Pemirsa, menjelang penutupan indeks harga saham gabungan masih bertahan pada tren pelemahan hingga Kamis sore. Untuk mengetahui pergerakan IHSG sore ini, kita bergabung dengan jurnalis Metro TV Insan Suardi langsung dari gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta. Selamat sore, Insan. Seperti apa pergerakan indeks jelang penutupan pada sore ini? Ya, selamat sore Gema dan juga Jessica bersama dengan pemirsa pada perdagangan hari Kamis, 21 Mei 2026 dari pembukaan awal sesi pertama sampai dengan saat ini
kami pantau pada sesi kedua menjelang penutupan pada pukul .00 sore waktu Indonesia Barat. Kami pantau dari perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, pergerakan dari indeks harga saham gabungan masih bertahan di zona pelemahan ataupun mengalami koreksi. Kalau kami review sedikit pada sesi pertama lalu sudah dibuka pada pukul 09.00 pagi waktu Indonesia Barat hari ini hingga pukul ee penutupan perdagangan sesi pertama indeks telah mencatatkan pelemahan 2,76% dan telah berada di level 6.144 dan telah mencatatkan nilai transaksi
sekitar Rp10 triliun. Kalau kita lihat secara sektoral, Gem dan juga Jessica, seluruh indeks ataupun seluruh sektor ini mengalami pelemahan yang mana kalau kami pantau pelemahan terdalam ini tercatat pada ee sektor energi ataupun tercermin dari IDX energi ee dengan pelemahan sekitar 5,02% dan disusul dari sektor industri atau tercermin dari IDX industry dengan pelemahan sekitar 4,02%. Kalau kita lihat saat ini pada sesi kedua pun kami pantau pelemahan juga masih terjadi dan saat ini pelemahan berada di angka 3,5%. Selengkapnya GEMA
dan juga Cik kita akan lihat dari papan di sebelah saya ataupun monitor saat ini yang mencerminkan bagaimana pergerakan indeks harga saham gabungan ee kurang lebih ee kurang dari 30 menit menjelang penutupan. Di mana saat ini indeks berada di level 60.094 4 atau telah mencatatkan nilai pelemahan 3,5% ataupun setelah 221 basis poin dan telah mencatatkan nilai transaksi ee transaksi sekitar Rp15,8 triliun. Nah, kalau kita lihat menarik dari ee pernyataan para anal ataupun pengamat pasar modal yang memperlihatkan
memang indeks sejak tanggal 8 Mei lalu masih bertahan pada zona pelemahan ataupun koreksi dan selalu ditutup ee pada zona merah. Nah, misalnya kalau kami kutip ee tanggapan dari Wahyu Laksono ataupun pengamat pasar modal yang menyebutkan bahwa kalau kita bandingkan dengan bursa Asia memang indeks dari Indonesia ini masih mengalami tekanan. Khususnya kalau dari Wahyu menilai beberapa pergerakan ataupun dinamika yang berasal dari dalam negeri domestik ini membuat para investor cenderung bersikap weight andc.
Nah, kalau kami juga sedikit jabarkan misalnya dari ee tanggapan ataupun pandangan Wahyu Laksono yang menyebutkan salah satunya memang dari upaya pemerintah dari inisiasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk segera memperbaiki ee peristiwa under invoicing ataupun manipulasi data yang terjadi pada transaksi ekspor misalnya. Memang kalau kita lihat dari tujuannya dari pasar masih melihat ini sebagai salah satu hal yang masih perlu dinanti sehingga para investor masih cenderung bersikap weight andc sehingga pasar modal Indonesia
masih dalam kondisi off. Nah, kita lihat kalau dari e secara pergerakannya dari lima emiten yang mengalami eh penguatan ataupun memimpin tren penguatan ini ada dari beberapa emiten yang kita lihat dari lima emiten ini. Salah satunya misal dari emiten Diva ataupun yang kita lihat dari ee distribusi voucher Nusantara ini menjadi salah satu emiten yang memimpin penguatan dengan penguatan sebesar 25,9%. Sementara dari top five frequency ataupun lima emitan yang memimpin banyaknya transaksi pada sepanjang hari
ini, e kalau kami lihat Jessica dan juga Gema ini dipimpin dari salah satunya ee sektor-sektor yang emiten energi ada dari BPI, Dewa, dan juga beberapa emiten lainnya ini memimpin transaksi untuk pedangan hari ini. Meski kalau kita lihat memang emiten-emiten tersebut masih mengalami koreksi ataupun pelemahan. Selain itu juga kalau kita lihat dari kami kembalikan terkait dengan upaya pemerintah dengan salah satunya membentuk badan baru yang akan dipimpin oleh BUMN untuk ee menjadi pintu utama ee memimpin perdagangan
ataupun memimpin ekspor nantinya dengan upaya untuk ee menindak under invoicing ini sepertinya dari para investor masih cenderung bersikap menanti dan juga masih melihat bagaimana arah yang akan dipimp yang akan diambil oleh pemerintah untuk memperbaiki masalah ini. Dan dari Wahyu pun juga melihat untuk level psikologis pada perdangan hari ini masih akan cenderung ee berada di titik support di level 6000. Untuk kesempatan demikian GEA dan juga Jessica. Terima kasih Insan Suard di atas laporan Anda langsung dari gedung Bursa Efek
Indonesia di Jakarta. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi. Download Metro TV Extend sekarang.

Komentar