Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Pengadilan Militer 208 Jakarta menjatuhkan vonis terhadap empat anggota TNI

Pengadilan Militer 208 Jakarta menjatuhkan vonis terhadap empat anggota TNI

Aliansi Masyarakat Karawang melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Karawang, Jawa Barat. Massa menuntut pemerintah setempat untuk menutup secara permanen tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi pesta sesama jenis atau LGBT. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi moral di Karawang yang dikenal sebagai kota santri. Massa juga mendesak agar hasil penyelidikan dan penanganan kasus tersebut disampaikan secara transparan kepada publik.

Dalam kasus lain, Pengadilan Militer 208 Jakarta menjatuhkan vonis terhadap empat anggota TNI yang terbukti melakukan penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus. Keempat terdakwa divonis hukuman penjara mulai dari 1,5 tahun hingga 3 tahun. Selain itu, dua di antara terdakwa, yakni Edi Sudarko dan Budi Haryanto, dijatuhi hukuman tambahan berupa pemecatan dari dinas militer. Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi di jembatan Jalan Talang, Senen, Jakarta Pusat pada Maret 2026, yang menyebabkan korban mengalami luka bakar hingga 24%.

Selain berita kriminal, pasangan selebriti Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid diperiksa oleh pihak Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan umrah oleh Hanania Travel. Keduanya diperiksa sebagai saksi dan menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik. Bos dari Hanania Travel sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melakukan penipuan terhadap puluhan orang dengan total kerugian mencapai Rp1 miliar.

Informasi lainnya mencakup kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang resmi berlaku mulai 10 Juni 2026. Kenaikan harga ini memicu antrean panjang di sejumlah SPBU, seperti di Menteng dan Pondok Kopi. Banyak pengendara yang mengeluh karena kenaikan harga yang dianggap memberatkan, sehingga sebagian dari mereka memilih untuk beralih ke BBM jenis Pertalite.

Terakhir, Badan Gizi Nasional didatangi oleh kelompok demonstran yang tergabung dalam MPG Watch untuk menyampaikan kritik terhadap program makan bergizi gratis. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurrachman, mengadakan pertemuan dengan Kepala BKN, Nanik S. Dang, untuk membahas penataan ulang program tersebut. Dudung juga membantah isu yang menuding dirinya memiliki dapur sendiri untuk program makan bergizi gratis dan menegaskan bahwa organisasi tersebut akan ditata kembali demi efisiensi penerima manfaat.

Selain itu, para narasumber mengingatkan agar program prioritas lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *