Sains
Home / Sains / Sains & Antariksa: Bumi Tak Pernah Diam, BRIN Ungkap Perjalanan Tata Surya Mengelilingi Pusat Galaksi Bima Sakti

Sains & Antariksa: Bumi Tak Pernah Diam, BRIN Ungkap Perjalanan Tata Surya Mengelilingi Pusat Galaksi Bima Sakti

Foto Dari www.brin.go.id
Foto Dari www.brin.go.id

JAKARTA — Tanpa disadari oleh manusia yang beraktivitas di permukaannya, Bumi tidak hanya berotasi pada porosnya dan berevolusi mengelilingi Matahari, melainkan juga meluncur bersama seluruh sistem Tata Surya dalam perjalanan kosmik mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Farahhati Mumtahana, menjelaskan bahwa tata surya hanyalah bagian kecil dari sistem kosmik raksasa yang saling terikat oleh gaya gravitasi universal.

Struktur Galaksi Bima Sakti dan Posisi Tata Surya

1. Komponen Utama Galaksi Spiral

Galaksi Bima Sakti dikategorikan sebagai galaksi spiral dengan struktur piringan (disk) yang memiliki lengan-lengan melingkar membentang dari pusatnya:

  • Pusat Galaksi (Bulge): Wilayah pusat dengan konsentrasi bintang paling padat, di mana terdapat lubang hitam supermasif (supermassive black hole).

  • Lengan Spiral (Spiral Arms): Area tempat berkumpulnya gas, debu, dan populasi bintang, termasuk lokasi piringan tempat Tata Surya berada.

  • Halo Galaksi: Wilayah terluar yang menyelubungi piringan, mencakup bintang-bintang tua dan sebaran materi gelap.

2. Tiga Kelompok Utama Bentuk Galaksi

Dalam skala alam semesta, para astronom mengelompokkan bentuk galaksi ke dalam tiga kategori utama:

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

  • Galaksi Spiral: Memiliki struktur lengan yang khas seperti Bima Sakti, Andromeda, dan Triangulum.

  • Galaksi Eliptikal: Berbentuk elips dan didominasi oleh bintang-bintang berusia tua dengan kandungan gas serta debu yang minim.

  • Galaksi Tidak Beraturan (Irregular): Galaksi yang tidak memiliki bentuk geometris yang jelas akibat interaksi gravitasi, seperti Galaksi M82 (Galaksi Cerutu).

Misteri Materi Gelap dan Interaksi Kosmik Lintas Galaksi

1. Pengaruh Dark Matter Terhadap Rotasi Bintang

Salah satu teka-teki terbesar dalam astronomi modern adalah ketidaksesuaian antara kecepatan rotasi bintang di pinggir galaksi dengan kalkulasi massa materi terpancar yang terlihat:

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

“Dalam model gravitasi standar, pola kecepatan rotasi ini menunjukkan adanya tambahan massa yang tersebar di halo galaksi. Massa inilah yang disebut sebagai materi gelap (dark matter), yang hingga kini keberadaannya dipelajari melalui efek gravitasinya,” jelas Farahhati Mumtahana dalam sesi pelatihan BRIN.

2. Keberadaan Grup Lokal dan Estimasi Dua Triliun Galaksi

Bima Sakti bukanlah pulau terisolasi di ruang hampa. Galaksi kita berinteraksi secara gravitasi dengan tetangga terdekatnya dalam sebuah kelompok yang disebut Grup Lokal (Local Group):

  • Pergerakan Saling Mendekat: Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Andromeda saat ini tercatat bergerak saling mendekat akibat tarikan gravitasi.

  • Jumlah Galaksi di Alam Semesta Teramati: Berdasarkan analisis statistik dan sampel pengamatan astronomi, diperkirakan terdapat sekitar dua triliun galaksi di alam semesta teramati (observable universe).

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *