Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Area Jalan Hancur Duh Masa Minta Dimitigasi, Jawaban Gubernur Jateng Bikin Masyarakat Meradang

Area Jalan Hancur Duh Masa Minta Dimitigasi, Jawaban Gubernur Jateng Bikin Masyarakat Meradang

Informasi berikutnya nih pemirsa, ada laporan dari warga ini Bapak laporan ini ada viral jalan rusak Bapak mohon segera diperbaiki katanya. Jadi gini ya jawabannya ya soal jalan rusak ya. Jadi jawabannya itu viral. Itu harus viral sekali Bapak. Viral sekali ya. Viral sekali. Banyak sekali yang menonton minta diperbaiki segera. Jadi begini jawabannya. Viral itu harus dimitigasi. Satu harus dilakukan pengecekan. Dua, disesuaikan dengan kemampuan. Bangun jalan lihat ada manfaatnya atau tidak. Biayanya kan besar sekali ya. Jadi

utamakan perbaikan jalan yang menguntungkan bagi ekonomi masyarakat. Makanya yang bisa mem-manage, yang tahu wilayah adalah para bupati, walikota, dan dinasnya. Jadi harus mempunyai skala prioritas, Mas. Gitu, Bapak. Kalau jalan viral dan rusak itu diperbaiki bukan menasihati saya, Bapak. Iya, jawabannya begitu. berarti belum diperbaiki. Nah, saya jawab lagi dari awal ya. Jadi, jalan rusak ini kita harus tahu bagaimana dampak ekonominya buat masyarakat. Nah, viral itu biasa sebagai kepala daerah, sebagai pimpinan daerah

kita biasa mengalami viral. Kalau viral itu biasa tugas kita yah, Bapak ini enggak ada solusi. Ya udah deh, Pak. Makasih. Makasih. Wah, dikasih tahu. Kita simak informasinya berikut ini, pemirsa. Cuman yang viral satu, Bapak. Ini jalan Cepu, Randu belatung cepu. Jadi begini begini begini. hancur. Viral itu harus dimitigasi. Satu dilakukan pengecekan, dua disesuaikan dengan kemampuan. Dulu pernah ada salah satu bupati wilayah Sragen lurah itu gopak neng nggone opo? Neng nggone opo? Jalan sing bolong.

Katanya, “Eh, itu kenapa viral? Itu lurahmu gulung koming n nggone jalan berlubang.” Dan kalau jalan itu saya bangun itu tidak ada manfaatnya dan biayanya besar sekali. Saya lebih mengutamakan jalan yang sini karena di sini adalah menguntungkan bagi masyarakat, bagi pertumbuhan ekonomi. Nah, makanya yang bisa memanage yang tahu wilayah adalah para bupati, walikota, dan dinasnya harus mempunyai skala prioritas. Karena dengan keterbatasan fiskal dan tekanan fiskal di tempat kita, kita harus bisa

mensiasati yang semacam itu. Nggih. Kalau kita sebagai pejabat publik viral, biasa. Lain enggak viral, jenengan jangan jadi pejabat publik, gitu. Tetapi bagaimana kita harus lebih rajin untuk bisa memintigasi daripada problem jalan di wilayah kita dan problemnya sama semua. Yang lebih utama masyarakat tidak pernah tahu bahwa itu jalannya siapa. Prinsip jalan udu mulus lah. Itu harus kita rangkul, kita reduksi mereka perlu apa kita kasih pengertian dia dan lain sebagainya. Nggih. Jelas Bu. Siap.

BGN Buka Rencana Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Area Kawasan 3T

Sudah masuk idt. Siap. Nah, [mendengus] pemirsa, atas pernyataan Gubernur Jawa Tengah tadi, warga Blora mengungkapkan kekecewaannya yang diduga ucapan dari Gubernur Jawa Tengah tersebut menganggap pembangunan jalan di Randu Belatung Blora tidak terlalu penting. Gubernur jawabane dalane ora penting. Ora penting, ora bermanfaat. Dipadakno karo Seragen. Loh, Serragen bayar pajak Moro ya? Bayar pajak. Bayar pajek podar pajek kabeh dalan bosok ngopeni lakoni lho kui loh kata-katane mas-mas wis joj bener kata-katane

pemirsa warga Randu belatung Kabupaten Blora Jawa Tengah akhirnya menanami pohon pisang di Jalan Provinsi Ruas Randu Belatung Cepu. Aksi ini sebagai bentuk protes atas pernyataan Gubernur Jawa Tengah. Warga protes saat Gubernur Lutfi menjawab pertanyaan jalan rusak dari Wakil Bupati Blora Sri Setyorini. Gubernur Lutfi menjawab, “Pemerintah kabupaten harus bisa memprioritaskan perbaikan jalan yang memberikan efek langsung kepada masyarakat.” Lutfi membandingkan dengan sikap Bupati Sragen

yang prioritaskan perbaikan jalan rusak yang menguntungkan masyarakat secara ekonomi. Oke, ya, Pak Lutfi. Makasih banyak sudah ngomentari Blora. Tapi yang harus publik tahu pemirsa, di tengah hujatan tersebut ternyata anggaran perbaikan di Jalan Cepu Randu Belatung sudah disiapkan. Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menjelaskan justru jalan yang disoroti tersebut sudah masuk dalam program penanganan penanganan ruas jalan yang kemarin di Cepu Randuatuk semuanya. Setelah selesai mereka melakukan aksi itu, langsung kita

lakukan perkerasan dengan melakukan pemadatan dari material yang mereka kirim. Sudah kita lakukan kemarin kita menggunakan baby roller dan juga menggunakan stamper dan itu semua sebenarnya alokasi yang ada di kami ini ada ee kurang lebih sekitar 5,276 miliar. Kemudian berikutnya juga untuk pada ruas yang sama ada tiga ruas jalan yang berada di ee Blora sana ini nantinya akan kita usulkan ke Impres Jalan Daerah. Jadi ee masuk ke IJD mudah-mudahan semuanya nanti dapat ter ee laksana dengan baik. Jadi ee di

Kabupaten Blora ini sebenarnya sejak tahun 2025 sampai dengan 2026 ini juga alokasinya sudah sangat besar. Kalau kita lihat panjang status jalan di Provinsi Jawa Tengah ini kan ada 2.440,12 km. Nah, ini sedangkan untuk penanganan di Blora sendiri ini sampai dengan posisi yang kemarin ini sudah ditangani untuk ruas jalan sepanjang 45,3 km. Jadi sebenarnya angka itu adalah suatu angka yang sangat relatif, sangat besar. termasuk alokasi yang sudah masuk di Kabupaten Blora ini totalnya ada 45,86 miliarah. Mudah-mudahan nanti semuanya

SPPG Berhenti Operasi Sementara Akibat Dana Operasional Belum Cair Siswa Langsung Beli Makanan di Kantin Lagi

dapat ya. Bagaimana dengan warga Blora? Apakah jalan di sana sudah mulai diperbaiki? Ini bisa kita update terus informasi terkinya ya. Pemirsa, di saat Gubernur Jawa Tengah meminta ada pemilahan prioritas pembangunan jalan. Sementara itu, Gubernur Sherli Joanda justru langsung menurunkan tim survei pembangunan jembatan saat dapat keluhan keluhan dari seorang anak di media sosial. Jadi ini adalah awalnya seorang anak perempuan mengeluh memperlihatkan keterbatasan infrastruktur di daerahnya Desa Nyonyivi, Bacan Timur, Kabupaten

Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Disampaikan di medsos dan membuat banyak anak tidak bisa sekolah ketika dihantam banjir. Padahal kan keluhan ini disampaikan di media sosial yang harusnya mungkin secara prosedural tidak seperti itu adanya. Nah, akan tetapi meski hanya di medsos, Gubernur Maluku Utara menanggapinya di kolom komentar dan mengatakan bergegas mengirimkan tim survei ke sana. Beda Lutfi beda Sherli, beda lagi KDM. Seorang wanita mengeluh jalanan rusak di daerah Cianjur. Keluhan ini juga

ditanggapi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Meni awon kie Bapak ini teh sekelas pakai motor NMAX ya. Nah, ini adalah seorang warga Cianjur naik sepeda motor mengalami gangguan di lintasan Jalan rusak, Jalan Cikidang, kawasan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kita lihat jalan kota jalanannya rusak ya. Beberapa jalan juga berlubang, bergelombang. Sebenarnya kan ini masuk ranah kabupaten dan bukan jalan provinsi. Akan tetapi KDM membahas dan juga membalas keluhan warga tersebut. pakai motor NMAX-nya.

Pakai N. Buat teteh yang cantik, terima kasih ya sudah menginformasikan jualan yang bergelombang dan [berdehem] saya sudah sampaikan ke Bupati Cianjur dan sudah menjawab tahun ini sudah teralokasikan di dua ruas 1,8 miliar untuk dilakukan perbaikan sehingga jalannya tidak ajlug-ajlugan. Hatur nuhun, Teteh. Hati-hati di jalan. Dan kenapa juga atuh harus berpisah segala? Ngikutin aku aja. Sementara itu, warga lainnya, pemirsa membagikan kondisi jalan di desanya. Jalan yang mulus dan tidak ada rusak ini

ternyata berada di sebuah desa. Bukan jalan provinsi, bukan kabupaten, tapi ini adalah jalan mulus di sebuah desa Darmaga, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Entah apakah ini bagian dari prioritas atau bukan bagi pemerintah daerah ya. Meskipun hanya jalan kecil, namun pemerintah provinsi Jawa Barat bersama jajarannya tidak memilih-milih lokasi mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Terbukti jalan desa pun bisa diperbaiki seperti ini. Oke.

Yaman Siapa Lagi Kalo Bukan Yaman Lanjutkan Serangan Rudal Andai Israel Kembali Serang Lebanon

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *