Harga kebutuhan pokok di Pasar Padayungan, Tasikmalaya, saat ini merangkak naik. Beras, minyak goreng, hingga sayur-mayur mengalami kenaikan yang memberatkan ibu rumah tangga. Beras Singaparna naik dari Rp15.500 menjadi Rp16.000 per kg, sementara Beras Pandan Wangi naik dari Rp14.500 menjadi Rp15.000. Minyak goreng curah juga melonjak dari Rp17.000 menjadi Rp21.000 per liter.
Pedagang menyebutkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh berbagai faktor ekonomi, termasuk isu kenaikan harga BBM serta faktor dolar. Selain itu, cabai hijau melonjak tajam dari Rp14.000 menjadi Rp25.000, dan bawang putih naik dari Rp30.000 menjadi Rp38.000 per kg. Untuk menyiasati kondisi ini agar tetap terjangkau oleh konsumen, pedagang mulai mengemas sayuran dalam porsi harga Rp1.000 yang ternyata lebih diminati dibandingkan pembelian dalam jumlah kiloan.
Selain kenaikan harga pada komoditas utama, harga tahu dan tempe terpantau stabil, namun ukurannya diperkecil akibat meningkatnya biaya produksi. Tingginya biaya operasional ini membuat margin keuntungan pedagang menipis, hanya tersisa sekitar Rp500 hingga Rp1.000 saja.
Di Pasar Palmerah, Jakarta, kondisi serupa juga terjadi di mana harga komoditas pangan masih berfluktuasi. Cabai rawit hijau naik menjadi Rp60.000 per kg, dan bawang putih cutting naik menjadi Rp50.000. Masyarakat mengeluhkan situasi ini karena pengeluaran belanja yang terus membengkak, sementara kondisi ini juga berdampak pada pedagang dengan penurunan omzet hingga 30%. Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Komentar