Di tengah dunia yang makin tidak pasti, investor Indonesia mulai kembali memburu emas. Apakah emas benar-benar menjadi penyelamat di tengah ancaman krisis global? Laporan terbaru World Gold Council atau WGC menyebut emas kembali menjadi aset strategis [musik] bagi investor Indonesia sepanjang 2026. Menurut WGC, landskap ekonomi global saat ini sedang menghadapi tekanan dari berbagai arah secara bersamaan. Mulai dari kenaikan inflasi akibat lonjakan harga energi global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga
penguatan dolar AS yang menekan nilai tukar rupiah. Di tengah situasi tersebut, emas kembali dilihat sebagai instrumen lindung nilai atau safe heaven. WGC menyebut emas memiliki karakteristik berbeda dibandingkan aset keuangan lain karena dinilai mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, terutama saat pasar keuangan mengalami tekanan. Menurut data WGC, permintaan emas global pada kuartal pertama 2026 mencapai 1231 ton, naik 2% dibanding tahun sebelumnya. Nilai permintaan emas dunia bahkan
disebut mencapai rekor miliar AS. Kenaikan terbesar terjadi pada investasi emas batangan dan koin yang melonjak hingga 42% secara tahunan. Investor Asia disebut menjadi pendorong utama lonjakan [musik] tersebut termasuk Indonesia. WGC mencatat permintaan emas batangan dan koin di Indonesia pada awal tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding kuartal sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang melihat emas sebagai perlindungan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
WGC juga menyoroti pengalaman krisis Asia 1997 hingga [musik] 1998 saat rupiah anjlok hingga sekitar 80%. Dalam periode tersebut emas disebut menjadi salah satu aset yang mampu mempertahankan nilai kekayaan masyarakat. Karena itu, pengalaman sejarah masih mempengaruhi perilaku investor Indonesia hingga sekarang. Selain investor ritail, bank sentral dunia juga terus meningkatkan pembelian emas. Ban Indonesia bahkan disebut membeli sekitar 2 ton emas pada Januari 2026. Cadangan emas Indonesia kini tercatat
meningkat menjadi lebih dari 87 ton. Menurut WGC, tren ini menunjukkan emas masih dipandang sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian global dan risiko geopolitik. Di tengah tekanan ekonomi global, gejolak geopolitik, dan ketidakpastian pasar keuangan, emas kini kembali menjadi pilihan utama banyak investor. Bagi sebagian orang, [musik] emas bukan sekadar investasi, tetapi perlindungan nilai kekayaan saat situasi dunia makin sulit diprediksi. Dan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, persaingan aset Save
Heaven diperkirakan akan terus memanas sepanjang tahun ini. Keputusan bisnis terbaik datang [musik] dari data, bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. Download aplikasi kontan [musik] sekarang di App Store atau Play Store.

Komentar