Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa tidak akan ada lagi pemadaman listrik bergilir dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan menyusul rapat koordinasi mengenai kelancaran pembayaran kompensasi serta subsidi bagi PT PLN (Persero), yang diharapkan dapat menjaga kemampuan keuangan perusahaan agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap maksimal.
Terkait pasokan batu bara, Bahlil menjelaskan bahwa dari total kebutuhan 154 juta ton pada tahun 2026, PLN telah mengikat kontrak sebesar 134 juta ton. Dengan sisa kebutuhan sekitar 18 hingga 20 juta ton, ia menegaskan bahwa secara keseluruhan tidak ada masalah. Pemerintah juga telah membentuk tim khusus pengadaan batu bara yang melibatkan Kementerian ESDM, Inspektorat Jenderal, BPKP, dan PLN atas arahan Presiden untuk memastikan transparansi, manajemen yang presisi, dan efisiensi biaya, sehingga tidak membebani keuangan negara melalui OPEX yang terlalu tinggi.
Selain sektor ketenagalistrikan, pembahasan utama lainnya adalah persiapan implementasi bahan bakar biodiesel B50 yang direncanakan akan diresmikan pada 1 Juli 2026. Uji coba teknis telah dilakukan oleh tim dari Kementerian ESDM pada berbagai jenis kendaraan, mulai dari alat berat, kapal, kereta api, hingga kendaraan tambang dan alat pertanian. Hasil uji coba menunjukkan kadar air pada B50 lebih sedikit dibandingkan B40. Pemerintah sangat optimis bahwa peluncuran B50 nantinya dapat mengurangi, atau bahkan meniadakan, ketergantungan impor solar.
Dalam diskusi mengenai kendala pasokan, Bahlil mengakui adanya tantangan sedikit pada batu bara medium kalori 5.200 karena tren penurunan kualitas kalori batu bara secara umum. Pemerintah tengah mencari solusi agar pengusaha tetap tidak dirugikan akibat biaya produksi yang tinggi, sambil tetap memastikan PLN mendapatkan pasokan dengan harga yang wajar dan tidak merugikan negara.

Komentar