pembantu itu sudah bermasalah dan saya sudah komplain e dia kerja di rumah ee 1 minggu itu saya sudah komplain ke penyalurnya bahwa saya sudah minta ganti. Jadi yang paling krusial adalah ee dia melakukan konten ke media sosial si ART itu milik pribadinya milik pribadinya dia sendiri tentang isi rumah. Jadi privasy isi rumah ee saya dan anak-anak tuh di videoideo-videoin kegiatannya anak-anak, terus ee mobil saya, rumah saya seisi rumah dari tampak depan belakang, terus ee baju anak saya dipakai tanpa izin. Misalnya ini dia
ngelihat mobil ya pokoknya dia e videoin ke atas, Mbak. Tahan tahan dikit, Mbak. munculkan. Nah, ini dia saat dia pakai baju anak saya yang perempuan tanpa izin. Tanpa izin putrinya, Mbak. Iya. Oke. Tanpa izin. Dia naikkan di sosial media miliknya. Nah, ini kan satu hal yang kurang pantas atau tidak sini video yang videonya dia ada mobil di rumah dia fotoin videoin ya. Mungkin karena menurut dia kerjaan kita salah mulu katanya. Ya itu gara-gara hordeng enggak dibuka, pintu kamar mandi enggak ditutup terus ada aja
dia meriksa kayak tong sampah diperiksa ada debu gitu. dikomentarin sama dia marah lagi dia making-making saya lagi enggak bisa kerja tahu enggak ini tuh rumah mewah bukan kayak rumah kamu kalau itu Bu Erin mah tegas kita itu harus perfect segala dalam kerja gitu sih setahu saya emang Bu Erin gitu kalau ibaratnya kita punya kesalahan tapi e kata-kata doang ya heeh setahu saya selama saya di sana ini hanya kata-kata doang ini sengaja saya plastikin untuk bukti ee apa namanya? Nanti di sidik iya tidak ada sidik jari.
Sidik jarinya pem tidak ada sidik jari klain kami apalagi membanting ini dalam keadaan silakan ee teman-teman bisa lihat nih ya. Agak agak dinaikin agak dinaikin ini ini kondisinya kondisinya tidak seperti [musik] apa yang yang dituduhkan oleh orang ini gitu loh dan ART tersebut ya dibanting rusak ya istilahnya. Jadi dia ee dijemput paksa oleh penyalur itu dan dia keluar tanpa izin. Itu waktu itu malam-malam saya lagi istirahat lagi tidur di sofa jam 10.00. Oh, tanpa izin, Mbak? Tanpa izin. Meninggalkan rumah.
Iya. Heeh. Ya, kalau Abila ini terus berlanjut terus misalnya pihak Hera juga tetap dilaporin ya. Ya, saya juga mau apabila nanti Bu Erin enggak mau balikin KTP saya ya. Saya mauah masukin gitu. Iya. Kalau ibaratkan diikasih ya KTP sama kekurang gaji doang sih. Kurang gaji gaji sendiri apa bulan total? Enggak hanya kekurangan Rp500.000 doang. Heeh. Mau pulang untuk kekurangan. Saya bisa buktikan. Saya dengan percaya diri saya akan ada mengutip tadi seperti adanya tendangan. Benar apa tidak ada?
Enggak tendangan? Tidak ada sama sekali. Tidak ada. Yang lebih parah lagi katanya saya menodong pisau. Waduh, itu keterlaluan. Kita ikuti proses hukum. Saya akan buktikan dengan tegas. Saya punya buktinya semua. Isi satu rumah ada 14 video semua akan di kalau saya sakit pusing dicakar kan peri gitu istirahat. Oke. Tapi Bu juga saya masih gitu loh. Prinsipnya kita harus menyukai perdamaian. Kalau kemudian itu ditawarkan ya seperti apa? Bagaimana kita menyepakatinya? Kan seperti itu kan berarti tidak menutup pintu damai
walaupun sudah dipukulin karena ya karena kurang betah enggak betah mungkin mentalnya juga kurang [musik] kuat yang menghadapi itu sih kayaknya. Sebelum Mbak sudah foto kaki ada berapa setahu? E selama saya di situ ya lebih dari enam kayaknya kalau kalau atau lima lima lebih lah. I maksudnya saya di situ [musik] sampai saya keluar itu ada lima enam mana anan. Oh mbak pas kerja di sana kan juga sudah ada yang keluar sudah keluar. Oh berarti sebelum Mbak masuk sering ada keluar. Iya terus saya juga ada. Udah ada.

Komentar