Olahraga
Beranda / Olahraga / Semua Negara Raksasa DATANG UNTUK BIKIN GEMPAR! Inilah 4 Debutan Piala Internasional 2026

Semua Negara Raksasa DATANG UNTUK BIKIN GEMPAR! Inilah 4 Debutan Piala Internasional 2026

Satu bola lagi Piala Dunia 2026 dimulai. Semua fans sepak bola tentu menanti aksi-aksi sejumlah negara raksasa seperti Spanyol, Argentina, Prancis, Inggris, Brazil, maupun Jerman. Tapi di antara para raksasa itu ada para debutan yang siap mewarnai jalannya turnamen. Negara-negara debutan ini memang baru mentas di Piala Dunia, tapi soal kekuatan mereka tak bisa dipandang sebelah mata. Banyak dari mereka bahkan menyimpan kekuatan yang mungkin tak banyak diketahui orang. Penasaran siapa saja debutan Piala Dunia 2026 dan seperti apa

peta kekuatan mereka. Berikut starting levelist telah merangkum seperti apa kekuatan empat negara debutan Piala Dunia 2026. Simak videonya sampai tuntas. Kurasau. Sedikit banyak kita mungkin perlu berterima kasih kepada Patrick Cliford. Bukan karena jasa yang beliau berikan ke timnas Indonesia. Tapi tanpa beliau mungkin kita tidak akan mengenal nama Kurasau lebih awal. Ingat, dulu Kuraso inilah yang memberi testimoni pertama waktu Patrick Klivot diresmikan sebagai pelatih timnas. Tapi kesampingan dulu soal Cliford dan

timnas Indonesia. Yang hendak kita bahas di sini adalah timnas Kurasaunya. Tidak banyak yang mengenal Kurasau sebelum sekarang. Wajar karena timnasnya sendiri baru terdaftar sebagai anggota resmi FIFA pada tahun 2011 silam. Sebelumnya Kurasau adalah anggota antilan Belanda. Meski berusia sangat muda, Kurasau jadi salah satu negara yang tampil mengguncang di babak kualifikasi zona kakaf. Negara yang diperkuat pemain Manchester United, Tahi Chong itu mengunci posisi teratas grupe ronde kedua kualifikasi.

Mereka bahkan tak terkalahkan dalam enam laga yang dimainkan. Perjalanan Kurasau makin terasa heroik karena belum genap 10 tahun yang lalu mereka baru ikut serta di Aijang Kon Kakaf Cup. Di sisi lain dengan jumlah penduduk cuma 150.000 orang, Kuraso adalah negara terkecil yang lolos ke Piala Dunia. Populasi Kurasau ini bahkan hampir 10 kali lipat lebih kecil ketimbang populasi Jakarta. Kesuksesan Kuraso tak lepas dari siasat cerdas mereka menggunakan pemain-pemain keturunan. Sebagai negara yang masih menjadi bagian

dari kekuasaan Belanda, Kurasau punya banyak diaspora dari negeri kincir angin. Sad mereka pun banyak dihuni pemain-pemain kelahiran Belanda. Ya, mirip-miriplah sama Indonesia. Di sisi lain, keberhasilan Kerasau menembus Piala Dunia juga tak lepas dari perantik advokat. Pelatih legendaris asal Belanda inilah yang membimbing Kurasau Sejak ditunjuk pada tahun 2024 silam. Nantinya Kerasa sendiri bakal tergabung ke dalam grup E bersama tiga negara kuat Jerman, Pantai Gading, dan Ecuador. Cap Ver Ferday.

Emery Sesudah memenangkan gelaran Liga Europa kelimanya usai Aston Villa mengalahkan Freiburg di Akhir!

Dari daratan Karibia kita bergeser ke Afrika. Tak kalah menghebohkan dari kisah Kurasau, ada juga kisah lolosnya Cap Verday. Untuk pertama kalinya timnas yang punya julukan Sak itu mentas ke panggung tertinggi dunia. Cara mereka lolos ke turnamen 4 tahunan ini juga tak kalah heroik dibanding Kurasau. Secara mengejutkan timasan Bupta ini mengakhiri papak kualifikasi rounde kedua CF dengan finish di urutan teratas. Perolehan poin mereka bakal lebih banyak ketimbang Kamerun, salah satu negara terkuat di kawasan Afrika. Tapi

bagaimana sebuah negara yang cuma berpopulasi 500.000 jiwa bisa lolos ke Piala Dunia. Sama seperti Kurasau, Kepde sangat bergantung pada talenta-talenta diaspora. Namun kalau Kurasa mendapat sokongan tenaga dari pemain-pemain keturunan Belanda, Kepde ini dapat suntikan tenaga dari Portugal. Lihat saja skuadnya, banyak dari pemain Cap Verde lahir dan tumpuh besar di Portugal. Tidak hanya Portugal, diaspora capd rupanya juga tersebar di banyak daratan lain di Eropa. F saja K Palmer bintang timnas Inggris

dan Chelsea juga punya darah keturunan C Verday pun begitu dengan Cristiano Ronaldo. Banyaknya pemain diaspora dan keturunan itu rupanya memberi dampak luar biasa buat sejarah sepak bola C Verde. Di sisi lain, kesuksesan Cap Verde juga tak bisa dipisahkan dari peran seorang Bobista. Pria bernama asli Pedro Leta Prito itu sudah mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk timnas Kurasau. Sukses sebagai pemain di masa lampau serta sebagai asisten sang legenda Blue Shak itu kembali untuk menuntun negaranya ke pentas tertinggi.

Meski bukan negara besar, Cap Verde dikenal memiliki gaya main yang alot dan pantang menyerah. Scot mereka digawangi sejumlah bintang keturunan seperti DNo, Rian Mendry Rodriguez. Di babak grup nanti Kepde tergabung ke dalam grup H bersama Spanyol, Arab Saudi, dan Uruguay. Yordania. Di antara pedbutan negara satu ini mungkin jadi yang paling sedikit mendapat sorotan. Tidak ada kisah heroik seperti halnya C Verd ataupun Kurasao. Namun bukan berarti Yordania bisa dipandang sebelah mata. Mereka memang

belum pernah juara di turnamen regional Piala Asia, tapi rekor mereka sangat layak diwaspadai. Di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia Z Asia kemarin, Yordania finish sebagai runner up Grou Be. Mereka cuma kalah dari Korea Selatan yang mengemas en poin lebih banyak. Digawangi oleh trio penyerang Mausa Altamari, Yassan Alnaima, dan Ali Alwan. Yordania menjadi tim paling produktif nomor dua di grup E. Kesuksesan Yordania tak lepas dari peran penting sosok asli Maroko Husin Amota. Pria yang pernah membawa timnas

Skuadnya Membuat MERINDING! Tim Favorit Juara Piala Internasional 2026

Maroko menjuarai Afgcon tahun 2022 itu adalah peletek pondasi pembangunan timnas Yordania yang sekarang. Sepeninggal Amota pada Juni 2024, warisannya diteruskan oleh Jamal Salami. Sebagai pelatih yang sama-sama berasal dari Maroko, pendekatan Salami mirip-mirip dengan Amota. Salami adalah tipikal pelatih yang tahu betul akan potensi anak-anak asuhnya. Terbukti dari 12 laga yang dimainkan, Yordania cuma kalah dua kali, masing-masing atas Korea Selatan dan Irak. Sebetulnya pada 2014 silam Yordania sudah sempat nyaris lolos ke

Piala Dunia. Sayang waktu itu mereka gugur di babak playoff. Kendati begitu, capaian Yordania 12 tahun silam patut bikin bangga. Betapa tidak, mereka berhasil menahan imbang Uruguay yang digawangi Luis Suarez sampai babak perpanjangan waktu. Kalah pada drama adu penalti dan tak pernah lagi dapat kesempatan masuk Piala Dunia. Yordania akan memanfaatkan edisi tahun ini dengan maksimal. Sayangnya grup yang dihadapi negara satu ini juga tidak akan mudah. Rival segerup Yordania di grup C antara lain Austria,

Aljazar, dan sang juara bertahan Argentina. Uzbekistan terakhir masih dari Asia ada nama Uzbekistan. Negaranya Abdul Qadir Hosanov ini tidak muncul secara tiba-tiba di pentas tertinggi Piala Dunia. Upaya yang mereka lakukan untuk bisa manggung di turnamen 4 tahunan tersebut tidak main-main. Selama bertahun-tahun, Uzbekistan membangun ekosistem sepak bolanya dengan sungguh-sungguh. Terbentur, terbentur, terbentuk. Itulah istilah yang layak untuk menggambarkan perjalanan Uzbekistan untuk sampai ke

Piala Dunia 2026. Pada tahun 2006, silam, Uzbekistan sudah pernah sampai ke babak playoff antar benua. Pun begitu dengan edisi 2014. Namun Uzbekistan harus mengubur mimpi di turnamen final kali itu. Kenati demikian, Uzbekistan tidak patah arah. Kegagalan dalam dua edisi tersebut dijadikan pelacoran berharga untuk masa depan. Skuad serigala putih berhasil lolos ke Piala Dunia berkat finish sebagai runner up grup A kualifikasi zona Asia. Mereka cuma kalah dua poin dari Iran yang finish sebagai juara

grup. Lolosnya Uzbekistan ke Piala Dunia 2026. Tak lepas dari tangan dingin seorang Timur kape. Pelatih yang kemarin sempat dikait-kaitkan dengan timnas Indonesia itulah yang menyempurnakan identitas Uzbekistan dari pelatih sebelumnya, Sreko di bawah kapas Uzbekistan punya gaya main memanjakkan mata dan sangat modern. Seperti yang disebut tadi, Uzbekistan melewati jalan panjang untuk bisa maju ke Piala Dunia. Tidak setahun dua tahun mereka membangun seluruh ekosistem sepak bola mereka. FIFA mencatat revolusi

Menelpon Semua Veteran Demi Der Panzer Kembali Semangat! Skuad Legal Jerman Piala Internasional 2026

sepak bola Uzbekistan sudah dimulai sejak 1970. Pemerintah mendirikan banyak fasilitas penunjang bukan sekedar menjual mipi besar. Di turnamen final Uzbekistan tergabung ke dalam grup K bersama Portugal, Ardik Kongo, dan Colombia. Bukan grup yang mudah memang, tapi itu rasanya tak masalah mengingat Uzbekistan kini ditangani pemenang Piala Dunia 2006, Fabio Cannavaro. Pria Italia ini baru saja didapuk untuk menggantikan timur kapase yang baru mundur dari jabatannya. Jadi, itulah dia footballs, profil dan

peta kekuatan Kampah debutan Piala Dunia 2026. Kalau menurut kalian, negara debutan mana yang punya skuad paling menjanjikan? tulis di kolom komentar ya. Terima kasih dan sampai jumpa.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *