Uang belasan miliar, emas batangan, dan aset misterius semuanya terbongkar dalam satu operasi Kejaksaan Agung. Dua kasus besar langsung diungkap dalam sehari dari pencucian uang hasil suap hingga dugaan korupsi tambang nikel. Siapa saja yang terlibat dan bagaimana skemanya dibongkar, Kejaksaan Agung melalui tim jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampitsus kembali membuat gebrakan. Pada Kamis, 16 April 2026. Penyidik menetapkan dua tersangka baru dalam dua perkara besar yang berbeda, namun
sama-sama berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Kasus pertama adalah tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang berasal dari kasus suap dan gratifikasi. Dalam perkara ini, penyidik menetapkan seorang pihak swasta berinisial AW sebagai tersangka. AW diduga berperan menyembunyikan aset milik terpidana dalam kasus suap, yakni Zar of Richard. Modusnya cukup rapi. Aset berupa sertifikat tanah, deposito, uang tunai, hingga emas batangan dititipkan dan dikelola melalui pihak AW. Dari hasil penggeledahan di kantor AW di wilayah
Jakarta, penyidik menemukan berbagai dokumen penting dan barang bukti. Mulai dari sertifikat tanah dalam jumlah besar, uang tunai, hingga emas batangan yang diduga kuat merupakan hasil tindak pidana korupsi. Yang menarik, penyidik menyebut bahwa sejak awal AW sudah mengetahui bahwa aset-aset tersebut berasal dari praktik suap, namun tetap bersedia menyimpan dan mengelola untuk menyamarkan asal-usulnya. Karena itu, AW dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal berupa suap yang dilakukan oleh Zarov
Richard. Seluruh barang bukti yang diperlihatkan dalam konferensi pers disebut merupakan bagian dari perkara TPPU ini. Masuk ke kasus kedua, pada hari yang sama, penyidik juga menetapkan tersangka berinisial HS dalam perkara dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kasus ini berlangsung dalam rentang panjang dari tahun 2013 hingga 2025. Artinya praktik yang diduga terjadi bukan hanya sesaat, tapi sudah berlangsung bertahun-tahun. Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa
sebuah perusahaan tambang mengalami persoalan dalam perhitungan kewajiban PNBP atau penerimaan negara bukan pajak. Untuk mencari jalan keluar, perusahaan tersebut diduga bekerja sama dengan HS untuk mempengaruhi kebijakan. Tujuannya agar perhitungan kewajiban bisa diubah atau dikoreksi melalui mekanisme tertentu. Dalam proses tersebut, HS diduga menerima uang sekitar Rp1,5 miliar dari pihak perusahaan. Tak hanya itu, saat dilakukan penggeledahan di rumah HS, penyidik juga menemukan uang tunai dalam jumlah besar diperkirakan
mencapai Rp1 hingga Rp1 miliar. Selain uang, ditemukan pula aset lain seperti emas batangan dan berbagai sertifikat termasuk sertifikat tanah dan kebun sawit. Atas perbuatannya, HS dijerat dengan sejumlah pasal terkait tindak pidana korupsi termasuk pasal suap dan gratifikasi. Saat ini kedua tersangka telah resmi ditahan. AW ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Sementara HS ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan masing-masing untuk 20 hari ke depan. Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. Salam sejahtera. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang terhormat Pak Direktur Pendidikan beserta jajaran dan rekan-rekan media yang saya hormati. Ee pada kesempatan hari ini tim Kejaksaan Agung Geng-gendar telah melakukan ee penyidikan pengembangan TPPU dengan tindak pidana asal tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi atas nama tersangka Zarof Risat. Dan pada hari ini ee telah menetapkan tersangka AW dalam perkara tindak pidana penyulian uang
yang berkaitan dengan perkara tindak pind suap oleh terminal Zikar. Penetapan ini dilakukan oleh penyidik telah memperoleh cukup bukti selain serangkaian tindakan penyidikan baik berupa pemeriksaan saksi-saksi dan juga penggeledahan yang dilakukan tadi malam di wilayah Jakarta. Bagaimana duduk perkaranya seperti apa? Di depan kita ada Pak Didik. Silakan Pak Didik untuk penyampaian lanjut sekali lagi sekalian. Baik dan selanjutnya juga pada hari yang sama hari ini juga kita tim penyidik telah melakukan penyidikan dan
penetapan tersangka dalam perkara penyidikan perkara dugaan tidak pidana korupsi dalam kegiatan tata kelola usaha pertambangan nikel di Provinsi Sulawesi Tenggara periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2025. di mana berdasarkan memperoleh dari rangkaian penyidikan yang memperoleh cukup alat bukti dan serangkaian tindakan penyidikan baik berupa pemeriksaan saksi-saksi dan penggeledahan yang dilakukan di wilayah Jakarta juga tim penyidik gedung benar telah menetapkan tersangka HS dan duduk perkara seperti apa kita di
depan suami kami ada Pak Didik silakan Pak Didik untuk menyampaikan. Terima kasih. Teman-teman semua yang pertama kami sampaikan bahwa pada hari ini, Kamis, 16 April 2016, tim penyidik Jampisus telah menetapkan tersangka yaitu Saudara AW dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal berkaitan dengan tindak pidana suap oleh tersangka terpidana Zarf Richard. Adapun kasus posisinya adalah sebagai berikut. Jadi tersangka AW ini bersama-sama dengan terbidana Zar ini ada sebuah project gitu pada saat itu
dan pada saat projek itu maksudnya mereka sudah intensif berkomunikasi. Kemudian pada saat dilakukan penggeledahan di kantor pesangka AW ya, kami menemukan banyak dokumen-dokumen ya berupa ee bukti kepemilikan tanah yang banyak mungkin seperti yang ada di sini itu adalah milik tersangka atau terpidana terpidana zarah Richard ya. sehingga penemuan dokumen sertifikat tanah dan semah uang tunai serta emas ya batangan tersebut berawal pada saat tahun 2025 gitu tersangka AW dihubungi oleh Zarov Richard untuk menitipkan dokumen-dokumen
berupa sertifikat tanah, deposito atau uang dan lain-lain dan diantar ke kantornya di ee milik AW ya, bahwa tersangka AWI mengetahui bahwa penitipan aset-aset tersebut untuk dikelola oleh tersangka AW itu dalam rangka atau bertujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul perolehan sejak awal yang sejak awal sudah menduga bahwa tersebut berasal dari tindak pidana korupsi berupa swap yang dilakukan oleh saudara Zarof Richard. itu barang bukti ee seluruh barang bukti yang ada di sini yang dilihat ini adalah barang bukti
dalam perkara bersangka awi TPPU ya seluruhnya ini ada di sini dalam perkara TP AWI. Kemudian saya beranjak ke kasus berikutnya. Hari ini ada dua memang. Kemudian pada hari ini juga Kamis tanggal 16 April 2026 tim penyidik Jampicus telah menetapkan yaitu saudara HS ya menetapkan tersangka saudara HS dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan tata kelola usaha pertambangan nikel tahun 2013 sampai 2025. Penetapan sangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik memperoleh bukti yang cukup melalui serangkaian tindakan
penyidikan, penedaan, dan lain-lain. Sedangkan kasus posisi adalah sebagai berikut. Jadi pada awalnya ada salah satu perusahaan bernama PT TSHI itu memiliki permasalahan ee perhitungan PNBP oleh Kemenhud ya. Kemudian PTTSHI mencari jalan keluar dan kemudian bersama dengan ee Saudara HS ini ya untuk mengatur sehingga ee sehingga surat atau kebijakan yang dilakukan oleh Kemenut itu dikoreksi oleh Ombusmen ya dengan perintah agar PPTSI melakukan penghitungan sendiri terkait beban yang harus dibayar.
Kemudian untuk melaksanakan hal tersebut ya tersangka ini menerima sejumlah uang ya menerima sejumlah uang dari saudara LKM yang merupakan direktur PT TSHI kurang lebih yang sudah bisa ee yang sudah diserahkan dari satu orang ini adalah kurang lebih sejumlah Rp1,5 miliar atau Rp1,5 miliar. Kemudian terhadap tersangka HS itu kami tetapkan melanggar pasal ee 12 huruf A, 12 huruf B, Pasal 5, dan pasal 606 ee KUHP yang baru. Ya, pada saat ini tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. untuk AW tadi dilakukan penahanan di Rutan Salemba cabang ee Kejasaan Agung. Saya rasa itu bisa sampaikan. Terima kasih. Saya kembalikan ke Pak Kapus. Baik, demikian ee duduk pengkara yang disampaikan oleh Pak Diik. Silakan. Apabila ada pertanyaan kami batasi tiga. Silakan. Pak dari tim Pak berarti AW ini siapa? Apakah juga tim pengacaranya garaga? Terus ee jumlah total uang ini ee berapa? Apakah ini juga milik jarak yang ditipkan ee ke dia? Ee lalu untuk yang kasus kedua ini ee tadi ee ketua itu
ditangkapnya di mana, Pak? I. Oke, terima kasih. Jadi yang di yang kami temukan itu ya karena yang kami temukan di tempat AW. AW ini adalah seorang swasta ya, seorang swasta yang berhubungan dengan zarah ya atau bisa dikatakan dia menjalankan beberapa usaha sehingga ada barang-barang milik zarf yang dititipkan di situ ya sehingga kami dakwa dengan ee TPPU ya TPPU dengan predikat kriimnya adalah perkara Zarov Richard ya. Semua yang ada di sini adalah dari KW situ. Kemudian untuk HS itu HS memang kami ee lakukan pengedahan
dan kami amankan ee tadi malam ya. Ini rumahnya di rumahnya berapa, Pak? ee nanti akan disampaikan tapi kurang lebih sekitar 11 atau 12 M untuk uang tunai ya di luar ee di luar rumah batangan dan sertifikat-sertifikat ini ada sertifikat ee kebun sawit dan sertifikat tanah lainnya di situ zar ya cukup yang lain silakan dari mana mau menegaskan saja kalau untuk HS ini ee tindakan yang dilakukan Bukan itu hanya berlangsung saat yang menjabat sebagai ketua omkutmen saja atau sebelumnya juga ada peran di situ. Terus keuntungan apa
yang didapatkan oleh HS ini dengan ikut terlibat dalam ya. Jadi itu materinya apa saja? Iya berarti itu ee pada saat yang bersangkutan sebagai komisioner ini kejadian di tahun 2025 ya. Jadi 2025 ada penerimaan uang untuk saat ini saja kami bisa mendeteksi sekitar 1,5 miliar. Itu aja. Cup. Satu lagi yang kan yang menerimanya dari kalau yang di Jakarta sama di mana itu nyampai apa yang ee itu perkara yang lama ya yang kita tangani saat ini adalah TPPU dengan predikat crime hal tersebut ya. dari PPU
dengan predikat crime eh suap yang diperoleh oleh Zarov Richard ya ini hanya murni TPPU murni TPPU untuk tersangka AW ini hanya murni TPPU tidak ada TPK-nya di situ. Cukup ya semua ya. Kalau perkembangan ee sumber uang 920 miliar itu gimana Pak? Yang mana yang gar ditemukan di rumah garok perkembangan e kepik siapa aja itu infonya juga sebagian besar titik pandai. Oke cukup ya. Baikasih semuanya cukup ya. Makasih ya. Baik makasih Pak BBnya diangkat dulu, Pak. Pak BB-nya angkat dulu, Pak. Pak, BB-nya angkat, Pak.
Pak, BB-nya angkat, Pak. Angkat barangi, Pak. Ini ya. [lonceng]

Komentar