Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan pasar pasca rebalancing MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek reformasi integritas pasar. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fauzi menyebut [musik] reformasi bersama Bursa Efek Indonesia berpotensi memicu penyesuaian harga saham. [musik] Menurut Hasan, rebalancing MSI menjadi bagian dari konsekuensi jangka pendek dalam proses reformasi integritas regulator pasar modal. Rebalancing dari MSCI yang diumumkan hari ini tentu menjadi bagian dari
konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas yang kita hadirkan,” ujar Hasan. Menurutnya, MSI mengakui transparansi data yang dilakukan Otoritas Indonesia sejak April lalu. Hasan juga menegaskan reformasi ini bertujuan memperkuat integritas pasar agar lebih kredibel serta meningkatkan daya tarik investor ASI. Dia mengakui langkah struktural ini berimplikasi pada pelemahan harga jangka pendek dan telah diperhitungkan regulator sejak awal. Penyesuaian harga saham terdampak dalam konsekuensi yang
sudah diperhitungkan dan diperkirakan regulator sejak awal proses reformasi. OJK berharap rebalancing menjadi baseline kualitas emiten agar saham Indonesia semakin menarik bagi para investor global. OJK memastikan akan terus mengawal emiten potensial agar menjadi pilihan investasi asing pada tinjauan indeks periode berikutnya. Sementara itu, lembaga MSI baru saja mengumumkan hazare rebalancing saham terbaru berdasarkan tinjauan indeks periode Mei 2026. MSI menghapus 6 saham Indonesia dari MSCI Global Standar Index dan terdapat
13 saham yang dicoret dari MSCA Small Cap Index. [musik]

Komentar