Pasar saham Indonesia baru saja menerima rapor merah dari lembaga indeks global MSCI. Pasar modal Indonesia dinilai kurang transparan, rawan permainan, dan informasinya sulit diakses oleh investor global. Hal ini memicu pertanyaan mengenai langkah Bursa Efek Indonesia dalam menyikapi situasi tersebut.
Geliat Bursa Efek Indonesia kembali mendapat penilaian buruk dari MSCI. Sebelumnya pada pertengahan Mei, MSCI mengeluarkan 18 saham dari daftar saham acuan MSCI Global Standard Index, yang mengakibatkan IHSG ambruk hingga 20,7% secara year-to-date. Kini, dalam laporan terbaru Global Market Accessibility Review 2026, MSCI kembali memberikan penilaian negatif. Beberapa indikator yang diturunkan nilainya meliputi arus informasi pasar saham yang turun dari plus menjadi minus, ketersediaan instrumen investasi, hingga stabilitas kerangka institusi. Beruntungnya, MSCI masih mempertahankan level Indonesia di emerging market dan belum menurunkannya ke level terbawah yaitu frontier market.
Meski Indeks Harga Saham Gabungan sempat ditutup menguat tipis pada hari Jumat, namun pada hari-hari sebelumnya IHSG mengalami penurunan yang tajam. Keadaan ini segera disikapi oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad, dalam pertemuan dengan para direktur baru Bursa Efek Indonesia. DPR berharap kinerja bursa saham dapat segera membaik. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai langkah OJK dan direksi bursa yang baru untuk membenahi tata kelola agar menjadi lebih baik ke depannya.
Direksi Bursa Efek Indonesia periode 2026-2030 menyatakan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang telah berjalan selama empat bulan terakhir. Mereka optimis potensi Bursa Efek Indonesia untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar lainnya akan dapat segera diwujudkan. Meski direksi baru telah memberikan janji, tantangan masih menanti, terutama dengan adanya pengumuman review MSCI terkait emerging atau frontier market yang akan dilaksanakan pada 24 Juni mendatang. Peringkat bursa saham Indonesia akan dipertaruhkan, dan kerja keras masih menanti di depan mata.

Komentar