Olahraga
Beranda / Olahraga / Kompaknya Kelas Eropa Menteri Olahraga Korea Mengasihi Golden Visa ke Megawati~Bae Yoona Gini, Betul Kah ?

Kompaknya Kelas Eropa Menteri Olahraga Korea Mengasihi Golden Visa ke Megawati~Bae Yoona Gini, Betul Kah ?

Ini baru membanggakan Indonesia. Menteri Budaya Olahraga Pariwisata Korea Selatan, Cuyong langsung ambil keputusan cerdas begini usai Megawati kembali ke Korea dan gabung Hyundai Hill State. Beri mega golden visa 10 tahun dan gajinya dijamin naik dua kali lipat dibanding zaman dulu ketika masih di Red Sparks. Sampai bikin kapten Hyundai By Yuna mengaku tak sabar sambut Megawati sampai janjikan dua kejutan spesial. Wah, benarkah demikian? Yuk, simak video ini sampai selesai. Sebelum dimulai pembahasan, mohon

bantuannya untuk subscribe channel ini agar tidak ketinggalan. Dilansir dari situs web fiksi Garuda, tepat hari ini kabar bahagia datang dari dunia voli putri Korea Selatan. Megawati Hangestri Pertiwi Bintang voli asal Indonesia yang sebelumnya sempat menggemparkan Proliga 2026 kini resmi kembali ke feel Korea Selatan. Nama Megawati muncul kembali dalam daftar skuad Hyundai Hill State untuk musim 2026-2027. Menandai kepulangan yang dinantikan oleh penggemar voli Korea dan Indonesia yang berada di negeri ginseng.

Menanggapi kabar ini, Menteri Budaya, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan Cha Hiuyong memberikan pernyataan jujur dan penuh kebijaksanaan. Kehadiran Megawati di Liga Kami bukan sekedar penambahan pemain bertala. Ini adalah momen yang membahagiakan bagi penggemar voli di seluruh Korea Selatan,” ujar Chau Yong dalam konferensi pers yang digelar di Soul hari ini. Menteri Cha menambahkan, efek langsungnya terlihat nyata. Antusiasme penggemar meningkat pesat, terutama dari komunitas warga negara Indonesia yang

tinggal dan bekerja di Korea. Mereka merasa bangga dan terinspirasi karena Megawati bukan hanya atlet hebat, tetapi juga simbol kerja sama budaya dan olahraga antar negara. Kerja sama ini menurut CAE tidak lepas dari peran pemerintah Indonesia dalam mendukung perjalanan profesional Megawati di luar negeri. Ini adalah contoh konkret bagaimana diplomasi olahraga dapat memperkuat hubungan antar negara. Pemerintah Indonesia berperan penting dalam memfasilitasi proses ini sehingga Megawati dapat bermain di sini

dengan status resmi dan dukungan penuh, tambahnya. Megawati yang dikenal dengan julukan Megatron sebelumnya sempat membawa Jakarta Pertamina Enduro menjuarai Proliga 2026. Keberhasilannya menarik perhatian pelatih Hyundai Hill State yang bahkan hadir langsung untuk menyaksikan aksi Megawati di Grand final Proiga. Kini dengan status resmi sebagai pemain Hill State, Megawati akan mengenakan nomor punggung 8 dan diperkirakan menerima peningkatan gaji signifikan dibandingkan musim pertamanya di Korea saat membela Red Sparks.

Piala Dunia Cuma Angan-Angan! 7 Pemain yang Cuma Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Hanya Di Layar TV Aja

Peningkatan ini wajar mengingat prestasinya dan pengalaman internasional yang dimilikinya. Ia membawa energi baru dan kualitas permainan yang tidak diragukan lagi, jelas Chae Hi Yong. Berdasarkan regulasi Korea Volleyball Federation atau Kovo, gaji Megawati diperkirakan mencapai USD Rp170.000 atau sekitar Rp2,8 miliar jika masuk melalui jalur kuota Asia. Namun jika mengikuti jalur seleksi pemain asing non Asia, pendapatan tahunan bisa mencapai 250.000 000 US atau sekitar Rp4 miliar dan naik menjadi 300.000

atau sekitar 4,8 miliar pada tahun berikutnya. Selain keuntungan finansial, pemerintah Korea Selatan juga telah memastikan fasilitas tambahan bagi Megawati. Ia akan diberikan gorden visa yang memungkinkan bebas keluar masuk Korea selama 10 tahun ke depan. Chayu Yong menekankan ini adalah bentuk penghargaan atas kontribusi atlet internasional yang berprestasi. Dengan golden visa, Megawati dapat fokus pada pengembangan kariernya tanpa kendala administratif sekaligus memperkuat ikatan olahraga antar negara. Pernyataan

menteri juga menyeroti pentingnya peran Megawati dalam meningkatkan anime penonton lokal. Jumlah penonton pertandingan Hill State meningkat tajam setelah pengumuman kepulangannya. Ini bukan hanya seolah olahraga, tetapi juga tentang bagaimana olahraga dapat menyatukan komunitas multinasional di Korea Selatan,” ujar Cha dengan senyum tulus. Menteri CAI menegaskan bahwa dukungan terhadap Megawati merupakan bagian dari visi Korea Selatan dalam memajukan olahraga profesional dan memperluas jaringan internasional. Kami

percaya setiap atlet memiliki kekuatan untuk membawa inspirasi. Kehadiran Megawati adalah contoh nyata bahwa olahraga mampu menjadi jembatan persahabatan antarbangsa dan kami sangat bahagia menyambutnya kembali di liga kami. Tak kalah penting, Chaih Wiyong menyebutkan bahwa kepulangan Megawati juga akan memicu pertumbuhan ekonomi olahraga termasuk merchandise, tiket pertandingan, dan peningkatan interaksi digital melalui media sosial klub. Dampaknya luar biasa. Kami melihat lonjakan interaksi dari penggemar

Indonesia yang mendukung Megawati secara online. Ini memperkuat hubungan budaya dan menunjukkan bahwa olahraga adalah bahasa universal,” ujar Menteri. Megawati sendiri diperkirakan akan langsung menjalani program latihan bersama tim Hyundai Hill State setelah proses administrasi selesai. Banyak penggemar menunggu debutnya yang dijadwalkan pada awal musim 2026-2027. berharap Megawati bisa mengulang performa impresifnya seperti saat membawa Red Sparks menjadi runner up liga sebelumnya. Dengan semangat tinggi, pemerintah Korea

Sempat Dilupakan! Pelatih Ini Ternyata Memimpin Timnya di Piala Dunia 2026 Bos Q

Selatan melalui Chai Wiyong menegaskan komitmen mendukung para atlet internasional. “Kami ingin setiap pemain merasa dihargai dan memiliki kebebasan untuk berkembang.” Megawati adalah contoh atlet yang tidak hanya hebat di lapangan, tetapi juga mampu memperkuat hubungan internasional. Kami bangga menyambutnya kembali,” tutup menteri dengan nada optimis. Sementara itu, di sisi lain, kabar kepulangan Megawati Hangestri Pertiwi ke vilik Korea Selatan mendapat sambutan hangat dari para pemain Hyundai Hill

State, terutama kapten tim by Yuna. Dalam konferensi pers yang digelar di markas club, Bay Yuna tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas bergabungnya Megawati setelah dua musim penuh dedikasi bersama Red Sparks. Senang luar biasa melihat Megawati kembali ke Korea dan kini menjadi bagian dari Hyundai Hill State,” ujar Bae Yuna dengan senyum lebar. Setelah dua musim penuh dengan Red Sparks, Mega sekarang ada di tim kami. Kehadirannya pasti akan membawa energi baru bukan hanya untuk tim, tetapi juga untuk penggemar.

Bay Yuna menambahkan dirinya sudah menyiapkan rencana khusus untuk menyambut bintang voli asal Indonesia tersebut. Saya berencana mengajak Mega jalan-jalan keliling kota Suwon, memperlihatkan tempat-tempat favorit saya dan tentu saja kita akan menyapa komunitas warga Indonesia yang bekerja di sini. Mereka pasti akan senang bertemu dengan Mega secara langsung,” jelasnya. Selain itu, Kapten Hill State juga menekankan sisi santai dari agenda keduanya dengan Mega. “Pastinya kita akan kulineran bersama. Mega harus coba

jajanan lokal favorit saya. Ini bagian dari bagaimana kami membangun chemistry di luar lapangan yang nantinya akan terasa di setiap pertandingan,” ujarnya sambil tertawa. Namun kebahagiaan Bayi Yuna juga dibarengi dengan kritik tajam terhadap mantan klub Megawati Red Sparks dan pelatihnya Kohejin. Saya harus jujur dan tegas di sini. Megawati adalah pemain luar biasa dengan bakat besar. Sangat disayangkan Red Sparks dan Kohjin tidak menghargai potensi Mega dengan sebaik-baiknya. Mereka seharusnya

menampungnya kembali ke Korea tetapi tidak dilakukan. Padahal Mega sudah berkorban banyak untuk klub tersebut. Bahkan sampai cedera lutut parah, tegas Bay Yuna. Menurut Bay Yuna, keputusan Red Sparks untuk tidak menampung Mega kembali menjadi kehilangan besar bagi mereka. Mega adalah pemain yang berdedikasi dan punya pengaruh besar di lapangan. Cedera lutut yang ia alami menunjukkan pengorbanannya. Pelatih Kohejin seharusnya melihat itu sebagai nilai tambah, bukan alasan untuk melepasnya begitu saja. Ini jelas sebuah

Anjay Bos Q Kekuatannya Bikin Takut Sekali Walau Sudah Blabla! Kuda Hitam Piala Dunia 2026

keputusan yang mengecewakan dan sulit dimengerti,” ujar Kapten Hyundai Hill State. Terlepas dari kontroversi masa lalu, Bayi Yuna menegaskan bahwa fokus sekarang adalah masa depan bersama Hyundai Hill State. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bisa bekerja sama, saling mendukung, dan memaksimalkan potensi mega di tim ini. Kehadirannya akan memperkuat lineup kami dan memberikan pengalaman internasional yang berharga, katanya. Bayuna juga menyebut bahwa kehadiran Mega berpotensi meningkatkan interaksi dengan penggemar

khususnya komunitas Indonesia yang tinggal di Suwon. Antusiasme mereka terlihat jelas di media sosial. Banyak yang menunggu momen ini. Mega bukan hanya pemain yang hebat, tetapi juga simbol persahabatan antar negara melalui olahraga. Saya yakin kehadirannya akan membawa kegembiraan bagi semua,” tambahnya. Ketika ditanya tentang target tim musim 2026-2027 dengan hadirnya Mega, Bay Yuna menjawab tegas, “Kami ingin meraih prestasi maksimal. Kehadiran Mega membuat kami lebih percaya diri dan siap menghadapi

kompetisi. Tapi yang paling penting, kami ingin menikmati setiap momen, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Hubungan kami sebagai tim harus solid dan mega adalah bagian penting dari itu. Kapten Hyundai Hill State ini juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap profesionalisme Megawati. Mega selalu menunjukkan dedikasi tinggi, disiplin, dan kerja keras. Cedera lutut pun tidak membuatnya menyerah. Ini adalah kualitas yang patut dicontoh. Saya pribadi merasa terinspirasi bermain bersama Mega dan

saya yakin seluruh tim merasakan hal yang sama,” ujarnya. Dengan rencana jalan-jalan keliling Suwon, kulineran bersama dan menjalin kedekatan dengan komunitas Indonesia, Bayuna menekankan bahwa fokus mereka tidak hanya pada kemenangan, tetapi juga membangun ikatan yang kuat antara tim, pemain, dan penggemar. Ini adalah momen spesial dan kami ingin menikmatinya sepenuhnya. Mega kembali bukan hanya soal bola voli, tetapi juga soal kebahagiaan, persahabatan, dan pengalaman hidup yang berharga, tutup Bay Yuna. Kepulangan

Megawati ke Korea Selatan melalui Hyundai Hill State kini menjadi sorotan publik baik di kalangan penggemar bola voli maupun komunitas internasional. Dengan dukungan penuh dari kapten tim Bay Yuna dan sambutan hangat para penggemar, perjalanan mega di musim baru dipastikan akan penuh warna, tantangan, dan tentu saja kegembiraan. Pernyataan mengejutkan datang dari pelatih timnas Irak, Graham Arnold. Dalam sini bertajuk The Hawi Games yang tayang pada Kamis 3426, Arnold secara terbuka mengungkap dugaan

ketidakadilan yang dialami timnas Indonesia sepanjang perjuangan di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dengan nada penuh keprihatinan, pelatih asal Australia itu mengenang kembali perjalanan penuh drama pada Oktober 2025. Saat itu Irak tergabung satu grup bersama Arab Saudi dan Indonesia dalam pertarungan sengit memperebutkan tiket menuju panggung sepak bola terbesar dunia. Meski Irak akhirnya berhasil memastikan langkah ke Piala Dunia FIFA 2026 lewat jalur playoff menghadapi tim nasional sepak

bola Uni Emirat Arab, Arnold merasa ada banyak hal janggal yang sulit diterima akal sehat. Ia bahkan menyiratkan adanya skenario tertentu yang dianggap menguntungkan pihak tertentu. Salah satu yang paling membuatnya heran adalah perubahan aturan klasemen yang terjadi secara mendadak. Menurut Arnold, Arab Saudi akhirnya keluar sebagai juara grup meski memiliki jumlah poin dan selisih gol identik dengan IAK. Perbedaannya hanya terletak pada produktivitas gol. Peraturan tiba-tiba berubah menjadi jumlah gol terbanyak. Jadi walaupun poin

dan selisih gol sama, mereka tetap lolos karena mencetak gol lebih banyak,” ungkap Arnold kepada jurnalis Mark Howard. Kekecewaan Arnold tidak berhenti sampai di situ. Ia juga menyoroti keputusan Asian Football Confederation terkait penunjukan tuan rumah. Awalnya putaran keempat disebut akan digelar di venu netral demi menjaga asas keadilan. Namun kenyataannya, Qatar dan Arab Saudi justru dipercaya menjadi penyelenggara grup. Bagi Arnold, keputusan itu terasa sulit dipahami. Ia menilai Irak

sebenarnya lebih layak menjadi tuan rumah jika mengacu pada ranking FIFA kala itu. Irak berada di posisi ke-57 dunia, unggul satu tingkat dari Arab Saudi yang menempati peringkat ke-58. Entah bagaimana Arab Saudi malah dipilih menjadi tuan rumah. Dan jujur saja saya sangat kasihan kepada Indonesia karena menurut saya situasinya benar-benar tidak adil,” kata mantan pelatih timnas Australia tersebut. Ucapan itu seperti mewakili suara jutaan pendukung Garuda yang selama ini merasa tim kesayangannya

sering berada di posisi sulit. Arnold pun membongkar beratnya perjuangan yang harus dijalani skuad merah putih kala itu. Para pemain Indonesia baru tiba di Arab Saudi pada Senin dan Selasa, tetapi sudah harus langsung menghadapi tuan rumah pada Rabu malam. Kondisi fisik dan mental mereka jelas terkuras habis. Di sisi lain, Arab Saudi justru memperoleh keuntungan besar berupa waktu istirahat yang jauh lebih panjang. Setelah melawan Indonesia, mereka memiliki jeda 6 hingga 7 hari. Sementara skuad Garuda hanya

diberi waktu sekitar 3 hari sebelum kembali bertarung menghadapi Irak. Indonesia benar-benar berada dalam situasi yang sangat berat,” tutur Arnold dengan nada penuh empati. Pengakuan berani Graham Arnold itu sontak memantik emosi publik sepak bola Asia, khususnya Indonesia. Di balik perjuangan penuh harapan menuju Piala Dunia, tersimpan kisah getir tentang perjuangan yang terasa tidak seimbang. Namun di saat yang sama, keteguhan dan semangat juang para pemain Garuda justru semakin mendapat rasa hormat dari banyak pihak.

Dukungan, simpati, dan pengakuan dari sosok sekelas Grah Arnold menjadi bukti bahwa perjuangan Indonesia tidak luput dari perhatian dunia sepak bola internasional. Kisah mantan asisten pelatih timnas Indonesia, Alex Pastur kini kembali menjadi sorotan publik sepak bola Belanda. Setelah lebih dari setahun hidup tanpa klub, usai didak bersama Patrick Louvert dari skuad Garuda, perlahan secerca harapan mulai muncul dalam perjalanan karirnya. Nama Alex Pastor sempat datang dengan penuh optimisme ketika dibawa Patrick

Couvert ke Indonesia pada awal 2025. Bersama jajaran staf asal Belanda lainnya, mereka dipercaya membawa mimpi besar mengantar Indonesia menembus Piala Dunia FIFA 2026. Namun kenyataan pahit berkata lain, perjalanan yang baru seumur jagung harus berakhir tragis setelah timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final. Baru sekitar 10 bulan bekerja, seluruh gerbong kepelatihan asal Belanda itu akhirnya dipulangkan. Kepulangan ke Belanda ternyata tidak langsung membawa ketenangan bagi pastur. Berbulan-bulan ia harus menerima

kenyataan pahit menjadi pengangguran di dunia kepelatihan. Sosok yang cukup dihormati di sepak bola Belanda itu hanya terlihat sebagai analis di Zigosport sembari menunggu kesempatan baru datang menghampiri. Kini penantian panjang tersebut tampaknya mulai menemui titik terang. Media Belanda melaporkan bahwa Alex Pastur sedang dibidik klub R divisi SC Telstar. Laporan dari Aimoider Kurant yang dikutip FC Update menyebut manajemen klub telah melakukan pendekatan kepada pastur untuk mengisi kursi pelatih musim depan. SC Telster

memang tengah mencari sosok pengganti Antoni Korea yang disebut-sebut bakal hengkang menuju FC Utreh. Dalam situasi sulit yang sedang dialami klub, nama Alex Pastur dianggap sebagai figur berpengalaman yang mampu membawa perubahan. Namun tantangan yang menanti jelas tidak ringan. SC Telstar saat ini berada di papan bawah divisi dan dibayangi ancaman degradasi. Jika menerima tawaran tersebut, Pastur harus bekerja keras menyelamatkan klub dari jurang keterpurukan. Di sisi lain, perjalanan Alex Pastur bersama timnas

Indonesia juga masih meninggalkan cerita yang membekas di hati para penggemar Garuda. Tak lama setelah kembali ke Belanda, ia sempat membuat pernyataan kontroversial yang mengejutkan publik Indonesia. Dalam wawancaranya dengan football internasional, pastur menyebut mimpi Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 bukan hanya sesuatu yang realistis mengingat posisi ranking FIFA saat itu. Mencapai Piala Dunia memang luar biasa, tetapi bagi tim peringkat 119 dunia itu bukan sesuatu yang mudah ataupun logis,”

ujarnya kala itu. Meski terdengar pahit, pastur sebenarnya juga menyiratkan harapan jangka panjang bagi sepak bola Indonesia. Ia menilai PSSI seharusnya tidak hanya fokus mengejar tiket Piala Dunia, tetapi juga membangun fondasi sepak bola nasional secara berkelanjutan. Kini setelah melewati masa sulit, Alex Pastur perlahan mulai mendapatkan kembali kepercayaan di tanah kelahirannya. Dari seorang pelatih yang pulang dengan kegagalan dan kritik, ia berpeluang bangkit untuk membuktikan bahwa karirnya belum selesai. Di balik

segala suka dan duka bersama timnas Indonesia, kisah Pastor menjadi pengingat bahwa dunia sepak bola selalu memberi kesempatan kedua bagi mereka yang belum menyerah. Nama Mike Rajasa Hopen Browers kini mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Bukan hanya karena aksinya yang tenang dan sigap di bawah mist gawang, tetapi juga karena kisah perjalanannya yang menyentuh hati sebagai pemain diaspora Indonesia yang tumbuh jauh dari tanah leluhurnya. Lahir di Amsterdam pada 6 Februari 2009,

Mike tumbuh di lingkungan sepak bola Eropa yang kompetitif. Namun di balik darah Belanda yang mengalir dari sang ayah tersimpan kuat identitas Indonesia dari ibunya Harni Sandalimbong perempuan asal Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Ikatan itulah yang akhirnya membawa Mike memilih mengenakan lambang Garuda di dadanya. Sejak kecil bakat Mike sudah terlihat begitu menonjol. Ia dikenal aktif bermain bola di rumah dan memiliki refleks luar biasa saat menangkap bola. Keluarganya pun sadar bahwa anak ini memiliki sesuatu

yang spesial. Dengan penuh harapan mereka kemudian memasukkan Mike ke Akademi Ajax Amsterdam, salah satu tempat lahirnya banyak legenda sepak bola dunia. Selama kurang lebih 5 tahun, Mike ditempa dalam sistem pembinaan elit khen disiplin dan modern. Di sana ia belajar bukan hanya soal teknik menjaga gawang, tetapi juga kecerdasan membaca permainan dan mental bertanding. Setelah itu, perjalanan karirnya berlanjut bersama tim muda FC Utrek U17. Bersama FC Utreutk, Mike berkembang menjadi sosok penjaga gawang yang matang untuk

usianya. Dengan tinggi badan mencapai sekitar 185 cm, ia tampil percaya diri mengawal pertahanan tim. Refleks cepat, keberanian mengambil keputusan hingga kemampuannya mengatur lini belakang menjadi keunggulan yang membuatnya dipercaya sebagai kiper utama. Penampilan apik Mike di level usia muda Belanda akhirnya menarik perhatian PSSI. Pemantauan serius mulai dilakukan, terutama setelah penampilannya mencuri perhatian di kompetisi internasional kelompok umur. Meski lahir dan besar di Eropa, Mike ternyata memiliki kedekatan

emosional yang kuat dengan Indonesia, tanah kelahiran sang ibu. Kesempatan besar itu akhirnya datang saat Mike menjalani debut bersama timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 FIFA 2025. Dalam laga melawan Honduras, Mike tampil solid dan menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah tekanan. Penampilannya membuat banyak suporter mulai menaruh harapan besar kepada sosok muda ini. Di balik keberhasilannya, ada rasa bangga yang membuncah dari keluarga besar di Mamasa, Sulawesi Barat. Meski Mike belum

pernah menyinjek kaki langsung di kampung halaman ibunya, dukungan dari keluarga di Indonesia tidak pernah putus. Setiap kali ia bertanding, keluarganya selalu berkumpul untuk menyaksikan aksinya mengenakan seragam Garuda. Bahkan demi memastikan seluruh keluarga dapat menonton pertandingan Mike, keluarganya rela melakukan siaran langsung melalui Facebook menggunakan dua telepon genggam. Sebuah bentuk cinta sederhana yang menggambarkan betapa besar kebanggaan mereka melihat putra keturunan Mamasa bersinar di panggung

internasional. Tak hanya kemampuan teknis, Mike juga disebut memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa. Para pelatih di Belanda bahkan menilai dirinya punya karakter alami untuk menjadi pemimpin di lapangan. Ia mampu membangun organisasi permainan dari belakang, mengatur rekan setim hingga membaca strategi lawan dengan matang meski usianya masih sangat muda. Para pelatihnya bahkan pernah menyampaikan bahwa Mike memiliki potensi besar menjadi pelatih di masa depan karena kecerdasan dan karakternya yang kuat.

Penilaian itu menjadi bukti bahwa Mike bukan sekedar kiper berbakat, tetapi juga pemain dengan visi sepak bola yang matang. Di luar lapangan, Mike dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tidak banyak bicara. Namun, di balik sikap pendiamnya, ia sangat dekat dengan keluarga, terutama sang adik perempuan. Sosok sederhana inilah yang membuat banyak orang semakin kagum kepadanya. Kini kehadiran Mike Raja Sahopen Browers menjadi simbol harapan baru bagi masa depan sepak bola Indonesia. Dengan pengalaman belajar di Akademi Elit Eropa

dan semangat membawa nama Indonesia, Mike perlahan menjelma menjadi calon penjaga gawang masa depan Garuda. Perjalanannya mungkin masih panjang, tetapi kisahnya sudah lebih dulu menginspirasi banyak anak muda Indonesia untuk terus bermimpi setinggi mungkin. Setelah ditelusuri oleh admin, berita pertama tadi hanya karangan ya, Guys. Tujuannya untuk edukasi penonton karena mulai marak berita karangan yang menyebar di YouTube. Penulis juga sudah memperingatkan agar hati-hati sebelum menyebarkan video ke orang tua dan kawan

lama. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *