Pak Feri yang saya hormati, kadang kadang Pak kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh. Mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah. Kalau selanjutnya terserah Bapak tentu saja. Tapi itu bukan sikap penghinaan, Pak. Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang. Bismillahirrahmanirrahim. [berdehem] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu yang ee saya hormati, saya skip saja Pak Feri beserta jajaran terkait kinerja. Karena tadi kawan-kawan
sudah berbicara terkait kinerja Bank Indonesia dan memberikan apresiasi. Saya pribadi skip juga apresiasinya. Saya tunda dulu. Karena kalau kita melihat apa yang terjadi sekarang yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia itu anomali. Pertumbuhan ekonomi kita 5,61%. Tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok. Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar. Indeks kita juga habis, Pak. Merosot turun. di mana indeks seluruh dunia ya sejak perang tembak rudali itu tanggal 28 Februari
apa yang terjadi terhadap indeks dunia itu terjadi pada seluruhnya dan mereka sudah rebound bahkan sudah plus dan Indonesia saat ini masih minus lebih dari 20%. ini kan bagaimana global mempertanyakan salah satu ada banyak faktor tetapi mempertanyakan kualitas Bank Indonesia, bank sentral kita ini. Nah, ini yang menurut saya saya harus secara tajam pertanyakan. Terakhir kita ketemu juga di Bank Indonesia itu saya juga mempertanyakan hal yang sama waktu itu di 16.800. Kenapa rupiah kita ini lemah?
Kalau dibandingkan dengan dolar sekarang selalu perbandingannya dengan dolar. Tapi faktanya dan ironisnya, Pak, ini terhadap semua mata uang kita melemah terhadap Singapura, terhadap Australia, terhadap ringgit, terhadap rial, apalagi Hongkong dolar, euro. Saya masih ingat, Pak. Euro tahun waktu awal-awal tahun 2006 itu 7.000 per euro. Sekarang hampir 19.000 hampir 20.000. Nah, ini ini kan harus kita lihat dengan realita, Pak. Kita tidak bisa berdiam diri. Apa yang terjadi saat ini menurut saya
pribadi, Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan Cust. Bank Indonesia sudah menyampingkan kredabilitasnya dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya harus gentleman, Pak. Harus berani melawan. Ada apa ini? Kenapa ini, Pak Feri? Yang saya hormati. Kadang kadang, Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh. Mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah. Kalau selanjutnya terserah Bapak tentu saja. Tapi itu
bukan sikap penghinaan, Pak. Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik seperti itu. Tidak ada salahnya. Terakhir saya ingin mengutip hadis, Pak. Dan karena Anda ini adalah saya melihat orang yang saleh, hadis ini sangat familiar yang artinya dalam Indonesia apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya. Mohon maaf. Wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Yeah.

Komentar