Bisnis
Beranda / Bisnis / IHSG Keluar dari Zona Merah Bursa Efek Pasar Modal Nilai Tukar Rupiah

IHSG Keluar dari Zona Merah Bursa Efek Pasar Modal Nilai Tukar Rupiah

IHSG Bursa Efek Indonesia sempat tertekan usai pengumuman rebalancing index global MSCI. Ya, namun OJK memastikan kondisi pasar modal Indonesia masih stabil. Nilai tukar rupiah pun menunjukkan penguatan setelah BI banyak melakukan intervensi pasar. Pergerakan indeks harga saham gabungan IHSG makin tertekan di angka 1,9% pada perdagangan saham Rabu. Koreksi ini terjadi setelah rilis hasil tinjauan indeks AMSCI terhadap saham-saham di Indonesia. 18 saham Indonesia tercatat keluar dari indeks saham MSCI. Indeks

MSCI adalah semacam acuan saham-saham dunia. Tetapi dalam penilaian OJK, penurunan ini tidak perlu dicemaskan. ee terkonfirmasi ada penurunan indeks tapi dengan tingkat aktivitas yang kamu nilai masih dalam batasan wajar dan sebagai konsekuensi reaksi dari rebalancing. Ya, kalau kita lihat saham-saham yang terdampak sekalipun tidak ada satuun yang mengalami misalnya kondisi auto rejection bawah gitu ya, menyentuh harga terbawah yang diizinkan pada hari ini. Jadi masih dalam batasan ee koreksi yang

ee rentang yang wajar. Sejak awal pekan hingga Rabu, angka IHSG telah turun sekitar 2,81%. Dibanding bursa ASEAN lainnya, bursa efek Indonesia yang paling buruk. Thailand dan Singapura tampil paling kuat dengan pertumbuhan positif di atas 1%. Sementara pergerakan nilai rupiah yang melemah bahkan sempat di atas Rp17.500 R pada Rabu menguat 0,30% menjadi di sekitar R7.470 per dolar Amerika. Bank Indonesia tetap optimis dengan tujuh langkah yang dilakukan. Nilai tukar rupiah akan stabil dan menguat.

Bank Indonesia akan terus berada di pasar, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. Jadi, begitu pasar Jakarta tutup, kita standb di pasar Eropa, kita kemudian standby di pasar Amerika ya untuk menjaga bagaimana pergerakan nilai tukar rupiah yang kalau di luar negeri ini dipengaruhi oleh transaksi NDF itu tetap stabil. Kira-kira seperti itu ya. karena tidak ada alasan untuk rupiah tidak menguat, tidak stabil. Kira-kira sebetul ya. Dengan fundamental ekonomi yang dinilai kuat serta koordinasi antar lembaga,

Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dan stabil. Tim MTEK Media melaporkan. P

Lengkapnya Jejak Luke Mahony: Mengapa Prabowo Restui WNA Jadi Bos PT DSI, Mengurus Ekspor SDA Satu Pintu Saja

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *