Halo sobat cuan, balik lagi sama gue Yuliana, reporter konten di segmen Ciciuan. Nah, di video kali ini gue akan ngebahas topik yang juga lagi rame, yaitu tentang PT Goto Gojek Tokopedia. Sebenarnya di dua episode sebelumnya tuh gua juga udah bahas tentang goto. Tapi di video kali ini gua akan membawa update baru. Jadi waktu Mayday itu Presiden Prabowo Subianto itu bilang kalau misalkan dia udah teken peraturan presiden atau Perpres nomor 27 tahun 2026 tentang kesejahteraan si driver
Mitra Ojol itu. Sebagai tindak lanjut pada 19 Mei 2026, manajemen Goto nih lewat e Hans Patuo nih di rot-nya Goto ngadain siaran pers ke teman-teman media termasuk gue. Nah, di kesempatan itu mereka merespon peraturan Perpres nomor 27 tahun 2026. Setidaknya ada empat langkah nih yang mereka bakal lakuin. Sedikit gambaran kalau misalkan ada yang ketinggalan. Jadi di Perpres 27 tahun 2026 itu pemerintah mengatur skema bagi hasil antara aplikator sama mitra pengebudi. Jadi di Perpres itu pemerintah mengatur komisi yang
didapatkan dari mitra-mitra pengembudi itu jadi akan lebih besar. Jadi mitra pengembudi itu bakal dapat 92% dari tarif perjalanan dan yang didapetin dari aplikatornya kayak si Gojek itu cuman 8%. Jadi potongasi aplikatornya itu yang tadinya hampir 20% jadi sekarang dipangkas jadi cuman maksimal 8%. Sebelum ada aturan ini si aplikator kayak Gojek itu bisa dapat keuntungan 80% dari tarif perjalanan. Misalnya nih kalau dari perjalanan harga tarifnya Rp10.000, si Gojek tuh dapatnya Rp2.000 sedangkan mitranya itu dapat Rp8.000.
Nah, karena skemanya udah dibalik nih, si porsinya driver ini akan jadi lebih banyak. Jadi sekitar 9.200. Nah, sisanya itu yang 800-nya itu akan masuk ke Gojeknya itu. Jadi, pendapatannya akan semakin mengecil. Imbasnya apa? Ya, pendapatan si Gojek ini akan semakin mengecil. Nah, kalau si Hansa sendiri bilang tadi memang dari Gojek ini sendiri kan ada berbagai macam lini layanan ya, mulai dari Gorite, Goar dan lain-lain. Yang terbesar ini memang layanannya si Gorite ini. Mereka itu punya layanan gorite reguler sama Gorite
hemat. Yang langkah pertama ini mereka menyatakan kalau Yagoto akan mengikuti aturan dan mendukung penuh peraturan tersebut. mereka akan melakukan penyesuaian untuk layanan yang goret hemat maupun goret reguler ini. Tetapi mereka juga memastikan penyesuaian skema ini enggak akan berdampak signifikan kepada pelanggan. Jadi, manajemen gua tuh memastikan kalau misalkan enggak ada nih yang dibebankan kepada pelanggan. Kalau dibebankan ke pelanggan imbasnya kan tarif layanan itu akan naik. Kalau misalkan tarif naik mungkin ditakutkan
adalah permintaan dari pelanggannya itu juga akan menurun dan hasilnya juga enggak akan baik. Jadi manajemen Goto itu memastikan tarif ke pelanggannya ini enggak akan berimbas. Gotois sendiri melihat memang ini tuh sebagai investasi jangka panjang walaupun memang ada sedikit harus dikorbankan lah karena kan pasti pendapatannya turun. Yang kedua karena ada penyesuaian tarif itu kan tadi seperti yang sudah gua mention di awal si Goret itu ada dua layanan Goret e reguler sama Goret hemat. Goto itu
sebenarnya punya layanan langganan jadi kayak subscription gitu. Sejak adanya Perpres ini mereka bilang layanan untuk Gorite Hemat ini bakal dihapus. Cuman untuk implementasinya kapan Goto ini juga belum bisa ngasih timeline yang jelas. Karena sebenarnya mereka sendiri belum nerima salinan peraturan si Perpres 27 tahun 2026 itu. Jadi mereka tuh masih intensif lah ngobrol sama pemerintah soal kapan sih sebenarnya aturan ini berlaku segala macam. Jadi mereka tuh maunya sebenarnya ketika peraturan ini udah dirilis, mereka akan
langsung implementasi. Mereka enggak mau kalau misalkan implementasinya ini cuman setengah-setengah atau bertahap. Mereka tuh mau langsung ee berjalan seutuhnya gitu. Balik lagi soal si Gorat hemat. Jadi dia nutup langganannya ya, langganan atau subscription si Gorat hemat. Manajemen Goto ini memastikan akan ada penyesuaian harga dari si Goret hemat ini. Jadi mungkin ketika diimplementasiin jangan kaget kok ternyata naik ya harganya mahal atau mungkin bisa mirip-mirip sama yang reguler karena itu
ee imbas dari penyesuaian implementasi Perpres ini. Manajemen Goastikan skema imbal hasil yang potongan 8% ke aplikator itu juga akan berlaku di layanan goret hemat. Tapi ini juga timeline-nya masih menunggu dari pemerintah kepastiannya seperti apa baru mereka akan go launching. Yang ketiga, gua tuh juga memastikan kesejahteraan mitra-mitra drivernya. Banyak kegiatan-kegiatan misalkan yang mereka udah kasih kepada mitra, terutama untuk penyejahteraan ya. Misalkan ngasih BPJS kesehatan buat mitra-mitra yang
berkinerja baik. Terus mulai dari tahun lalu eh Gojek juga udah ngasih bantuan hari raya semacam THR untuk Gojek-Gojek yang memang performanya oke. Ke depannya kata manajemen Goto, mereka juga akan mengembangkan inisiatif-inisiatif lainnya yang akan mendukung kesejahteraan mitra-meta driver. Nah, yang keempat yang terakhir si manajemen Goto ini juga sadar betul kalau misalkan penyesuaian tarif bagi hasil ini bakal mempengaruhi pendapatan mereka. Ya, bayangin mereka cuma dapat 8% misalkan dari transaksi itu kan kecil
banget ya. Padahal secara kinerja kita sudah lihat nih di kuartal 1 mereka udah berhasil membuka laba. Artinya dari top line mereka tuh berpotensi tertekan nih. Padahal kan selama ini bisnisnya Goto ini ditunjang dari pendapatan yang terus tumbuh sama efisiensi yang terus meningkat. Artinya kalau misalkan kayak gitu mereka harus benar-benar gencarin yang namanya efisiensi karena pendapatannya semakin menyusut. Karena mereka tahu betul nih pendapatan yang akan semakin berkurang. Mereka bilang kita akan berkomitmen Gojek ini bakal
ngasih layanan-layanan atau produk-produk yang bakal lebih inovatif, yang lebih menghasilkan lah gitu. Apalagi Gojek ini kan juga bagian dari grup Goto. Ekosistemnya ini cukup banyak bukan cukup lagi, banyak banget. Mulai dari Bank Jago, ada layanan GoPay, lini-lini bisnisnya itu benar-benar besar gitu. Apalagi kan mereka sekarang ada di Tokopedia walaupun udah dimilikin TikTok tapi kan mereka tetap ada hubungannya nih sama si Tokopedia dan TikTok Shop ini. Jadi dengan ekosistem yang besar kayak gini, manajemen gitu
tuh masih meyakini mereka bisa ngasih nilai lebih dengan keunggulan-keunggulan tadi dari ekosistem yang ada di lininya di mana-mana. Mereka sih meyakini kalau misalkan ee bisa memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Itu tadi empat langkah strategis yang bakal dilakuin Goto setelah Perpres nomor 27 tahun 2026 nih resmi dikeluarkan pemerintah. Kalau misalkan kalian sobat-sobat cuan bisa cermati kira-kira dampaknya gimana juga karena belum bisa dipastiin kapan implementasinya. Apakah di kinerja
kuartal 2 ini udah mulai terlihat? Gua rasa sih belum karena kan memang kuartal 2 tuh sisa 1 bulan lagi ya. Ini kan di Mei, sisa Juni mungkin bisa aja implementasinya baru di semester 2. Artinya kalau misalkan di semester 2 mungkin baru bisa kelihatan di kinerja kuartal 3 atau kuartal 4. Nah, tapi makanya dari situ sobat-sobat cua nih juga harus tetap up to date kira-kira si manajemen goto mau ngapain implikasinya gimana. Oh ya, yang menarik nih gua hampir kelupaan karena sentimennya cukup negatif ya,
terutama di sentimen skema bagi ojol ini harga sahamnya Goto pun juga ikut tertekan ya. Sebenarnya kalau kita lihat harganya sih enggak ke mana-mana cuman di level 50 per saham sampai 60. 60 itu juga jarang kali ya. Kalau kalian ah punya sahamnya kayaknya tahu deh. Kayaknya ke situ-situ aja. Sejak pengumuman si Perpres ini, pergerakan harga sahamnya cenderung staknan. Bahkan di tengah tekanan pasar ya sahamnya konstan stabil di level 50-an. Nah, karena itu si manajemen Goto ini juga udah umumin mau buyback saham.
Jadi mereka beli dan dananya enggak main-main hampir 3 triliun itu gede banget. Bahkan sekelas Telkom Indonesia aja mereka cuman nyiapin 1 triliun tapi si goto ini nyiapin 3 triliun. Nah, mungkin sentimen rencana buyback ini bisa jadi pertimbangan nih buat kalian investasi di salamnya Goto. Kira-kira bisa jadi sentimen positif apa enggak ya? Apakah ini keputusan yang baik atau enggak? Tapi si Balback ini masih nunggu restu persetujuan pemegang saham. Kalau kalian misalkan mau ikut ambil keputusan
itu mungkin bisa beli sahamnya Goto terus nanti ikut troops-nya gitu. Sekian video Cicuan kali ini. Jangan lupa like, comment, and subscribe. Dadah. Keputusan bisnis terbaik datang dari [musik] data bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with [musik] Google. Download aplikasi kontan sekarang di App Store atau Play Store.

Komentar