Bisnis
Beranda / Bisnis / Jaksa Keuangan Jelang Putusan MSCI, OJK Optimistis Dana Asing Kembali Langsung Masuk

Jaksa Keuangan Jelang Putusan MSCI, OJK Optimistis Dana Asing Kembali Langsung Masuk

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fauzi, menyatakan pihaknya telah melakukan pertemuan teknis dengan analis MSCI pada 10 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pelaku pasar untuk tidak panik menjelang pengumuman hasil market accessibility review oleh MSCI yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026. OJK menilai peninjauan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan penyedia indeks global tersebut terhadap berbagai pasar modal di dunia, bukan hanya di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, OJK telah menyampaikan seluruh informasi yang dibutuhkan, khususnya terkait keterbukaan informasi dan transparansi kepemilikan saham emiten. MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan market accessibility pada 19 Juni dan hasil market classification review pada 23 Juni 2026. OJK optimistis hasil peninjauan ini dapat menjadi katalis untuk mendorong kembali partisipasi investor asing di pasar modal Indonesia.

Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026. Stabilitas nilai tukar rupiah yang mulai membaik dinilai mengurangi urgensi bagi bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga. Kepala Ekonomi Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan Bank Indonesia kemungkinan akan memilih menahan suku bunga sambil menunggu dampak dari kenaikan sebelumnya. Sebelumnya, BI telah mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga ekspektasi inflasi.

Harga emas berbalik melemah pada perdagangan Rabu setelah The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan sekaligus mengisyaratkan kemungkinan kenaikan biaya pinjaman sebelum akhir tahun. Sinyal tersebut mendorong penguatan dolar Amerika Serikat dan menekan daya tarik logam mulia. Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan 9 dari 19 pejabat bank sentral memperkirakan suku bunga acuan masih perlu dinaikkan pada 2026.

PT Timah Tbk resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp656,81 miliar atau setara Rp88,18 per saham. Keputusan ini diambil setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 12 Juni 2026. Kinerja keuangan tahun 2025 menunjukkan perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun, sehingga rasio pembayaran dividen mencapai sekitar 50%. Dividen dijadwalkan akan dibayarkan pada 10 Juli 2026.

PT Merdeka Battery Materials Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 1,54 miliar saham dengan alokasi dana Rp1,46 triliun. Buyback akan dilakukan secara bertahap dalam waktu 3 bulan. Perseroan memastikan sumber dana memenuhi ketentuan POJK dan tidak akan mengganggu pendapatan maupun biaya pembiayaan perusahaan.

Ucap Bahlil: Pemadaman Listrik Lain Karena Kekurangan Stok Batubara Pln

PT Surya Semesta Internusa (SSIA) tetap optimistis mampu menjaga kinerja bisnisnya sepanjang tahun 2026 meski suku bunga acuan bertahan di level 5,5%. Penjualan lahan industri yang didorong minat investor asing menjadi penopang utama pertumbuhan perseroan. Manajemen SSIA menilai tingginya suku bunga domestik bukan hambatan utama karena mayoritas tenan berasal dari luar negeri. Kawasan industri Subang Smartpolitan menjadi penggerak utama bisnis tahun ini. Hingga kuartal pertama 2026, SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp1,44 triliun, naik 35% secara tahunan, dan mencatat laba bersih Rp89,01 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *