Deretan informasi seputar komoditas. Kita ke informasi pertama dari komoditas minyak di mana harga minyak mentah diperdagangkan di kisaran 76 per barel pada Jumat dan turun sekitar 10% dalam sepekan. Penurunan ini terjadi karena investor menyambut baiknya kondisi pelayaran di Selat Hormus setelah diberlakukannya perjanjian perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan juga Iran. Kesepakatan tersebut mengakhiri konflik berkepanjangan yang sebelumnya menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Komando Pusat Militer Amerika Serikat mengumumkan pencabutan pembatasan lalu lintas kapal ke maupun dari pelabuhan serta perairan pantai Iran. Sementara itu, Joint Maritime Information Center juga menyarankan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormus untuk mengambil jalur yang lebih dekat ke garis pantai Oman untuk mengurangi risiko ranjau laut.
Kemudian pemirsa, harga batu bara termal ini juga terpantau turun di bawah 145 per ton dan melanjutkan penurunan dari level tertinggi dalam hampir 3 tahun terakhir. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menentani perjanjian perdamaian sementara yang kemudian membuka jalan bagi beroperasinya kembali Selat Hormus yang sangat penting bagi perdagangan energi global. Perkembangan ini menekan harga energi dan mengurangi dorongan untuk beralih ke sumber bahan bakar lain. Kesepakatan tersebut juga mencantumkan pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran, sementara negosiasi mengenai isu nuklir dan insentif ekonomi tambahan untuk Iran masih akan dilanjutkan. Di sisi lain, harga batu bara sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun setelah Indonesia memperketat kontrol ekspor sejumlah komoditas penting. Kebijakan ini diperkirakan menunda pengiriman dari Indonesia yang merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia.
Kemudian beralih ke komoditas lain, harga emas turun di bawah 4.200 per troy ons pada Jumat dan ternyata ini menghapus seluruh kenaikan yang tercatat pada awal pekan. Penurunan ini terjadi karena adanya sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral Amerika Serikat yang kemudian lebih dominan dibandingkan dampak positif dari perjanjian perdamaian Amerika Serikat dan Iran yang menekan harga minyak dan juga meredakan kekhawatiran inflasi. Pada Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga sesuai dengan perkiraan pasar, namun bank sentral memberikan sinyal adanya dukungan yang semakin besar untuk menaikkan suku bunga acuan di tahun ini. Biaya pinjaman yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena emas tidak memberikan imbal hasil, akibatnya biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih besar.
Sementara itu, investor menyambut baiknya kondisi pelayaran di Selat Hormus setelah perjanjian perdamaian sementara Amerika Serikat dan Iran resmi berlaku. Kesepakatan tersebut mengakhiri konflik berkepanjangan yang sebelumnya menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena mereka menilai dibutuhkan waktu berbulan-bulan agar aktivitas pelayaran dan arus pasokan energi dapat kembali ke level normal seperti sebelum konflik dimulai pada akhir Februari.

Komentar