Nilai tukar rupiah melemah pada sesi perdagangan Rabu, mengakhiri tren penguatan yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut. Berdasarkan data RTI hingga Rabu siang, rupiah terkoreksi tipis 0,11 persen ke level Rp17.723 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan sempat lebih dalam secara intraday hingga menyentuh Rp17.750 per dolar AS sebelum akhirnya memangkas pelemahannya. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,25 persen di level Rp17.735 per dolar AS pada Rabu pagi.
Rupiah melemah meskipun indeks dolar Amerika Serikat terpantau stabil di level 99,513 pada Rabu pagi, setelah mengalami penurunan selama empat hari perdagangan berturut-turut. Dolar AS cenderung melemah di tengah optimisme terhadap kesepakatan damai antara Amerika dan Iran, yang menopang minat pelaku pasar terhadap aset berisiko. Selain itu, pasar menanti keputusan kebijakan moneter The Fed di bawah kepemimpinan baru Kevin Wor. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, namun pelaku pasar tetap mencermati pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi untuk melihat sinyal terkait bias pelonggaran kebijakan.
Dalam informasi komoditas, harga minyak mentah mengalami penurunan tajam, meninggalkan level sebelumnya di tengah perkembangan konflik di Timur Tengah. Harga batu bara juga terkoreksi hingga 8 persen seiring dengan penurunan harga minyak. Sementara itu, harga emas melanjutkan penguatan di tengah perkembangan kesepakatan di Timur Tengah dan penantian hasil rapat The Fed. Harga minyak mentah anjlok karena sentimen bahwa Iran mungkin segera memasuki pasar global setelah adanya kesepakatan untuk mengakhiri perang dan rencana pencabutan sanksi minyak oleh Amerika Serikat.
Pada perdagangan Rabu pukul 08.45 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 turun 0,6 persen ke level 79,43 dolar AS per barel, yang merupakan level terendah sejak awal Maret. Minyak mentah WTI untuk kontrak pengiriman Juli 2026 juga turun 0,6 persen ke 76,53 dolar AS per barel. Penurunan ini berdampak pada harga batu bara yang merupakan komoditas substitusi. Harga emas dunia sempat melanjutkan penguatan selama lima hari beruntun di level 4.340,99 dolar AS per troy ons, didorong oleh sentimen positif terkait kesepakatan Amerika-Iran.
Terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tekanan terlihat semakin dalam 30 menit menjelang penutupan sesi kedua. IHSG sempat berada di level terendah intraday di kisaran 6.100-an dan diperdagangkan di bawah level 6.200-an. Meskipun dibuka di zona hijau pada sesi pagi dan sempat mendekati level 6.400, tren penguatan tersebut terbatas dan indeks berbalik ke zona merah.
Beberapa saham yang menjadi pemberat IHSG hari ini adalah saham-saham konglomerasi. Saham Brand anjlok lebih dari 11 persen, Cuan tertekan 6 persen, TPI melemah 5 persen, PTRO melemah 5 persen, dan BRPT turun 5,37 persen. Saham DSSA juga tertekan lebih dari 5 persen. Di sektor perbankan, BMRI melemah 2,2 persen dan BBNI melemah 2,37 persen. BBCA masih bertahan di zona hijau namun dengan laju penguatan yang sangat terbatas sebesar 0,40 persen. Sementara itu, BBRI menguat terbatas sebesar 2 persen, Telkom menguat 0,68 persen, namun Astra International melemah 1,84 persen.

Komentar