkan kenaikan baik harga ekspor maupun harga ee ee ee pangan daripada ee harga-harga komoditas tadi. Bagaimana dampaknya ke inflasi? yang sudah jelas adalah sekarang ini kita menghadapi kenaikan BBM non subsidi dan aftur. Ini mengakibatkan kenaikan di administered prices. Tetapi untuk harga-harga inflasi lainnya seperti dari inti, volatile food
ini masih terus terjaga. Yang terakhir yang sudah disampaikan juga adalah karena ketidakpastian ke depan masih tinggi. Kita belum tahu dan kita mencoba menghitung skenario-skenario yang terjadi termasuk bagaimana kenaikan dari harga-harga tadi. Makanya pada hari ini dengan kenaikan Birit sebesar 50 basis poin termasuk nanti bauran kebijakan ee baik dari Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah yang baik dalam bentuk TPIP dan TPID. Kami memperkirakan inflasi semuanya selama 2026-2027 masih terjaga pada sasarannya 2,5 plus minus
1%. Demikian, Pak Gup. Terima kasih. Terima kasih Bu Aidah. Bu Vili silakan untuk sesi pembayaran maupun yang lain kerja sama internasional. Bu Fili silakan. Terima kasih, Pak Gubernur. Ee sebagaimana tadi disampaikan oleh Pak Gubernur, jadi kebijakan sistem pembayaran ini tetap kita arahkan untuk turut mendorong pertumbuhan jadi prograyaran ini ee kita lihat bahwa ini terus mendukung kegiatan atau aktivitas ekonomi keuangan digital yang inklusif termasuk UMKM, kewirausahaan, serta juga ee termasuk perluasan ee lapangan kerja.
Dan kalau kita lihat ini ee tercermin dari ee pencapaian krisis. Tadi ada pertanyaan, bagaimana pencapaian kris secara keseluruhan kalau kita lihat transaksi itu sudah mencapai 7,83 miliar dari target 17 eh miliar. Sementara merchant itu sudah mencapai 45,3 juta merchan dari 47 juta targetnya dan juga penggunanya sudah mencapai 63 juta dari R juta. Dan kalau ee negara-negara crossbordernya kita punya target 8 e negara, saat ini sudah ee ee en negara. Nah, lalu yang berikutnya tadi eh kalau Chris Cross Border sendiri kita saat ini
sudah terhubung dengan enam negara dan baik eh transaksi CRIS inbound maupun outbound itu menunjukkan peningkatan dan secara net itu terjadi net inbound artinya eh penggunaan oleh turis asing yang datang ke Indonesia itu mencapai 2,28 ee triliun ee rupiah transaksinya. Dan ke depan tadi dikatakan juga oleh Pak Gubernur, kita terus akan memperluas ee transaksi ini karena ee ee apa? Kris jelajah Indonesia 2026 ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan digital ekonomi dan financial inclusion.
Eh, ingin menjangkau minimal 66% UMKM. Karena kita tahu UMKM ini menyumbang sekitar 61% dari PDB. Jadi kita akan terus mendorong ini untuk ee mendukung pertumbuhan. Nah, kita ingin ee dengan tema jelajah kuliner Nusantara bayar praktis pakai Kris. Jadi ini dengan ee tema ee Kris Jelaja Indonesia 2026 ini kita arahkan untuk memperluas merchan dan memperluas pengguna dan tentunya tadi UMKM-nya. Dan selain itu kita juga akan memperluas eh CR cross border kerja sama eh mungkin di tahun 2026 ini kita
akan mentargetkan dengan India, dengan Hongkong dan juga dengan ee Timor Leste. Nah, untuk kerja sama internasional tadi juga ee kita akan terus mendukung ee implementasi kerja sama kita. Waktu itu Bapak Gubernur sudah melakukan penandatanganan MOU dengan ee Gubernur Bank Sentral PBOC eh Bank Sentral Cina dan ini akan terus ee kita dukung untuk implementasi gris cross border lalu untuk kerja sama-kerja sama eh yang lainnya local currency transaksi. Mungkin itu Pak Gubernur dari saya. Makasih. Terima kasih Bu Fili kami undang eh Pak
Riki termasuk tadi ketersediaan rupiah dan juga tadi pertanyaan dari eh Aris eh Voice of Indonesia mengenai uang palsu. Silakan Pak Ricki. Terima kasih, Pak Gubernur. Eh terkait dengan pertanyaan mengenai bagaimana langkah ee Bank Indonesia untuk mencegah atau memberantas uang palsu. Ee rekan-rekan semua, media dapat kami sampaikan terkait dengan ee pemberantasan uang palsu. Ee berapa hal yang kita lakukan Bank Indonesia dalam pemberantasan uang palsu. Pertama adalah satu tentunya ee kami terus meningkatkan
ee kualitas ee uang rupiah kita dan fitur keamanannya. Ee strategi ini ee sudah diakui dunia terhadap uang rupiah di mana ee uang rupiah mendapatkan eh BS New Bank Note series pada CCA currency A tahun 2023 ini untuk uang rupiah tahun emisi eh 2002 dan eh peringkat kedua untuk world most secure currencies untuk ee ee uang rupiah, kertas pecahan Rp50.000 tahun emisi 2022. Jadi ee alhamdulillah ee uang rupiah dinilai sebagai uang yang paling secure dengan fitur keamanan yang paling baik di dunia. Kedua, ee kami mempunyai strategi
yaitu terus untuk memperkuat peran ee masyarakat dalam mencegah peredaran uang rupiah palsu ini melalui ee menggalakkan kampanye cinta, bangga, dan paham rupiah. Jadi agar masyarakat semakin paham dan memastikan keaslian dari uang rupiah kertas ini melalui metode 3D yang kita kenal bersama yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Ee selain itu juga masyarakat juga kita himbau untuk merawat uang rupiah kita melalui prinsip lima jangan yang pernah kita saya sampaikan yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan dipepler, jangan
diremas, dan jangan dibasahi agar ciri keaslian uang ee tetap mudah kita kenali. Jadi untuk ee ee ee membuat uang palsu menjadi sulit karena uang-uang asli kita mudah kita kenali keasliannya. Yang ketiga tentunya ee kita memperkuat kerja sama dengan seluruh unsur ee badan koordinasi pemberantasan rukiah palsu atau e bota supal yaitu ee kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Baris Krimpori, kemudian Badan Intelijen Negara, Kejaksaan Agung RI, dan Kementerian Keuangan baik dari segi pencegahan terus kemudian pengungkapan
maupun pemusnahan. Salah satu bentuk kerja sama ini setelah kita lakukan kemarin yaitu ee pemusnahan atas ee apa ee uang-uang palsu yang ada yang telah kita yang telah kita terima. Ada sejumlah 466.535 lembar yang kita musnahkan yang kita dapat dari masyarakat. kemudian perbankan PJ PUR serta hasil pengelolaan setoran bank secara nasional ini sepanjang tahun 2017 hingga 2025. Ee alhamdulillah ee upaya kita ee untuk ini terbukti telah berhasil menurunkan jumlah uang rupiah palsu dari 5 ppm. 5 ppm itu pie perunion atau 5 lembar dalam
setiap 1 juta uang beredar. sekarang membaik ee pada tahun 2023 dan pada tahun 2026 ini sekarang menjadi 1 ppm. Jadi setiap ee 1 juta ee lembar terdapat satu lembar uang palsu di tahun 2026. Ini ee prestasi yang luar biasa. Demikian Pak Gubernur yang dapat ee saya sampaikan dan saya tambahkan. Terima kasih. Terima kasih, Pak Rigi. Eh, Pak Thomas. saya undang ee beberapa pertanyaan termasuk kalau boleh di-update juga ee kemajuan pesat ee Pak Thomas dalam memimpin pendalaman pasar yang tadi beberapa. Silakan Pak Tops, silakan.
Terima kasih, Pak Gubernur. Ee selamat siang ee rekan-rekan wartawan. Em tadi Pak Gubernur sudah menjelaskan secara komprehensif mengenai kebijakan ee di pengembangan pasar uang dan pasar ee valas. Saya ingin menambahkan aja sedikit detailing khususnya mengenai ee pengembangan pasar uang dan pasar balas RemenB. Em di sini ada dua hal yang ingin saya sampaikan yaitu ee penguatan dari aspek partisipasi. eh Bank Indonesia eh mendorong inisiatif eh RemenB Clearing Bank ee dengan ini kapasitasnya untuk mengalirkan REMB apa
dari Tiongkok ke Indonesia sebagai liquidity provider remB eh dilengkapi akses likuiditas langsung nanti dari apa eh PBOC dan China Interbank Market ee ini untuk meningkatkan meningkatkan likuiditas MNB di ee ee ee pasar ee ons ee dan ini tentunya juga ee kita harapkan akan ee apa ee membuat struktur baru dalam hal mengurangi volatilitas ee rupiah terhadap dolar. ee dari aspek ee produksi eh sori dari aspek ee produk, maaf dari e aspek produk ee Bank Indonesia juga ee mendorong ee instrumen operasi moneter dan instrumen keuangan
lainnya berdenominasi REMNB. ee ini termasuk mendorong penerbitan instrumen pemerintah antara lain Panda Bonds dan Dmsan Bonds sebagai alternatif outlet penempatan REMNB sekaligus sumber pendanaan dan penguatan likuiditas REMNB tadi. Ee di sisi lain, pemanfaatan SRBI dan dukungan atas penyediaan SBN di pasar offshore dilakukan dalam rangka penyediaan alternatif penempatan likuiditas rupiah offshores. Em yang berikutnya Pak Gup dan Bapak apa ee teman-teman wartawan sekalian ee saya ingin menjawab suatu pertanyaan khusus
dari Mas tadi Mas Arijal, Mas Arijal dari CNBC mengenai kebijakan penurunan FAAS tanpa underlying dokumen dari.000 US ke 25.000 RIB ee US dollar. Pertanyaannya dampaknya seperti apa? Ee saya ingin sampaikan di sini bahwa kebijakan ini akan dilak akan dilakukan di awal Juni ee apa ee tahun ini ya ee artinya bulan depan. ee dengan masa transisi 1 bulan ee mempertimbangkan waktu penyesuaian sistem baik di Bank Indonesia maupun di perbankan. Namun saya bisa juga sampaikan ee kebijakan sebelumnya yaitu
ee penurunan virus tanpa dokumen underlying dari 100.000 ke 50.000 ee US dollar ee itu datanya ee dari April sampai dengan Mei 2026 itu ee rata hariannya menjadi 62 juta US Do per hari 78 juta US Do ee di tribulan pertama 2026. Ee artinya kita harapkan bahwa tren ini akan berlanjut untuk kebijakan berikutnya. Saya rasa itu saja dari saya. Ee Pak Gubernur. Terima kasih. Terima kasih, Pak Thomas untuk update ee kemajuan-kemajuan yang sangat cepat dalam pendalaman pasar uang pasar Valas yang tentu saja sekarang di bawah Pak
Thomas Ciwantunnya juga. Terima kasih Bu Desri yang sekarang untuk kebijakan makro Brisel, Bu Aida di ekonomi moneter, Bu Fili mana sistem pembayaran dan Pak Rick yang uang peredaran uang dan juga kantor-kantor perwakilan di seluruh Indonesia. Pak Ramban Deni ee saya yakin semua pertanyaan tadi sudah ee kita jawab. ee kalau memang tidak ada pertanyaan ee lagi kami sampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada rekan-rekan media, kementerian lembaga ee para ekonom, akademisi, para investor dalam
dan luar negeri eh update mengenai langkah-langkah kebijakan Bank Indonesia yang terus all out menjaga stabilitas dan ee mendorong pertumbuhan ee ekonomi. bersinergi erat dan terus kemudian juga ee berkon di bawah ee Bapak Presiden yang sering ee memanggil kami untuk ee merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi nasional dan juga berbagai sinergi dengan kebijakan Bank Indonesia. Dan bersama kita menumbuhkan optimisme di tengah ee tekanan global. Yakinlah bahwa kinerja ekonomi Indonesia ke depan akan
terus bekerja baik dengan stabilitas terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi. Dari kami ee sekian ee terima kasih sampai jumpa untuk ee konferensi PR dalam rapat dewan gubernur bulanan mendatang. Semoga Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha kuasa memberkahi bangsa negara kita. dan kita semua. Sekian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Gubernur, Bapak Ibu anggota dewan Gubernur. Dengan demikian konferensi PR
RDG pada hari ini dapat kita akhiri. Sampai bertemu bulan depan. Salam sehat un kita semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuham warahmatullahi wabarakatuh. Makasih.

Komentar